FIQH SHAUM

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, June 2, 2017


Image result for sambut ramadhan 2017

Kajian Online Hamba Allah Ummi G -7
Rabu , 10 mei 2017
Materi : Tarhib Ramadhan ~ Fiqh Shaum
Pemateri : Ustadz Kaspin
Waktu :  Ba'da Subuh - selesai
Notulen : diana
Editor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

MAKNA SHAUM

Secara bahasa, shaum berarti al-Imsak, yaitu menahan diri untuk tidak melakukan atau mengucapkan sesuatu (QS 19/26). Adapun secara terminologis, shaum bermakna : Menahan diri dari makan, minum hubungan seksual dan perbuatan2 maksiat dengan niat yang ikhlas, dari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari (QS 2/187, 19/26). Ibadah ini diwajibkan th ke-2 hijrah.

JENIS-JENIS SHAUM

  1. Shaum Wajib :
  • · Puasa Ramadhan (QS 2/183) atau penggantinya (QS 2/184).
  • Puasa nadzar, yaitu janji kepada Allah SWT untuk berpuasa (HR Abu Daud).
  • Puasa kiffarah, diantaranya karena melanggar sumpah atau hajji tamattu' (HR Jama'ah).

  1. Shaum Sunnah :
  • Puasa Senin - Kamis (dzalika yaumun wulidtu fihi wa yaumun bu'itstu, HR Muslim dan Abu Daud no.7439).
  • Puasa 6 hari di bulan Syawwal (HR Jama'ah kecuali Bukhari dan Nasa'I)
  • Puasa 9 Dzulhijjah/puasa Arafah (HR Muslim).
  • Puasa ayyamil bidh, yaitu pada tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Qamariyyah (HR Bukhari Muslim, al-Lu'lu wal Marjan, no.418).
  • Puasa, Asyura dan Tasu'a, yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram (HR Bukhari Muslim).
  • Puasa di bulan Sya'ban (HR Nasa'I dll.)
  • Puasa di bulan-bulan haram (suci) yaitu : Dzul qa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab tanpa mengkhususkan pada hari-hari tertentu (HR Abu Daud no. 2428; Ibnu Majah no.1741 dan Nasa'I).
  • Puasa Daud, yaitu berpuasa berselang sehari setiap waktu (HR Bukhari Muslim dan lainnya)

  1. Shaum Haram :
  • Puasa pada 2 hari Raya (HR Bukhari Muslim) dan hari Tasyrik : 11, 12, 13 Dzulhijjah (HR Muslim).
  • Puasa wishal (yaitu sampai lewat maghrib), (HR Bukhari Muslim) seperti : Tapa, ngebleng, pati geni, mutih, ngalang, ngeplang, kungkum dan berbagai puasa bid'ah lainnya.
  • Puasa wanita yang nifas atau haidh (HR Jama'ah).
  • Puasa yang membahayakan kondisi fisik (QS 2/195).
  • Puasa sunnah wanita dirumah suami tanpa izin suami (HR Bukhari Muslim).

  1. Shaum Makruh :
  • Puasa dengan mengkhususkan hari_hari tertentu tanpa sebab qadha' (HR Ahmad dan Nasa'I), seperti 12 rabi'ul awwal, 27 Rajab, nishfu Sya'ban dll (lih. Zadul Ma'ad dalam al-Qardhawi hal. 186-188).’
  • Puasa sepanjang masa (HR Bukhari Muslim).
  • Puasa hari Jum'at (HR Bukhari Muslim) atau Sabtu (HR Muslim), jika tanpa sebab qadha'.

PENETAPAN SHAUM RAMADHAN
  • Shaum dihitung berdasar bulan qamariyyah sehingga meringankan, sebab beredar pada 4 musim, sehingga bergilir antara musim panas dan dingin. Inilah salah satu hikmah penggunaan bulan Islam sebagaimana dlm QS 2/187.
  • Penetapan awal dan akhir puasa adalah dengan ru'yatul hilal (HR Muttafaq 'alaih : la tashumu hatta tarawul hilal, lih. al-Lu'lu wal marjan, hadits no. 656), takmilu syahri sya'ban (HR Abu Daud no.2322, Tirmidzi no.689, Ahmad no.3776,3840,3871 : fa akmilu 'iddata sya'bana tsalatsina) dan meng-hisab jatuhnya bulan (HR Muttafaq 'alaih : faqduru lahu ).

ORANG2 YANG BER-UDZUR SYAR'I (BERASALAN SECARA SYARIAT)
  1. Orang yang haram berpuasa, dan wajib meng-qadha', yaitu : haid dan nifas (HR Muslim).
  2. Orang yang boleh berbuka tapi wajib meng-qadha', yaitu :
  • Sakit, yaitu yang dapat menyebabkan semakin parahnya sakit jika berpuasa (baik berdasarkan percobaan dulu ataupun dengan rekomendasi dokter), orang yang sangat lapar/haus sehingga takut binasa.
  • Safar dengan jarak sejauh : 1) tidak ada: Ibnul Qayyim dlm zadul ma'ad; 2) 3 mil : Dahiyyah bin Khulaifah al-Kalby; 3) 80 km/90 km. Walau safar tersebut dengan kendaraan modern (lih. Majmu' fatawa libni Taimiyyah, juz-27 hal 210).
  1. Orang yang boleh berbuka tapi wajib fidyah, yaitu orang tua yang lemah, orang yang berpenyakit tidak ada harapan sembuh, pikun, pekerja berat, orang yang selalu dalam safar seperti sopir(QS 2/186 : wa 'alalladzina yuthiqunahu fafidyatun).
  2. Orang yang hamil dan menyusui, tapi harus meng-qadha' (jumhur fuqaha', lih. Qardhawi, Fiqh Shiam, hal.78), atau boleh fidyah (Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Ibnu Sirin, Sa'id bin Jubair, al-Qasim bin Muhammad, Qatadah, Ibrahim dan inilah yg paling kuat menurut Qardhawi, lih. Fiqh Shiam, hal.79).

HAL-HAL YANG TIDAK MEMBATALKAN PUASA
  1. Muntah, yang tidak disengaja (HR Bukhari, lih. Fiqh Shiam al-Qardhawi, hal.98).
  2. Mandi, mencicipi masakan, kumur-kumur, menggosok gigi, bercelak, berendam dalam air, masuk air tidak sengaja, luka, suntik, dan sebagainya, sepanjang tidak dengan sengaja menelan sesuatu tersebut (lih. al￾Muhalla Ibnu Hazm juz-6 hal.300-301 dan al-Qardhawi, idem hal.104-105).
  3. Mencium istri yang sah (bukan pacar) asal tidak dengan syahwat (Qardhawi, hal.115-117).
  4. Makan karena menyangka sudah maghrib (HR shahih al-Baihaqi, no.355).
  5. Makan/minum karena lupa (HR Jama'ah).
  6. Dipaksa (HR Ibnu Majah, Hakim, Baihaqi dengan sanad shahih).
  7. Boleh makan/minum sedikit jika belum sempat sahur sudah terdengar adzan (HR al￾Hakim dan di-shahih-kannya dan disepakati oleh adz-Dzahabi, juz-1, hal.426).

SUNNAH2 PUASA RAMADHAN
  1. Mengakhirkan sahur (HR Muttafaq 'alaih) dan segera berbuka (HR Muttafaq 'alaih).
  2. Memulai berbuka dengan beberapa kurma dan beberapa teguk air (HR Ahmad juz-3, hal.164; Abu Daud hadits no.2356; dan Tirmidzi no.696), atau dg buah2an.
  3. Shadaqah dan memberi makan (QS 2/184).
  4. Memperbanyak tilawah al-Qur'an (QS 2/185).
  5. Memperbanyak dzikir (wali tukabbirullaha 'ala ma hadakum, QS 2/185).
  6. Memperbanyak berdo'a (QS 2/186).
  7. Memperbanyak tarawih dan tahajjud (man qama ramadhana, HR Bukhari Muslim), jumlahnya boleh 11 raka'at, 13, 23, 39, 41 (lih. Fathul Bari juz-5 hal.157), bahkan boleh lebih dari itu (lih. fatwa Ibnu Taimiyyah dalam al-Qardhawi, Fiqh Shiam hal.144-145).
  8. I'tikaf di mesjid, terutama malam 20 Ramadhan keatas (QS 2/187).
  9. Menanti lailatul qadar (HR Bukhari Muslim, al-Lu'lu wal Marjan no.724-726).
  10. Menjauhkan diri dari kata2 dan perbuatan maksiat (ash shaumu junnah, HR Bukhari Muslim; rubba shaimin, HR Nasa'I, Ibnu Majah dan al-Hakim dlm al-Mustadrak juz-1 hal.431).

HIKMAH SHAUM
  1. Manifestasi dari iman (QS 2/183 : ya ayyuhalladzina amanu).
  2. Latihan disiplin dan menguasai hawa nafsu (QS 2/183 : la'allakum tattaqun).
  3. Latihan kesabaran dan perisai dari godaan hawa nafsu (HR Bazzar, Thabrani, Baghawi : shumu syahris shabri, lih. Jami'us shaghir lis suyuthi hadits no. 3804).
  4. Menumbuhkan kasih-sayang pada fakir miskin (HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah, Ibnu Hibban : man faththara sha'iman kana lahu mitslu ajrihi, lih. shahih jami'us shaghir hadits no. 6415).
  5. Menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh (HR Tirmidzi : shumu tashihhu).
  6. Mengingatkan untuk selalu bersyukur atas nikmat-Ny

Nabil Fuad Al-Musawa

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kita akhiri majlis hari ini dengan membaca :  

🔊 ucap syukur : الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
🔊 dan istighfar أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

[In Syaaa ALlaah]  إِنْ شَاءَ الله  
kebersamaan ini bermanfaat dan barokah.

أٰمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
[aamiin yaa Rabbal 'aalamiiiin]

و‌َالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PENUTUP

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik. Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!