Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Sepuluh Langkah Menyambut Ramadhan





Image result for 10 hal menyambut ramadhan
Rekap Kajian Online Hamba ALLAH G5/G2
Rabu 3 Mei 2017/ 6 Sya'ban 1438 H
Narasumber : Ustadz Trisatya Hadi
Materi : Tarhib Ramadhan
Admin : Bd.Nining ,Bd.Saydah ,Hangesti
Notulen : Bunda Nining
Editor : Sapta
***************************

  1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir.
Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah,
”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

  1. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.”
Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

  1. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

  1. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

  1. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan.
“Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

  1. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah.
“Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

  1. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat.
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

  1. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

  1. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:
  • buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
  • membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

  1. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Wallahua'lam
Sumber: dakwatuna
############################
TANYA JAWAB G5

T : Ustadz, bisa dijelaskan arti dari tadzkiyatun nafs?
J : Tadzkiyatun nafs atau nufus artinya penyucian jiwa.
Beberapa pendapat ulama:
Menurut Abul Qasim Husain bin Muhammad, beliau lebih populer dikenal dengan Ragib Al-isfahani (wafat 502 H), beliau mengatakan bahwa Tazkiyatun Nafs adalah upaya manusia untuk mensucikan jiwa dan dirinya, sehingga ia mempunyai sifat terpuji pada dirinya di dunia tentunya dan kelak di akhirat mendapatkan pahala dan balasan yang besar,(lihat hal. 213)
Syeikh Sa’id Hawwa menjelaskan bahwa Taziyatun nafs adalah salah satu tugas utama para rasul, ia merupakan tujuan yang dicapai oleh orang-orang bertaqwa. Dan selamat atau celakanya manusia tergantung sikapnya terhadap Tazkiyatun nafs, apakah ia concern terhadap permasalahan yang satu ini, atau acuh tak acuh dengan hal ini.
Karena Tazkiyatun Nafs adalah proses pembersihan jiwa dari akhbas (baca; kotoran) serta memperbaiki jiwa, maka tazkiyatun nafs dapat dilakukan dengan berbagai bentuk ibadah, perbuatan baik dan berbagai amalan shalih serta langkah-langkah mujahadah.

T : Bisa tolong lebih dijelaskan detailnya (proses pembersihan jiwa yang seperti apa), ustadz. Apa cukup dengan hanya melakukan ibadah & berbuat baik saja? Atau ada amalan tertentu? Syukron
J : Berikut ini dikemukakan beberapa sample atau contoh tazkiyatun nafs yang diambil dari Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW :
  1. Tazkiyatun nafs dengan ilmu
Baik dengan cara mempelajarinya, mengamalkannya, dan mengajarkannya kepada orang lain.
'Berilmulah (ketahuilah) bahwa tidak ada illah kecuali Allah. Dan mintalah ampunan terhadap dosamu.'( QS.47:19)
Dengan peningkatan ilmu tentang ma'rifatullah akan mendorong manusia memohon ampunan atas dosanya, kelalaian. Dan kesalahannya, dan dengan ampunan atas dosa-dosanya maka hatinya menjadi bersih.
Nabi bersabda, 'Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akn memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan sesungguhnya malaikat-malaikat meletakan sayap-sayapnya karena senang kepada orang yang menuntut ilmu, dan sesungguhnya orang-orang yang berilmu akan dimohonkan ampunan untuknya oleh penghuni langit dan bumi samapi ikan yang ada di dalam air. HR.Abu Daud dan Tirmizi' .
Perhatikan sekali lagi hadist diatas, bahwa seluruh penghuni langit dan bumi, bahkan ikan didalam air semuanya memohonkan ampunan kepada Allah bagi orang yang berilmu. Jadi ilmu akan mengatarkan manusia untuk mendapatkan ampunan, yang sekaligus merupakan tazkiyah dari Allah SWT.

  1. Iman, taqwa, siddiqul kalam, dan amal sholeh
Iman, taqwa, siddiqul kalam, dan amal sholeh merupakan sarana tazkiyah yang paling efektif. Allah berfirman :'Hai orang-orang yang beriman, bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal perbuatanmu dan mengampuni dosa-dosamu.' (QS.33:70)
'sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik-baik akan menghapus kesalahan-kesalahan' (QS.11:114)

  1. Iman dan jihad dangan harta jiwa
'hai orang-orang yang beriman, maukah kamu aku tunjukan perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang sangat pedih ? yaitu kamu beriman kepada Allah dengan harta dan dirimu itulah yang lebih baik jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah Akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukan kemu kedalam syurga.' ( QS.61:10)
Rasulullah SAW bersabda 'keberadaan seseoaran gkamu di jalan Allah lebih afdhol dari pada sholatnya dirumah selama tujuh puluh tahun. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampuni dosamu dan memasukan kamu ke dalam surga/ berperang atau berjihad di jalan Allah. Barang siapa yang berjihad di jalan Allah sejenak saja pasti masuk surga.'HR.Tirmizi

  1. Zakat, infak dan shdaqoh
'Ambillah sebagian sari harta mereka (zakatnya) untukmembersihkan dan mensucikan mereka dengan zakat tersebut.' (QS.9:103)
'shadaqoh dapat menghapus dosa-dosa seprti air memadamkan api. Orang yang bertawkwa akan dijauhkan dari api nerak. Yaitu orang yang menjadi bersih.' (QS.62:16-17)

  1. Taubat, Istigfar dan do'a.
'Dan beristigfarlah kepada Rob-mu sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Sesungguhnya Allah membentangkan tengannya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat salah disiang hari. Dan dia membentangkan tangannya disiang hari untuk menerima taubat orang-orang yang berbuat salah dimalam hari hingga matahari terbenam dari sebelah barat.' (HR.Muslim)
'Apabila hamba-hambaku bertnya tentang Aku, sesungguhnya aku dekat. Aku mengabulkan permintaah orang-orang yang berdo'a apabila ia berdo'a kepadaku.. ' ( QS.2:186)
Rasulullah SAW bersabda, 'Rab kita azza wa jalla turun kedunia setiap malam pada sepertiga malam yang terakhir. Dia berkata, siapa yang berdo'a kepada-Ku, Aku kabulkan permintaannya, siapa yang memohon ampuna kepada-Ku, Aku ampuni Dia.' HR. Jama'ah

Itulah beberapa sample dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Rasulullah SAW. Dan masih banyaklagi yang lain. Pada bagian selanjutnya dari serial tazkiyatun nafs akan dibahas lebih luas dan rinci lagi sarana-saran tazkiyatun nafs tersebut. Insya Allah.

T : apakah cukup dengan silaturrahim dengan saudara yang lewat dunia maya? biasanya sebelum masuk Bulan Ramadan saling maaf-maafan Ustadz?
J : Tidak ada dalil khusus saling memaafkan di sebelum romadhon. Minta maaf atau memaafkan segera ketika dzolim atau khilaf, jangan menunggu mau romadhon. Silaturahmi ke kerabat terdekat ayah ibu, kakak, adik itu hakikatnya fisik yang bertemu. Walaupun dengan dumay pun tidak ada salahnya. Bahkan tetap dianjurkan karena terpisah jarak yang jauh.

T : Ustadz mau tanya, sebaiknya mana yang di dahulukan puasa qodho atau puasa sunnah, dimana puasa qodho banyak yang harus di bayar karena melahirkan dan menyusui, itupun harus bertahun-tahun harus di bayar, terus apakah iya batas puasa qodho pada pertengahan bulan sya'ban? syukron
J : Qodho, walaupun terkait puasa syawal ada perbedaan pendapat karena terbatasnya waktu puasa syawal boleh puasa syawal terlebih dahulu.

T : Assalamu'alaikum wr wb, ustadz bagaimana mengqodho puasa yang sudah lama melewati Ramadhan misalnya 2-3 kali Ramadhan, karena beberapa keadaan? Ramadhan hamil trimester pertama tidak memungkinkan puasa karena memang tidak ada yang bisa masuk/dikonsumsi karena mual-mual, Ramadhan 2 menyusui, dan ramadhan 3 hamil lagi. Apakah ada kelonggaran bagi keadaan di atas misalnya dengan membayar fidyah terlebih dahulu? Dan bagaimana dengan qodho puasanya? Mohon pencerahannya ustadz, jazakallah Khairan katsir.
J : Jika kondisi demikian, ada perbedaan pendapat terkait apakah ditambah fidyah atau tidak. Bisa dilakukan dengan fidyah atau tanpa fidyah. Sedangkan qodho tetap wajib dilakukan.

T : ustadz, bagaimana jika seperti keadaan no 1-3 dan untuk ramadlon ini masih menyusui, tapi sebagian puasa sudah di qodho. Bagaimana kalau belum semua hutang puasa dibayar namun puasa ramadlon sudah tiba?
J : fokus romadhon, qodho setelahnya jika sudah sehat. Atau kondisi lainnya (sesuai pendapat syar'i atau medik)

T : Ustadz bagaimana cara yang tepat mengajarkan anak-anak kita sedari dini untuk puasa romadhan? Bagaimana juga agar anak-anak tidak terasa berat melaksanaknnya?
J : Buat suasana sebelum masuk romadhon yang menyenangkan, seperti:
  • buat tulisan yang indah menyambutnya. Kalau perlu kamarnya dihias
  • latih bangun sahur, dengan mengajak shubuh jamaah di masjid awal waktu.
  • menu sahur dan buka makanan kesukaannya.
  • batasi aktivitas yang menguras tenaganya, perhatikan teman mainnya, usahakan yang sama-sama puasa
  • kasih reward yang pantas untuk seusianya sebagai hadiah puasa.
  • do’ain yang terbaik agar kuat dan semangat berpuasa.

T : Tanya ustadz apakah selain qodho kita harus bayar denda bila tidak puas berturut-turut karena hamil, menyusui tahun berikutnya hamil lagi menyusui lagi sampai 3x. Waktu hamil dan menyusui itu sudah bayar fidyah. Ada yang bilang denda dilipat gandakan dari tahun ke tahun apakah itu benar ? Mohon pencerahannya ustadz
J : Tidak wajib bayar denda (fidyah), karena ada udzur syar'i :
1) karena dalam menyusui khawatir keadaan ibunya. Cukup qodho saja.
2) karena khawatir kesehatan ibu dan janin yang di kandungnya, bayar fidyah + jika sudah ada kesanggupan qodho puasa.
Untuk yang tidak ada uzur syar'i atau medis :
Orang yang mempunyai kewajiban untuk mengqadha’ puasa, akan tetapi dia tidak mengerjakannya tanpa udzur hingga Ramadhan berikutnya.

Pendapat Yang Pertama : Wajib baginya untuk mengqadha’ dan membayar fidyah. Hal ini merupakan pendapat jumhur (Malik, Syafi’i, dan Ahmad). Bahkan menurut madzhab Syafi’i, wajib baginya untuk membayar fidyah dari jumlah ramadhan-ramadhan yang dia lewati (yakni jika dia belum mengqadha’ puasa hingga dua Ramadhan berikutnya, maka wajib baginya fidyah dua kali).
Dalil dari pendapat ini adalah:
Hadits Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memberi makan dan mengqadha’ bagi orang yang mengakhirkan hingga Ramadhan berikutnya. (HR Ad Daraquthni dan Al Baihaqi). Akan tetapi, hadits ini dha’if, sehingga tidak bisa dijadikan hujjah.
Ibnu Abbas dan Abu Hurairah meriwayatkan tentang orang yang mengakhirkan qadha’ hingga datang Ramadhan berikutnya, mereka mengatakan, agar (orang tersebut, Red) memberi makan untuk setiap hari kepada seorang miskin.

Pendapat Kedua : Tidak wajib baginya membayar fidyah, akan tetapi dia berdosa, sebab mengakhirkan dalam mengqadha’ puasanya. Ini merupakan madzhab Abu Hanifah, dan merupakan pendapat Al Hasan dan Ibrahim An Nakha’i. Karena hal itu merupakan puasa wajib, ketika dia mengakhirkannya, maka tidak wajib membayar denda berupa fidyah, seperti dia mengakhirkan ibadah yang harus dikerjakan sekarang atau menunda nadzarnya.
Berkata Imam Asy Syaukani: “Maka yang dhahir (pendapat yang kuat) adalah tidak wajib (untuk membayar fidyah)”.

Berkata Syaikh Ibnu ‘Utsaimin: “Adapun atsar yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Abu Hurairah, mungkin bisa kita bawa hukumnya menjadi sunnah, sehingga tidak wajib untuk membayar fidyah. Sehingga, pendapat yang benar dalam masalah ini (ialah), tidak wajib baginya (membayar fidyah) kecuali untuk berpuasa, meskipun dia berdosa karena mengakhirkan dalam menngqadha”.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
TANYA JAWAB G2 (15 Mei 2017) ~ Narsum: Bunda Azzam


T : Bunda, apakah boleh menetapkan target ibadah ramadhan? Misal khatam 3x, lalu apakah berdosa bila kita kemudian lalai dan tidak mencapai target itu?
J : Menetapkan target ibadah itu harus malah, sebagai pemacu untuk meningkatkan kapasitas diri. Sejauh mana benar-benar optimal menjadikan ramadhan untuk mendulang pahala terbaik. Harusnya membuat target itu yang sesuai dengan kesanggupan diri menjalani. Jangan sampai kita tersiksa dan ibadah jadi terpaksa. Meski kadang ibadah itu memang harus dipaksa agar terbiasa. Ala bisa karena biasa.Kalau kita mengenal istilah subsidi silang. Kita bisa terapkan itu. Misal target 3 juz sehari. Ternyata baru bisa 1,5 juz. Maka untuk menutup kekurangan itu bisa dengan perbanyak ibadah sunnah yang lain. Contoh dhuhanya dibanyakin. Lail nya dijaga. Sedekah diperbanyak. Bantu ngajar TPA dan lain-lain. Apa saja yang memungkinkn buat nambah pahala.

T : No. 9 itu apakah termasuk juga membagikan tausiyah di sosial media?
J : Itu maksudnya ketika kita ikutan kajian maka membikin resume dan bagikan ke teman-teman. Sehingga bisa manfaat. Tapi tinggal meringkasnya, yang benar jangan sampai menimbulkan multi tafsir dan malah bikin keyakinan baru.

T : Tanya ustadzah, apakah wanita juga mendapat pahala/keutamaan yang sama dgn pria jika mereka ikut itikaf di masjid ketika ramadhan?
J : Maaf baru bisa jawab lagi. Pahala wanita dan pria sama di hadapan Allah. Hanya tergantung niat, kemudian bagaimana masing-masing menjaga adab. Kalau wanita aman dari fitnah tidak masalah i'tikaf di luar. Syukur-syukur bareng dengan suami atau mahrom lainnya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PENUTUP

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik. Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official