Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , » Pendidikan Seks untuk Anak, Tabukah?

Pendidikan Seks untuk Anak, Tabukah?

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, May 5, 2017

Image result for pendidikan sek 
Rekap Kajian Online HA Ummi G-3
Selasa, 2 Mei 2017, Jam : 16.00-18.00 WIB
Narasumber : Ustadzah Nurhamida (Bd. Mida)
Tema : Pendidikan Seks untuk Anak
Notulen : Bunda Tati
Editor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Baik...ummahatfillah, saya diberi amanat untuk berbagi pengalaman berkenaan dengan pendidikan seks pada anak, tabukah? Mengingat dewasa ini, sedemikian dahsyat pengaruh tontonan, bacaan, musik dan nyanyian yang nyaris hampir semuanya vulgar dan tidak mendidik, menjurus pada perilaku pembolehan perilaku seks bebas, mulai usia dini hingga dewasa.

Sebagai orang tua, tentu kita memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak anak sesuai dengan fitrahnya. Utamanya agar selamat dalam menjaga kehormatan dirinya.

Dr. Nashih Ulwan menyebutkan dalam buku karyanya Tarbiyatul Aulad, bahwa orang tua dan pendidik memiliki kewajiban mendidik 7 aspek pada anak: Aspek aqidah (tauhid), aspek psikhis, aspek rohani, aspek sosial, aspek seksual, aspek intelektual, dan aspek moral. (mohon koreksi 6 atau 7 mengingat sudah lama saya tidak membuka bukunya...di cari kembali belum ketemu)

Pada kesempatan ini mari kita lihat bagaimana pendidikan seksual yang dimaksud utk anak anak. 


Definisi
Dr. Sarlito Winawan  dalambukunya Psikologi Remaja (1994), menyatakan bahwa pendidikan seksual adalah sesuatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia yang jelas dan benar, yang meliputi proses terjadinya, pembuahan, kehamilan, sampai kelahiran, tingkah laku seksual, dan aspek-aspek kesehatan, kejiwaan, dan kemasyarakatan.

Pendidikan Seks menurut Islam:
Upaya pengajaran, penyadaraan, dan penerangan tentang masalah-masalah seksual yang diberikan kepada anak sejak ia mengerti masalah-masalah yang berkaitan dengan seks, naluri, dan perkawinan (Dr. Nashih Ulwan dalam Buku Tarbiyatul Aulad I).

Tujuan Pendidikan Seks
  • Islam:  Dapat mengetahui masalah-masalah yang diharamkan dan dihalalkan yang berkaitan dengan seks, naluri, dan perkawinan serta mampu menerapkan perilaku islami dalam memenuhi naluri seksual tersebut.
  • Psikologi Umum : Untuk membentuk suatu sikap emosional yang sehat terhadapmasalah seksual dan membimbing anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya.

Seks menurut pandangan Islam
  • Seks adalah naluri manusia, dalam bahasa agama disebut nafsu syahwat.
  • Allah berfirman: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan (syahwat) kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita…” (QS. Ali Imran: 14)
Ayat tersebut jelas menunjukkan bahwa manusia (laki-laki) sejak lahir telah dibekali cinta syahwat(nafsu seks) terhadap wanita.
  • Wanita sebagai lawan jenis laki-laki, dibekali juga oleh Allah Ta’ala nafsu seks untuk melayani kehendak lawan jenisnya itu.
Nafsu seks pada wanita ini digambarkan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Quran, dalam kisah wanita (isteri petinggi Mesir) yang jatuh cinta kepada Nabi Yusuf ~ Alaihis Salam, (QS. Yusuf: 23).

Jika melihat definisi dan informasidiatas, lalu apakah tabu mengajarkan seks pada anak?

Tidak. Justru orangtua wajib mengajarkan sejak anak lahir. Mengapa? Karena menusia telah Allah ciptakan dengan nafsu syahwat yang bermanfaat kelak sebagai alat untuk meneruskan dan memperbanyak keturunan. Tanpa nafsu syahwat, manusia tidak akan bisa berkembang biak. Kewajiban ayah dan ibu adalah mengajarkan atau memberikan pendidikan seks bertahap, sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Lalu, kalau begitu, bagaimana caranya?

Ini perlu kita tahu:
Pendidikan seks wajib diajarkan kepada anak karena ia akan selalu dikaitkan dengan aqidah dan akhlaq. Seperti dalam beberapa contoh di bawah ini :

Hubungan pernikahan pada manusia merupakan tanda kekuasaan Allah yang telah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan perangkat yang lengkap termasuk dalam memenuhikebutuhan syahwatnya. Pemenuhan kebutuhan syahwat harus berada dalam koridor syariat, yakni akad nikah. Jika manusia mematuhinya maka akan tumbuhlah rasa tentram dan kasih sayang.

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ٢١
“Dan dia antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. 30 : 21)

Ini juga wajib kita tahu:
Bagi mereka yang tidak mendapatkan pendidikan seks yang benar, maka akan memiliki kecenderungan melanggar aturan, padahal Allah telah memperingatkan:
وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا ٣٢
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. 17 : 32)

وَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٨٠ إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةٗ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ مُّسۡرِفُونَ ٨١
“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka : “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyab (homoseksual) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di duania ini)sebelumnya?. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS 7:80-81)

Pendidikan Seksual yang wajib diberikan pada anak (Usia 0 - 7 tahun) :
  1. Menanamkan rasa malu sejak masa kanak-kanak
  2. Mengenalkan jenis kelamin dan menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan. (Rasulullah saw melaknat laki-laki yang berlagak wanita dan wanita yang berlagak meniru laki-laki. (HR. Al-Bukhari)).
  3. Mengenalkan konsep aurat pada anak laki-laki dan perempuan dengan memakaikan pakaian yang menutup aurat sesuai jenis kelamin.
  4. Mengajarkan thaharah (membersihkan diri setelah BAK/BAB, wudhu, mengenalkan najis yang disebabkan oleh air kencing atau tinja).
  5. Minta izin masuk kamar dengan mengetuk pinta ( mengenalkan 3 waktu aurat yakni saat subuh, dhuhur, dan isya, Al Ahzab ayat 13)

Perkara ini akan lebih mudah diajarkan jika sejak dini anak sudah dikenalkan dengan pendidikan seks seperti:
  • Bagian tubuh pribadi yang tidak boleh dilihat dan disentuh sembarangan orang : mulut, dada, kemaluan, bagian bawah dan sekitar paha serta pantat.
  • Bagian tubuh yang boleh disentuh saat, seperti ibu ketika memandikan, atau seperti ibu ketika membersihkan sehabis buang air, juga dokter ketika memeriksa didampingi orang tua.
  • Katakan tidak saat : orang lain menyentuh bagian pribadi, atau menyuruh buka baju didepannya, atau menunjukkan bagian pribadi tubuhnya, atau menunjukkan film/foto telanjang.

Pendidikan Seksual saat anak masuk usia 7 - 15 tahun
  1. Memisahkan tempat tidur anatara anak laki-laki dan perempuan (7-10 tahun) dan mengajarkan tidak satu selimut saat tidur meski dengan saudara kandungnya.
  2. Mengaplikasikan waktu berkunjung (3 waktu minta izin Al Ahzab:13)
  3. Mendidik anak tidak ikhtilat
  4. Mendidik anak tidak berkhalwat
  5. Menjelaskan cara menhadapi masa baligh (ihtilam untuk laki-laki dan haidh untuk perempuan).
  6. Mengajarkan etika berhias
  7. Mengajarkan akhlaq dalam bergaul dengan lawan jenis dan sesama jenis
  8. Mewajibkan berpakaian menutup aurat saat baligh.

Ayat-ayat Al Qur’an yang berkaitan dengan pendidikan seks

An Nuur: 31-32
  • “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.
  • Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya (pakaian luarnya). Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…”

Al Isra’ : 32
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

Al Baqarah : 223
“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.”

Hadis-hadis yang berkaitan dengan pendidikan seks

Rasulullah - Shallallahu ‘Alaihi Wa’Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
“Sungguh ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabrani dengan sanad sahih).

“Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat (nberduaan) dengan wanita (bukan mahwam) melainkan pihak ketiganya adalah setan.” (HR. At-Tirmiszi dengan sanad sahih).

“ Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka menciumwanginya maka ia seorang pelacur.” (HR. Imam Ahmad dengan sanad sahih).

“Adapun zina mata adalah memandang (kepada apa yang diharamkan Allah)” (HR. Imam Ahmad dengan sanad sahih).

*************************
TANYA JAWAB

T : Assalamualaikum maaf saya bertanya diluar teman ustazah,. Bagaimana hukum mengadopsi anak dalam islam?
J : Berkaitan dengan masalah adopsi, saya sarankan nanti bertanya lagi ya ke ahlinya yang kafaahnya bidang fiqh. Saya akan jawab berdasarkan pengetahuan saya dengan mengacu pada beberapa sumber.
Mengadopsi anak dioerbolehkan dalam Islam selama mengikuti aturan yang sudah ditetapkan Allah sebagaimana termaktub dalam QS Al Ahzah ayat 4-6. Juga ayat 37. Yakni tidak menggunakan nama pengadopsi sebagai nama nasab, tidak mewarisi harta pengadopsi, serta hukumnya tidak sama dengan anak kandung. Silakan nanti dibuka ya ayatnya..insyaaAllah mudah dipahami..lebih bagus lagi kalau punya tafsirnya. Pada masa jahiliyah hal ini pernah terjadi, juga pada Rasulullah saw yang mengadopsi Zaid bin Haritsah. Tadinya Zaid dipanggil sebagai Zaid bin Muhammad lalu Allah menjelaskan bahwa itu tdk diperkenankan melalui surat Al Ahzah ayat tersebut di atas. Lalu untuk menyampaikan bahwa posisi anak adopsi tidak sama dengan anak kandung, maka dalam ayat 37 Allah menyampaikan bahwa ketika Zaid telah bercerai dari istrinya Zainab, boleh Zainab boleh dinikahi Rasulullah saw untuk menunjukkan bahwa antara Zaid dengan Nabi saw tidak memiliki hubungan darah sebagaimana anak kandung.

Dengan demikian jika misalnya ada pasangan mengadopsi anak perempuan, maka wajiblah menutup aurat buat anak perempuan tersebut dari ayah adopsinya dan masuk katagori bukan muhrimnya. Demikian pula sebaliknya. Wallahua'lam bisshawab.

T : Assalamualaikum bunda, Saya dan suami menjalani pernikahan LDR dalam artian ketemu suami itu jarang. Dirumah punya dua anak laki-laki dan perempuan 11& 7 tahun. Anak lelaki saya disekolah sudah belajar tentang aqil baligh.  Suatu hari dia bilang ke saya "Bu, kalau laki-laki itu Aqil baligh tandanya sudah pernah mimpi basah yakan?..  Abang udah pernah bu.. " dengan polosnya dia sampein hal itu. Saya bingung mau jelasin atau apa dan ketika ayahnya pulang beliau lah yang menjelaskan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh di lakukan.  Nah sekarang persiapan buat anak perempuan..  Dia tanya,  Ibu kenapa tidak sholat, Saya ragu jelasin soal haid, bagaimana caranya bilang ke dia mengenai haid memakai bahasa anak? Afwan narasinya kepanjangan.
J : alhamdulillah bunda punya hubungan komunikasi yang baik ya dengan ayah dan nandanya sehingga nandanya berani bercerita terkait mimpi basah. Nah untuk nanda yang perempuan, mengingat usianya masih 7 tahun, jika ia bertanya, kenapa ibu tidak shalat, jawab saja ibu sedang haidh. Nanti kalau nanda bertanya lebih jauh, misal..haidh itu apa? Bunda bisa jelaskan begini: Haidh itu adalah keringanan yang Allah berikan pada setiap perempuan yang sudah baligh. Perempuan yang baligh itu artinya perempuan yang sudah besar, seperti ...(sebut salah satu nama tante atau keponakan bunda  yang usianya antara 13-17 tahun), sudah wajib shalat. Nanti adek kalau sudah baligh, wajib shalat juga. Kecuali sedang haidh.
Bila terus bertanya..misal...kata temen aku haidh itu keluar darah ya Ma? Jelaskan lebih lanjut...iya. Setiap sebulan sekali perempuan akan keluar darahnya. Itu namanya darah kotor yang memang harus dikeluarkan agar kita menjadi sehat. (Ada dlm QS 2:222). Jika tidak keluar...kamu bisa sakit.

Sampai di sini jika.anak tidak bertanya lagi, cukupkan saja. Tapi nanti Bunda harus luangkan waktu untuk menjelaskan perkara ini yakni saat nanda  mulai masuk usia 9 tahun. Pada usia ini kemampuan berpikirnya sudah maju dan bisa memahami penjelasan yang lebih kompleks. Usia 7 tahun ia masih berpikir konkrit tahap akhir dan beranjak pada tahap berpikir operasional.. Maksudnya mulai bisa memahami sesuatu dari sudut pandang yang lain.

Bekali diri bunda dengan pengetahuan tentang fiqh wanita ya agar nanti tidak bingung saat menjelaskan. Saat masuk usia 9 tahun..sudah diberi tahu bahwa ia nanti harus menggunakan pakaian menutup aurat, hukum ya wajib karena sudah baligh. Karena itu berlatihlah dari sekarang agar tidak terasa berat saat seharusnya sudah menutup aurat. Sampaikan juga hukumnya dalam bergaul dengan anak laki laki...beritahukan bahwa kelak haram hukumnya bersentuhan dengan non muhrim. Umumnya anak anak ini bersalaman dengan guru laki laki (vice versa). Tanamkan sejak usia 9 tahun bahwa ketika sudah baligh, cara bersalaman harus berubah yakni cukup dengan mengucapkan salam dan memberi isyarat saja dengan tangan tanpa harus menyentuh. Berlaku untuk teman prianya, guru prianya, teman teman pria ayah ibunya dan saudara sepupunya (spt dlm An Nur ayat 30)

Lalu...ajarkan juga rasa malu pada ananda sejak saat ini, malu untuk bersikap bebas dengan lawan jenis ( berlaku untuk anak laki laki dan perempuan), menahan pandangan ( tidak jelalatan atau bebas melihat film film lewat gadget, atau mengunggah foto foto dirinya lewat akun sosmed) Yang penting..harus ada contoh. Ja ijika Bunda ingin putra putrinya dapat memiliki akhlaq yang baik sebagaimana tuntunan agama, ayah dan ibu harus beberapa langkah di depan sebagai teladan. Jika demikian proses penginternalisasian nilai akan jauh lebih mudah.

T : Assalamu'alaikum bunda.. Mau nanya.
  1. Apakah dampak buruknya kalau saudara laki-laki dan perempuan masih tidur 1 kamar? Usia mereka masih di bawah 12 tahun. Karena sekarang terpaksa anak laki-laki saya tidur dengan ayahnya dan yang perempuan dengan saya...karena kamar yang masih kurang.
  2. Bagaiamana menjelaskan cara menghadapi masa baligh pada anak laki=laki dan perempuan? Tugas ayah atau ibu kah yang menjelaskannya? Jazakillahu khoir bunda.
J : Waalaykumussalam.
  1. Jika demikian, bisa disiasati dengan beda tempat tidur. Bisa menggunakan tempat tidur bertingkat, adik di tingkat, bawah, kakak di tingkat atas. Untuk saat ini tidak apa jika anak laki laki tidur dengan ayahnya dan adik tidur dengan ibunya. Hanya saja mohon jika saat ayah dan ibu sedang memiliki keperluan pastikan tidak ada anak dalam kamar tidur. Saya banyak menemukan kasus seperti ini ( dari curhatan para ibu ). Karena ini akan sangat buruk dampaknya.
Jika anak laki laki dan perempuan tidak dipisah tempat tidurnya mulai usia 7 th, dikhawatirkan saat mereka tidur, mereka tidak sadar dengan pergerakan tubuh mereka. Saat tidur, kesadaran sedang tdk ada sehingga tangan dan kaki bisa mendarat di mana saja. Lalu bisa terjadi gesekan yang jika saat itu setan ikut bekerja maka gesekan atau tangan dan kaki yang tidak terjaga tersebut  akan menimbulkan dampak buruk. Pada anak yan sudah terpapar pornografi (melihat gambar dan film porno meski kartun seperti maaf adegan pelukan dan ciuman) sangat mudah menimbulkan rangsangan seksual. Apa yang akan terjadi jika ini terus menerus dialami anak? Maka anak yang paling besar akan lebih dahulu mengalami gangguan  psikologis terkait syahwatnya.

Utk meminimalisir dampak negatifnya jika masih satu kamar, seringlah ayah dan bundanya berdialog sambil terus mengawasi saat mereka akan tidur. Cek pada malam hari apakah pakaian keduanya terbuka, jika ya selimuti dg rapat. Lalu beri batasan tegas saat berganti pakaian. Kakak dan adik tdk boleh ada dalam satu kamar saat seperti itu, biasakan mengetuk pintu saat hendak masuk kamar meski itu kamar bersama. Semoga Bunda dimudahkan rizkinya sehingga dapat membuatkan kamar terpisah untuk kedua buah hatinya.

  1. Menjelaskan masa baligh memang lebih efektif jika sesuai dengan jenis kelamin. Tugas ayah menjelaskan pada anak laki lakinya, demikian tugas ibu dengan anak perempuan. Kurang lebih seperti yang saya sampaikan ke bunda Faiza ya untuk anak perempuan.
Secara umum Sampaikan pada keduanya bahwa mereka kelak akan menghadapi masa pra pubertas (pra baligh)/ yang ditandai dengan munculnya tanda tanda sekunder pada tubuh seperti tumbuhnya bulu pada kemaluan dan ketiak, mulai berjerawat, badan mulai berbau, suara mulai berubah, untuk anak laki laki akan tumbuh jakun dan anak perempuan akan tumbuh payudara yang diakhiri dengan mimpi basah pada anak laki laki dan haidh pada anak perempuan.

Perubahan fisik tersebut terjadi karena mulai aktifnya hormon seksual pada masing masing. Perubahan hormon ini lalu memicu perubahan emosi pada setiap remaja...maka jangan heran jika nanti sebagai ayah dan ibu, akan menghadapi perilaku yang berubah ubah dan kadangkala tidak masuk akal pada anak anak pra pubertas ini. Jika ayah dan ibu memahami proses ini, maka akan lebih bijak.menyikapinya. tidak mudah marah atau merasa diabaikan oleh anak. Umum nya anak anak usia ini mendadak jadi pemalu dan sulit diajak kerjasama. Ajarkan kebersihan sebagaimana yg diajarkan Rasulullah saw mulai dari berwudhu, istinja, sampai mandi besar dan junub. Harus diajarkan ya Bun kalau tidak, mereka nanti bertanya tanya...lalu browsinh sendiri..nanti lebih repot mengelolanya. Lakukan perlahan ya Bunda...jangan semuanya diajarkan dalam waktu singkat. Lebih mudah jika berupa pembiasaan sehingga mereka tidak mengingatnya sebagai teori melainkan menjadi sikap hidup sehari hari.

Alhamdulillah...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PENUTUP

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik. Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

                                                                                                                                                     

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment