Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Peran Ayah Dalam Mendidik Anak


 Image result for peran ayah

KAJIAN ONLINE Ummahat G7 HA
Senin, 16 Jan 2017; 16.00 - selesai
Narsum : dr.  Eka Amalia
Tema : Peran ayah dalam mendidik anak
Editor : Sapta
💕💕💕💕💕💕💕💕💕



Ayah adalah sosok yang sangat penting dalam pendidikan dan pembinaan anak

Bukan hanya ibu, walaupun sekarang secara praktik banyak yang bertumpu pada ibu, padahal dibutuhkan padu padan ayah dan ibu dalam membina anak-anak mereka. Anak merupakan tabungan akhirat, harta titipan Alloh yang tidak ternilai maka dari itu penjagaannya diperlukan hal yang khusus dan elok agar mereka memang menjadi sosok tangguh dan menjadi pertanggungjawaban yang baik di yaumil akhir nanti.

Apa sajakah peran ayah dalam mendidik anak yang perlu kamu ketahui?

  1. Sebagai Leader
Ayah adalah pemimpin dalam keluarga. Ayah punya peran untuk memimpin keluarga dan mengarahkan anak-anak agar tetap berada di jalur yang benar.

  1. Sebagai Pelindung Keluarga
Sosok ayah berperan besar untuk membuat perasaan aman secara emosional bagi anak. Perasaan ini sangat penting bagi tumbuh-kembangnya anak serta dalam pembentukan karakter diri anak.

  1. Pendorong Kepercayaan Diri Anak
Ayah punya peran krusial untuk meningkatkan kepercayaan diri anak. Lewat bimbingan dan kasih sayang yang diberikannya, seorang anak akan tumbuh dan memiliki rasa percaya diri yang baik.

  1. Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu Anak
Ayah yang baik bakal membuat rasa tahu anak terus berkembang. Sehingga anak pun akan mencoba untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar dan mengenal apa yang belum diketahuinya.

  1. Membuat Anak Jadi Pemberani
Dengan didikan yang tepat, seorang anak bisa menjadi pemberani. Di sini peran ayah yang sangat menentukan dalam pembentukan sifat tersebut.

  1. Melatih Disiplin
Ayah juga punya peran istimewa dalam membuat putra-putrinya menjadi disiplin. Tentu untuk itu, ayah wajib memberikan contoh dan keteladanan dalam berdisiplin.

  1. Menjadikan Anak yang Sholeh dan Sholehah
Anak yang sholeh dan sholehah tidak terjadi dengan sendirinya. Tapi peran kedua orang tua sangat penting dalam mewujudkan cita-cita ini. Seperti dengan mengarahkan dan mendidik agar anak selalu shalat tepat waktu dan menjalankan semua perintah Allah SWT.

  1. Teladan
Anak adalah peniru yang ulung. Untuk itu, ayah dan ibu wajib memberi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Sehingga diharapkan anak-anaknya pun bisa tumbuh menjadi anak yang berbudi pekerti luhur

  1. Bermain Bersama Anak
Ayah tak perlu canggung untuk bermain bersama anak-anak. Bermain adalah hak anak. Ayah bisa bermain bersama anak dan bergembira. Saat bermain itu, ayah pun bisa menyelipkan pelajaran-pelajaran penting untuk membentuk anak yang berkarakter.

  1. Sebagai Motivator
Ayah bisa menjadi pendorong dan motivator ulung bagi anak. Dengan pendekatan yang baik, ayah bisa mengubah perilaku anak yang sebelumnya kurang baik untuk berubah menjadi lebih baik.

  1. Menumbuhkan Rasa Peduli
Anak yang punya rasa peduli pada orang lain dan gemar menolong merupakan salah satu hasil dari didikan orang tuanya. Ayah dalam hal ini punya peran yang sangat strategis agar anak memiliki sifat mulia ini.

  1. Memperkuat Ikatan sebagai Sebuah Keluarga
Ayah punya fungsi penting untuk memperkuat ikatan batin antar anggota keluarga. Sehingga antara ayah, ibu dan anak selalu merasa memiliki hubungan batin yang sangat kuat.

  1. Teman Curhat
Ayah bisa berfungsi sebagai teman curhat bagi anak. Sehingga masalah yang sedang dihadapi anak tidak dipendam sendiri. Ayah bisa dengarkan dengan sabar apa yang diutarakan anak, sambil mengarahkan apa sebaiknya solusi terbaik yang ditempuh.

  1. Memberi Perhatian
Perhatian orangtua selalu dibutuhkan anak. Karenanya jangan sampai kesibukan sehari-hari membuat anak merasa kurang mendapat perhatian.

  1. Mengawasi Pergaulan Anak
Dengan siapa saja anak bergaul wajib menjadi perhatian ayah. Supaya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti anak salah pergaulan, bisa dicegah.

  1. Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak
Seorang anak kadang emosinya masih belum stabil. Untuk itu, sebagai ayah punya peran yang sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan emosioanal anak. Tumbuhkan komunikasi yang intens agar ada proses saling percaya. Beri anak kepercayaan sambil tetap dipantau supaya tingkat kematangan emosionalnya tumbuh dengan baik.

Wallohu'alam bishowwab

=======================
TANYA JAWAB


T : assalamualaikum bunda, dari pembahasan diatas nampak jelas peran seorang ayah sangat penting dalam tumbuh kembang seorang anak, bagaimana dengan seorang ibu yg single parent? Jujur semua peran itu di ambil alih, berat sekali memang dan memerlukan kesabaran yang luar biasa. Bunda, apakah akan nampak jelas anak yang  mendapat kasih sayang lengkap dengan anak yang hanya mendapat kasih sayang dari ibunya saja? Bagaimana supaya anak mendapat hak yang sama meski hanya mendapat didikan dari ibunya saja? Mohon penjelasannya.
J : Bismilllah, Peran ayah sangat panting karena sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang anak, tentu akan terlihat ada perbedaan sejauh mana kita bisa mengambil alih peran ayah, karena memang tidak bisa dipungkiri ayah tidak bisa digantikan, rasa atau feel seorang anak akan berbeda terhadap ayahnya. Dan bisa jadi juga akan ada hutang perkembangan yang mungkin terjadi, tapi semampu mungkin dan minta pertolongan Alloh, Alloh Maha Tahu Kondisi yang baik buat kita. Wallohu'alam bishowwab

T : Ijin bertanya, ada suami yang sangat pendiam bunda, jarang bicara dengan anak, sehingga anaknya jadi canggung atau takut bicara dengan ayahnya. Bagaimana cara mengatasinya bunda, bertolak belakang dengan si ibu yang heboh.
J : Bismillah, perlu adanya komunikasi antar ayah ibu untuk bisa menyamakan langkah dan tujuan dalam mendidik anak. Jangan dibiarkan, ajak diskusi suami sehingga beliau bisa mengetahui kondisi anak-anaknya. Bunda harus bisa jadi jembatan yang baik bagi ayah dan anak. Semoga berhasil ya. Wallohu'alam bishowwab

T : Assalamualaikum, dalam mendidik anak, saya ingin seperti ketika saya kecil. Bisa bebas bercerita apa saja kepada ayah, juga bercanda. Ketika sekarang saya pun ingin anak-anak bersikap sama seperti saya dulu. Hanya suami sering  terlalu banyak becandanya dengan anak-anak, hingga anak-anak pun jadinya malas untuk bercerita, karena takutnya malahan jadi bahan candaan ayahnya, bagaimana sebaiknya bun? terimakasih.
J : Bismilllah, Mungkin ini yang harus dibicarakan Bunda berdua dengan suami bunda, agar tidak miskom dan saling mencairkan suasana ketika bersama anak. Minta waktu khusus bersama anak walaupun tidak harus sama setiap pekannya. Hanya ada waktu kebersamaan dan saling memahami serta bisa saat itu buat kesepakatan ayah tidak boleh komen sebelum anak-anak selesai mengutarakan pendapat nya. Wallohu'alam bishowwab

T : Ini sama dengan keluarga adik saya suami pendiam, istri juga pendiam dan anaknya umur 6 tahun asik dengan dirinya sendiri.
J : Bismilllah, Bunda, jika demikian segeralah dekati anak, kita tidak akan pernah tahu sampai kapan kita bisa bercengkrama santai dan menyenangkan dengan mereka, ketika mereka dewasa mereka akan mencari sendiri teman bagi mereka. Jadilah teman terbaik pertama bagi mereka, karena awal masuknya hal-hal yang kurang baik bisa jadi karena komunikasi anak dan orangtua tidak terjalin baik. Wallohu'alam bishowwab

T : Izin bertanya ustdzah, bagaimana cara memberi penekanan terhadap anak yang sudah dewasa dalam menjalankan kedisiplinan sholat , susah sekali membangunkan mereka dalam sholat shubuh, perasaan saya sudah memberi contoh, berdoa juga tengah dilakukan, tapi anak belum ada perubahan, membangunkan shubuh harus berkali-kali itupun kadang campur emosi, secara kan kira tidak bisa memaksa atau membentak anak yang sudah dewasa. Bisa-bisa mereka akan balas membentak. Syukron bu dokter.
J : Bismilllah, Tetap lanjutkan kebiasaannya bunda, dalam mendoakan, memberikan contoh dan komitmen terhadap hal yang disepakati. Biasanya jika sudah besar anak akan lebih mudah diajak untuk melakukan kesepakatan dan menjalani konsekuensi yang telah disepakati tersebut. Dengan catatan kita memang disiplin terhadap hal tersebut. Wallohu'alam bishowwab

T : Asalamualaikum, Saya mau bertanya bagaimana menghadapi anak yang  malas  sekolah pada anak usia 13 tahun/SMP kls 1? Maturnuwun ustadzah.
J : Bismilllah, Wa’alaykumussalamwarohmatulloh... Bunda, anaknya sekolah di usia berapa?

→ Usia 4 tahun di paud, 5 & 6 tahun TK kecil dan besar, Usia 7 ~ 12 SD, dan sekarang 13 tahun kelas 7/SMP kls 1
Bunda, coba ajak bicara kenapa tidak mau sekolah, apa alasannya, tanya ke guru atau teman dekat atau boleh cari orang ke-3 untuk tanya keluhan-keluhannya abang saat di sekolah dan apa keinginan abang tentang sekolahnya. Mudah-mudahan ketemu ya bunda solusinya dan bisa diterapkan. Wallohu'alam bishowwab

T : Assalamualaikum dokter bagaimana jika anak usia 8 tahun masih ngompol, dia di lingkungan sekolahnya juga ngaji selalu peringkat 1, dalam keluarga juga tidak masalah peran orangtua selalu mengajarkan untuk pipis, sikat gigi, kadang-kadang juga berwudhu sebelum tidur. Setelah jam 7 disarankan tidak boleh minum. Dia juga pengin tidak ngompol, malu dokter, disini orangtua tidak pernah marah selalu memotivasi untuk tetep minta pada Allah supaya tidak ngompol. Bagaimana dokter, dari segi fisik dan psikisnya..Mohon penjelasannya yang terbaik untuk anak juga peran orangtua. Syukron.
J : Bismilllah, Tetap motivasi bunda sambil konsul ke Dokter urologi apakah ada gangguan organik, sudah kah sunat?

→ Belum dok...Kencingnya lancar, pancarannya juga normal dokter
Coba bunda dibawa untuk kondisi fisik terutama daerah kemaluannya, sambil juga membangunkan pada jadwal tertentu untuk bangun buang air kecil ke toilet. Infeksi saluran kemih juga bisa memacu ngompol. Atau kami menyebutnya inkontinentia urine

T : Bu dokter, apakah sunat mempengaruhi anak yang sudah 8 tahun masih ngompol. Karena anak saya juga berusia 8 tahun masih ngompol tapi belum sunat?
J : Bismilllah, Bisa bunda

T : Bunda, bagaimana menghadapi anak laki-laki yang mulai puber, prestaari belajar agak menurun sedikit, secara saya single H dengan 3 anak laki-laki yang dua mulai beranjak dewasa, mohon penjelasannya.
J : Bismillah, bunda ajak abang bicara bunda, dari hati ke hati curahkan isi hati bunda dan keinginan bunda, ajak abang berpikir dan mencari solusi bersama yang bisa dilakukan tanpa menghakimi abang, artinya solusi itu pun akan tidak secara langsung telah sedikit-sedikit dan perlahan memperbaiki perilaku ananda. Posisikan abang selayaknya anak dewasa yang mulai bisa diajak untuk berbagi pendapat, walaupun tidak semua masalah. Bunda bisa pilah mana yang bisa dan tidak sesuai karakternya. Wallohu'alam bishowwab

T : Problemnya sama dengan saya, malah anak saya masih ngompol hingga sekarang usia menjelang 12 tahun. Bingung, sedih padahal sekarang sudah kelas 6 SD, dan SMP nanti mau masuk pesantren. Tidak tahu musti bagaimana lagi, karena segala cara sudah dilakukan dok?
J : Bismillah, Jika demikian cek lebih lengkap lagi, jika tidak ada gangguan organik di organ tubuhnya maka boleh juga untuk bicara kenapa menahan pipis atau tidak ingin bangun ke kamar mandi ketika BAK. Bisa juga dengan menjadwal ke kamar mandi di pada jam-jam tertentu. Wallohu'alam bishowwab

T : Bagaimana kita tahu kalau anak kita kena infeksi saluran kemih? Apakah harus ke dokter atau bisa di liat secara fisik atau bagaimana dok?
J : Bismillah, bisa dengan gejala klinis bunda, misalnya bak sedikit namun sering, anyang-anyang an, nyeri ketika bak. Wallohu'alam bishowwab

T : Bertanya dok, jika ayah masih tidak melakukan perannya dengan maksimal setelah dikomunikasikan, hal penting apa ya dok yang harus dlakukan ibu untuk mengisi kekosongan peran dari ayah ini? misal ayah tidak memberikan teladan yang baik. Terimakasih.
J : Bismillah, doakan ayah dan ajak ayah untuk membaca atau mengikuti kegiatan parenting lainnya, dengan tetap terus komunikasi. Bunda jika memang harus berusaha menggantikan posisi ayah sebisanya dan berikan penjelasan pada anak bahwa sesungguhnya ayahnya tetap lah orang yang baik. Wallohu'alam bishowwab

T : Saya juga bertanya dok, Apa bedanya untuk jangka panjang antara anak yang dibesarkan oleh orangtua dari bayi sama anak  yang tidak dibesarkan oleh orangtua?
J : Bismillah, lazimnya walaupun tidak semuanya akan ada hutang perkembangan, Misal tidak pede, tidak amanah, tidak mandiri, dan lain-lain. Wallohu'alam bishowwab

T : Dok, bila ayah lebih disiplin terhadap anak laki-lakinya, tapi si anak merasa ayah lebih galak terhadap dirinya. Ya namanya anak laki-laki kan beda dengan anak perempuan. Bila anak laki lebih banyak maen, bagaimana cara menjelaskan ke anaknya ya? Kadang saya merasa kasian juga sering diomelin.
J : Bismillah, Bunda harus bermain peran bukan hanya pada suami tapi juga pada anak, jelaskan dengan tuntas bahwa maksud ayah baik dan jangan pernah melanggar komitmen yang sudah dibuat bersama dengan suami walaupun alasannya memelas atau kasihan terhadap anak. Wallohu'alam bishowwab,

T : Asalllamuallaikum, Dokter mau bertanya bila kadang peran bapak justru terlalu memanjakan anak kami yang lelaki umur 11 tahun, kadang malah suka canda, dilindungi banget sama bapaknya, kadang saya yang galak, biar dia tidak lemah, jadi laki-laki yang kuat, maksud saya, bagaimana ya dokter?
J : Bismillah, waalaykumussalamwarohmatulloh. Ajak berpikir dan berbagi bunda, minta pendapatnya. Nasihati tidak didepan anak-anak lain ya terutama jika anak posisinya abang atau kakak, jaga izzah anak juga bunda. Berikan pelajaran bertanggung jawab. In syaa Alloh. Wallohu'alam bishowwab

T :  Ijin tanya ustadzah, Sebaiknya anak masuk sekolah diusia berapa ya? Soalnya anak saya 2,5 tahun sudah ingin sekolah.
J : Bismilllah, pada usia ini bermain sambil belajar, jadi jika ingin sekolah, carilah yang memberikan porsi main lebih banyak dari belajarnya. Walaupun kematangan anak perempuan lebih cepat terjadi dibandingkan laki-laki. Dan setiap anak juga akan berbeda proses pematangan pribadinya. Wallohu'alam bishowwab

T : Ijin tanya, Adik saya single parent anaknya 2 yang besar perempuan kelas 6 SD, yang kecil TK. Ada kebiasaan yang sama dari dua anak ini kalau sudah ngambek bisa betah berjam-jam nangis sambil ngomel dan susah sekali ditenangkan bahkan kalau ditenangkan kadang bisa jadi ngamuk yang nendang dan sebagainya. Yang saya tanyakan, apakah ketidak hadiran ayah salah satu penyebab? Karena selama ini mereka tinggal bersama nenek, sama kakek apakah kehadiran kakek tidak bisa menggantikan sosok ayah? Jazakillah khoir.
J : Bismilllah, Biarkan menangis, kemudian jika reda baru diajak bicara. Dan jelaskan kita bicara untuk menyampaikan keinginan bukan dengan menangis dan berontak atau tantrum dan lakukan komitmen berulang. Setelah diajak bicara buat kesepakatan kembali jika hal tersebut berulang, terapkan dengan komit. Wallohu'alam bishowwab

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kita akhiri majlis hari ini dengan membaca :  

🔊 ucap syukur : الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
🔊 dan istighfar أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

[In Syaaa ALlaah]  إِنْ شَاءَ الله  
kebersamaan ini bermanfaat dan barokah.

أٰمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
[aamiin yaa Rabbal 'aalamiiiin]

و‌َالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PENUTUP

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik. Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official