Ketik Materi yang anda cari !!

Home » » Waspada Terhadap Tipu Daya Syetan

Waspada Terhadap Tipu Daya Syetan

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, May 12, 2017


Image result for tipu daya setan

KAJIAN ONLINE HAMBA اَللّهُSWT UMMI G-7 & G-2
Selasa, 2 dan 9 Mei 2017
Narasumber    : Ustadzah Endria Sari
Tema : Waspada Terhadap Tipu Daya Syetan
Notulen : Bd. Yudith dan yuniboo
Editor : Sapta
*****************************************
Assalamualaikum, kita mulai kajian dengan tema "Waspada terhadap tipu daya syetan"
Semoga bisa menambah ilmu dan keimanan kita. Jazakumullah khairan khatsiran

Assalamuallaikum warahmatullah wabarokatuh
بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيِْ

Tema hari ini adalah pentingnya kita semua waspada terhadap berbagai bentu tipudaya syetan. Seperti biasa di awal perjumpaan kita ini .. mari kita semua baik yg sedang mengikuti secara live maupun nanti yang membaca siaran ulangnya
Bersama-sama kita membaca Al Fatihah terlebih dahulu ., agar pertemuan kita ini dengan segala keterbatasan yang ada tidak mengurangi keberkahan dan pahala yang telah Allah janjikan.
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

Al Fathihah ...
Alhamdulillah ...
Selanjutnya mari kita sampaikan sholawat kita kepada Nabi sholallahu 'alaihi wassalam ...
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
لاحول ولاقوة الا بالله

Pada siang hari ini saya ingin mengajak diri saya sendiri dan juga seluruh jama'ah untuk sejenak ... berhenti di lorong waktu untuk melakukan transit dalam perenungan yang dalam ...

Tentu banyak hal yang semestinya kita renungkan dalam hidup ini ... bahkan kadang ketika kita berusaha mencoba membuka tabir suatu bab yang ada dalam kehidupan ini, maka pada saat yang sama kita juga akan teringat tentang bab-bab lain yang belum sempat kita telanjangi dan kita kuasai sehingga kita mampu menjalaninya dengan keteguhan hati istiqomah di atas jalan yang benar menurut aqidah dan syariat Allah ‎ﷻ ...
Semoga bahasa saya diatas bisa difahami

Maksud saya adalah bahwa sesungguhnya dalam lapisan bab kehidupan kita ini ... jika kita tidak meluangkan waktu untuk berhenti merenung atau memikirkan secara mendalam maka apa yang kita lakukan akan lewat begitu saja bersama waktu.
Hampir tidak ada kecemasan atau perhatian yang serius yang kita lakukan akibat dari segala perbuatan dan ucapan kita ...

Seolah semua itu mengali begitu saja .,, padahal tidak ada yang akan terlewat sekecil biji zarah pun kelak yang tidak dimintai pertanggung jawaban oleh Allah ‎ﷻ fari ucapan, perbuatan bahkan apa saja yang terbersit di dalam pikiran kita.
Subhanallah ...

Diantara banyak hal yang selalu berlangsung pada diri kita adalah adanya pergulatan hati kita dengan syetan yang selalu berambisi mengambil alih kendali pikiran sehingga jati diri kita justru menjadi budak syetan, menuruti apa yang mereka (syetan) bisikkan.
Inilah realita yang selalu terjadi dari tahun ke tahun, bulan ke bulan, hari ke hari, jam, menit bahkan hingga hitungan detik.

Seringkali kita tampak serius berpacu dengan waktu dan aktivitas tetapi justru lupa bahwa musuh besar bisa jadi telah bersarang didalam diri kita dan memegang kendali pikiran dan hati kita, na'udzubillahi mindzhalik, آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

Untuk itu semua tema kajian ini saya pilih dengan izin Allah semoga bisa saya sampaikan dengan baik dan mudah difahami.
Banyak hal yang seharusnya kita ketahui terkait tema diatas. Setidaknya dengan materi yang saya sudah susun nanti bisa dikembangkan dalam bentuk diskusi yang lebih luas sehingga jama'ah grup ini bertambah wawasannya dan dapat menjaga diri agar jauh dari godaan syetan serta pengaruh-pengaruh yang merasuki pikiran sehingga banyak efek negatif yang akan dialami, dari yang sepele hingga yang besar. Yang mana semua efek dari tergelincirnya manusia atas tipudaya syetan pasti sangat menrugikan dirinya baik di kehidupan dunia maupun akhiratnya kelak.

Dan tipudaya atau godaan syetan ini sungguh nyata dan selalu terjadi disekitar kita bahkan sangat dekat dengan diri kita. Karena syetan bersemayam dalam tubuh manusia dikatakan Rasulullah ﷺ tepatnya berada aliran darah kita.
Baik untuk mempersingkat waktu saya share materi utama yang sudah saya tulis. Silahkan disimak. Jika nanti ada pertanyaan bisa dicollect admin ya … Jazakumullah khoir

Dan saya minta seluruh jama'ah tanpa terkecuali juga memperhatikan materi dengan seksama, fahami dengan teliti, dan renungkan dengan cermat. Jika ada yang kurang faham insyaAllah kita bisa diskusikan bersama.

Waspada Tipudaya Syetan

Sebuah judul tema yang insyaAllah bisa langsung dibaca dan difahami apa dan bagaimana kiranya gambaran secara garis besarnya ..
Tipudaya syetan akan selalu menyertai dan hadir dalam kehidupan manusia sebagai sunstullah untuk menguji kesungguhan iman manusia kepada Allah dan juga keihlasan manusia dalam beribadah kepadaNya.
Jika manusia beriman dan beribadah kepada Allah tidak didatangkan ujian dan godaan, maka sulit tentuya menentukan mana yang imannya sungguh-sungguh dan mana yang berpura2. Meskipun tentu bagi Allah ‎ﷻ tidak ada yang sulit dan juga tidak ada yang dapat menyulitkan DiriNya.
Ketika kehadiran syetan dengan riwayat yang telah di jelaskan di dalam Al Qur'an telah menjadi ketetapanNya (qadarNya) maka kita sebagai manusia harus mencari tahu bagaimana seharusnya menghadapi nya, tentu lagi-lagi ILMU yang kita butuhkan, namun bukan ilmu fisika, matematika, biologi dlsb.

Akan tetapi ilmu agama yang terkait dengan hal2 ruhiyah dan juga karakteristiknya. Tentu jika kita harus membedah ilmu ini tidak cukup hanya beberapa jam bisa tuntas lunas pemahaman kita. Tetapi setidaknya waktu yang sedikit ini saya mencoba melemparkan suatu proloq saja agar dijadikan sebagai bahan renungan antuna semua ....InsyaAllah
Sebelum saya share inti materi yang sudah saya siapkan. Perlu saya sampaikan bahwa jika kita berbicara tentang Syetan maka harus dalam presepsi yang tepat,  yakni :

Syetan dalam wujud - bisa menyatu dalam prilaku jin yang jahat (kafir) - yakni mereka adalah anak buah iblis ;dan juga syetan dalam bentuk manusia yakni dari sifat yang dimilikinya.
Sedangkan dalam konteks bahasan terkait tema kita diatas - kita tidak sedang dalam membahas bab syetan dalam bentuk wujudnya dan terkait dengan hal-hal mistis ya.

Akan tetapi konteks kita adalah fokus pada syetan dari kalangan
Jin yang memunculkan serangan kepada manusia dalam bentuk serangan upaya penyesatan melalui bisikan2 menyesatkan atau disebut sebagai Tipudaya.
Berikut materi sekengkapnya ..
Silahkan dibaca dan jika nanti ada pertanyaan insyaAllah jika saya bisa akan saya jawab. Namun jika saya tidak bisa jawab semoga nanti kita bisa sampaikan kepada ustadz yang faham dan mengetahui jawabnya .,, insyaAllah

Mengenal Tipudaya Syetan

‎ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Allah ‎ﷻ berfirman :

‎قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ( ) ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS. Al A’raf : 16-17).

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari 2 dalil di atas tergambar sudah bagaimana Iblis dengan mengajak para pengikutnya telah berikrar dihadapan Allah ‎ﷻ bahwa mereka akan berusaha dengan segala daya upayanya untuk mengganggu manusia agar tersesat sebagaimana dirinya. Berbagai macam godaan syetan (iblis dan para pengikutnya) akan terus menyerang manusia baik yang belum beriman kepada Allah maupun yang telah beriman kepadaNya.
Godaan ini bisa dalam bentuk bisikan hati untuk mengucapkan kalimat kekufuran. Godaan syetan ini tidak hanya terjadi pada mukmin yang awam, bahkan semacam ini terjadi pada diri para Sahabat Rasulullah ﷺ .

Syaikhul Islam mengatakan,
‎وكثيرا ما تعرض للمؤمن شعبة من شعب النفاق ثم يتوب الله عليه . وقد يرد على قلبه بعض ما يوجب النفاق ويدفعه الله عنه . والمؤمن يبتلى بوساوس الشيطان وبوساوس الكفر التي يضيق بها صدره

"Seringkali muncul dalam diri orang mukmin, salah satu diantara cabang kemunafikan, kemudian dia bertaubat kepada Allah. Terkadang terlintas dalam hati orang mukmin, kalimat kemunafikan, dan Allah menghilangkannya darinya. Orang mukmin diuji dengan was-was setan, bisikan kekufuran yang membuat sempit hatinya."

Kemudian Syaikhul Islam juga menyebutkan sebuah riwayat dari para sahabat,

‎كما قال الصحابة : يا رسول الله إن أحدنا ليجد في نفسه ما لئن يخر من السماء إلى الأرض أحب إليه من أن يتكلم به فقال « ذلك صريح الإيمان »

Sebagaimana yang diutarakan para sahabat, ‘Wahai Rasulullah, kami terkadang menjumpai lintasan pikiran pada diri kami, andaikan kami dijatuhkan dari langit, lebih kami sukai daripada mengungkapkan lintasan pikiran itu.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkomentar, “Itu bukti adanya iman.” (HR. Muslim dan Abu Daud).

Bisikan syetan yang sering ditiupkan ke dalam hati manusia sering disebut dengan was-was.

Was-was bisa muncul dari hal yang sangat sepele sampai kepada tingkat mengacaukan ibadah, bahkan bisa sampai mengacaukan urusan rumah tangga. Serta meliputi segala sisi kehidupan manusia yang mana tujuan intinya adalah agar manusia kufur kepada Allah ‎ﷻ dan mati dalam keadaan tidak beriman sehingga kelak akan menjadi teman syetan sebagai penghuni neraka.

Tentu fenomena ini harus menjadi perhatian kita semua, agar diri kita terhindar dari malapetaka akhirat yang sangat mengerikan itu. Oleh karena itu, perlu kita cermati apa saja yang menjadi sebab dan gejala dari tipu daya syetan itu. Dan apa pula rupa bentuk dari tipu daya atau godaan itu.

Jama'ah rohimakumullah.

Di atas sudah disebutkan bahwa godaan syetan itu bisa terjadi pada urusan yang besar, yakni terkait pelaksanaan ibadah murni hingga menyangkut amal perbuatan manusia yang sepele, pendek kata godaan tersebut meliputi segala amal manusia terutama yang diniatkan untuk mencari ridho Allah ‎ﷻ .

Jadi segala aspek kehidupan manusia selalu menjadi ladang sasaran (incaran) syetan untuk menyesatkan manusia.

Terkait adanya fakta bahwa manusia tidak pernah terlepas dari ancaman godaan syetan, maka setidaknya ada 3 hal yang perlu kita fahami kita selalu terhindar dari godaan yang merugikan itu, yakni :
1. Kenali apa saja macam-macam godaan syetan ?
2. Kenali apa saja penyebab datangnya godaan syetan ?
3. Bagaimana mengatasinya jika godaan itu datang ?

Pertama : Macam-macam (bentuk) godaan syetan.

Bentuk godaan syetan bisa diklasifikasikan dalam 2 kelompok :
- Godaan yang sasarannya terhadap amal ibadah murni.
- Godaan terhadap amal perbuatan umum.

Diantara contoh godaan terhadap amal ibadah murni adalah saat manusia melaksanakan ibadah wudhu.

Ada sebagian muslim merasa harus melakukan wudhu secara berulangkali, sholat terus diulang-ulang karena merasa tidak sah. Hal ini merupakan usaha syetan untuk menariknya pelan-pelan keluar dari Islam atau untuk tidak beribadah lagi. Untuk itu, rasa was-was ini harus dihilangkan dengan ruqyah dan minta bantuan seorang ustadz yang ahli agar membantunya mengeluarkan sumber gangguan tersebut.
Namun dalam kasus ini tidak harus selalu melalui bantuan seorang ustadz jika diri kita bisa melakukan ruqyah secara mandiri. Karena ruqyah mandiri akan lebih bermanfaat untuk menjaga kelangsungan diri kita dalam menjaga godaan selanjutnya.
Sedangkan godaan yang terkait saat manusia melakukan suatu amal perbuatan adalah sangat luas contohnya.

Pada prinsipnya segala bisikan yang dirasakan oleh manusia yang mengajak pada kekufuran dan pengingkaran terhadap Allah ‎ﷻ , Rasulullah ﷺ dan hukum-hukum yang diajarkan oleh Syariat Islam adalah suatu tipu daya syetan.


Kedua : Sebab munculnya godaan syetan.

‎وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

‎وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
(QS. Az Zukhruf : 36-37).

Ayat di atas merupakan suatu penjelasan utama apa yang menjadi penyebab manusia bisa terpedaya oleh tipuan syetan. Yakni karena manusia berpaling dari ajaran Allah - artinya bahwa ketika manusia lengah, tidak mau taat kepada Allah ‎ﷻ dan RasulNya maka berarti ia telah membuka pintu syetan untuk masuk ke dalam dirinya dan memperdaya hati dan pikirannya, sehingga ia lemah dalam ibadah dan juga dalam menjalankan ketaatan terhadap hukum-hukum Allah.

Yang mendominasi pikirannya adalah apa yang dibisikkan oleh syetan kepada hatinya. Dan tak jarang syetan membungkus suatu kemaksiatan dengan cover yang indah-indah atau seolah maksiat itu adalah sesuatu yang baik dan benar. Padahal jika hal tersebut bertentangan dengan ajaran Allah ‎ﷻ maka tetaplah ia berupa suatu kemaksiatan yang hanya akan menjerumuskan dirinya pada jurang kehancuran dunia dan akhirat.


Ketiga : Cara mengatasi munculnya godaan syetan.

  1. Jika kita merasa bisikan itu muncul, maka jangan sampai kita mengucapkan atau mempraktekkannya.

Demikianlah sikap sahabat, sebagaimana diceritakan dalam hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa pernah datang beberapa orang menghadap Rasulullah ﷺ . Mereka mengatakan,
‎إِنَّا نَجِدُ فِي أَنْفُسِنَا مَا يَتَعَاظَمُ أَحَدُنَا أَنْ يَتَكَلَّمَ بِه، قَالَ: «وَقَدْ وَجَدْتُمُوهُ؟» قَالُوا: نَعَمْ، قَالَ: «ذَاكَ صَرِيحُ الْإِيمَانِ»
‘Kami menjumpai dalam diri kami lintasan yang sangat berat bagi kami untuk mengucapkannya.’ Beliau bertanya kepada mereka, “Benar kalian menjumpai perasaan itu?” ‘’Itu bukti adanya iman.” (HR. Muslim).

An-Nawawi menjelaskan,
‎معناه: استعظامكم الكلام به هو صريح الإيمان، فإن استعظام هذا وشدة الخوف منه ومن النطق به، فضلاً عن اعتقاده إنما يكون لمن استكمل الإيمان استكمالاً محققاً وانتفت عنه الريبة والشكوك

Makna hadist : kalian merasa berat untuk mengucapkannya merupakan bukti adanya iman. Karena dia merasa berat mengucapkan kalimat semacam ini, disertai perasaan sangat takut untuk mengucapkannya. Lebih-lebih dia yakini. Sikap semacam ini hanya ada pada orang yang imannya kokoh dan teruji, sehingga hilang darinya segala keraguan dan bimbang. (Syarh Shahih Muslim, 2/154).

  1. Segeralah kita minta perlindungan kepada Allah ‎ﷻ dari godaan syetan (dengan membaca ta’awudz - yakni :  أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ )

Firman Allah ‎ﷻ yang artinya :
Dan katakanlah: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.” . (QS. Al Mu'minuun : 97-98)

  1. Jangan digubris, maksudnya jangan kita hiraukan bisikan atau lintasan pikiran yang kita curigai berasal dari tipu daya syetan.

Barangkali inilah senjata paling ampuh untuk melawan was-was syetan. Yakni dengan tidak memperdulikannya dan tidak menggubrisnya.
Rasulullah ﷺ bersabda :
‎يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا، مَنْ خَلَقَ كَذَا، حَتَّى يَقُولَ: مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ؟ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ

"Setan mendatangi kalian dan membisikkan: ‘Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan itu?’ sampai akhirnya dia membisikkan, ‘Siapa yang menciptakan Tuhanmu?’ jika sudah demikian, segeralah minta perlindungan kepada Allah dan berhenti (tidak memikirkannya)." (HR. Bukhari dan Muslim).

Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan,
‎أي عن الاسترسال معه في ذلك، بل يلجأ إلى الله في دفعه ويعلم أنه يريد إفساد دينه وعقله بهذه الوسوسة، فينبغي أن يجتهد في دفعها بالاشتغال بغيرها
“Maksudnya, berhenti tidak terus menerus memikirkan lintasan pikiran itu. Namun dia pasrahkan kepada Allah untuk menghilangkannya. Dan dia sadari bahwa syetan hendak merusak agama dan pikirannya dengan bisikan semacam ini. Sehingga selayaknya dia berusaha menghilangkannya dengan menyibukkan diri memikirkan yang lainnya. (Fathul Bari, 6/340).

Kesimpulan :
Kita sebagai seorang Mukmin harus waspada dan memiliki sumber kekuatan yang dapat menangkal segala bentuk tipu daya syetan. Diantara hal-hal prinsip yang harus kita perjuangkan adalah :

  1. Upaya penguatan iman dan taqwa kepada Allah ‎ﷻ dan RasulNya. Ikhlas menjalankan syariat Islam.
  2. Tidak pernah meninggalkan istighfar dan dzikir kepada Allah ‎ﷻ .
  3. Lazimkan membaca Al Qur'an setiap hari.
  4. Selalu mohon perlindungan kepada Allah ‎ﷻ dari segala godaan syetan.
  5. Menjauhi pintu-pintu jeratan syetan.
  6. Tidak membiasakan diri melakukan hal-hal yang membuat diri kita menjadi ragu.

Lakukan dan jalani hidup ini dengan mantap dan penuh keyakinan dengan bekal ILMU, IMAN & AMAL SHOLIH.

‎والله أعلم بالصواب
Akhir kata … Billaahi taufiq wal hidayah. Walhamdulillahi Robbil 'aalamiin
~ Endria ~

----------------------------------------------------------------
TANYA - JAWAB G-7

Tanya : Assalamu'alaykum ustadzah izin bertanya, apabila seseorang pernah jatuh terpedaya syetan lantas dengan pertolongan Alloh ia bertobat dan merasa sudah tobat nasuha sudah jalani perintah-perintah Alloh..lalu terbuka kembali kesempatan baginya untuk kecimpung dibidang yang sama dahulu, bagaimana harusnya sikap utama ia? Apakah menerima bidang tersebut.atau kah menjauhi karena khawatir terjebak ke dalam tipudaya yang sama, mohon arahan. Syukron ustadzah.
Jawab : ‎وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته  
‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Semoga Allah ‎ﷻ senantiasa merahmati bunda penanya dan kita semua. Pertanyaan perdana yang masuk dan sangat bagus.

Setiap Muslim sangat berpeluang melakukan kesalahan. Baik yang sudah memiliki kesholihan apalagi yang masih fasik. Bedanya kalo yang sudah sholih biasanya kesalahan yang dilakukan segera disadarinya dan ia segera melakukan taubat kepada Allah ‎ﷻ . Sedangkan yang fasik sulit menemukan jalan kembali kepada kebenaran selama ia masih terus menikmati kefasikannya, tidak mau kembali hidup dalam ketaatan terhadap syariat Allah ‎ﷻ . Sehingga syetan pun menutup hatinya untuk berniat taubat jika ia tergelincir jauh dari Agama. Bahkan bisa jadi dosa dan kesalahan yang dilakukannya dianggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Sementara hal itu bagi muslim yang sholih kesalahan baginya tidak saja dianggapnya sebagai aib akan tetapi merupakan hal yang sangat menyesakkan (menggelisahkan) hatinya.

Namun demikian, pun setelah seorang mukmin itu bertaubat ia masih bisa saja terjerumus pada kesalahan yang sama. Inilah kita sadari betapa lemahnya kita manusia. Tanpa ilmu dan iman dihatinya manusia sangat rentan dengan kesalahan. Karena hatinya tidak memiliki acuan yang mampu membimbing ahlaq dan prilakunya. Tanpa ilmu dan iman pikiran manusia sangat mudah mengikuti bisikan syetan dan tanpa ia sadari dirinya akan semakin jauh dari Allah bahkan asing dengan aturan2 Agama. Inilah fakta yang ada disekitar kita.

Pertanyaannya bagaimana agar kita tidak terjerumus pada kesalahan yang sama ?
Tentu sebelumnya kita harus bicara dulu tentang Taubat. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ :
‎كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَاءٌ وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّبُوْنَ. رَوَاهُ التِّرْمـِذِيُّ
"Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat." (HR. Thirmidzi)

Dengan bertaubat, kita dapat membersihkan hati dari noda yang mengotorinya. Sebab dosa menodai hati, dan membersihkannya merupakan kewajiban. Adapun terkait pertanyaan bagaimana sikap kita agar terhindar dari kesalahan yang sama atau terjebak pada jeratan syetan pada lubang yang sama ?
Mari kita perhatikan hal-hal penting yang terkait dengan taubat. Sekali lagi perlunya kita sadari bahwa kita sangat rentan dengan berbagai kesalahan bahkan kesalahan2 yang sama, namun kita juga tidak boleh berkecil hati ataupun putus asa atas kesalahan tersebut. Karena Allah ‎ﷻ maha menerima taubat hambaNya,

Dan berikut hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan Taubat :
  1. Harus dilakukan dengan hati yang Ikhlas karena Allah ‎ﷻ.
Hal pertama yang harus dilakukan agar taubat diterima adalah harus dilakukan dengan hati yang ikhlas karena Allah ‎ﷻ . Jadikan Allah sebagai faktor utama mengapa kita ingin bertaubat. Tidak dibenarkan bertaubat hanya untuk riya’ atau karena makhluk lain sekedar urusan duniawi yang ingin dicapainya. Bila orang tersebut melakukan taubat dengan ikhlas karena Allah maka faktor yang mendorong adalah rasa taqwa kepada Allah, rasa takut terhadap siksaan-Nya, serta pengharapan pahala dari-Nya.

  1. Harus ada perasaab Menyesal atas Perbuatan yang Telah dilakukan.
Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan menjadi syarat kedua yang bisa membuat sebuah taubat diterima oleh Allah ‎ﷻ. Karena ketika seseorang menyesali dan bersedih atas perbuatan yang telah dilakukan maka ia akan berfikir bahwa perbuatan tersebut sebisa mungkin harus ia tinggalkan selamanya.

  1. Berusaha untuk Berhenti Total dari Perbuatan Dosa Tersebut.
Syarat ketiga yang harus dipenuhi agar taubat seseorang itu diterima adalah berhenti total dosa tersebut. Ada orang yang ingin bertaubat namun masih saja melakukan perbuatan dosa tersebut atau masih asyik bergaul dengan teman atau komunitas pendosa yang sealiran, maka taubat seperti ini tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Tentunya jika ia benar-benar ingin bertaubat, maka akan bertekad meninggalkan dan berhenti dari perbuatan dosa tersebut dan juga berusaha semaksimal mungkin untuk meninggalkan lingkungan yang telah menyeretnya ke lembah dosa itu. Seraya berjuang untuk rajin melakukan ibadah kepada Allah ‎ﷻ .
Jika dosa orang tersebut berupa tindakannya melakukan sesuatu yang diharamkan, maka ia harus segera cepat berhenti total dan menjauhinya. Berbeda dengan dosa yang berkaitan dengan makhluk, maka orang tersebut harus memberikan hal-hak mereka tersebut atau meminta dihalalkan darinya.

  1. Harus Bertekad untuk tidak Mengulanginya.
Selain berhenti total dari perbuatan dosa itu, seseorang yang ingin bertaubat juga harus bertekad untuk tidak mengulanginya lagi di masa yang akan datang. Ia harus mampu menanamkan dalam hatinya bahwa tidak akan mengulangi perbuatan maksiat itu dan dia telah bertaubat darinya.

  1. Taubat harus dusegerakan sebelum Waktu ajal kita tiba.
Syarat terakhir untuk diterimanya taubat adalah hendaknya Taubat dilakukan pada waktu yang diperkenankan. Apabila lewat dari waktu tersebut maka taubat tidak akan diterima. Yakni ketika ajal sudah tiba maka tidak akan diterima lagi taubat.
Hal ini berdasarkan firman Allah ‎ﷻ yang artinya : "Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya bertaubat sekarang’, Dan tidak (pula diterima taubat) orang- orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. “(QS. An-Nisa':18).

Demikian jawaban ini. Semoga kita menjadi orang yang senang bertaubat. Baik dari dosa besar maupun dosa-dosa yang sepele, karena Allah ‎ﷻ mencintai hambaNya yang suka membersihkan dirinya (dari dosa).  ‎والله أعلم بالصواب

Tanya :  assalamualaikum ustadzah, apa doa yang bisa dipanjatkan agar terlepas dari was-was setan?
Jawab : ‎وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته  
‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Allah ‎ﷻ berfirman :
‎وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
"Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan,maka mohonlah perlindungan kepada Allah.Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS.Fushshilat : 36)

Bagaimana doa untuk meminta perlindungan kepada Allah ‎ﷻ dari godaan syetan ?
Banyak sekali lafadz doa memohon perlindungan kepada Allah ‎ﷻ , diantaranya sebagaimana yang diajarkan Allah ‎ﷻ kepada kita :
‎وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ
"Dan katakanlah: “wahai Rabbi, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan godaan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau Ya Rabbi, dari kedatangan mereka kepadaku”. (QS. al-Mukminun : 97-98).

Doa diatas merupakan doa yang diperintahkan Allah ‎ﷻ kepada Nabi Muhammad Sholallahu 'alaihi wassalam untuk berlindung dari (keburukan) setan yang sama sekali tidak memberikan kebaikan dan tidak tunduk pada kebenaran. Doa diatas juga merupakan perintah Allah kepada hambaNya untuk memperbanyak membacanya dalam keadaan apapun agar selamat dari tipu daya setan, baik dalam beramal maupun dalam perkara lainnya.
Kemudian :
‎قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
"Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai al-Falaq. Dari kejahatan makhluk-Nya”. (QS. al-Falaq : 1-2).

‎قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
"Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb (Yang memelihara dan menguasai) manusia”. (QS. an-Naas :1)
Dua doa terakhir tentunya kita sudah sangat familiar sehingga sebaiknya dua surat tersebut dibaca lengkap setiap pagi dan petang.  ‎والله أعلم بالصواب


Tanya : Ustadzah, Sampai manakah batasan kemampuan dan kekuasaan setan dan jin, serta sejauh mana mereka dapat mengganggu dan menggoda manusia?
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Allah ‎ﷻ berfiman di dalam Al Qur'an yang artinya : "Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (Qs. an-Nisa’ : 76)

Beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang syetan :
  1. Kekuasaan syetan dalam menggoda manusia sangat terbatas hanya di luar dari orang-orang yang beriman dan bertawakkal, artinya setan itu tidak mampu menyesatkan orang yang selalu berpegang teguh pada iman dan selalu berserah diri kepada Allah. Firman Allah ‎ﷻ artinya : 
“Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Allah. 
(QS. An-Nahl : 99)

  1. Setan takut ketika manusia yang digodanya tidak pernah takut kepadanya dan hanya takut kepada Allah. Firman Allah ‎ﷻ artinya : 
“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti dengan kawan-kawannya,karena itu janganlah kamu takut kepada mereka,tetapi takutlah kepada-Ku,jika kamu benar-benar orang yang beriman.
(QS. Ali ‘Imran : 175)
  2. Syetan kecewa bila orang tak mau mendekatinya. Firman Allah ‎ﷻ yang artinya : 
“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami,maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain.dan jika setan menjadikan kamu lupa,maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat. 
(QS Al- An’am : 68)
  3. Setan mengaku tidak mampu menyesatkan orang yang ikhlas. Firman Allah ‎ﷻ artinya : 
“Sesungguhnya kamu termasuk yang diberi tangguh sampai kepada hari yang telah ditentukan.
Iblis menjawab :
Demi kekuasaan Engkau,aku akan menyesatkan mereka semua,kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka.
(QS. Shad)
‎والله أعلم بالصواب

Tanya : Assalamualaimum Ustadzah, bagaimana caranya agar kita bisa tetap istiqomah dalam beribadah dan beramal?
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
  1. Bertekadlah untuk menjadi hamba yang selalu meningkat kebaikannya dari waktu ke waktu bahkan dalam hitungan waktu dimana kita melakukan satu perbuatan kemudian berpindah kepada amal perbuatan dan ibadah yang lain.
  2. Jaga selalu keihlasan hati karena Allah ‎ﷻ dalam setiap amal perbuatan dan ibadah. Rasa ihlas ini bisa dibangun dari rasa cinta yang dalam kepada Allah ‎ﷻ sehingga segala amal ibadah yang dilakukan akan terasa ringan dan nikmat karena hati ihlas.
  3. Rajinlah terus menuntut ilmu agama. Karena ilmu bisa menjaga hati dan pikiran. Kemudian amalkan ilmu tersebut. Sehingga rahmat dan hidayah Allah terus tercurah kepada kita.
  4. Selalu berdoa memohon kepada Allah ‎ﷻ agar diberi keihlasan dan istiqomah dalam kebaikan dan amal ibadah yang utama. Karena hanya Allah lah yang mampu menjaga hati kita. Baca doa berikut : "Allohumma a’inna ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik”.
  5. Jagalah pergaulan kita. Teliti siapa teman dekat kita. Jauhi teman yang membuat kita jauh dari Agama Allah dan akrabi teman yang selalu mengingatkan kita dalam taqwa.
  6. Biasakan berdzikir dimana saja dan kapan saja berada. Karena dengan mengingat Allah ‎ﷻ hati akan tentram dan pikiran jernih, ahlaq juga akan terkendali.
‎والله أعلم بالصواب

Tanya : ustadzah, siapa saja yang dapat diganggu dengan syetan? bayi termasuk kah? kalau termasuk bagaimana menyikapinya?
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Setiap hati yang lalai dari dzikir kepada Allah ‎ﷻ akan sangat mudah dimasuki syetan dan diperdayanya. Karena itu selalu berlindunglah kepada Allah ‎ﷻ dari godaan syetan yang terkutuk itu. Bagaimana dengan bayi ? Apakah mereka juga digoda syetan ? Mari kita perhatikan sabda Rasulullah ﷺ berikut (artinya) :
"Tidak ada seorang bayi pun dari anak Adam yang terlahir kecuali ia pasti mendapat tusukan dari setan sehingga bayi itu menangis dan menjerit karenanya, kecuali Maryam dan putranya (Nabi Isa as)." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda, "Jeritan bayi ketika lahir adalah karena mendapat tusukan setan." (HR. Muslim).
Dari hadits di atas dijelaskan bahwa semua manusia, apakah itu orang tuanya Muslim atau tidak, ketika bayi lahir maka akan didatangi setan dan diganggu pada saat dilahirkan.
‎والله أعلم بالصواب



Tanya : Jika syetan atau jin yang sering mengganggu secara kasat mata, mindah-mindahin barang , atau menimbulkan suara . Itu gimana menyikapinya? soalnya ruangan kerja saya sering berantakan dengan sendirinya.
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kekuatan syetan itu sangat lemah bagi orang yang imannya kepada Allah kuat dan ia juga sering berdzikir kepadaNya. Jika ada godaan syetan seperti itu maka cuekin saja. Jangan digubris. Tidak perlu takut. Karena takut layaknya hanya kepada Allah ‎ﷻ saja. Kemudian berdoalah kepada Allah dengan membaca ta'auwudz dan juga ayat Kursi serta surat Al Falaq dan An Naas.
‎والله أعلم بالصواب

Tanya :  Asslamualaikum ustadzah, Kalo telepati itu bagaimana? Misal saya sama teman saya sudah lama pisah klo dia lagi marah atau seneng akunya sering ikut kerasa. Mohon penjelasannya.
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saya hal itu bisa saja suatu kebetulan. Dan tidak ada yang bisa memastikan apakah benar atau tidak secara tepat. Hanya saja ada yang berpendapat bahwa dalam frekwensi yang sama manusia dengan manusia dari tempat yang lain akan bisa saling berkomunikasi lewat bathin.
‎والله أعلم بالصواب

Tanya : ustadzah, ijin share uneg-uneg saya, Perceraian adalah salah satu bisikan syaitan, dan jika saya bercerai jin/syaitan akan diberikan mahkota sebagai kedudukan tertinggi. Namun jika jalan perceraian tdk diambil saya malah terjerumus dlm syak wasangka, was-was dan perasaan negatif lain. Apakah salah keputusan saya, ustadzah? Afwan.
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Tentu tidak sesimple itu perhitungannya. Setiap rumah tangga antara suami istri biasanya mengalami pergolakan yang bisa mengarah pada perceraian.
Seharusnya jika keduanya dapat diluruskan pikirannya insyaAllah bisa kembali bersatu. Tetapi sayang seringnya yang terjadi adalah upaya pendamaian tidak ada sedangkan syetan terus diberi peluang untuk semakin membuat kekacauan antara keduanya.
Oleh karena itu sebaiknya kedua pasangan kembali kepada Allah dan mohon perlindunganNya dari perceraian. Mohon petunjuk apa jalan yang terbaik dari Allah. Dan ikuti petunjuk tersebut dengan menjaga kedekatan kepadaNya sehingga tidak ada tempat bagi syetan untuk melakukan profokasi.  ‎والله أعلم بالصواب

Tanya : Ustadzah kalau burung hantu masuk ke rumah tidak mau keluar-keluar kenapa ya? ada hal mistisnya tidak?
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kita tidak boleh mempercayai hal seperti itu karena itu termasuk syirik kepada Allah. Mungkin dia tidak tahu jalan keluar. Sebaiknya dibacakan saja ayat kursi dan berdoa kepada Allah ‎ﷻ .
‎والله أعلم بالصواب

Tanya : Apakah mimpi ketika kita tidur dan kemudian beberapa waktu kedepan (beberapa tahun) kemudian menjadi kenyataan sama seperti yang di alami saat mimpi (tempat dan orang yang di temui), termasuk dalam tipu daya syaitan?
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Pertanyaan yang sulit dijawab. Tentu segala yang ghaib hanyalah Allah ‎ﷻ yang mengetahuinya. Dan tidak perlu segala sesuatu selalu kita hubungkan dengan syetan. Selama kita menjaga kedekatan dengan Allah ‎ﷻ insyaAllah kita akan dijauhkan dari hal-hal yang menimbulkan mudhorot. Termasuk memikirkan hal-hal yang tidak terlalu penting.
Segala kejadian adalah sudah seizin Allah. Jadi jangan apa2 kita nisbatkan kepada syetan. Jika tidak terbukti kejadian tersebut bertentangan dengan syariat an aqidah islam.
‎والله أعلم بالصواب

Tanya :  Assalamualaikum ustadzah, kenapa iman kita naik turun?  padahal kita selalu berusaha untuk tetap istiqomah?
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Karena Allah ‎ﷻ ingin menguji ketahanan kita dalam mempertahankan keimanan tersebut agar tetap stabil sampai akhir hayat kita.Bagaimana agar kita kuat dan terhalang dari godaan syetan sehingga iman kita terus dalam keadaan stabil dan istiqomah.

Berikut mari kita perhatikan tuntunan Allah ‎ﷻ :
‎‫إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ {99} إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ {100}‬
"Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (An-Nahl:99-100).

Jadi agar kita istiqomah dalam iman dan amal sholih maka kita harus mengupayakan agar jauh dari syetan. Dan caranya adalah menguatkan iman itu sendiri dengan dzikir dan memoerdalam ilmu, kemudian bertawakal kepada Allah ‎ﷻ diantaranya selalu melibatkan Allah dan juga bergantung kepadaNya dalam segala hal yang terkait dengan urusan kehidupan kita. Apapun itu.
‎والله أعلم بالصواب

Tanya : Bertanya ustadzah, kalau lintasan pikiran buruk itu tidak kita hilangkan dari hati dan pikiran kita walaupun tidak pernah di ucapkan pada siapapun apakah iman kita masih termasuk iman yang kokoh ustadzah? Terimakasih.
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Seharusnya dihilangkan dan dibuang jauh-jauh ukhti. Jangan dipendam. Agar hati kita bersih, aqidah kita murni dan lurus. Allah ‎ﷻ maha mengetahui isi hati kita, bagaimana kita bisa menyembunyikan hal-hal pikiran yang tidak baik sementara tidak ada yang tersembunyi dariNya.
Perbanyak istighfar dan doa kepada Allah mintalah agar syetan yang ada didalam tubuh anti yang suka membisikkan hal2 yang buruk segera pergi dari anti.
Dengan demikian hati anti akan merasa lebih tenang dalam menjalani hidup dan perbanyaklah amal ibadah agar syetan tersebut tidak kembali lagi. Minta kepada Allah ‎ﷻ agar Dia menjaga diri kita hingga akhir hayat kita dalam keadaan khusnul khotimah.
‎والله أعلم بالصواب

------KHOLAS-----

TANYA JAWAB G-2

Tanya: assalamualaikum, bertanya ustadzah, selain membaca ta'awudz, istighfar dan membaca quran, apakah ada doa lain yang bisa kita dawamkan untuk melindungi diri kita dari godaan syetan?
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Pertanyaan yang bagus. Jalan lain untuk membentengi diri dari godaan setan selain yang telah disebutkan dalam materi tentu masih banyak lagi. Namun yang terpenting bagi kita adalah mendawamkan dzikrullah, juga beberapa hal berikut yang perlu juga didawamkan :
  • memulai dengan kalimat basmallah sebelum memulai mengerjakan sesuatu pekerjaan.
  • menghindari dari kekenyangan sekalipun dari makanan yang halal.

Karena Allah ‎ﷻ berfirman,”….makanlah dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan…” (QS.Al-A’raf:31).

Rasulullah ﷺ juga bersabda yang artinya : "Sesungguhnya setan bergerak dalam diri manusia pada aliran darahnya, maka sempitkanlah aliran setan dengan lapar” (HR.Ahmad).

Jadi menjaga makan kita dari makanan yang halal dan toyyibah yang disertai dengan membaca basmallah sebelum makan adalah kebiasaan yang harus kita lakukan dan juga kita ajarkan kepada anak-anak kita. Kemudian juga agar kita tidak suka tergesa-gesa dalam segala sesuatu serta sebaiknya berhati-hati dalam melakukan segala urusan.

Rasulullah ﷺ bersabda, ”Tergesa-gesa adalah dari setan dan berhati-hati adalah dari Allah Ta’ala.”
Adapun doanya tentu banyak juga seperti yang diajarkan Rasulullah ﷺ agar kita membacanya disetiap waktu pagi dan sore , yakni : A'udzubikalimati taammati min'syarimaa kholaq.
Serta membiasakan membaca ayat kursi + 3 qul (al ihlas, al falaq dan an naas ; masing-masing 3x setiap sehabis sholat fardhu) merupakan doa yang sangat mustajab dalam memohon perlindungan Allah ‎ﷻ dari godaan syetan.
Dan masih banyak lagi cara membentengi diri dari godaan setan. semoga kita dan anak cucu kita selalu dilindungi Allah ‎ﷻ dari godaan syetan yang terkutuk.  ‎والله أعلم بالصواب

Tanya : Afwan ustadzah, mengenai was-was disaat wudhu, saya sering merasa buang angin tapi kecil, apakah ini masuk ke dalamnya dan haruskah di lanjutkan untuk sholat ustadzah?
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Memang ada sebagian saudara kita yang sering mengalami itu, dan benar bahwa itu disebut dengan rasa was-was yang asalnya dari bisikan syetan. Tentu kalau dibiarkan akan sangat berbahaya.
Ukhti... was-was bisa timbul dari hal yang sangat sepele sampai kepada tingkat mengacaukan ibadah seperti yang anti alami, bahkan bisa sampai tingkat mengacaukan urusan rumah tangga.
Hal ini harus selalu kita wasapadai. Di mana sampai pada ujungnya, tujuan syetan adalah agar orang merasa ragu, apakah ibadahnya sah apa tidak dan lain-lain.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda ukhti, bahwa rasa was-was itu, rasa takut dan khawatir yang berlebihan datangnya dari syetan.
Dan jelas seperti contoh yang anti alami yakni, melakukan wudhu berulangkali, atau mungkin juga merasa harus sholat harus diulang-ulang karena merasa tidak sah. Hal ini merupakan usaha syetan, untuk menarik kita pelan-pelan keluar dari Islam atau agar jadi malas beribadah karena selalu merasa tidak menentu, bahkan bisa sampai tidak mau beribadah lagi.

Untuk rasa was-was harus dihilangkan, dengan menutup pintu-pintu yang memungkinkan menjadi jalan masuk ya syetan dan juga diri kita harus rajin membentenginya dengan ibadah yang giat serta dzikir yang kuat. Selain itu, anti sendiri harus mempunyai perlawanan dari dalam diri yaitu dengan membaca doa sebelum melakukan aktifitas, seperti yang sudah saya jelaskan terdahulu.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan agar sebelum kita memulai aktifitas bacalah bismillah dengan baik dan sepenuh hati.

Ukhti harus melawan, misalnya ketika selesai berwudhu, tiba-tiba hati terasa ada yang berbisik bahwa wudhunya tidak sah. Maka lawanlah rasa was-was itu, dan teruslah berjalan untuk wudhu dan lanjut sholat. Jadi harus mempunyai tekad untuk melawan. Bila sudah selesai sholat juga jangan diulang karena itu akan membuka pintu bagi setan untuk masuk dan menimbulkan rasa was-was. Intinya adalah jangan dibiasakan melakukan hal-hal yang membuat diri kita merasa menjadi ragu.  ‎والله أعلم بالصواب

Tanya : Yang kedua,apabila ada bisikan dalam hati yang mengarah pada kemurtadan/pengingkaran terhadap syariat islam, lalu kita tersadar dan beristigfar, apakah kita masih berdosa?
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Jawaban dari pertanyaan ini saya kira sudah terangkai pada jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sebelumnya. Intinya kalau kita menutup pintu syetan maka diri kita akan lebih aman. Namun tanpa pertolongan Allah ‎ﷻ tentu tidak ada yang bisa aman dari bisikan syeta, karena itu berjuanglah setiap saat ukhti untuk minta perlindungan kepada Allah ‎ﷻ dari godaan syetan.

Dzikir adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah ‎ﷻ ; rajin lah baca Al Qur'an. Fahami makna (baca terjemahannya juga) agar ilmu kita bertambah, keimanan kita semakin kuat dan dalam kondisi iman yang kuat ini syetan sulit mendekat kepada kita.  ‎والله أعلم بالصواب

Tanya: Assalamualaukum ustadzah, afwan di atas di sebutkan ruqyah tidak dengan bantuan ustadz saja bisa oleh sendiri, disini saya minta contoh ruqyah oleh sendiri seperti apa dan harus bagaimana saja caranya? Syukron ustadz
Jawab : ‎وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته……  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Ruqyah itu yang efektif memang jika diri kita sendiri yang melakukannya. Secara detailnya bunda bisa membuka di youtube bagaimana cara meruqyah diri sendiri. Namun sejauh yang pernah saya pelajari, bahwa ruqyah mandiri itu bisa kita lakukan dengan berbagai cara , tetapi yang penting kita prinsipnya tahu , yakni :

  1. Niatlah saat hendak meruqyah diri. Seperti dengan niat (cukup dalam hati)... yaa Allah aku berniat untuk meruqyah diriku, tolonglah aku agar jin dan syetan yang ada didalam tubuhku pergi dan tidak kembali lagi kepada tubuhku.
  2. Selanjutnya baca doa-doa ruqyah yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ dan yang mudah bagi kita serta kita usahakan tahu maknanya. Seperti :
- al fatihah 1x
- al Baqoroh 1 - 5
- Ayat Kursyi 1x
- Al ihlas , al falaq dan an naas masing2 baca 3x
- Baca kalimat tauhid : laa ilaaha ilallahunwah dahu laa syarikalah lahul mulku wa lahulhamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qodiir. (Baca 100x).

Kalo bisa lakukan setiap hari, idealnya ba'da subuh dan ba'da ashar. Dan tentunya masih banyak diantara doa dan dzikir pagi-sore yang dijadikan sebab untuk mendapat penjagaan dari Allah dari setiap gangguan makhluk yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Karena itulah, di dua waktu ini, Allah memotivasi kita untuk kita untuk memperbanyak berdzikir, Allah perintahkan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk selalu istighfar dan banyak berdzikir setiap pagi dan sore,  ‎وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ
“Mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (QS. Ghafir: 55).

Allah perintahkan Nabi Zakariya untuk rutin berdzikir setiap pagi dan sore,
‎وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ
“Perbanyaklah berdzikir menyebut nama Rabmu, dan sucikan Dia setiap sore dan pagi.” (QS. Ali Imran: 41).

Allah juga memuji orang yang rajin dzikir dan berdoa setiap pagi dan petang,
‎وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
“Bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap wajah-Nya…” (QS. al-Kahfi: 28).

Kesimpulannya adalah jika kita ingin terjaga dari syetan, maka lakukan dzikir kepada Allah ‎ﷻ di waktu pagi dan sore. Jika kita bisa selalu khusyu' dan harus berjuang terus untuk khusyu' ya, maka insyaAllah itulah ruqyah mandiri yang lebih afdhol. Syetan akan menjauh dari diri kita dengan izin Allah dan Allah pun juga akan mencintai kita. Jika Allah ‎ﷻ mencintai kita tentu penjagaanNya akan selalu terlimpah kepada diri kita.  ‎والله أعلم بالصواب

Tanya : afwan ijin bertanya mungkin agak melenceng dari tema. Ketika doa sering di ijabah bahkan tidak perlu menunggu waktu lama, kadang ada rasa khawatir dalam hati, apakah itu bentuk kasih sayang Allah atau bentuk lain dari kemurkaan Allah? Bagaimana menyikapinya ustadzah? Syukron.
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Bunda sayang, Hal seperti ini saya kira salah satu bentuk bisikan syetan.
Sudah benar bunda merasa ijabahnya doa-doa yang bunda panjatkan siapa kiranya yang mengabulkan ? Allah ‎ﷻ bukan ? Ya makanya syukuri... dengan lisan, hati dan perbuatan kita. Mensyukuri dengan lisan misal dengan banyak mengucapkan hamdallah (alhamdulilah) ;
Mensyukuri dengan hati ya dengan meyakini bahwa setiap nikmat dan kebaikan yang kita terima adalah jelas dari Allah ‎ﷻ karena kebaikanNya, karena Dia maha mendengar segala doa dan tahu persis tentang keadaan hambaNya. Kemudian mensyukuri dengan perbuatan adalah dengan banyak mengerjakan amal sholih, ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah, perbanyak bersedekah dan berbuat kebajikan yang mengundang ridho Allah kepada kita.

Adapun kemudian ada pikiran keraguan tentang kekuasaan Allah ‎ﷻ dalam mengabulkan doa hambaNya dan melimpahkan berbagai kebaikan kepada hambaNya itu jelas upaya syetan untuk menggoyahkan iman kita. Mengalihkan perhatian pikiran kita agar sibuk memikirkan keraguan2 tsb daripada bersyukur kepada Allah ‎ﷻ .

Oleh karena itu tinggalkan segera keraguan2 seperti itu. Termasuk jika kita merasa bersalah atau berdosa kemudian sudah bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepadaNya seraya memperbaiki ahlaq dan seluruh amalnya, maka jangan ikuti jika ada bisikan keraguan bahwa dosanya masih menumpuk dan belum tentu diampuni oleh Allah sehingga kita terus menerus merasa ragu dan merasa bersalah yang berkepanjangan. Hal ini tidak seharusnya demikian.
Karena keyakinan kita sudah terkikis oleh bisikan syetan. Sehingga meragukan bahwa pada kenyataannya Allah itu sungguh maha mengampuni dan maha menerima taubat hambaNya.
‎والله أعلم بالصواب

Tanya: Mengapa ya kalau saya beda pemikiran dengan suami, dada langsung berdegub dan peristiwa/kejadian di masa lalu yang menyakitkan hati saya itu langsung muncul yang mengakibatkan gejolak emosi/amarah semakin menjadi. Saya hanya bisa menangis, Istighfar dan berdo'a kepada-Nya untuk melawan gejolak ini ustadzah, agar hati kembali tertata dengan baik. Dan yang menjadi keanehan saya, mengapa hal ini/amarah bisa mereda setelah 3 hari ustadzah dan kejadian ini terus seperti itu (bila terjadi perselisihan). Mohon nasehatnya ustadzah? Syukron wa jazakillahu khoir atas semuanya.
Jawab :  ‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Lakukan ruqyah mandiri seperti yang dijelaskan pada penyelasan saya sebelumnya. Bisa jadi jin yg ada ditubuh bunda melakukan reaksi seolah ingin memprotect bunda. Ini kalo saya baca dari keterangan bunda kondisi tersebut muncul setiap saat bunda ada perselisihan dengan suami.
Saran saya sebaiknya lakukan ruqyah mandiri dengan sungguh2 memohon pertolongan kepada Allah agar diselamatkan dari gangguan jin yang ada ditubuh bunda.
Doa dan dzikir yang sudah saya sebutkan tadi silahkan benar2 diamalkan. Setiap pagi dan sore. InsyaAllah akan terbebas dari gangguan jin. Dengan izin Allah.  ‎والله أعلم بالصواب

Tanya: Afwan ustadzah apakah untuk meruqyah mandiri, dengan membaca dzikir Alma'tsurat belum bisa melengkapi ya ustadzah? Alhamdulillah kalau dzikir pagi dan sore Insya Allah tidak ketinggalan.
Jawab : InsyaAllah al Ma'tsurat sudah cukup dan jika dirasa gangguan masih terus biasakan baca Qur'an yang banyak jumlahnya dan rutin . Ma'tsuratnya tetap dibaca juga ya. Apa yang mengebabkan dzikir kita nggak ngefek? Karena kita tidak khusyu' bacanya. Atau tidak faham artinya.
Dan juga yang penting lagi adalah memperbaiki aqidah kita. Tauhid kita harus kita kuatkan. Pelajari ilmu tauhid dari berbagai sumber dan yakini serta amalkan. InsyaAllah jin dan syetan tidak berani mendekat dan kabur dari tubuh kita karena tidak kuat panasnya Jika kita dzikir maka syetan akan merasa panas. ‎والله أعلم بالصواب


Selanjutnya..marilah kita tutup kajian kita dengan bacaan istigfar 3x
Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x


👏 Do'a Rabithah
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

👏 Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Aamiin ya Rabb

😘😘😘😘

Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment