Home » , , » Wanita Penghuni Syurga

Wanita Penghuni Syurga

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, May 19, 2017


Image result for penghuni surga

Kajian Online Hamba Allah Ummi G1
Senin, 15.05.2017, Jam : 19'30 - selesai
Materi : Wanita Penghuni Surga
Narasumber : Ustadzah Yeni
Moderator : Bd Yayuk
Notulen : Bd Ari-M3
Editor : Sapta
➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰

Wanita penghuni syurga

Menjadi wanita penghuni surga sudah barang tentu menjadi cita-cita semua wanita di dunia. Kita senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan untuk mendapatkan surga Allah. Tak jarang kita mencari sosok ideal yang kita jadikan qudwah atau teladan bagi kita.

Inilah beberapa ciri-ciri wanita penghuni surga itu yang terdapat dalam Al Qur’an dan Hadits.

  1. Taat kepada perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW. Surga diciptakan untuk hamba-Nya yang bertakwa. Sebuah tempat yang tidak pernah dilihat oleh manusia dan kenikmatannya tiada tara. Seorang muslimah yang taat kepada Allah adalah muslimah yang beriman kepada rukun iman dan rukun Islam. Ia hanya melakukan apa yang Allah suka dan meninggalkan apa yang dibenci-Nya.

  1. Taat Kepada Suaminya dan Pandai Menjaga Kesucian Diri. Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud : "Apabila seorang wanita (isteri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadan, menjaga kehormatan dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia di akhirat akan masuk syurga lewat pintu mana pun yang ia suka (mengikut pilihannya)." (Hadis Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban)

  1. Gemar bersedekah dan berkasih sayang. Sahabat Ummi, sedekah yang paling besar yang diberikan oleh Bunda Khadijah r.a dan Bunda Aisyah r.a adalah pengorbanannya menjadi Ummul Mu’minin. Mereka rela berkorban untuk dakwah. Bunda Khadijah ra rela menyumbangkan semua hartanya untuk ummat Islam dan dakwah. Tidak ada yang tersisa hartanya, kecuali beliau meninggal dalam keadaan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Beliau menjadi penopang dakwah suaminya. Menjadi pembela  Islam dan kaum muslimin.

  1. Bersemangat dalam menuntut ilmu. Bunda Aisyah r.a seorang pencari ilmu yang sejati. Beliau  menyerap dari Rasulullah SAW tak hanya ilmu tentang akidah dan ibadah saja. Tetapi beliau juga mempelajari ilmu tentang fiqih, tentang politik, tentang social, budaya, kemasyarakatan, parenting, ilmu perobatan, sastra dan lain-lain. MasyaAllah, bayangkan jika ada sekolah tinggi sampai ke jenjang doctor dan professor, tentu bunda Aisyah menjadi salah satu di antara wanita-wanita jenius abad ini.
Oleh karena itu, Sahabat sholihah, jangan pernah bosan menuntut ilmu. Datangilah majelis taklim, majelis belajar membaca AL Qur’an, seminar dan workshop yang diadakan untuk muslimah. Karena ilmu yang bermanfaat akan membawa kita kepada keridloan Allah SWT. Ilmu yang bermanfaat akan membawa pemiliknya tunduk patuh kepada Allah SWT. InsyaAllah akan membawa kita kepada surga Allah.

  1. Menyambung Tali Persaudaraan. Tak ada persaudaraan yang hakiki melainkan persaudaraan karena Allah. Seorang muslimah yang berhak masuk surga adalah wanita muslimah yang berbakti kepada kedua orang tuanya, memanjangkan tali silaturahim dengan saudaranya, menjaga anak yatim, menjaga anak-anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah, menjaga saudaranya dari bahaya lisannya dan senantiasa mendoakan. Ia juga seorang yang mampu menjaga amanah dan berkata benar dalam bermuamalah dengan sahabat dan teman-temannya. Ia juga pandai menjaga amanah dalam menjaga harta kedua orang tua dan harta suaminya.

****************************

TANYA JAWAB

Tanya : Afwan ustadzah mau tanya bagaimana dengan seorang wanita yang mungkin masa lalunya/ pada waktu belum menikah pernah melakukan zina apakah wanita tersebut bisa masuk syurga?
Jawab : Allah itu maha pengampun, kasih sayanNya luas, in syaa Allah jika sudah taubat nasuha pasti ada kesempatan masuk syurga.

Tanya : Ustadzah Yeni, jika suami khufur hingga meninggalkan kewajibannya memberi nafkah, melindungi keluarganya, sebagai wanita, jalan apa yang harus ditempuh? bolehkah kita mengambil kendali kemudi bahtera? afwan ustadzah
Jawab : Seyogyanya itu kewajiban suaminya, jika itu dilakukan secara sengaja maka jatuhnya dosa, tapi jika karena suatu faktor maka Allah Maha Tahu. Jika memang istri bisa membantu why not, jatuhnya ke suami adalah sedekah. Jika memang sudah tidak bisa melaksanakan fungsinya sebagai kepala RT, dan istri tidak ridho, boleh menggugat cerai ke pengadilan Agama.

Tanya : Ustadzah mau tanya. Bagaimana dengan merawat orantua. Dari 4 bersaudara, kami anak yang paling kecil dan kebetulan tinggal bersama orangtua diserahin merawat total. Saudara yang lain pada cuek. Sehingga kadang kami tidak punya waktu silaturahmi ke saudara yang lain karena tidak berani meninggalkan orangtua sendiri di rumah. Bagaimana menyikapinya?
Jawab : Barakallah bunda, salah satu untuk mendapatkan syurganya Allah melalui birul waladain, berbakti pada orang tua, itu lebih baik bunda. Kalau misal mau mengunjungi saudara mungkin bergantian dan harusnya saudara-saudaranya yang datang berkunjung secara orangtua sama bunda. Untuk rekreasi keluarga perlu kesabaran, akan ada masanya nanti. Anak-anak akan meniru apa yang dilakukan orangtuanya pada kakek neneknya, in syaa Allah apa yang dilakukan akan kita nikmati buahnya nanti, percaya deh

Tanya : Izin bertanya ustadzah, bagaimana dengan menjaga silaturahim dengan keluarga mantan suami, bukan memutuskan tapi kalau sering-sering komunikasi atau bertemu, ada pihak-pihak yang iri, adik-adik ipar perempuan suka agak gimana gitu, kira-kira baiknya bagaimana ya? Syukron ustadzah.
Jawab : Silaturahmi tetap, tapi tidak musti sering bunda, seperlunya saja, untuk menjaga hati.

Tanya : Ustadzah, kalau suami susah diharap ridhonya bagaimana? Disabarin saja? Padahal ridho Allah ada pada ridho suami? Nanti kita tidak diridhoi Allah ya?
Jawab : Ridho bagaimana dulu bunda, ada loh kisah istri yang selalu sabar menghadapi suaminya yang kasar, apa saja yang dilakukan istri dihina, ketika ditanya oleh sahabat kenapa mau diperlakukan demikian, si wanita menjawab, “inilah cara saya mendapatkan syurganya Allah”. Jadi kembali pada diri kita, sesungguhnya sabar itu tanpa batas, yang mmbatasi adalah hanya soal rasa.

Tanya : Misal: istri aktif menuntut ilmu, berbagi ilmu kayaknya keberatan, kalau ada masalah ikut kasih solusi nanti kalau ada yang salah seolah salah istri. Jadi istri biang masalah kesannya. Kalau ada apa-apa kita diam, salahnya tidak tanya katanya, kalau kita tanya-tanya cerewet jadinya. Serba salah deh. Kasihan itu istri, tidak bisa menjadi dirinya. Ingin jadi istri sholihah, rasanya susah, tapi mau nyerah takut tambah salah. Apa yang harus dilakukan/ disampaikan pada dia?
Jawab : Masing-masing istri punya ujian beda-beda, jalan terbaik yang dilakukan adalah melakukan sebisa yang dilakukan, rajin lail kuatkan doa mohon Allah membukakan hatinya, sesungguhnya Allah maha pembolak balik hati. Jika belum kabul, bisa jadi itu ujian sabar atas penantian doa-doa. Intinya lapangkan hati, Allah Maha Kasih tidak akan biarkan hambaNya begitu terus, banyak baik sangka sama Allah.

Tanya : Berarti Bun tidak salah ya, kalau kita sabarin, walau suami tidak ridho, apakah Allah akan memberikan ridhoNya lewat pintu yang lain, mungkin?! Jadi jangan nanggung, kalau sabar insyaallah nanti buahnya jug manis. Begitu kah Bunda?!
Jawab : Allah Maha Tahu bunda, tugas kita istri berbakti kepada suami selama suami tidak kafir.

Tanya : Jadi ingat teman saya, dia disuruh suami berhenti bekerja dan jadi ibu rumah tangga saja. Sementara teman saya masih punya tanggungan untuk bantu keuangan ibunya. bagaimana ustadzah apa teman saya harus berhenti kerja atau tetap minta ijin untuk bisa tetap kerja demi membantu ibunya?
Jawab: Minta izin kerja untuk bantu ibunya, jika tidak ada lagi yang membiayai si ibunya. Jika suami menyanggupi memberikan sedikit gajinya atau uang yang dipunya untuk mertuanya, silahkan bunda tidak kerja. Jadi dikomunikasikan kembali ke suaminya.


Closing Statement
Wanita cantik itu ;
Melukis kekuatan melalui proses kehidupan
Bersabar saat tertekan
Tersenyum saat hati menangis
Mempesona karena memaafkan
Bertambah kuat dalam do'a

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kita akhiri majlis hari ini dengan membaca :  

🔊 ucap syukur : الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
🔊 dan istighfar أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

[In Syaaa ALlaah]  إِنْ شَاءَ الله  
kebersamaan ini bermanfaat dan barokah.

أٰمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
[aamiin yaa Rabbal 'aalamiiiin]

و‌َالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PENUTUP

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik. Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!