Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

SILATURAHIM

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Senin, 17 Juli 2017
Rekapan Grup Nanda 1
Narasumber : Ustadz Kaspin
Tema : Kajian Islam
Editor : Rini Ismayanti


Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungkan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangkitkan ummat yang telah mati, memepersatukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan syahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basmallah


Bismillahirrahmanirrahim... 

SILATURAHIM

Salah satu keharusan muslim adalah menjalin dua hubungan, yaitu hablum minallah (hubungan yang baik kepada Allah) dan hablum minannas (hubungan yang baik dengan manusia). Allah SWT berfirman,

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri" (An-Nisa:36)



1. Hubungan kepada Allah SWT

Didalam ayat diatas, manusia harus menjalin hubungan yang baik kepada Allah SWT. Dengan menyembah dan menunjukan pengabdian kepadaNya tanpa syirik, baik yang besar maupun yang kecil. Dalam satu hadist Rasulullah SAW, bersabda "Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik yang kecil,"Sahabat bertanya,"Apakah syirik yang kecil itu ya Rasulullah ?" Rasulullah menjawab, "Riya" (HR. Ahmad)

2. Hubungan dengan sesama manusia

Manusia antara yang satu dengan lainnya saling membutuhkan, sudah seharusnya manusia bisa menjalin hubungan yang sebaik-baiknya, contoh-contoh kepada siapa saja manusia harus menjalin hubungan yang sebaik-baiknya disebutkan dalam ayat di atas.

a. Berlaku baik kepada kedua orangtua, hal ini karena orangtua telah melahirkan, membesarkan dan mendidik dengan pengorbanan harta dan jiwa sehingga seorang anak tumbuh dan besar dengan baik. Oleh karena itu, setiap anak harus mampu menunjukan kebaikan dengan sebaik-baiknya kepada orangtuanya, ini karena sebaik apa pun perbuatannya kepada orangtua, tetap saja hal itu tidak akan mampu membalas jasa dan kebaikan orangtua.

b. Berlaku baik kepada kerabat. Karena itu silaturrahim harus disambung dan dikuatkan. Bila seorang muslim memutuskan hubungan silaturrahim, bisa menyebabkan dia terhalang masuk ke dalam syurga.

c. Belaku baik kepada anak yatim. Setiap anak pasti membutuhkan perhatian, pendidikan dan nafkah dari orangtuanya. Namun bila orangtuanya telah wafat yang menyebabkan si anak menjadi yatim, maka kaum muslimin dituntut menggantikan apa yang harus dilakukan orang tua terhadap anaknya.

d. Berlaku baik kepada orang miskin. Menjadi miskin merupakan keadaan yang tidak disukai oleh manusia. Oleh karena itu, kemiskinan harus diatasi meskipun pada masyarakat kita semakin banyak orang yang menjadi miskin.

e. Berlaku baik kepada tetangga, karena dia sangat kita butuhkan.

f. Berlaku baik kepada teman sejawat. Seorang muslim harus bersahabat dengan persahabatan yang sebaik-baiknya, persahabatan yang bisa berbagi dan merasakan penderitaan maupun kebahagiaan.

g. Berlaku baik kepada Musafir. Ketika melakukan safar atau perjalanan bisa jadi seseorang merasakan kesulitan meskipun tidak selalu berupa kesulitan ekonomi, misalnya tersesat jalan yang perlu kita membantu menjelaskan rute perjalanan yang harus ditempuhnya, bukan malah sengaja menyesatkan.

h. Berlaku baik kepada kepada Hamba Sahaya. Hamba sahaya atau budak seharusnya diperlakukan dengan baik, karena dia banyak membantu majikannya. Dalam kehidupan sekarang, kita menyebutnya dengan pembantu rumah tangga meskipun ia berbeda kedudukannya dengan hamba sahaya.

Dalam rangkaian penyebutan kepada siapa saja manusia harus berbuat baik, Allah SWT menutup ayat diatas dengan kalimat, "Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang sombong dan membanggakan diri".

Kesan yang bisa kita tangkap dari kalimat ini adalah manusia jangan sombong kepada orang tuanya, meskipun dia lebih pintar dan kaya. Dia juga tidak boleh sombong dengan kerabatnya, mesikpun mereka orang yang lemah, miskin, dan bodoh.

 Jangan sombong kepada anak yatim karena ada saat dimana anak kita juga menjadi yatim. 

Jangan sombong kepada fakir miskin karena kitapun bisa menjadi miskin secara tiba-tiba. Jangan sombong kepada tetangga karena merekalah yang pertama memberikan pertolongan saat kita kesulitan.

 Jangan sombong kepada teman karena kita sangat membutuhkannya.

 Jangan sombong kepada musafir karena ada disaat kita juga menjadi musafir. Dan jangan sombong kepada pembantu rumah tangga mereka besar bantuannya kepada kita meskipun tidak besar upah yang kita berikan.

TANYA JAWAB

Q : Bagaimana menjaga agar hubungan itu tetap baik ?
A : Ya tetap ikhlas

Q : Seperti dimanfaatkan? ketulusan kita dipermainkan, kan kadang kesel, datang klo ada maunya, tapi pas lagi ga butuh malah diabaikan macam tak kenal pun
A : Ya gapapa,,ikhlas aja ridho kalau di manfaatkan karena sebaik-baiknya manusia adalah yang banyak manfaat nya. Sekarang ini banyak manusia yang diambil manfaat nya aja susah susah karena lumpuh misalnya. Bersyukur lah kalau kamu masih bisa memberi manfaat. Lihat itu pendiri facebook...dia rela di manfaatkan banyak orang...Jadi nya ya begitu...kaya
Q : Bagaimana menyikapi orang yang membenci kita padahal kita selalu berusaha baik?
A : Ya baik-baik saja, doakan agar pandangannya berubah

Q : Ada yang berbuat baik dengan semua orang, tapi mengabaikan keluarganya itu bagaimana?
A : Ya kurang bagus yang demikian, karena keluaga adalah yang terdekat

Q : Kalau misalkan bersilahturahmi via dumay, tapi yang diajak chat hanya baca aja alias cuek, padahal isi chat kita berniat silaturahmi, kita harus bagaimana kepada orang itu? Apakah diam juga atau gimana ust? Apakah ada hukumnya untuk orang itu?
A : Tidak, suka-suka dia, silaturahmi tidak ada paksaan

Q : 1. Jika kita sudah berusaha menjga hubungan atau silaturahmi namun dari pihak lain malah menghindar atau mengabaikan niat baik kita. Apa yang harus kita lakukan ust. Apa kita diam saja? 
2. Apa hukumnya akhwat dan ikhwan yang bersalaman. Jika memang kita harus menjaga hubungan yang baik bagaimn caranya menjaga hubungan kepada ihkwan yang sesuai dengan aturan ajaran islam. Syukron ust
A : 1. Tidak memaksa, berikan waktu, sabar dan doakan
2. Haram. Jaga pandangan jaga hati. Bicara tegas tidak manja dan lemah lunglai, seperlunya saja.

Q : Saya mau bertanya urutan silaturahmi, orang tua kan nomor 1 ya, bagaimana seandainya ada orang tua yang melarang kita berhubungan dengan kerabat dengan alasan yang tidak syar’i.. apakah kita patuhi?
A : Ya dipatuhi saja. Karena alasan tidak syar’I itu saya tidak tau seperti apa..
Q : Misalnya bilang kalau sit ante itu sombong, ga usah maen ke rumahnya.. padahal menurut saya tante orangnya biasa saja, karena saya memang jarang di rumah, kerja di luar kota jadi ga tau deh bagaimana tante yang sebenernya..
A : Ya baik-baik aja dengan keduanya, sesekali bertandang jika memang memungkinkan.

Q :  Misalnya karena dulu pernah bertengkar terus karena sakit hati memutuskan silaturrahmi, dan melarang anak cucunya untuk menyambung silaturahmi nya. Kalau kita langgar dan melanjutkan silaturahmi nya boleh kah ust?
A : Ya itu baik-baik saja, siasati karena kamu sudah dewasa.

Q : Afwan ustadz mau tanya, kalau silaturahim antara 2 keluarga itu sudah putus,, bagaimana cara menyambungkan silaturahimnya lagi ustdz,, tapi dari salah satu pihak mereka ngga terima,, dan yang ingin meminta maaf itu sekarang sudah meninggal,,,Apakah dosa orang yang meminta maaf itu bisa terhapus ustadz,,? Karena belum sempat dimaafkan,,,
A : Insya Allah semua niat baik akan dinilai meskipun belum terlaksana. Semoga tidak menjadi dosa.
Q : Tapi kok kasihan ya pas meninggalnya diapun ga mau melayat..
A : Ya, Allah saja maha pemaaf, kalau gitu siapa yang sombong?

Q : Ustad, jika sudah pernah dikecewakan sama teman, di hati sudah memaafkan tapi untuk seperti dulu lagi gak bisa. Apakah itu salah?
A : Ya maafkan lagi, ridho..ikhlaskan..
Q : Emang tidak bisa seperti dulu lagi itu tanda-tanda gak ridho ya ust?
A : Iya, karena masih ada ganjalan makanya tidak seramah dulu..

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklooah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”