Home » , , » Finhasyiah dan Yang Merasa Menjadi Tuhan

Finhasyiah dan Yang Merasa Menjadi Tuhan

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, November 20, 2017


Image result for finhashiyyah

REKAP KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH  G-4
Hari/tgl : Jum'at 11 Agustus 2017
Narsum: Ustadz Dodi Kristono
Tema.   : Finhasyiah dan Yang Merasa Menjadi Tuhan
Admin  : Euis, Rahmi, Aini
Notulen: Laela
Editor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

~ Finhashiyyah dan YANG MERASA MENJADI TUHAN
~ Kajian On-Line
~ Dodi Abu El | 180617
Source : Berbagai Sumber

Baru baru ini viral seorang USSUR [Ustadz Superior] berbicara didepan salah satu TV Nasional yang mengatakan bahwa kunci surga itu bukan berdasarkan keimanan, tetapi berdasarkan kebaikan yang dilakukan di dunia ini tanpa mengenal perbedaan keyakinan yang dianut.
Superior kebenaran jika boleh diartikan secara bebas adalah sebuah perjuangan menuju kesempurnaan diri, berdasarkan penilaian diri sendiri dan pemahaman diri sendiri.
Jika yang bersangkutan merasa Ustadz, maka ukuran kebenaran adalah Al Quran dan Sunnah, bukan pemahaman superior kebenaran anda, emang anda Tuhan?

Apakah salah jika salah satu agama memberikan jaminan bahwa hanya pengikutnya yang akan masuk surga...? Tentu tidak!
Itu adalah hak dari agama tersebut, apapun agamanya dan selama hal itu  disampaikan didepan Jamaahnya.

Pepatah arab mengatakan : manusia itu bak gerombolan burung, sebagian akan mengikuti lainnya. Dan pada gilirannya, akan menanamkan kesan pada benak orang tersebut bahwa pendapat yang menyalahi mereka merupakan pendapat yang keliru dan salah, dan otomatis orang-orang yang tidak sejalan dengan mereka pun ia anggap kumpulan orang yang salah jalan [sesat].  

Didalam Islam bahwa Kita adalah Hamba Tuhan Tugas kita mengikuti apa yang Tuhan Katakan, Kita cuma hamba yaa. Catat!

Ketika Allah bilang, Agama yang diridhai cuma Islam" (QS Ali Imran: 19), ikutin aja, kita hamba. Jangan anda bilang "semua agama sama", emang anda Tuhan?

Ketika Allah bilang, "Amal orang kafir sia-sia" (QS An-Nur: 39), ikutin aja, kita hamba. jangan anda malah bilang "yang penting baik, semua masuk surga", emang anda Tuhan?

Ketika Allah bilang, "Orang munafiq dalam kerak neraka" (QS An-Nisa: 145), ikutin aja, kita hamba. Jangan anda malah bilang, "gak ada orang yang masuk neraka", emang anda Tuhan?

Ketika Allah bilang, "Kafirlah orang yang bilang اللّهُ  itu satu dari yang tiga" (QS Al Maidah: 73), ikutin aja, kita hamba. Jangan anda bilang "semua agama benar", emang anda Tuhan?

Ketika Allah bilang, haramkan pilih pemimpin kafir (QS Al Maidah: 51), ikutin aja, kita hamba. Jangan terus anda bilang "halal pilih pemimpin kafir", emang anda Tuhan?

Sekali lagi!!!

Kita hanya Hamba Tuhan, tugas kita mengikuti apa yang Tuhan katakan. Baca dan amalkan Al-Quran, sudah sempurna, tak perlu meliuk-liuk bermain kata-kata.
Dahulu, di zaman Nabi Muhammad, ada seorang lelaki yang bernama Finhash ( فِنْحَاصٌ ).
Orang ini adalah salah satu tokoh intelektual kaum Yahudi yang didengarkan ucapannya dan menjadi panutan.
Suatu hari, Abu Bakar menasehatinya agar masuk Islam, namun  secara kurang ajar dia merespon dengan kata-kata yang ringkasnya kira-kira seperti ini:

“Hai Abu Bakar, tuhanmu itu dalam Al-Qur’an itu ‘kan bilang mau pinjam uang kepada orang-orang beriman. Kalau dia pinjam uang, berarti dia miskin dong”

Orang ini memaksudkan ayat dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

‎{مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً} [البقرة: 245]
245. Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak?

Memutar balikkan kata-kata!
Inilah sifat Finhash.

Kekurangajaran Finhash ini sampai diabadikan dalam Al-Qur’an:

‎{لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ } [آل عمران: 181]
181. Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: "Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya". Aku akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Aku akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang membakar"

Rupanya, kecenderungan menyimpang dalam dien seperti Finhash ini di zaman sekarang pelan-pelan banyak menginfeksi orang.

Secara tidak sadar, mulai banyak yang terjangkiti finhashiyyah, dan celakanya yang terkena justru banyak kalangan yang dianggap kaum intelektual dan tokoh.

Yang jadi korban selalu orang awam. Contoh ungkapan memutar balikkan kata-kata:

“Tuhan tidak perlu dibela, karena Dia Maha Kuasa. Bukankah Dia Raja alam semesta?”

“Islam tidak perlu dibela, karena sudah mulia. Islam itu rusak karena pemeluknya”

“Nabi Muhammad tidak perlu dibela, beliau sudah mulia. Penghinaan tidak mengurangi keagungan beliau”

Sungguh, ungkapan di atas adalah pemutar balikan kata-kata. Akrobat intelektual!!!
Gaya dan cara seperti ini mirip seperti cara argumentasi “slengekan” yang tidak bermutu.
Memutar balikkan kata-kata adalah sunnahnya kaum Yahudi. Firman Allah dalam Al-Qur’an:
‎{يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ } [المائدة: 13]
“mereka mengubah kalimat-kalimat dari tempatnya”

Waspada dengan Finhash-Finhash zaman sekarang. Waspadaaaa!!!!!
Jika ada tokoh yang dikagumi, atau kaum intelek yang didengarkan ucapannya namun memiliki kecenderungan finhashiyyah, segera saja ditinggalkan. Ganti panutan!
Agar tidak salah jalan.
Mintalah selalu petunjuk padaNya, agar kita tetap berada di jalan yang lurus.

‎والله أعلم بالصواب

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TANYA - JAWAB

T : Apa yang di maksud islam nusantara pak? Kemunculan islam nusantara ini membuat sebagian  orang yang membandingkan dengan islam arab. Pake hijab lebar katanya ke- arab-araban, pake niqob katanya kearab-araban. Ada yang bilang, senyum adalah ibadah, kenapa harus di tutup segala, ini bukan Arab ini islam nusantara. Bagaimana kita menyikapi nya? Afwan melenceng dari tema ustadz.
J : Islam ya ISLAM. Tidak ada Islam Nusantara ataupun Islam ARAB. Pedomannya hanya kepada Al Quran dan Sunnah

T : Sebenarnya apa yang di maksud dengan ISIS pak? Kenapa sebagian orang menganggap ISIS ini seperti momok yang menakutkan, apalagi orang luar negeri.
.J : Karena memang ISIS yang melakukan peperangan di wilayah timur tengah. Terindikasi kelompok ISIS ini bermanhaj Khawarij.

T :  Ustadz ada kekhawatiran akan azab Allah karena umat Islam Indonesia berubah menjadi munafiq dan menantang Alloh, pemimpin dan rakyat sebagian seperti itu, bagaimana Ustadz bagi umat Islam yang berjuang membela agama Allah ini supaya tidak terkena azab.
J : Tetap menuntut ilmu dan perkuat  Aqidah kita ya.

T :  Ustadz, apakah boleh uang ummat yang di kumpulkan untuk haji itu, di investasikan tanpa ijin dari ummat tersebut?
J : Sebenarnya kalau akadnya wakallah, maka bisa saja dipergunakan tapi untuk KEMASHALATAN UMAT ISLAM seharusnya.

T : Bagaimana kita agar bisa tetap menghargai agama lain, di sisi lain mereka menghina agama kita. Apakah kita tetap hanya diam dan berdoa aja ustadz? Sedangkan mereka semakin menjadi-jadi.
J : Nasehati saja dan setelah itu tinggalkan saja. Khawatir terjadi konflik dan saling menghina jadinya.

T : Ustadz boleh bertanya tentang muhaballah habib, ada temen saya juga sering fitnah habib dan menghina, katanya mau bertaubat, ,bertobat gitu saja atau harus minta maaf ke habib juga,  sepertinya hidupnya menjadi kacau, dia bertanya apa yang harus di lakukan?
J : Bagaimana caranya meminta maaf, langsung ke orang yang bersangkutan.

T : Bagaimana cara menjelaskan pada mereka orang-orang, yang mencurigai kita sebagai ISIS  ustadz, bahwa ISIS itu tidak sejahat yang mereka pikirkan. Seperti ana yang sedang di Hongkong.
J : Tunjukkan adab dan akhlak yang baik bagi seorang muslimah

T : Ustadz mengenai Muhaballah, sekarang sepertnyai Allah menunjukkan kuasanya, para penghina ulama beberapa diberitakan meninggal setelah melakukan penghinaan. Apakah ini akibat Muhaballah? Muhaballah apakah temasuk taqdir Allah? karena maut itu adalah rahasia Allah.
J : Muhaballah yang benar adalah saling bertemu dan saling melaknat. Dan membiarkan dirinya di azab اللّهُ ketika ada salah satu pihak yang berdusta. Bisa saja yang nyinyir dan maki maki Ulama, yang melempar muhaballah terkena dampak dan imbasnya. Dimana semua kejadian temtunya atas kuasa Allah ﷻ

Kita akhiri majlis hari ini dengan membaca :  

~ ucap syukur : الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

~ dan istighfar : أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
~ serta
Doa Kafaratul majelis,

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك َ
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

[In Syaaa ALlaah]  إِنْ شَاءَ الله  kebersamaan malam inih bermanfaat dan barokah.

أٰمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن [aamiin yaa Rabbal 'aalamiiiin]

و‌َالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT