Ketik Materi yang anda cari !!

Home » » TAWADHU (Tema SI Pekan 2 Agustus 2017)

TAWADHU (Tema SI Pekan 2 Agustus 2017)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, October 20, 2017

Image result for image
Rekap Kajian Online Hamba Allah Ummi G-1
Hari/Tgl : Rabu, 9 Agustus 2017
Materi : Tawadhu (rendah hati)
Narasumber : Ustadzah Rini
Waktu kajian : pagi 18.12 -20.06 wib
Editor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

TAWADHU’ (RENDAH HATI)

Beberapa sikap Tawadhu yang dicontohkan Oleh Rasulullah salallahu'alaihi wa salam, diantaranya :

  1. Abu Sa’id Al Khudri bercerita: Rasulullah memberi makan sendiri untanya dan menambatkannya. Beliau menyapu rumahnya, memerah kambingnya, memperbaiki sandalnya, membetulkan bajunya, suka makan bersama pembantunya, membuat tepung gandum bila pembantunya berhalangan, beliau pergi ke pasar membeli sesuatu dan membawanya sendiri ke rumah, suka berjabatan tangan dengan orang kaya, orang fakir, orang tua, dan anak kecil, beliau mendahului memberi salam kepada siapa saja yang bertemu dengan beliau baik terhadap anak kecil, orang tua, orang hitam, orang merah, orang merdeka maupun budak.

  1. Ketika Rasulullah mendengar bahwa orang-orang Quraisy dan sekutu-sekutunya berdatangan untuk menyerang Madinah maka beliau membuat parit di Madinah, beliau ikut bekerja supaya kaum muslimin ingin dapat pahala dan agar mereka mempunyai semangat bekerja, karena beliau tekun bekerja maka kaum musliminpun ikut tekun bekerja. Dan Rasulullah ikut mengangkut tanah sambil menutup perutnya yang putih.

  1. Ketika beliau dalam perjalanan, beliau menyuruh para sahabat untuk memasak kambing, maka di antara mereka ada yang berkata: aku yang menyembelih, ada lagi yang berkata, aku yang mengupas kulitnya, ada lagi yang berkata, aku yang memasaknya, Rasulullah juga berkata: aku yang mencari kayu. Para sahabat berkata: Wahai Rasulullah biarlah kami saja yang bekerja. Beliau menjawab: aku mengetahui bahwa kamu sanggup memikul kewajibanku, tetapi aku tidak mau berbeda dari kamu, dan sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menyukai hambanya yang membedakan diri dari kawan-kawannya.

  1. Ketika utusan-utusan raja Najasi menghadap kepada Rasulullah, mereka dilayani sendiri oleh beliau, maka para sahabat berkata: wahai Rasulullah cukuplah kami saja yang melayani mereka, beliau menjawab: tidak, sesungguhnya mereka telah menghormati para sahabatku dan aku dengan senang hati membalas kebaikan mereka.

  1. ‘Aisyah r.a berkata: Rasulullah memperbaiki sendiri sandalnya, menjahit sendiri bajunya, bekerja di rumahnya sebagaimana dilakukan oleh seseorang di rumahnya. Pada waktu malam keluarga Abu Bakar mengirim paha kambing kepada kami, aku memegang daging kambing itu dan beliau yang memotong-motong.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TANYA JAWAB

T : Ustadzah, Saya pernah dengar “sombong didepan orang yang sombong adalah sedekah”... apakah Rasulullah pernah melakukan hal tersebut hingga muncul pernyataan seperti itu? Afwan yang fakir ini ustadzah
J : Ini harus jelas ya Bunda, dengar dari mana dan apa dasarnya? Karena yang berhak memiliki sifat sombong adalah Allah, yang Maha Kuasa atas Segala sesuatu. Sebaiknya sifat yang tidak baik tidak dibalas dengan sifat yang tidak baik pula, karena sama saja kita tidak menjadi problem solver ditengah lingkungan kita. Wallahua'lam

T : Izin bertanya ustadzah, apakah tawadhu harus diterapkan juga dalam bermedsos? Syukron ustadzah.
J : Tidak ada batasan dalam memiliki sifat ini, bermuamalah secara online maupun offline, sebaiknya mengedepankan akhlakul karimah, sebagaimana teladan dari baginda Rasulullah bahwa dengan siapa dan kondisi bagaimana beliau mengedepankan akhlakul yang baik, akhlak yang terpuji. Wallahua'lam

T : Tanya ustadzah, apa menerima sindiran seseorang disebut sifat  tawadhu? Sedangkan.sindirannya didepan khalayak ramai. Dan bagaimana menyikapi sindiran dan teguran di depan orang? Syukron
J : Jika penerimaan tersebut dengan kerendahan hati disertai kesabaran memperbaiki diri maka termasuk kategori Tawadhu. Sebaiknya bagi siapa saja, termasuk diri kita pribadi memberikan nasihat tidak dilakukan di depan umum. Islam mengatur cara yang baik dalam memberikan nasihat, Ada adab-adab yang harus dijaga. Jika kita adalah "korban" diberi nasihat di depan umum, maka rangkul saudara kita, pegang tangannya, ajak dia ketempat yang nyaman untuk mengutarakan isi hatinya terkait sikap kita, semoga dengan cara yang Allah ridhoi,solusi dapat ditemukan untuk kedua belah pihak. Wallahua'lam
#Catatan : Perlakuan diatas hanya boleh untuk yang mahram ya

Closing Statement:
~ Selayaknya ikhas, sabar, tawadhu adalah sikap yang harus terus dilatih dalam diri setiap hamba beriman
~ Dengan Tawadhu,Allah Akan mudahkan Segala urusan, in syaa Allah
(Ustadzah Rini)

~~~~~~~~~~~~~~~~
Selanjutnya, marilah kita tutup kajian kita dengan bacaan istighfar 3x
Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x

Do'a Rabithah
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment