Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

ALERGI

 Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Senin, 17 Juli 2017
Rekapan Grup Bunda G5
Narasumber : dr. Ella
Tema : Kesehatan
Editor : Rini Ismayanti



Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungkan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untukuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangkitkan ummat yang telah mati, memepersauntukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan sayaahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntukun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basamallah

Bismillahirrahmanirrahim...                       

ALERGI



Alergen atau pencetus yang dapat menimbulkan reaksi alergi diantaranya: debu, tungau, makanan tertentu (telur, susu, seafood, kacang, dll), suhu dingin, dll.

Sedangkan hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit alergi adalah keluarga dan lingkungan. Jika ada salah satu orang tua yang mengidap penyakit alergi, risiko anak terkena penyakit alergi juga akan meningkat. Jika kedua orang tua mengidap penyakit alergi, risiko anak lebih tinggi lagi. Anak pertama umumnya lebih besar risiko terkena penyakit alergi dibanding anak kedua dst.

Faktor lingkungan berpengaruh berupa jumlah paparan terhadap alergen, sensitisasi, anak yang "terlalu steril", juga bisa meningkatkan risiko alergi

Pengobatan yang dapat diberikan adalah pemberiam antihistamin atau kortikosteroid. Tapi yang paling utama adalah dengan menghindari alergen atau pencetus alergi.

Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari alergen, membersihkan lingkungan secara rutin, mengganti seprai, menggunakan kasur busa dibandingkan kasur kapuk, memperhatikan sabun, pewangi, parfum atau hal2 lain yang bisa menimbulkan alergi jika bersentuhan. jika alergi dingin, hindari mandi dengan air dingin, atau menggunakan AC seharian penuh. Selain itu, awasi juga makanan yang memicu alergi.

Untuk mengetahui apakah seseorang mengidap alergi terhadap zat tertentu, prmeriksaan yang lazim dilakukan adalah tes alergi kulit. Alergen dalam jumlah kecil akan ditusukkan atau digoreskan ke kulit untuk kemudian dilihat reaksinya. Jumlah zat yang diuji bervariasi bisa sampai dengan 20 zat.

TANYA JAWAB

Q : Dokter, saya pernah dengar, kalo misal kita alergi udang gitu, dilawan dengan banyak makan udang, nanti akan sembuh sendiri, seprti itu apakah benar dok ?
A : Ada salah satu metode untuk mengurangi gejala alergi, yaitu desensitisasi. Yaitu dengan cara memaparkan bahan alergen ke tubuh pasien secara perlahan mulai dari konsentrasi yang paling kecil. Secara bertahap konsentrasi ditingkatkan sampai tubuh tidak menimbulkan reaksi alergi. Tetapi tindakan ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter atau tenaga ahli, karena jika tidak hati-hati, reaksi alergi berat bisa muncul dan menimbulkan kondisi yang lebih parah.

Q : Assalamualaykum.. Dok..jika setelah makan telur, lalu besok atau lusa nya timbul jerawat.. Tapi bandel gitu seperti yang ga mudah pecah.. Gimana mengatasinya?
A : Wa'aikumussalam mbak. Sebenarnya telur tidak secara langsung menyebabkan jerawat, tapi jika memang reaksi alergi berupa ruam kulit, ditambah kondisi kulit yang berminyak, pori-pori tertutup, dan terdapat bakteri penyebab jerawat, bisa juga timbul jerawat. Sebaiknya tidak dipecahkan. Lebih baik dibersihkan dengan sabun khusus wajah, atau dengan air, secara rutin, minimal 2x sehari (jugan terlalu sering juga. Karena kulit justru bisa menjadi kering). Jika memang kondisi semakin memburuk sebaiknya dikonsultasikan ke dokter kulit.

Q : Sapu lantai itu kan berkali Kali dok...timbulnya ga enak.. Kadang bersin2.. Termasuk alergi juga ya dok..?
A : Iya mbak.. jika terjadi berulang kali, bahkan dengan jumlah debu yang sedikit, tapi bersin-bersin sampai hidung berair dan mata terasa gatal, itu juga salah satu manifstasi alergi di hidung

Q : Dok, deket telinga saya ada lubang sinus preauricular, kalo dalam kondisi biasa, gak timbul gatel, tapi kalo menjelang haid, timbul secret berupa cairan dan rasanya gatal sekali. Itu termasuk alergi atau gimana dok? Kemarin sampai jadi bisul (wudhun).
A : Jika sering kali muncul menjelang haid atau saat kondisi kulit disekitar fistula lebih berminyak atau kotor, kemungkinan bukan alergi mbak, tapi lebih ke arah infeksi. Jika memang terjadi berulang dan nyeri, bisa diberikan salep antibiotk dan dibersihkan. Tapi jika keluhan tidak berkurang, cairan semakin banyak, apalagi jika disertai keluhan di daun telinga, bisa diperiksakan ke dokter THT mbak.
Q : Biasanya menjelang haid dok. Nah, lubang fistula saya kan sebelah kiri, biasanya kalo jelang haid, gatal dan keluar secret gitu, tapi yang sakit malah yang sebelah kanan, kadang seperti ada jerawatnya, tapi gak ada, apakah itu hormonal atau gimana ya dok ?
A : Jika sakit, kemungkinan ada infeksi disaluran bagian dalam. Biasanya dilakukan uji lagi untuk melihat sejauh mana fistula tadi terhubung dengan rongga telinga. Ini perlu pemeriksaan di THT
Q : Ooo...gitu ya dok, walopun telinga kiri kanan jaraknya berjauhan , gitu ya dok ?
A : Oh maaf, maksud saya, bisa jadi ditelinga kanan juga ada saluran yang tidak menutup, tapi muaranya tidak sampai ke kulit. Sehingga yang nampak seperti bisul.

Q : Dok, kalo alergi sama hormon itu apa beneran ada ya?
A : Maksudnya seperti apa mbak?
Q : Jadi kalo pas haid, badan gatal semua, kemudian keluar lebam gitu dok, itu apa ya dok sebetulnya?
A : Biasanya ini disebabkan perubahan hormonal saat menstruasi. Jika hanya sedikit dan sesekali, masih normal. Biasanya jika memarnya sudah sangat banyak, atau muncul bukan sebelum/sesudah haid (mendekati masa haid), atau disertai perdarahan lain.

Q : bunda, mau tanya, kalo kita lagi bersih-bersih trus langsung bersin-bersin apa itu termasuk alergi? kalo iya bagaimana mengatasi agar tidak seperti itu lagi,
A : Jika bersin lebih dari 5x disertai hidung berair dan gatal, mata juga gatal, kemungkinan alergi mbak. Cara mengatasinya, sebisa mungkin hindari, gunakan masker atau penyedot debu untuk membersihkan

Q : Virus paratitis itu apa ya dok ?
A : Parotitis kah maksudnya mbak? Itu radang pada kelenjar parotis disebabkan oleh infeksi virus, sebenarnya jika daya tahan tubuh baik, dapat sembuh sendiri, tapi sangat mudah menular lewat saluran napas atau percikan liur
Q : Kapan kondisi seperti ini disebut gak normal dok ?
A : Bisa mbak, jika manifestasi alergi berada di saluran napas terutama bronkus, jika bertemu alergen bisa menyebabkan asma. Cara pencegahan utama, hindari alergen. Gunakan masker jika berpotensi terpapar debu, atau hindari tempat yang banyak debu.

Q : Saya smengalami alergi debu kurang lebih sejak SMA   yang saya alami ketika kumat adalah merah gatal ruam yang tak tertahankan,dan sesak nafas, saya pernah cek di klinik,saya alergi dingin,debu dan beberapa makanan. untuk makanan okelah saya bisa menghindari. tapi kalau debu dan dingin kan ga mungkin ya dok? sekarang saya konsumsi *ceterizine* setiap 2 hari sekali. dok mohon info, apakah kondisi saya ini bisa disembuhkan? apa yang harus saya lakukan supaya lepas obat? terima kasih.
A : Jika kondisi tetap berat atau jika tidak memungkinkan untuk menghindari alergen, bisa konsultasikan ke dokter. biasanya akan diberikan tatalaksana lain selain antihistamin, misalnya kortikosteroid, baik secara inhalasi atau diminum. Penentuan dosisnya dapat berubah secara bertahap, sehingga memang perlu kontrol rutin di dokter.

Q : Dok, kalo alergi trus sering dikasih ctm ,.apakah tidak menimbulkan ketergantungan obat ?
A : Makanya. Pencegahan lebih utama. Selain itu, jika memang berulang terus, sebaiknya diperiksakan ke dokter ahli immunologi untuk mendapat terapi yang lebih efektif.

Q : Bintilan pada anak itu bisa disebabkan oleh alergikah dok? Bisa ilang ga? Saya pernah periksa, bintilannya itu warnanya merah, kayak daging, trus besarnya tetep, katax bisa ilang sendiri tapi kok ini masih ada walau dikit, ga pecah
A : Bintilan, maksudnya bintitan atau bisul di mata bukan mbak? Maaf nanya balik, takut salah pengertian. Jika yang dimaksud bintitan/bisul di mata, itu bukan disebabkan alergi, tapi sumbatan pada kelenjar di mata, dan terjadi infeksi. Pengobatan awal bisa dengan dikompres air hangat, terkadang bisa pecah sendiri. Tapi jika bintitan terdapat pada kelopak mata bagian dalam, biasanya agak sulit pecah, bisa dibawa ke dokter mata untuk dilakukan tindakan bedah kecil. Biasanya disayat sedikit untuk mengeluarkan nanahnya, tidak sampai dibius. Atau prosedur lain sesuai berat ringan kasus

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklooah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika


“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”