Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , » Kepada Siapa Aku Bersandar

Kepada Siapa Aku Bersandar

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, October 24, 2017


 Image result for bersandar kepada allah

Notulensi Kajian Online  Hammba Allah G-5
Hari/tgl : Jum'at 04 Agustus 2017
Jam : 17:30- selesai
Materi. : Kepada Siapa Aku Bersandar
Asatidz : Ustadz Undang Suherlan
Editor : Sapta
______________________________

Assalamualaikum
اَلْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ،
الَّذِي حَبَانَا بِالْإِيْمَانِ واليقينِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد،ٍ خَاتَمِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِين، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيِن، وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ أَجْمَعِين، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ
Segala puji bagi Allah
al-Malik
Al-Haqq
Al-Mubin
yang memberikan kita iman dan keyakinan.
Ya Allah, limpahkan shalawat pada pemimpin kami Muhammad, penutup para nabi dan rasul

dan begitu pula pada keluarganya yang baik, kepada para sahabat pilihan, dan yang mengikuti mereka dengan penuh ihsan hingga hari kiamat.

Ada saatnya untuk kita menunggu jalan keluar atas segala masalah yang kita hadapi.

Tentunya menunggu jalan keluar di sini tidaklah hanya sekadar menunggu. Ketika kita mulai dihimpit masalah dan tak tahu apa yang harus dilakukan, maka tugas kita adalah menunggu jalan keluar dengan terus berikhtiar semaksimal mungkin.

Karena, bukankah Allah hanya akan mengubah takdir suatu kaum jika kaum itu mau berusaha dan berubah?

Jangan Bersedih, Bersandar lah hanya kepada Alloh
Allah SWT berfirman:

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.”
(QS Al-Hadid: ayat 22-23).
Pernahkah kita memiliki banyak keinginan...harapan...dan cita-cita?
Pernahkah  mendapati bahwa sebagian impian tidak akan pernah menjadi kenyataan...?
dan sebagian harapan tidak terwujud?

Perasaan marah...kecewa... berkecamuk di dalam diri....

Alloh begitu bijak, tak mungkin salah
Allah begitu baik, tak mungkin jahat
Saat kau tak mengerti, (saat kau) tak paham rencana-Nya, (saat kau) tak melihat tangan-Nya,
Percaya kuasa-Nya.
Berserah diri kepada Allah....
Tetap jadikan Alloh sandaran diri...

Karena itu ciri khusus yang dimiliki orang-orang mukmin… yang memiliki keimanan yang mendalam....yang mampu melihat kekuasaan Allah...dan yang dekat dengan-Nya....
Terdapat rahasia penting dan kenikmatan jika kita berserah diri kepada Allah.....
Tetap bersandar kepadaNya

Berserah diri kepada Allah maknanya adalah menyandarkan diri dan segala takdir yang akan terjadi pada diri kepada Allah SWT....
Dengan kata lain, mereka mengetahui bahwa Allah menciptakan semua peristiwa ini sesuai dengan tujuan Ilahiyah....dan terdapat kebaikan dalam apa saja yang diciptakan oleh Allah.

Orang-orang yang beriman meyakini bahwa takdir yang diciptakan oleh Allah adalah yang terbaik bagi mereka....
Itulah sebabnya setiap detik dalam kehidupan mereka...mereka selalu berserah diri kepada Allah....
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi disebutkan: "Sebaik-baik ibadah adalah menunggu jalan keluar."

Allah telah berfirman dalam surat cinta-Nya,

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath-Thalaq: 2)

“Dan, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahalanya.” (QS. Ath-Thalaq: 5)

“Dan, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq: 4)

Salah seorang penyair berkata,
Betapa banyak jalan keluar yang datang setelah rasa putus asa dan betapa banyak kegembiraan datang setelah kesusahan.
Siapa yang berbaik sangka pada Pemilik 'Arasy dia akan memetik manisnya buah yang dipetik di tengah-tengah pohon berduri.

Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan: "Aku sesuai sangkaan hamba-Ku kepada-Ku, maka ia bebas berprangsaka apa saja kepada-Ku."
Orang-orang yang menghadapi semuanya ini dengan sabar dan bertawakal kepada Allah atas takdir yang diciptakan-Nya, maka mereka akan dicintai dan diridhai Allah.

Allah SWT berfirman:
“Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Ali Imran: ayat 159)

Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah beriman seorang hamba Allah hingga ia percaya kepada takdir yang baik dan buruk, dan mengetahui bahwa ia tidak dapat menolak apa saja yang menimpanya (baik dan buruk), dan ia tidak dapat terkena apa saja yang dijauhkan darinya.”  (HR Tirmidzi).
Untuk itulah Allah menyatakan kepada manusia supaya tidak berduka cita terhadap apa yang luput darinya.
dalam Al-Quran bahwa segala peristiwa apa pun yang terjadi telah ditetapkan sebelumnya dan terlulis dalam Lauh Mahfuzh.
Dengan tawakal, hati tenang dan kuat meski ombang menerjang
“Bertawakal-lah kepada Allah atas apapun yang terjadi..”.
Memang musibah ataupun peristiwa yang sangat menakutkan dalam kehidupan, untuk menerima sesuatu hal yang menimpa dengan memasrahkan diri hanya kepada Allah bukanlah perkara mudah.

Yang sering terjadi adalah banyak dari manusia malah berkeluh kesah, menyalahkan keadaan yang menimpa dirinya pada orang lain, bahkan pada Tuhan. Kemarahan, kekecewaan, kesedihan yang bertumpuk-tumpuk itulah jika tidak diurai dengan baik akan menjadikan depresi jika manusia menjauh dari PenciptaNya.
Bertawakal, atau berserah diri pada Allah, bukan hal yang sulit untuk dilakukan.

Jika manusia terus belajar mengasah dan menempa kehidupannya hanya selalu menghamba pada Pemilik Kehidupan. tingkat kepasrahan dengan yang maha memiliki Kehidupan mengalir begitu saja.
Tawakal itu bisa dibentuk oleh seorang hamba, jika ia sudah belajar untuk beribadah dengan lebih baik pada Allah, belajar untuk ikhlas dan belajar untuk bersabar dalam setiap langkah kehidupan.

paparan dari ana ini cukup sekian, Yang benar datang nya dari Alloh, Yang salah dari setan
karena ana tak salah apa apa
Wallahu muwafiq ....

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
==============
TANYA JAWAB

T : Afwan ustadz, saya pernah baca, Allah itu tidak punya rencana, tapi mungkin skenario maksdnya kali ya ustadz, .Allah bisa membuat apa saja yang Dia kehendaki, tanpa harus berencana-rencana? Dan pertanyaan kedua, di Alquran disebutkan bahwa kita bila di timpa musibah atau ada masalah, solusinya cuma sabar dan sholat, benarkah ustad? Apa di tengah kesabaran kita itu nanti muncul jalan keluar yang diberikan oleh Allah, tanpa harus berusaha?
J : Semua itu rencana Alloh tidak suatu pun yang luput dari rencananya bahkan sehelai daun kering yg jatuh dari ranting pun ada dalam rencananya tidak ada yang kebetulan karena Semua yang terjadi pada kita sudah tertulis di Louhmahfudz . Wallahu a'lam
Yang kedua, silahkan baca materi paling atas agar semua pertanyaan lebih tepat. Sabar bukan berarti berhenti ikhtiar. Sabar adalah ketika kita terkena musibah terima dengan penuh keikhlasan tetap berdoa tetap sholat tetap berbaik sangka sama Alloh tetap berikhtiar karena itu yang di wajib oleh Alloh agar kita menjadi orang-orang yang bertaqwa. Wallahu a'lam

T : Temanya pas banget, lalu Ustadz, jika kita telah mengusahakan untuk perbaikan ibadah semampu yang kita bisa, namun ujian masih saya terasa berat. Apalagi yang harus kita lakukan Ustadz? Adakah amalan yang bisa dilakukan? Terimakasih.
J : Allah mempunyai rencana lebih baik dari yang kita inginkan, tetap berdoa, tetap berjuang, tetap ikhtiar, maka Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita. Kegagalan kita, adalah cara Allah melihat seberapa keras usaha kita, sejauh mana kita berusaha, setangguh apa kita menghadapi rintangan. Allah hanya butuh bukti kita serius. Allah tahu yang terbaik untuk kita. Alloh tahu kapan waktunya mengabulkan doa kita. Wallahu a'lam

T : Assalamualaikum ustadz, bagaimana makna yang sebenarnya dari Sabar, Syukur, Ikhlas dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari? mohon penjelasannya.
J : Untuk orang yang ditimpa musibah dan mengalami kesulitan hidup, kata sabar digunakan untuk memberikan moril dukungan kepadanya, untuk orang yang merasa kehilangan akan sesuatu yang berarti dalam hidupnya, kita akan menggunakan kata ikhlas untuk mengingatkannya, untuk orang yang melakukan ibadah dan menghadapi cobaan hidup, kita pun dapat menggunakan kata ikhlas untuk memberikan pesan ketekunan kepadanya; dan kata *syukur* akan kita gunakan kepada seseorang yang menerima suatu rezeki dan karunia.
Menyimak maksud dan makna dari ketiga kata ini dalam batasan perjalanan Menuju ALLAH, ketiga kata ini tidak bisa di bolak-balik urutannya (sesuai judul tulisan). Kata “Ikhlas” tetap menjadi kata sifat pertama, kemudian diikuti kata lainnya, dan terakhir kata “Syukur.”
Kandungan hikmah dan tujuan dari masing-masing kata tersebut ditempatkan sesuai urutannya oleh para ulama dan fuqaha. Inilah sebagian pentahapan sifat menuju kepada ALLAH

T : Ustadz, apa bedanya qadha & qadar ya? Mana yang merupakan takdir (yang tidak bisa dipungkiri akan terjadi)? Jazakallaah ustadz.
J : Para ulama’ berbeda pendapat tentang perbedaan antara kedua istilah tersebut. Sebagian mengatakan bahwa Qadar adalah kententaun Allah sejak zaman azali (zaman yang tak ada awalnya), sedangkan Qadha’ adalah ketetapan Allah terhadap sesuatu pada waktu terjadi.
Maka ketika Allah menetapkan sesuatu akan terjadi pada waktunya, ketentuan ini disebut Qadar. Kemudian ketika telah tiba waktu yang telah ditetapkan pada sesuatu tersebut, ketentuan tersebut disebut Qadha’. Masalah ini (Qadha’) banyak sekali disebut dalam Al-Qur’an, seperti firman Allah.
“Artinya : Sesuatu itu telah diqadha” [Yusuf : 41]
Dan firman-Nya, “Artinya : Allah mengqadha’ dengan benar” [Ghafir : 20]

Qadar adalah ketentuan Allah terhadap segala sesuatu sejak zaman azali, sedangkan Qadha’ merupakan pelaksanaan Qadar ketika terjadi. Sebagian Ulama’ mengatakan bahwa kedua istilah tersebut mempunyai satu makna.
Pendapat yang dianggap rajih (unggul/kuat) adalah bahwa kedua istilah tersebut bila dikumpulkan (Qadar-Qadha’), maka mempunyai makna berbeda, tapi bila dipisahkan antara satu dengan yang lain maka mempunyai makna yang sama.
Wallahu ‘alam.

T : Batas-batas "Sandaran" terhadap suami, orang tua, saudara , teman dan lain-lain itu seperti apa ya Ustadz ?
J : Imam Syafi’i pernah berkata: Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.
Boleh kita sesekali curhat kepada suami orangtua saudara temen dan sangat boleh mencintai mereka dan menjadikan mereka sandaran tapi tetap yang paling utama kita bersandar pada Alloh jadikan kecintaan kita bersemangatnya kita sebagai bentuk cinta kita kepada Alloh

T : Kadang kita dengar suka ada yang bilang sabar ada batasnya benar kah ustadz? mohon penjelasannya.
J : Sabar tak berbatas karena Alloh tidaklah memberikan ujian kecuali manusia bisa memikul nya. Wallahu a'lam

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jazakallah khayron ustadz Undang yg sudah bersedia ,dan memberikan waktunya serta Ilmunya kepada kami semua,d Majlis ini

Barakallahufikum ummahatifillah,yg sudah berpartisipasi dan menyimak kajian malam ini,

Mohon maaf dari Kami Admin yg bertugas apabila ada sesuatu yg kurang berkenan selama kajian berlangsung,

Mudah2an ilmu g kita dapat malam ini membawa kebaikan dalam kehidupan kita sehari hari,dan menjadikan kita manusia lebih baik lagi,

Sebagai penutup dan  keberkahan kajian kita hari ini dengan membaca  lafaz syukur...

Hamdalah : الْحمد لّله رب الْعالميْن

Istighfar : أسْتغْفر الّله الْعظيْم
 
Doa kafaratul majelis ; سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment