Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , » 3 Hewan Kecil Yang Ada Di Al Quran Beserta Hikmahnya

3 Hewan Kecil Yang Ada Di Al Quran Beserta Hikmahnya

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, November 1, 2017


 Image result for hikmah 3 hewan dalam quran

REKAPAN KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH GRUP G1
Hari/Tanggal : Kamis/03 Agustus 2017
Narasumber : Ustadz Hizbullah Ali
Judul Kajian : 3 Hewan Kecil Yang Ada Di AlQuran Beserta Hikmahnya
Editor : Sapta
*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*

Cerita Di Sebalik 3 Binatang Kecil Dalam al-Qur'an

Tiga binatang kecil menjadi nama dari tiga surah di dalam al-Qur'an, yaitu _an-Naml_ (semut), _al-'Ankabut_ (laba-laba), dan _an-Nahl_ (lebah).

Semut menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa henti-hentinya. Konon, binatang kecil ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun sedangkan usianya tidak lebih dari satu tahun. Ketamakannya sedemikian besar sehingga ia berusaha (dan seringkali berhasil) memikul sesuatu yang lebih besar dari badannya, meskipun sesuatu tersebut tidak berguna baginya.

Dalam surah _an-Naml_ antara lain diuraikan sikap Fir'aun, juga Nabi Sulaiman yang memiliki kekuasaan yang tidak dimiliki oleh seorang manusia pun sebelum dan sesudahnya. Ada juga kisah raja wanita yang berusaha menggoda Nabi Sulaiman demi mempertahankan kekuasaan yang dimilikinya.

Lain lagi uraian al-Qur'an tentang Laba-laba. Sarangnya adalah tempat yang paling rapuh (QS. al-'Ankabut : 41), ia bukan tempat yang aman, apa pun yang berlindung di sana atau disergapnya akan binasa. Jangankan serangga yang tidak sejenis, jantannya pun setelah selesai berhubungan seks disergapnya untuk dimusnahkan oleh betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling memusnahkan. Demikianlah kata sebagian ahli. Sebuah gambaran yang sangat mengerikan dari sejenis binatang.

Akan halnya Lebah, memiliki insting yang (dalam al-Qur'an), _atas perintah Tuhan ia memilih gunung dan pohon-pohon sebagai tempat tinggal_ (QS. an-Nahl : 68), dan sarangnya dibuat berbentuk segi enam bukannya lima atau empat agar tidak terjadi pemborosan dalam lokasi. Yang dimakannya adalah kembang-kembang dan tidak seperti semut yang menumpuk-numpuk makanannya, lebah mengolah makanannya dan hasil olahannya adalah lilin dan madu yang sangat bermanfaat bagi manusia. Lilin digunakan untuk penerang dan madu (dalam al-Qur'an) dapat menjadi obat yang menyembuhkan.

Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja, ada lebah pekerja, lebah ratu dan lebah pejantan. Segala yang tidak berguna disingkirkan dari sarangnya sehingga sarang lebah terkenal sangat steril, tidak ada bakteri/kuman yang masuk sehingga tidak ada pembusukan di sarang lebah. Lebah tidak mengganggu kecuali yang mengganggunya, bahkan sengatannya pun dapat menjadi obat.

Sikap hidup manusia seringkali dibandingkan dengan berbagai jenis binatang. Jelas ada manusia yang _berbudaya semut_, yaitu menghimpun dan menumpuk ilmu (tanpa mengolahnya) dan materi (tanpa disesuaikan dengan kebutuhannya). Budaya semut adalah budaya menumpuk yang disuburkan oleh budaya mumpung. Tidak sedikit problem masyarakat bersumber dari budaya tersebut. pemborosan adalah anak kandung budaya ini yang mengundang hadirnya benda-benda baru yang tidak dibutuhkan dan tersingkirnya benda-benda lama yang masih cukup indah untuk dipandang dan bermanfaat untuk digunakan. Dapat dipastikan bahwa dalam masyarakat kita, banyak sekali semut yang berkeliaran.

Entah berapa banyak jumlah laba-laba yang ada di sekitar kita, yaitu mereka yang tidak lagi butuh berpikir apa, di mana, dan kapan ia makan, tetapi yang mereka pikirkan adalah _siapa yang akan mereka jadikan mangsa_.

Nabi صلى الله عليه وسلم mengibaratkan seorang Mukmin sebagai lebah, sesuatu tidak merusak dan tidak pula menyakitkan, tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat dan jika menimpa sesuatu tidak merusak dan tidak pula memecahkannya.

Dapatkah kita menjadi ibarat lebah, ~bukan semut apalagi laba-laba~?

والله أعلم

~~~~~~~~~~~~~~~
TANYA JAWAB

T : Sengatan lebah bisa untuk obat apa ya Ustadz?
J : search apipuntur di google

T : Pernah denger orang tua melarang kita membunuh laba-laba, katanya laba-laba jaman rasul pernah menyelamatkan Rasulullah dari kejaran kaum Qurais. Kronologisnya bagaimana ya Ustadz?
J : memang tidak boleh membunuh binatang, kecuali yang benar-benar membahayakan diri kita.
cerita tentang laba-laba itu terjadi saat hijrah, Abu Bakar bersama. Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang bersembunyi dalam salah satu goa, laba-laba tersebut dengan izin Allah membuat sarang di depan pintu goa, sehingga kaum kafir yang berniat membunuh beliau mengurungkan niat memasuki goa tersebut, karena melihat kondisi sarang laba-laba yang tidak rusak
Cerita lengkap silahkan buka kitab Tarikh Islam, jika tidak memiliki silahkan beli di toko kitab terdekat .

T : Mau tanya ustadz, saya pernah dengar kalau membunuh cicak itu dapat pahala, apakah benar ustadz? syukron
J : Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya; Telah mengabarkan kepada kami Khalid bin 'Abdullah dari Suhail dari Bapaknya dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang membunuh cecak satu kali pukul, maka dituliskan baginya pahala sebanyak begini dan begini kebaikan. Dan barang siapa yang membunuhnya dua kali pukul, maka dituliskan baginya pahala sebanyak begini dan begini kebaikan berkurang dari pukulan pertama. Dan siapa yang membunuhnya tiga kali pukul, maka pahalanya kurang lagi dari itu." Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id; Telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb; Telah menceritakan kepada kami Jarir; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ash Shabbah; Telah menceritakan kepada kami Isma'il yaitu Ibnu Zakaria; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib; Telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan seluruhnya dari Suhail dari Bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang semakna dengan Hadits Khalid dari Suhail. Kecuali Jarir dia mengatakan di dalam Haditsnya; 'Barang siapa yang membunuh cecak sekali pukul, maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan, dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. Dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua. Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ash Shabbah; Telah menceritakan kepada kami Isma'il yaitu Ibnu Zakaria dari Suhail; Telah menceritakan kepadaku Saudara perempuanku dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: 'Pada pukulan pertama terdapat tujuh puluh kebaikan.' (HR. Muslim nomor 2240)

T : Kenapa membunuh cicak mendpat pahala ustadz?
J : Kan ada dalilnya, tolong dibaca ulang dalil shahih yang di share. Perihal membunuh binatang, kalau ia tidak membahayakan diri kita secara langsung jangan pernah dibunuh, kecuali yang memang diperintahkan untuk dibunuh.
Uraian materi di atas bukan merujuk ke pasal membunuh binatang atau tidak. Hikmah yang kita ambil, jadilah orang yang sabar, meskipun disakiti lebih baik memilih menghindar, dan mengambil jalan penyelesaian yang santun.

T : Bismillah ustadz, saya mau tanya kalau misalkan tidak ada niat untuk membunuh semut karena terlalu keras menyingkirkan semut dari badan akhirnya semut itu mati kalau seperti itu bagaimana?
J : tidak sengaja artinya tidak berdosa

T : Tanya ustadz, apa bener membunuh hewan itu bisa berkaitan dengan kehamilan?
J : tidak ada dalilnya. Namun pada intinya kita tidak diperbolehkan membunuh binatang

T : Batal wudhu tidak ustadz kalau habis wudhu nginjek kotoran cicak?
J : kalau ngeliat, atau mengetahui terinjak kotoran cicak tentu batal

T : Kalau selain 3 hewan yang diatas, misal yang jijik kayak kecoa, yang serem kayak ular, boleh dibunuh yaa ustadz?
J : untuk hewan berbahaya kan memang diperintahkan untuk dibunuh. Boleh, untuk ular, kalajengking, dan binatang berbisa lainnya.

T : Ustadz sesuai karakter 3 hewan yang tadi, berarti identik  menggambarkan sifat-sifat manusia juga ya?
J :  نعم
dan ada hewan lain juga yang bisa menggambarkan sifat manusia, namun tidak disebutkan dalam al-Qur'an

T : Afwan ustadz, apakah tokek bisa dikategorikan sama perlakuannya dengan cicak? Tokek atau cicak yang besar banyak diternakkan untuk dibuat obat. Afwan yang fakir .
J : sama, tokek itu haram dikonsumsi meski dengan alasan obat,

وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا حَرَّمَ أَكْلَ شَىْءٍ حَرَّمَ ثَمَنَهُ

Sesungguhnya Allah itu jika mengharamkan untuk mengkomsumsi sesuatu maka Allah juga mengharamkan perdagangannya (HR. Ahmad nomor 2678 dari Ibnu Abbas, sanadnya dinilai shahih oleh Syaikh Syuaib al-Arnauth)
Karena tokek termasuk binatang hasyrat (yang diperintahkan untuk dibunuh).

T : Afwan mau bertanya, seorang muslim diibaratkan seperti lebah, tapi apakah seorang muslim juga bisa diibaratkan dengan semut sekaligus?
J : menisbatkan dalam artian baik, misal orangnya suka membantu layaknya semut yang saling tolong menolong, dan ia juga laksana seekor lebah yang selalu membagi kebaikan kepada semua orang dengan tutur kata lembutnya

*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*

Selanjutnya, marilah kita tutup kajian kita dengan bacaan istighfar 3x
Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x

Do'a Rabithah
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment