Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Sudah Rendah Hati kah Kita?


Image result for rendah hati

Kajian Online Hamba Allah Ummi G-7
Jumat , 19 Mei 2017
Narsum : Ustadzah Riyanti
Notulen : Diana
Editor : Sapta
➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰

Sahabat Fillah....
Mari sejenak kita resapi puisi berikut ini,

Kerendahan Hati
Oleh: Taufik Ismail

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

       〰➰〰➰〰➰〰

Sahabat Fillah.....

Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “Salam” (Qs. Al Furqon : 63).

Bakar bin Abdillah Al Muzani: "Jika anda melihat orang yg lebih tua, maka katakanlah, 'Orang ini lebih dulu beriman dan beramal sholeh daripada aku. Jadi dia lebih baik dari aku'. Jika anda melihat orang yg lebih muda, maka katakanlah, 'Aku lebih dulu berbuat dosa dan maksiat daripada dia. Jadi dia lebih baik daripada aku.' Dan jika anda melihat kawan2 anda menghormati dan memuliakan anda, maka katakanlah, 'Ini adalah keutamaan yg mereka terima.' Namun jika anda melihat mereka menyepelekan anda, maka katakanlah, 'Ini adalah (akibat) dosa yg telah aku lakukan." (Dalam Abdul Malik Al Qasim, Orang2 Besar yg Rendah Hati, 2014).

Ada kata  bijak,
“Kerendahan hati adalah ibu dari semua sifat yang baik: kemurnian, amal baik dan ketaatan. Rendah hati berarti menerima keterbatasan kita dan berusaha melakukan perubahan ke arah yang lebih baik di lingkungan sekitar  tanpa sama sekali mengharapkan pamrih atau penghargaan.

Pada semester yang lalu sudah kita bahas apa itu rendah hati. Pada kesempatan ini akan kita bahas bagaimana caranya agar rendah hati itu menjadi akhlak kita. Mari kita simak.

Sahabat Fillah rahimakumullah
Menakar Rasa Kerendahan itu dimulai dari 3 hal pokok :

A. Mengembangkan Pola Pikir yang Lebih Rendah Hati

  1. Jangan berpikir bahwa kita terlalu baik atau unggul dalam hal apa pun yang kita lakukan
  • Orang-orang yang memiliki ego besar cenderung berpikir bahwa mereka layak mendapatkan sesuatu yang lebih baik.
  • jika kita menginginkan hal-hal yang lebih baik, kita harus berusaha untuk meraihnya, bukan berpikir bahwa kita sedang diperlakukan tidak adil.
  • Jika kita terus-menerus menganggap diri terlalu baik atau unggul, orang lain akan menjadi “alergi” dan menghindari kita .

  1. Miliki sikap optimis.
  • Orang-orang yang mempraktikkan kerendahan hati secara alamiah adalah orang-orang yang optimis.
  • Orang-orang yang rendah hati tidak berharap diberikan hal-hal baik dan indah di hadapan mereka,
  • tetapi mereka percaya bahwa hal-hal baik akan terjadi pada diri mereka jika mereka berusaha meraihnya.
  • Berusaha untuk memiliki semangat dalam segala hal yang ada di masa depan.
  • Jangan selalu berpikir negatif bahwa akan ada masalah atau kekacauan yang terjadi di masa depan.

Walaupun kita memang harus selalu siap menghadapi situasi terburuk, kita harus berusaha untuk menemukan hal baik yang ada di setiap situasi.

  1. .Terimalah bahwa kita bukanlah orang yang terbaik dan terunggul di dalam segala sesuatu.
  • Bersikaplah terbuka karena kita memang selalu berubah dan berkembang, dan ketahuilah bahwa orang lain dapat membantu kita untuk bergerak ke arah yang lebih baik.
  • Jika kita bersikap seolah-olah kita adalah orang yang terbaik, Anda akan menjadi orang yang sombong.

  1. Ketahuilah bahwa kerendahan hati bukanlah kepura-puraan.
Rendah hati tidaklah sama dengan berpura-pura rendah hati. Jika kita telah bekerja lembur sepanjang akhir pekan dan pada hari Senin atasan memuji hasil pekerjaan kita , jangan menjawab, “Oh, itu bukan apa-apa.” Katakan bahwa kita senang bahwa ia menyukai hasil kerja kita , dan katakan bahwa kita senang telah bekerja keras untuk menyelesaikannya.
Mungkin kita berpikir bahwa menolak pujian akan membuat kita terlihat rendah hati, tetapi sebenarnya, ini justru menunjukkan bahwa kita adalah orang yang sombong.Tentu saja, saat orang memuji kita , kadang ini akan terasa aneh. Walaupun demikian, kita harus menerima penghargaan saat penghargaan itu datang, bukannya bersikap seolah-olah penghargaan itu sama sekali tidak penting

  1. Kenali kelemahan Anda.
Sadari kenyataan bahwa kita tidaklah sempurna. Jika kita berpikir bahwa kita adalah pribadi yang sempurna, kita tidak akan belajar dalam hal apa pun di dunia ini dan tidak akan bertumbuh sebagai seorang manusia.
  1. Hindari menyombongkan diri sendiri.
Mungkin kita ingin membicarakan tentang prestasi kita , namun jangan membuatnya terdengar sombong.  Sebaliknya, kita perlu menyadari bahwa memang kita menarik tanpa harus membangga-banggakan diri, maka dengan sendirinya orang lain akan melihat hal ini juga.

  1. Syukurilah apa yang telah kita miliki, sekaligus apa yang  belum kita miliki.


~ bersambung ke bagian 2
Wallahu a'lam


〰➰〰 ➰〰➰〰 ➰〰➰〰 ➰〰

TANYA JAWAB

Tanya :  Afwan ustadzah, saya sedikit curhat ya.. Saya punya tetangga sebelah yang pernah ketangkap basah mencuri di rumah saya, dan 'untungnya' tetangga depan rumah saya dan RT adalah saudaranya. Setelah tertangkap basah saya cuma memarahi dan saya beri surat perjanjian jika mencuri lagi saya baru laporkan. Ternyata ketika saya tahu tetangga depan saya membela pencuri itu, saya marah didepan anak dan anggota keluarga lainnya. Sampai sekarang jika mereka punya hajat saya tidak pernah disinggung atau sekedar menyapa. Tapi tidak bagi saya, in sha Allah saya tetap baik kepada mereka. Lebaran biasanya saya kasih bingkisan tapi mereka tetap berlaku tidak baik kepada saya. Apakah sikap saya rendah hati atau saya diinjak-injak sama mereka ya ustadzah?
Saya terkadang nangis juga digitukan, apa salah saya, mungkin hanya berharap pada Allah saja ya?

Jawab : MasyaAllah, apa yang sudah bunda lakukan benar. Bunda sudah memilih sikap untuk tidak dikendalikan karena sikap orang lain. Bunda berbuat baik tanpa peduli sikap orang lain yang tidak baik. Itulah ikhlas karena Allah. Bunda sayang, Allah tidak tidur. Hati itu milik Allah. Dan yang membolak-balik hati manusia juga Allah. Tetap bersikap seperti itu, karena hidayah milik Allah.

Iyah, ini manusiawi bunda, karena kita punya perasaan. Abaikan perasaan itu. Saya ada cerita nyata. Kasusnya sama dengan Bunda. Tapi oleh bunda itu bukan dijauhi. Tapi tetap silaturahmi, di kasih hidangan pas Ramadhan. Suatu saat orang tersebut datang ke rumah bunda tersebut sambil nangis dan minta maaf. Bunda, insyaallah ini masalah waktu saja, kalau bunda teguh dengan sikap tersebut,.Allah yang akan campur tangan.

Tanya : Jika saat itu tiba, bukan 'kemenangan' yang saya rasakan ustadzah, inSha Allah hanya syukur atas cobaan-Nya.
Jawab : Benar bunda, ini bukan bab menang atau kalah, karena hidayah milik dan hak prerogatif Allah.

Tanya : Izin bertanya, ustadzah bagaimana cara mengenali kelemahan diri sendiri, kadang suka bingung apakah itu kelemahan atau sikap rendah diri?
Jawab : Pertanyaan super. Mengenali diri bisa dari berbagai cara. Pertama, bisa bertanya kepada orang yang dekat dengan kita. Kedua, bisa dari musuh (bila) punya. Karena dengan itu kita bisa bermuhasabah.

Tanya : Bertanya ustadzah, rendah hati dengan rendah diri, beda kah?
Jawab : Sangat jauh berbeda. Rendah diri itu muncul karena seseorang tidak mengenali potensi dan kelebihan dirinya. Atau karena tidak mensyukuri nikmat Allah SWT yang ada padanya.
Adapun orang yang rendah hati seperti yang dijelaskan di materi di atas.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kita akhiri majlis hari ini dengan membaca :  

🔊 ucap syukur : الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
🔊 dan istighfar أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

[In Syaaa ALlaah]  إِنْ شَاءَ الله  
kebersamaan ini bermanfaat dan barokah.

أٰمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
[aamiin yaa Rabbal 'aalamiiiin]

و‌َالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PENUTUP

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik. Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official