Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

TAWADHU (Tema SI Pekan 2 Agustus 2017)


 Image result for tawadhu

REKAP MATERI KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH*
Grup Ummahat : G2, G3 dan G6
Hari/tggl: Rabu,09 Agustus 2017
Materi :*TAWADHU*
Narsum: Ustadz Doli (G2), Ustadz Ahabba (G3), Ustadz Tri Satya (G6)
Editor : Sapta
============================

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hari ini kita akan membahas satu materi tentang tawadhu
Silakan dibaca, dan silakan ditanyakan jika ada pertanyaan

TAWADHU
by Ustadz Abu Faqih

Tawadhu’ merupakan salah satu akhlak istimewa yang harus dimiliki oleh kaum muslimin. Tawadhu’ berarti rendah hati dan lemah lembut terhadap sesama kaum muslimin. Tawadhu’ bermakna juga tegas kepada orang kafir. Agar kaum muslimin dan Islam tidak diperlakukan semena-mena oleh para Musuh Islam itu.

Tawadhu’ merupakan kebalikan dari sifat sombong. Ia merupakan sifat pertengahan antara sombong dan rendah diri. Jika sombong telah mengakibatkan setan diusir dari surga dan menjadi makhluk terlaknat, maka Tawadhu’ berhasil menjadikan Adam dan Istrinya sebagai manusia yang diampuni setelah keduanya melakukan dosa.

Satu di antara banyaknya indikator sifat Tawadhu’ seseorang adalah kemauan untuk mengakui kesalahan dirinya. Jika ia seorang suami, satu di antara banyaknya tanda sifat Tawadhu’nya adalah kerelaannya untuk membantu tugas rumah seorang istri. Sebagaimana diceritakan oleh ‘Aisyah, bahwa Rasulullah terbiasa membantu pekerjaan rumah istrinya saat beliau di rumah dan keluar rumah ketika tiba waktunya shalat.

Tawadhu’ memiliki 3 ciri. Ia dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan, kekuatan serta peluang untuk berlaku sombong, tetapi ia tidak bersikap sombong karena mengharap keridhaan Allah. Kedua, Tidak dilakukan secara berlebihan. Jika berlebihan, Tawadhu’ bisa berubah menjadi sombong ataupun membanggakan diri. Sedangkan yang ketiga, Tawadhu’ dilakukan pada waktu dan situasi yang tepat. Dalam hal ini, diperbolehkan berlaku sombong di depan orang yang sombong. Sebagaimana sikap berjalan tegap dengan gagah di depan musuh dalam peperangan.

Ada empat jenis Tawadhu’. Pertama, Tawadhu’ kepada Allah. Berupa sikap merasa rendah diri di hadapan Allah yang Maha Mulia. Perasaan rendah diri di hadapan Allah merupakan sikap terpuji yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah dan sahabat-sahabatnya. Kedua, Tawadhu’ kepada Rasulullah. Yaitu mengikuti ajaran dan teladan Rasulullah, tidak mengada-adakan suatu ibadah sendiri, tidak menganggap kurang apa yang telah diajarkan beliau dan tidak menganggap diri lebih utama dari beliau (Hal 41).

Ketiga, Tawadhu’ kepada Agama. Dalam hal ini, dibagi menjadi 3 tingkatan. Pertama, tidak memprotes apa yang dibawa oleh Rasulullah. Kedua, Tidak berburuk sangka kepada dalil Agama. Dan yang ketiga, Tidak mencari-cari jalan untuk menyalahi dalil.

Sedangkan jenis Tawadhu’ yang keempat adalah Tawadhu’ kepada sesama Hamba Allah. Yaitu sikap lemah lembut, kasih sayang, saling menghormati, saling menghargai, saling memberi dan menerima nasihat, dan seterusnya (Hal 46).

Islam sebagai agama yang mulia memiliki jutaan jenis kebaikan. Dan kunci dari kebaikan itu ada pada Tawadhu’. Sedangkan kunci dari segala macam keburukan adalah sombong. Tawadhu’ juga merupakan sifat para Nabi dan makhluk-makhluk utama, seperti malaikat. Sehingga, siapa saja yang berhasil menjadikan Tawadhu’ sebagai salah satu akhlaknya, maka ia akan diberi derajat yang tinggi. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bertanah air, Tawadhu’ merupakan salah satu perekat bagi persatuan dan kesatuan umat. Sedangkan dalam konteks dakwah, Tawadhu’ bisa menjadi formula ajaib untuk melunakkan hati objek dakwah.

Maka Tawadhu’, menjadi sebuah kemestian yang harus diupayakan keberhasilannya. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menggapai tangga kemuliaan sifat ini adalah : Mengenal Allah, Mengenal Diri Sendiri, Mengenal Aib Diri, Merenungkan Nikmat Allah, Merenungkan Akibat Kesombongan dan Manfaat Tawadhu’, Mewaspadai Pujian, Melatih Diri Berakhlak dan Membersamai  Orang-orang Tawadhu’ serta Berdoa.

Semoga Allah anugerahi kita sikap tawadhu’, sehingga kemuliaan menjadi pahala yang kelak kita peroleh ketika menghadap Allah. Semoga Allah menjauhkan kita dari sikap sombong. Semoga Allah jauhkan kita dari bisikan setan dan sikap sombong yang ada pada makhluk terlaknat itu. Aamiin

Wallahu'alam

===================
TANYA JAWAB
===================


G2 (Ustadz Doli)

T : Izin brtanya ustadz, bila di sekitar kehidupan kita ada beberapa orang yang terkadang membuat kita marah dan emosi, bagaimana kita menyikapinya? Kita diamkan kah agar tidak ribut? atau kita nasehatin dengan konsekuensinya kita akan di remehkan, atau di buat emosi?
J : Timbang saja manfaat mudharatnya. Kalaulah bukan berupa maksiat terang-terangan, mungkin diamkan saja. Kalaulah mengganggu lingkungan, mungkin baik kalau yang menegur orang yang sama sama dihormati. Wallahu'alam

T : Afwan ustadz , bagaimana mempertahankan sifat tawadhu kita terhadap sesama hamba Allah, syukron atas pencerahanya
J : Ya bersikap wajar saja, tidak sombong, tidak merendahkan dan selalu siap menerima masukan dan nasihat

T : Ijin bertanya Ustadz, bagaimana caranya agar kita bisa selalu tawadhu, karena sering terbesit rasa bangga karena harta, fisik, atau anak-anak yang berprestasi, atau prestasi kita  misalnya?
J : Boleh saja bangga dengan amalan kita, namun hati hati jangan melampaui batas, selalu dalam sikap khauf wa raja', takut tak diterima namun penuh harap agar amalan diterima Allah,  perlu diingat bahwa semua amalan kita sejatinya adalah karunia Allah SWT.
Tidak merendahkan orang lain, tidak menolak kebenaran (siap menerima nasihat dan masukan)

T : Tanya ustadz, bagaimana kita menjelaskan sesuatu pada seseorang, padahal jika kita jelaskan, nantinya kita akan terkesan sombong karena membuka suatu hal, apakah lebih baik diam saja? Apakah itu termasuk tawadhu?
J : Ya kalau dirasa kita perlu menjelaskan sesuatu, silakan saja. Tawadhu bukan berarti menyembunyikan kebenaran, wajar saja, namun sekali lagi, jauh dari sikap merendahkan manusia dan menolak kebenaran dari siapapun

T : yang dimaksud sombong disini apakah hanya "menolak kebenaran" atau juga termasuk mereka "yang merasa lebih" daripada yang lain? Apakah tawadhu termasuk amalan hati atau juga fisik?
J : Sombong yg menyebabkan bahaya disebutkan dalma.hadits adalah merendahkan manusia dan menolak kebenaran

T : Assalamualaikum wr.wb ustadz....Bagaimana cara menyikapi orang yang seakan-akan mencari kesalahan kita, sehingga seperti menekan seolah-olah kita yang salah, padahal sebetulnya dia sendiri yang berbuat salah, apa kita harus berdiam diri atau bagaimana ustadz?
J : lihat jawaban sebelumnya, Ya kalau dirasa kita perlu menjelaskan sesuatu, silakan saja.


~~~~~~~~~~

G3 (Ustadz Ahabba)

T : Ustadz, kalau kita mampu membeli suatu barang. Tapi kita tidak mau membelinya karena khawatir nanti diakhirat akan diminta pertanggungjawabannya. Apalagi kalau barang yang mau dibeli itu bukan hal primer. Misal ingin beli baju padahal di lemari sudah ada beberapa stel. Apakah ini termasuk tawadhu? Atau apa contoh tawadhu dalam hal materi?
J : Betul, saat orang yang memiliki kemampuan, kekuatan serta peluang untuk berlaku sombong, tetapi ia tidak bersikap sombong karena mengharap keridhaan Allah, tiidak dilakukan secara berlebihan. Tidak sulit mengeluarkan harta untuk di jalan Allah, infak, sedekah, zakat, wakaf, dan lain-lain.
T : assalamualaikum ustadz, Tawadhu bermakna tegas kepada orang kafir, bagaimana contoh perbuatannya?
J : Para sahabat memberikan contoh saat diumumkan perang, mereka berlomba-lomba menginfakkan harta mereka untuk kepentingan perang. Melakukan transaksi ekonomi cenderung kepada sesama muslim, meskipun dari segi harga lebih tinggi misalnya.
Wallahu a'lam


~~~~~~~~~~

G6 (Ustadz Tri Satya)

T : Ijin bertanya ustadz, mohon dijelaskan point kedua dan ketiga tentang ciri tawadhu yang tidak berlebihan serta tawadhu pada waktu dan situasi yang tepat? Syukron.
J : orang yang tawadu senantiasa lembut dan merendah sekaligus mempunyai rasa percaya diri yang kuat. Dia selalu berusaha berbuat yang terbaik tanpa ingin kebaikannya diketahui orang lain.  Berlebihannya bagaimana? Lebih kearah muncul dalam hatinya sikap merasa paling tawadhu, riya dan ingin dipuji orang. Dia lebih suka menyampaikan kebaikannya (pamer) walau sedikit. Mudah tersinggung apalagi marah saat orang lain menyampaikan keburukannya kepadanya.
Tidak tepat jika sikap tawadhu itu dimunculkan saat menghadapi musuh yang nyata. Tawadhu itu lemah lembut ke sesama muslim dan tegas kepd org kafir, jgn dibalik..

T : Saya masih belum faham mengenai tawadhu yang berlebihan, contohnya seperti apa ustadz?
J :  sama dengan jawaban diatas ingin di puji orang. Riya dalam beramal, contoh kecil tawadhu yaitu menghormati orang yang lebih tua. Berlebihan nya seperti menyembah atau memuji karena berharap sesuatu.


~~~~~~~~~~~~~~~~
Selanjutnya, marilah kita tutup kajian kita dengan bacaan istighfar 3x
Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x

Do'a Rabithah
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official