Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Motivasi Bersama Al Quran Dalam Kondisi Apapun

Image result for motivasi bersama al quran dalam kondisi apapun
Kajian Online HA Ummi G-1
Hari/Tgl : Jum'at, 6 Oktober 2017 (pengganti hari Selasa)
Materi  : Motivasi Untuk Maju Bersama Al Qur'an Dalam Kondisi Apapun
NaraSumber  : Ustadzah Maryam
Waktu Kajian : 16.30-selesai
Editor : Sapta
********************************************


Bismillah...
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Alhamdulillah...washolatu 'alaa Rasulillah Muhammaddin shollahu 'alaihi wasallim.
Alhamdulillah Wasyukurillah atas kesehatan dan waktu yang Allah berikan kepada kita semua dengan berbagai nikmatNya saya bisa silaturrahim dengan mba-mba yang InsyaAllah di rahmati Allah dalam grop G1.
Bagaimana kabar semua, sudah jadi bunda semua kah?Semoga semua dalam keadaan bahagia, sehat jasmani dan ruhani ya.

Hidup ini kadang monoton seperti air mengalir, membosankan dan melelahkan, kalau itu semua kita ciptakan tanpa berusaha untuk menata supaya lebih baik. Mungkin tema kita yang pas pada sore yang cerah ini adalah...

Motivasi untuk maju bersama Alqur'an dalam kondisi apapun.

Lelah, bete, galau dan hal-hal yang kadang menyergap diri saat iman turun sangat tidak menyenangkan. Oleh karena mari kita sama-sama bangkit, untuk memotivasi diri supaya menjadi manusia " kuat" dengan selalu dekat bersama Alqur'an, hati  juga menjadi tenang dan semakin dekat taqarrub kita kepada Allah InsyaAllah.

Ibu Lelah? Rehatlah
#maaf beberapa alinea saya cut karena panjang dan saya hanya ingin mberikan real keseharian ibu-ibu.

"Saya lelah mbak. Rasanya hanya saya yang harus bertanggung jawab untuk semuanya.Waktu rasanya begitu cepat,sementara saya melihat diri saya tidak mencapai apapun...saya minder kalau ketemu temen-teman lainnya,rasanya saya doang yang gini-gini aja..."

"Saya merasa tidak bahagia..rasanya berputar putar terus di rutinitas yang sama. Di rumah rasanya hati saya gak tenang..tiap hari ada saja masalah yang dibuat oleh anak-anak.Anak-anak gak nurut kalau diberi tau..melawan terus,suami malah keliatannya lebih asik di luar rumah..."

••••••
Saya terpaku, membayangkan situasi yang terjadi di rumahnya.
Saya memperhatikan pola seperti ini sering sekali terjadi, dan mungkin sebagiannya pernah juga dialami oleh saya dan jutaan ibu lainnya.
Ada rasa lelah yang sangat besar, yang pada akhirnya mengambil rasa bahagia ibu,dan lambat laun mengambil rasa bahagia seluruh anggota keluarga.

Saya tentunya tidak akan membahas kisah ibu tersebut di tulisan ini,tapi saya tergugah untuk menulis sebuah perspektif tentang kata "lelah"
Saya teringat sebuah nasehat yang dikiaskan dalam bentuk sebuah narasi antara iblis dan syetan :

"Jika kau ingin merusak sebuah keluarga, rusaklah dulu ibunya!!"
beri ia perasaan akan rasa lelah bertubi yang membuatnya merasa lemah dan habis energi
jika ia sudah merasa lelah, ambil rasa syukurnya
biarkan ia merasa bahwa hidupnya habis untuk mengurus keluarga dan buatlah ia tidak memiliki apapun, selain lelah yang didapatnya
setelah kau ambil rasa syukurnya, buatlah ia menjadi orang yang tidak percaya diri
sibukkan pandangan matanya untuk melihat kebahagiaan orang lain dan buatlah ia lupa akan kebaikan yang ia miliki,
buatlah ia merasa minder dan merasa tidak berharga
jika itu sudah terjadi, ambilah juga sabarnya,
gaduhkan hatinya agar ia merasa ada banyak hal yang berantakan dalam rumahnya, buatlah ia merasa betapa banyak masalah yang ditimbulkan dari anak-anaknya, dari suaminya
goda lisannya untuk berkata kasar,
Hingga nanti anak-anak mencontohnya dan tak menghargainya lagi, lalu bertambahlah kemarahan demi kemarahan, hilanglah aura syurga dalam rumah
dan kau akan menemukan perlahan, rumah itu rusak…dari pintu seorang Ibu
....

Sekali lagi, makhluk penting itu bernama Ibu,
Lelah yang tidak selesai menjadi tempat masuknya syetan,
Ia mengambil bahagiamu, mengambil sabar dan syukurmu wahai ibu,

Jangan biarkan syetan mengambil itu,
Jika kau lelah, rehatlah.
Jika kau lelah, berbagilah

••••••
Sekedar melihat betapa banyak kebaikan yang kau punya,
betapa manisnya keceriaan anak-anakmu,
betapa bertanggungjawabnya suamimu

jika kita melihat peran ini sebagai beban,maka kita hanya akan sampai pada titik lelah
jika kita memandang diri hanya sebatas pelaku rutinitas,kita tidak akan menemukan ruhnya
rewarding your self mom, sungguh peranmu jauh lebih besar dari semua keluhanmu
jangan biarkan syetan merusak bahagia dengan mengambil rasa sabar dan syukurmu
karena dari bahagiamu,tercipta ketahanan sebuah keluarga

*Serial tulisan psikologi keluarga  lainnya bisa dilihat di https://sofianaindraswari.com/


Sebenarnya Islam memberikan solusi...yakni dengan… Apakah hari-hari kita terasa gelisah, gersang dan sempit? Atau sebaliknya

Alhamdulillah kalau kita bisa menjalani hari-hari dengan kebahagiaan dan rasa syukur kepadaNya. Jangan sampai syetan terus membisikkan hal-hal yang negatif dan meyesakkan dada. Mari luangkan waktu di pagi hari atau sebelum tidur untuk membaca Kalamullah, yang djamin pasti bahagia lahir batin

Mulai hari ini, buat target jam berapa dan siap berapa halaman untuk bisa meluangkan waktu untuk kebutuhan ruhani kita secara kontinyu. Jangan waktu sisa
alHadist"

Bila hari ini sama dengan yang kemarin, merugi.
Bila hari ini lebih buruk dengan kemarin, celaka.
Bagaimana keadaan kita? Semoga Allah mudahkan kita menjadi orang yang beruntung karena hari-hari nya lebih baik dari hari kemarin...aamiin

Semua itu bisa di raih dengan kekuatan ruhani kita, salah satunya menjaga interaksi kita dengan Alqur'an.
Bagaimana interaksi kita selama ini, apakah setahun terakhir ini stagnan, biasa saja atau ada perubahan yang membuat kita bahagia
Bersyukur kita semua lahir dalam keadaan beriman. Eman-eman kalau iman tidak di rawat
Hadist" Al Imanu yankusu au naqusu, iman itu naik atau turun, maka jagalah" dengan apa? Tentunya dengan amal- amal kebaikan, salah satunya akrab dengan Kalamullah.

Mungkin itu dulu, yang saya bisa berikan. Semoga yang sedikit ini bisa menjadi stimulan.
Wallahu'alam bish showab....


=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0
TANYA JAWAB

T : Alhamdulillah ustadzah, masa-masa seperti diatas, eyang uthi sudah lalui, terakhir putra bungsu uthi 34 tahun yang lalu. Mungkin materi diatas khusus untuk uthi bagaimana mengisi sisa hidup ini agar lebih intens dengan. al qur'an, berupaya untuk hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jadi uthi mau tanya, apa ada do'a khusus yang uthi belum faham, untuk lebih istiqomah lagi. Syukron ustdzah.
J : Subhanallah, alhamdulillah ya ibunda, duh saya terharu, dengan semangat ibu mau bergabung dalam forum ini. Semoga ini juga jadi salah satu sarana bisa istiqomah. Sebenarnya tua, muda, siapapun perlu do'a agar di akhir-akhir hidup kita bisa dalam kebaikkan. Ada beberapa do'a yang saya dapatkan dari ustadz Abdul Azis alHafidz, yakni di surah Al Imran:8 , mohon dicari lansung dan hafalkan ya mba2, kalau dtunda jadi lupa alhamdulillah kalau sudah ada yang hafal.
Satu lagi do'a yang Rasulullah ajarkan" yaa muqallibal quluub Tsabbit qolbii 'alaa tho'athiq. Upayakan 2 doa itu kita sertakan selalu dalam doa-doa kita, semoga Allah memberikan kemudahan-kemudahan kita terus bisa intens dengan Alqur'an dan kebaikkan lain...aamiin.

Baiknya dbuat juga target harian bunda atau bisa dengan memanggil guru untuk bisa rutin kitat setoran hafalan atau belajar tahsin dulu kalau memang masih ada makhroj yang masih salah-salah.

Saya ingat seorang ibu yang sudah 60 tahuan lebih, persisnya saya lupa. Bisa intens dekat dengan qur'an karena anaknya yangg rajin membimbingnya sampai anaknya menikah akhirnya dcarikan guru sampai ahirnya ibu tersebut bisa hafal 30 juz dengan kesungguhan dan tekadnya, subhanallah

Āli 'Imrān : 8
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
(Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."


T : Assalamualaikum ustadzah, mau bertanya, saat anak rewel atau tantrum kadang suka ikutan lelah ngadepin anak. Suka pengen marah juga. Kadang suka terbersit buat mukul. Bagaimana caranya ya biar bisa ekstra sabar ? Biar tidak kelepasan begitu? Anak saya baru 1 ustadzah usianya 1 tahun, Insya Allah mau dua. Terimakasih sebelumnya.
J : Wa'salam wrwb, sebelumnya mau tanya bunda, sudah berapa anaknya? Seharusnya minta advis sama eyang uti nih, yang sudah berpengalaman banyak.
Pengalaman saya, dulu juga pernah mengalami tidak sabar, tapi alhamdulillah dengan berjalanya waktu dan belajar parenting jadi berusaha menahan diri tidak memukul. Istighfar dan majuhkan diri dulu supaya tenang.
Semua itu terkait juga dengan kondisi ruhiyah kita, untuk itu latih terus menjaganya supaya emosi juga stabil. Latih saat puasa untuk bisa menahan diri.
Barokallah bunda, semoga ALLAH mudahkan semuanya. Semua butuh proses, semoga berhasil untuk tidak memukul.  # sy jg dulu mgalami

T : Assalamu'alaikum, Afwan ustadzah bagaimana cara mendidik anak yang sudah menjelang dewasa, yang suka maunya sendiri, contohnya saya melarang dia nonton pertandingan sepak bola di stadion karena saya takut terjadi keributan, tapi dia tetap saja pergi nonton, mohon pencerahanya ustadzah.
J :Wa'salam wr.wb. Bunda. Saya juga dulu bingung menghadapi anak-anak ABG, kok ngeyel yah, alhamdulillah dengan baca-baca buku tentang pendidikan anak dalam Islam, karangan ust  Nasih Ulwan, saya rekomendasikan untuk dibaca ya bunda-bunda.
Sebenarnya pendekatan dengan ABG sering-sering diajak ngobrol santai, diajak makan sambil kita ceritakan hal-hal yang sedang mereka jalani/kerjakan. Itu InsyaAllah lebih efektif dan di sukai mereka daripada kita berkoar-koar, apalagi sambil marah, wis bablas tidak akan ada hasilnya.
Terakhir ya bunda-bunda, anak-anak kadang berbuat begitu kadang minta perhatian dan sering-seringlah disebut nama-namanya dalam doa-doa kita, InsyaAllah sinyalnya akan tersambung baik dan dengan seijin ALLAH juga semua menjadi mudah InsyaAllah.
Mgkn itu saja yang bisa ana jawab, semoga manfaat.
Wallahu'alam…


@@@@@@@@@@@@

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA