Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Nikmat dan Azab Kubur (Tema SI Pekan 1 Agustus 2017)

Image result for nikmat dan siksa kubur
KAJIAN ON LINE HAMBA ALLAH UMMI G-5
Hari/Tgl  : Rabu 2 agustus 2017
Narasumber : Ustdzah Tribuwhana
Materi     : SI : Siksa Kubur
Waktu kajian : 08.00 - 10.00wib
Admin     : Nining , Saydah, Ajeng
Notulen   : Nining
Editor : Sapta
***----------**------------***

📚 Nikmat dan Azab Kubur 📚

Para salafus shalih dan imam-imam kaum muslimin meyakini bahwa seseorang yang meninggal dunia akan mendapatkan kenikmatan atau siksaan di alam kuburnya. Nikmat atau siksa ini dikenakan pada ruh dan badannya. Mereka meyakini bahwa ruh tetap ada setelah berpisah dari badan. Beriman dengan adanya nikmat dan siksa kubur ini termasuk salah satu pokok keimanan yang ditunjukkan di dalam nas-nas Al-Quran dan As-Sunnah.

📖 Dalil-dalil Tentang Nikmat dan Siksa Kubur

Di antara dalil dari Al-Quran tentang nikmat kubur ialah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (QS. Ibrahim: 27) Ayat ini menunjukkan bahwa Allah Ta’ala akan meneguhkan orang-orang beriman ketika mereka ditanya di alam kubur. Setelah itu mereka akan mendapatkan kenikmatan.

Kemudian dalil dari Al-Quran tentang siksa kubur adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (QS. Ghafir: 45-46)

Berkenaan dengan ayat ini, al-Qhurtubi mengatakan, “Jumhur ulama meyakini bahwa hal ini terjadi di alam barzakh. Ia adalah hujjah yang menunjukkan adanya siksa kubur.” Al-Hafidz Ibnu Katsir juga mengatakan, “Ayat ini adalah landasan kuat yang menjadi dasar bagi Ahlussunnah tentang adanya azab di alam kubur.” (Tafsir Ibnu Katsir 7/136)

Adapun dalil dari As-Sunnah tentang nikmat dan siksa kubur sungguh banyak sekali jumlahnya. Di antaranya adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap orang dari kalian, ketika telah meninggal, akan ditampakkan tempatnya pada pagi dan petang. Jika tempat yang ditampakkan adalah tempat penduduk surga, ia termasuk penduduk surga. Dan jika tempat yang ditampakkan adalah tempat penduduk neraka, ia termasuk penduduk neraka. Kemudian akan dikatakan kepadanya, “Ini adalah tempatmu, sampai Allah bangkitkan engkau pada hari kiamat.” (HR. al-Bukhari 1379 dan Muslim 2866)

Nabi shallallahu alaih wa sallam juga bersabda, “Seandainya kalian tidak akan mati bergelimpangan, niscaya aku akan berdoa kepada Allah agar memperdengarkan kepada kalian sebagian dari siksa kubur.” (HR. Muslim 2868) Dalil-dalil lain tentang ini masih banyak di dalam Al-Quran dan As-Sunnah.


📖 Nikmat dan Azab Kubur Akan Dikenakan Pada Ruh dan Jasad

Ahlussunnah sepakat bahwa nikmat dan siksa kubur menimpa jasad dan ruh. Terkadang ruh diberi nikmat atau siksa dalam keadaan tidak terpisah dari jasad, sehingga nikmat atau siksaan itu terjadi pada keduanya. Dan terkadang, ruh diberi nikmat atau disiksa dalam keadaan terpisah dari jasad, sehingga nikmat atau siksaan itu hanya terjadi pada ruh saja. Keyakinan Ahlussunnah tentang hal ini berbeda dengan keyakinan mereka yang menyatakan bahwa nikmat atau siksa kubur hanya terjadi pada ruh saja, tanpa ada perincian seperti di atas.

Di antara dalil yang menjadi dasar keyakinan Ahlussunnah tersebut ialah sabda Rasulullah shallallahu alaih wa sallam, “Sesungguhnya, jika seorang hamba telah diletakkan di dalam kuburnya dan ditinggalkan oleh para sahabatnya, dia akan mendengar suara alas kaki mereka dan didatangi oleh dua malaikat. Malaikat itu kemudian mendudukkannya dan berkata, “Apa yang kau katakan tentang orang ini (Muhammad shallallahu alaih wa sallam)?” Jika ia seorang yang beriman, ia akan menjawab, “Aku bersaksi bahwa ia adalah hamba dan utusan Allah.” Lalu dikatakan kepadanya, “Lihatlah tempatmu di neraka. Sungguh Allah telah menggantikannya dengan satu tempat di surga.”

Maka ia pun melihat keduanya. Adapun jika ia seorang munafik dan kafir, maka akan ditanyakan kepadanya, “Apa yang engkau katakan tentang orang ini?” Ia menjawab, “Aku tidak tahu. Aku hanya mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.” Maka akan dikatakan kepadanya, “Engkau tidak pernah mau tahu dan tidak membaca.” Lantas dipukullah dia dengan pemukul dari besi. Satu pukulan membuatnya berteriak dengan teriakan yang terdengar oleh yang ada didekatnya selain manusia dan jin.”(HR. al-Bukhari 1338)

Dalam riwayat yang lain, setelah menyebutkan tentang keluar dan naiknya ruh orang yang beriman ke langit, beliau bersabda, “Maka dikembalikanlah ruh itu ke dalam jasadnya, lalu datanglah dua malaikat mendudukkannya kemudian bertanya, “Siapa Rabbmu?”(HR. Ahmad 4/287, Abu Dawud 5/75 no. 4753 dan al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/37-38)

Dua hadits ini menunjukkan bahwa nikmat dan azab kubur dikenakan pada ruh dan jasad. Kemudian ada juga sebagian keterangan yang menunjukkan bahwa nikmat dan siksa kubur kadang terjadi pada ruh saja. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini ialah sabda Nabi shallallahu alaih wa sallam, “Ketika saudara-saudara kalian terbunuh pada perang Uhud, Allah menjadikan ruh-ruh mereka di perut burung-burung hijau, yang mendatangi sungai-sungai surga, makan buah-buahannya, dan berlindung di kendil-kendil dari emas yang ada di bawah naungan ‘Arsy.” (HR. Ahmad 1/266, al-Hakim dalam al-Mustadrak 2/88) Kesimpulannya, nikmat dan azab kubur terjadi pada ruh dan jasad. Namun pada sebagian keadaan hanya terjadi pada ruh saja.

📖 Bantahan Untuk Para Pengingkar Nikmat danAzab Kubur

Orang-orang ateis dan munafik mengingkari nikmat dan azab kubur. Mereka berkata, “Jika kita membongkar kuburan, kita tidak mendapati malaikat yang sedang memukuli orang yang di dalam kubur itu. Kuburan itu juga tidak mengalami perubahan apa-apa. Tidak bertambah panjang atau pendek. Lalu bagaimana bisa kubur itu menjadi taman surga atau lubang neraka?!”

Demikian perkataan yang keluar dari mulut mereka. Ini adalah syubhat/kerancuan yang harus kita terangkan perkaranya kepada umat. Maka jawaban kita terhadap kerancuan ini adalah sebagai berikut:

Sesungguhnya keadaan alam barzakh termasuk perkara ghaib yang dikabarkan oleh para nabi sehingga kita harus membenarkannya.
Sesungguhnya kenikmatan dan azab di alam kubur bukanlah kenikmatan dan azab di alam dunia yang bisa disaksikan oleh orang-orang yang masih hidup di dunia. Nikmat dan azab alam kubur adalah nikmat dan azab alam akhirat. Apabila Allah menghendaki, Allah akan memperlihatkan nikmat dan azab itu. Maka perkara melihat nikmat dan azab kubur seperti perkara melihat malaikat dan jin. Terkadang Allah memperlihatkannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Kemudian, lihatlah keadaan orang yang tidur di sebuah kamar di atas tempat tidur. Bisa jadi ia bermimpi mengalami siksaan atau kenikmatan, kelapangan atau kesempitan, namun tidak dapat dirasakan atau dilihat oleh orang yang terjaga di sampingnya. Demikian juga kamar atau tempat tidurnya tidak mengalami perubahan sama sekali.
Kesimpulannya, nikmat dan azab kubur adalah salah satu perkara ghaib yang bersandar kepada nas-nas shahih. Tidak ada peluang bagi akal dan pikiran manusia dalam perkara ini. Kemudian, alam kubur itu sudah termasuk ke dalam alam akhirat yang tidak bisa diqiyaskan/dianalogikan dengan alam dunia. Seseorang yang tidak memiliki ilmu tentang sesuatu, tidak mesti berarti bahwa sesuatu itu tidak ada.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah mengatakan, “Negeri itu ada tiga tahapan: negeri dunia, negeri barzakh dan negeri akhirat. Masing-masing negeri tersebut memiliki hukum-hukum khusus yang telah Allah tetapkan. Dan Allah membuat manusia terdiri dari ruh dan badan. Allah menjadikan alam dunia ini untuk badan sedangkan ruh mengikutinya. Sedangkan alam akhirat untuk ruh sedangkan badan mengikutinya. Kemudian ketika hari penghimpunan manusia telah datang, dan manusia dibangkitkan dari kuburnya, maka kenikmatan dan siksaan dirasakan oleh ruh dan jasad dengan porsi yang sama.”

📖 Apakah nikmat dan siksa kubur hanya dirasakan orang yang dikubur saja?     

Pertanyaan dua malaikat, dan nikmat/siksa di alam kubur akan dialami oleh semua orang yang meninggal dunia, baik jasanya dikubur ataupun tidak. Nikmat dan siksa kubur adalah istilah untuk nikmat dan siksa yang ada di alam barzakh. Alam barzakh adalah alam yang ada antara dunia dan akhirat. Allah Taala berfirman (yang artinya), “Dan di hadapan mereka ada dinding/alam barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. al-Muminuun: 100) Maka orang mati yang tidak dikubur, seperti orang yang mati di atas salib, terbakar, tenggelam, dimakan binatang buas dan lain-lain, semuanya akan mendapatkan siksaan atau kenikmatan sesuai dengan amalnya selama hidup.

Wallahu a'lam bishshowwab

(Disadur dari Ushul Iman Fii Dhau al-Kitab wa As-Sunnah, dan al-Irsyad ilaa Shahih al-I’tiqad)

=====================
TANYA JAWAB

T : Tanya bunda, itu siksa dan nikmat kubur kan hanya berdasarkan keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Di situ juga seperti sudah ada penentu surga dan neraka. Lalu bagaimana jika yang beriman tapi sering bermaksiat?
J : Adakah orang beriman tapi masih bermaksiat? Berarti tidak bisa disebut beriman

T : Jika di kubur sudah bisa ditentukan surga dan neraka, mengapa masih ada hisab di alam barzakh, Bunda?
J : Kita imani bersama bahwa yang masuk surga hanya orang-orang islam, orang kafir semua masuk neraka. Mengapa harus ada hisab di alam barzakh? Karena meski semua muslim masuk surga, tetap ada yang disiksa dulu di neraka sesuai banyak kecilnya dosa, karena neraka ada tingkatannya, demikian juga surga.

T : Susah sekali jadi manuasia yang fitrah di ciptakan untuk beribadah ya bun. Solusinya bagaimana bunda?
J : Tidak susah jika manusia sami'na wa atho'na dengan semua perintah dan larangan Allah. Yang susah itu bila ngeyelan alias tidak mau nurut, sudah ada aturannya tapi melanggar, itu yang susah.

T : Izin bertanya ustadzah, orang-orang terkadang percaya dengan mimpi, misal kita bermimpi ketemu orang yang sudah meninggal dan keadaan orang meninggal itu mengenaskan atau sebaliknya menakjubkan misal dimimpi rumahnya besar pakaiannya bagus dan lain-lain. Apakah itu salah satu tanda jika orang yang meninggal dapat azab atau nikmat kubur?
J : Rasulullah menjelaskannya dalam sejumlah hadits terkait dengan jenis-jenis mimpi dan dari mana datangnya.

وَالرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ فَرُؤْيَا الصَّالِحَةِ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَرُؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ الْمَرْءُ نَفْسَهُ

“Mimpi itu ada tiga: (1) Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah. (2) mimpi yang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari syetan. (3) mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan atau khayal seseorang.” (HR. Muslim)

وَالرُّؤْيَا ثَلَاثٌ فَالرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَالرُّؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ بِهِ الْمَرْءُ نَفْسَهُ

“Mimpi itu ada tiga: (1) mimpi yang benar adalah kabar gembira dari Allah, (2) mimpi yang menyedihkan adalah datang dari setan, (3) mimpi yang berasal dari lamunan-lamunan seorang.” (HR. Abu Daud; shahih)

وَالرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ الرُّؤْيَا الْحَسَنَةُ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالرُّؤْيَا يُحَدِّثُ بِهَا الرَّجُلُ نَفْسَهُ وَالرُّؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ الشَّيْطَانِ

“Mimpi itu ada tiga; (1) mimpi yang baik maka dia adalah kabar gembira dari Allah Azza Wa Jalla, (2) mimpi dari fikiran seorang sebelum tidur, (3) mimpi yang berasal dari gangguan setan” (HR. Ahmad)

الرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ فَبُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَحَدِيثُ النَّفْسِ وَتَخْوِيفٌ مِنْ الشَّيْطَانِ

“Mimpi itu ada tiga; berita baik dari Allah, panggilan jiwa dan ketakutan yang dihadirkan oleh setan” (HR. Ahmad)

وَالرُّؤْيَا ثَلَاثٌ فَالرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَالرُّؤْيَا مِنْ تَحْزِينِ الشَّيْطَانِ وَالرُّؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ بِهَا الرَّجُلُ نَفْسَهُ

“Mimpi itu ada tiga; mimpi yang baik adalah khabar gembira dari Allah, mimpi dari kesedihan yang dibuat setan dan mimpi yang dibisikkan oleh jiwa seseorang” (HR. Tirmidzi; hasan shahih)

Jenis mimpi dalam Islam, Jadi, sebagaimana hadits-hadits tersebut, dalam Islam mimpi dibagi menjadi tiga:

  1. Ru’ya al hasanah (ru’ya ash shalihah); Yakni mimpi yang baik. Mimpi ini datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Cirinya, mimpi tersebut membahagiakan, menggembirakan, disenangi, tanpa dipikirkan/dilamunkan sebelumnya. Ketika ia bangun, hatinya bersuka cita dengan mimpi tersebut.
  2. Ru’ya as sayyi’at (ru’ya at tahzin min asy syaithan); Yakni mimpi buruk. Datangnya dari syetan. Cirinya, mimpi itu menakutkan, menyedihkan, atau membuat gelisah, tanpa dipikirkan/dilamunkan sebelumnya. Ketika seseorang terbangun dari mimpi ini, hatinya gelisah dengan mimpi tersebut.
  3. Haditsu an nafsi; Yakni mimpi yang berasal dari pikiran atau imajinasi. Inilah yang paling sering terjadi. Yakni ketika seseorang sedang memikirkan sesuatu atau memiliki imajinasi tertentu, hal itu kemudian muncul di alam mimpi.

T : Ustadzah, apakah orang yang lemah imannya itu sudah kehendak Allah atau memang pribadinya yang kurang berusaha? Kan ada disebutkan Allah membiarkannya?
J : Ada qodho dan qodar, yang bisa dirubah untuk diusahakan lebih baik adalah qodar, bila lemah iman apakah Allah yang disalahkan? Karena kurang kuat azzam dan jiddiyyahnya dalam beribadah, jangan mencari kambing hitam.

T : Ustadzah, dapatkah kelak di hari kiamat salah satu anggota keluarga memberi pertolongan, hingga dapat berkumpul di syurga? aamiin
J : InsyaAllah bisa jika saudaranya itu orang yg beriman

T : Seberapa lama orang Muslim mendapat balasan atas keburukan nya di dunia?
J : Wallahu a'lam, hanya Allah Yang Maha Tahu

T : Bertanya Ustadzah, benarkah seorang suami akan di satukan lagi dengan istrinya di akhirat nanti? Bagaimana bila seorang suami mempunyai 2 atau 3 orang istri,apakah mereka di satukan juga di akhirat nanti?
J : Benar, ” Dan orang-orang beriman, berserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan. Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga) dan kami tidak mengurangi sedkitpun pahala amal (kebajikan) mereka.” (QS. Ath Thur: 21).
Yang punya istri lebih dari satu pun bisa berkumpul kembali di surga sesuai keadaannya di dunia

T : Ijin bertanya ustadzah, saya seorang mualaf, jadi belum semuanya hafal, misalnya niat sholat saya baca dengan bahasa indonesia, apakah sholat saya sah?
J : Sah, insyaAllah

T : Sebenarnya tugas kita sebagai ibu anak istri terus sebagai hamba Alloh . Itu bagaimana ustadzah? suka bingung, afwan.
J : Semuanya sama pentingnya dan harus seimbang, biasakan membuat skala prioritas agar tidak bingung menjalani

T : Jika seseorang pernah melakukan dosa besar, kemudian bertobat apakah di ahirat akan tetap dibalas atas dosa tersebut atau tidak?
J : tetap dibalas sesuai kadar dosanya, kecuali orang-orang yang mati syahid, ruhnya langsung masuk surga tanpa hisab dan jasadnya tidak rusak

T : jika doa seseorang belum dkabulkan sampai akhir hayat karena orang tersebut masih banyak dosa, apakah doa-doa yang belum terkabul itu bisa digunakan sebagai penambah timbangan amal kita?
J : Bisa saja, jika Allah berkehendak


~~~~~~~~~~~~~~~~
Selanjutnya, marilah kita tutup kajian kita dengan bacaan istighfar 3x
Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x

Do'a Rabithah
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official