Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Membina Buah Hati

Image result for buah hati
Rekap Kajian Online HA G1   
Hari, tanggal      : Senin, 9 Oktober 2017
Narasumber      : Ust. Syaikhul Muqorrobin
Materi                 : Membina Buah Hati
Editor : Sapta
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~


Bismillah
Alhamdulillah
Ashsholatu wassalamu `ala Rasulillah

Menyambung sedikit materi parenting peran ayah beberapa waktu lalu, berikut materi singkat 3 Poin Membina Buah Hati

Teladan

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Sudah terlalu banyak nasihat tentang hal ini. Hanya mungkin belum kita benar benar amalkan.
Ayah yang jarang sholat, tidak akan didengar saat menyuruh anaknya sholat.
Bapak yang tidak menikmati ibadah ke masjid, bagaimana akan mengajak anaknya ke masjid?
Jika menikah itu menyempurnakan setengah agama, mungkin salah satu maknanya adalah bahwa orang tua harus menjadi sebaik2nya teladan bagi anak2nya.
Orang tua harus benar solatnya agar anaknya solat.
Orang tua harus rajin mengaji agar anaknya mengaji
Orang tua harus santun bahasanya agar anaknya santun
dan seterusnya, maka sempurnalah setengah agama para orang tua dengan menjadi teladan yang sebenarnya.


Pelajaran

Mengajar anak kecil bagai mengukir di atas batu.
Sulit. Tapi ketika sudah terukir, akan terus terukir.
-> Perlu Persiapan.
Agar anak bangun solat subuh di masjid, maka persiapkan dari sebelum tidur.
Ajak anak berdoa agar bangun untuk sholat shubuh.
Jadikan cerita yang baik sebagai pengantar tidur. Jangan biarkan anak tidur sambil nonton TV, main games, dll.
Dikatakan, menjelang tidur, saat mulai mengantuk, otak mengeluarkan gelombang gama sehingga mudah dihipnotis. Berikan hipnotis yang baik; tentang sholat, mengaji, akhlak yang baik dan seterusnya.

->Pelan-pelan dan Berulang-ulang.
Dalam hadis, jarak antara mulai "mengajak solat" dengan mulai "menghukum ketika tidak sholat" adalah 3 tahun.
Dalam mengulang, KESABARAN adalah kuncinya. Tidak ada kunci lain.
Ukiran di batu terbentuk indah dengan ketukan pas yang berulang. Jika dipaksa diukir dengan ketukan terlalu keras, maka akan pecah.

Doa

Doa adalah senjata orang beriman.
Inilah yang membedakan orang beriman dengan orang tidak beriman dalam mendidik anaknya.
Sehebat apapun teladan dan pelajaran, ada kalanya anak tidak berbuat sesuai harapan.
Bisa jadi, Allah ingin kita ingat, bahwa sehebat apapun usaha kita, tiada manfaatnya kecuali dengan kekuasaanNya.
Laa hawla walaa quwwata illaa billaah
Maka doa selayaknya menjadi penyempurna usaha kita. Dan akan semakin sempurna, dengan usaha mengejar waktu mustajab; di sepertiga malam, setiap selesai sholat fardhu, kala turun hujan, dll.

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim : 40)

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami pasangan-pasangan hidup dan anak keturunan yang menjadi penyejuk hati dan jadikanlah kami sebagai penghulu orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
TANYA JAWAB

T : Aafwan ustadz Robin, saya bertempat di lingkungan pasar, yang sedikit sekali ilmu agama yang diterapkan disana. Saya juga tidak bisa berharap nantinya anak-anak saya jadi pedagang meski saya berdagang. Namun sepertinya jika saya menerapkan muamalah secara Islam, masih dianggap mustahil apalagi berdakwah. Yang saya tanyakan ustadz, jika saya hijrah apakah saya dianggap "kalah"..? tapi jika bertahan saya yakin tidak maju disini, anak pun demikian tiada kemajuan berfikir atau berkembang nantinya. Afwan ustadz, jazakallah ustadz.
J : hijrah tidak berarti kalah. bukankah Rasulullah saw berhijrah yang membuahkan peradaban islam yang kuat? silahkan dikonsultasikan dengan keluarga apakah berjuang dengan hijrah, atau berjuang di tempat sekarang. Semoga Allah memudahkan bunda dan keluarga.

T : Assalaamu’alaikum, mau tanya tentang hutang pak ustadz, bingung nagih hutang jika orangnya tidak punya bagaimana ya? Sementara kita juga butuh, sudah di sms tapi tidak jawab, wa saya juga di blokir, sudah kerumahnya juga. Tapi memang kondisinya yang punya hutang juga lagi kena tipu, bagaimana ustadz?
J: Bila memang dia sendiri lagi tertimpa musibah tinggal kita pertimbangkan saja, mau direlakan utang kita atau ditunda nanti, atau mau terus menagih. Apapun itu, lakukan dengan cara yang baik. Allah Maha Adil, dan tidaklah kebaikan itu kecuali berbalas kebaikan pula.
‬: هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). -Surat Ar-Rahman, 60

T :Satu lagi ustadz yang menjadi ganjalan saya, mungkin sudah kita pahami bahwa almadrosatul aula adalah seorang ibu. Saya seorang ibu punya anak 3 masih kecil-kecil. Tapi tidak maksimal untuk mendidik anak-anak saya, karena keterbatasan waktu dan lokasi jauh. Karena ada sesuatu hal utk sementara anak-anak tinggal di neneknya dan sekolah disana. Tapi saya berusaha maksimalkan dengan bertahap anak-anak kami pindahkan ke SDIT dengan tujuan biar ilmu agamanya bagus dan walaupun lokasinya jauh saya tetap telepon. Saya biasanya tanya apakah sudah sholat, belajar, sarapan dan sebagainya. Intinya tetap perhatian ke mereka. Pertanyaannya apakah saya sekolahkan anak-anak di SDIT dengan diberi pendidikan yang baik bisa menggugurkan atau setidaknya kewajiban saya sebagai almadrosatul aula sudah diminimalisir dengan memberikan pendidikan yang baik selama saya tidak bersama dengan anak-anak? Haturnuhun ustadz.
J : Yang dimaksud ungkapan ibu adalah madrasah pertama adalah sejak dalam kandungan, menyusui, hingga awal masa kanak-kanak (balita). Dlama bahasa pendidikan sekarang “golden time”. Di masa-masa inilah hendaknya seorang ibu benar-benar membersamai anaknya, membacakan alquran, kisah-kisah islam, dan berbagai pendidikan lainnya.
Adapun jika sudah masa sekolah, sudah tidak disebut masa awal lagi, maka wajar saja didaftarkan SD dan sebagainya. Carikan SD yang baik, pergaulan yang baik, tetap jaga komunikasi yang baik dengan anak.

Sudah menyekolahkan anak bukan berarti tanggungjawab pendidikan sudah selesai. Sekolah hanyalah pendukung, pendidikan tetap harus dilakukan orang tuanya semampu mereka. Bagaimana bila jauh? bila terpaksa jauh maka komunikasinya harus luar biasa, maka belajarlah, ikuti dan baca ilmu-ilmu parenting, pengalaman banyak orangtua sukses bisa jadi pelajaran buat kita. Jangan malu untuk belajar karena sudah tua, justru kita dari SD sampai dengan kuliah tidak pernah belajar teori orang tua, sehingga sangat layak kalau kita belajar sekarang.

contoh komunikasi dengan anak yang perlu dihindari adalah komunikasi ala investigator. terlebih jika anak dan kita amat jauh, jarang interaksi fisik.
~ "sudah sholat?"
~ "tadi maen ke mana?"
~ "sama siapa?"
~ "tadi nonton apa?"
ini kayak polisi investigasi pelanggar hukum. Ketika kita jauh dari anak, yang paling pertama perlu dibangun adalah kedekatan hati Bila hati sudah dekat, akan gampang mengarahkan anak, mendidik anak walaupun dari jauh, jarang berjumpa.
Tatpi bila hati jauh, sedangkan saat komunikasi isinya invetigasi terus, ini kayak hubungan polisi dan maling. Jadinya anak malah cenderung takut ketemu (maling kan takut ketemu polisi). Ini sekedar contoh saja, intinya kita perlu banyak belajar, termasuk saya, masih belajar.

T : Jadi ustadz bahasanya harus bagaimana ya? kalau bukan nanya-nanya yang seperti itu?
J : tanyakan yang asyik-asyik saja bunda, misal tanyakan main, mau oleh-oleh apa, dan lain-lain. Nanti bisa dibelokkan arah pembicaraan, “owh, tapi kan rizki dari Allah.. betul ga? coba minta sama Allah abis sholat’.. dan seterusnya.
Intinya kreatif saja bunda dan tidak harus melulu tanyakan kewajiban-kewajibannya (belajar, solat, dll.) tanyakan juga hak-haknya (main, hadiah, kesenangan). Dalam membicarakan kewajiban, harus juga dikuatkan pembicaraan tauhid anak, jadi anak tidak kosong ruhiyahnya dalam menjalankan kewajiban. Kenapa kita sholat, kenapa kita belajar dan seterusnya. Ini harus kreatif dalam mengkomunikasikannya apalagi anak kita generasi milenial, terbiasa bersentuhan dengan hal-hal kreatif di luar sana.


~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA