Home » , , » GOLONGAN VVIP ALLAH

GOLONGAN VVIP ALLAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, November 21, 2017

 Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Senin, 30 November 2017
Rekapan Grup Bunda G5
Narasumber : Ustadzah Widya
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti



Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungkan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untukuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangkitkan ummat yang telah mati, memepersauntukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan sayaahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntukun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basamallah

Bismillahirrahmanirrahim...                       

GOLONGAN VVIP ALLAH

Kita kita ada yang tahu ummahat sekalian apa singkatan dari VVIP tsb?

Tapi sebenernya singkatan VVIP ini adalah

*Verry Verry Important Person*

Apakah maksud diatas ?
Sekarang Jika saya Tanya mengenai VVIP di kondangan tuh gimana posisi kedudukan tamu?

Di manapun tempatnya Jika Sudah ada tulisan *tamu VVIP* pasti kesan nya ekslusif, berkelas , atau khusus

Lalu bagaimana dengan menjadi tamu VVIP nya ALLAH?

seperti apakah pelayanan bagi para VVIP ini di akhirat?
Pastinya susah untuk kita bayangkan yaaaa

Didunia saja Sudah istimewa...

Kabarnya menurut hadits, sisir untuk wanita disurga terbuat dari emas Dan mutiara

Sekarang siapakah VVIP nya ALLAH ???

Mereka adalah orang orang yang senantiasa meluangkan waktunya hanya untuk Surat cinta NYA ALLAH yaitu ALQUR'AN...

Dialah penghapal Qur'an

Pasti dari kita ada rasa yang pesimis untuk menghapal kan kitab mulia ini kan ?

Na'am ini semua manusiawi

Cara mudah men charge iman kembali adalah dengan banyak mencari tahu kehidupan akhirat

Tentunya dengan dalil dalil yang sohih

Mari kita simak sebentar : 

Disebuntukan dalam shahih Bukhari dari sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alahi wasallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al Qur’an dan mengajarkannya”.

Disebuntukan juga dalam shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang mahir membaca al Qur’an bersama malaikat yang mulia lagi taat. Adapun orang yang membaca al Qur’an dengan terbata-bata dan berat atasnya maka baginya dua pahala”

Disebuntukan dalam shahihain juga Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ

“Perumpamaan seorang muslim yang membaca al Qur’an adalah seperti buah Utrujah, baunya enak dan rasanya juga enak. Adapun perumpamaan seorang muslim yang tidak membaca al Qur’an adalah seperti buah Kurma, tidak ada baunya dan rasanya manis”.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Bacalah al Qur’an sesungguhnya dia akan datang di hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya” [HR Muslim].

Dalam hadits lainnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pun juga bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah maka baginya sebuah kebaikan. Dan sebuah kebaikan dilipatgandakan sepuluh kalinya. Saya tidak mengatakan aliflammim sebagai satu huruf tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” [HR Tirmidzi]

Dari Nawwas bin Sam'an ra. telah berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. bersabda, "Di hari Akhirat kelak akan didatangkan Al Qur'an dan orang yang membaca dan mengamalkannya, didahului dengan surat Al Baqarah dan Surah Ali 'Imran, kedua-duanya menjadi hujjah (pembela) orang yang membaca dan mengamalkannya." (Riwayat Muslim)

Dari Aisyah ra. telah berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Orang yang membaca Al Qur'an dengan terbata-bata karena susah, akan mendapat dua pahala."(Riwayat Bukhari & Muslim)

Ini semua Baru hanya dengan membacanya saja... Belum menghapal kan nya...

Salut Dan bangga dengan akhwat yang ghirah nya menyala nyala walau terik diluar Dan panas Tapi tetap menimba ilmu
Maa syaa Allah... 

Dari Ibnu Umar ra. dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. telah bersabda, "Tidak boleh iri kecuali pada dua perkara: Laki-laki yang dianugerahi (kefahaman yang sahih tentang) Al Qur'an sedang dia membaca dan mengamalkannya siang dan malam, dan laki-laki yang dianugerahi harta sedang dia menginfakkannya siang dan malam." (Riwayat Bukhari & Muslim)

Dari Barra' bin 'Azib ra. telah berkata: Seorang laki-laki membaca surat Al Kahfi dan di sisinya ada seekor kuda yang diikat dengan dua tali panjang, tiba-tiba ada awan melindunginya dan semakin mendekat dan kudanya menjauhinya. Pagi-paginya laki-laki itu mendatangi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. dan menceritakan peristiwa tersebut, maka beliau bersabda, "Itu adalah ketenangan yang turun karena Al Qur'an." (Riwayat Bukhari & Muslim)

Dari Ibnu 'Abbas ra. beliau berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. bersabda, "Sesungguhnya orang yang tidak ada dalam dirinya sesuatu pun dari Al Qur'an laksana sebuah rumah yang runtuh." (Riwayat Tirmizi, beliau berkata: Hadits ini hasan sahih)

Dari Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash ra. dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada orang yang membaca Al Qur'an: Baca, tingkatkan dan perindah bacaanmu sebagaimana kamu memperindah urusan di dunia, sesungguhnya kedudukanmu pada akhir ayat yang engkau baca."(Riwayat Abu Daud dan Tirmizi, beliau berkata: Hadits ini hasan sahih)

Dari 'Uqbah Bin 'Amir ra. berkata; Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. keluar dan kami berada di beranda masjid. Beliau bersabda: "Siapakah di antara kalian yang tiap hari ingin pergi ke Buthan atau 'Aqiq dan kembali dengan membawa dua ekor unta yang gemuk sedang dia tidak melakukan dosa dan tidak memutuskan hubungan silaturahmi?" Kami menjawab, "Kami ingin ya Rasulullah" Lantas beliau bersabda, "Mengapa tidak pergi saja ke masjid; belajar atau membaca dua ayat Al Qur'an akan lebih baik baginya dari dua ekor unta, dan tiga ayat lebih baik dari tiga ekor unta, dan empat ayat lebih baik dari empat ekor unta, demikianlah seterusnya mengikuti hitungan unta."(Riwayat Muslim)

Dari Ibnu Mas'ud ra. bahawasanya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. bersabda, "Yang paling layak mengimami kaum dalam shalat adalah mereka yang paling fasih membaca Al Qur'an." (Riwayat Muslim)

Dari Imran bin Hushoin bahawa beliau melewati seseorang yang sedang membaca Al Qur'an kemudian dia berdoa kepada Allah lalu ia kembali membaca, lantas dia berkata aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. bersabda, "Barangsiapa yang membaca Al Qur'an maka berdoalah kepada Allah dengan Al Qur'an karena sesungguhnya akan datang beberapa kaum yang membaca Al Qur'an dan orang-orang berdo'a dengannya."(Riwayat Tirmizi, beliau berkata : Hadits ini hasan)

Dengan membacanya saja kita Sudah banyak mendapatkan keuntungan yang luar biasa

Dan inilah 4 janji Allah untuk para penghapal Al qur'an

1. Penghafal Al-Qur’an Telah Disejajarkan Dengan Para Nabi
Janji Allah SWT yang pertama untuk kaum muslim yang menghafal Al-Qur’an ternyata mereka telah disejajarkan dengan para Nabi. Hanya saja para pengahafal Al-Qur’an ini tidak mendapatkan dititipkan wahyu oleh Allah SWT. Hal tersebut sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang artinya. 

“Barangsiapa yang membaca (menghafal) Alquran, maka sungguh dirinya telah menyamai derajat kenabian hanya saja tidak ada wahyu baginya (penghafal). Tidak pantas bagi penghafal Alquran bersama siapa saja yang ia dapati dan tidak melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan kebodohan (selektif dalam bergaul) sementara dalam dirnya terdapat firman Allah.” (HR Hakim).

Pada zaman Rasulullah SAW, tidak jarang para penghafal Al-Qur’an ini diutamakan kedudukannya oleh beliau, salah satunya dalam memimpin delegasi. Mekanismenya adalah Rasulullah SAW akan menguji dan bertanya seputar hafalan. Selanjutnya Rasulullah akan memilih para calon pegawai dengan berdasarkan pada banyaknya hafalan yang dimiliki.

2. Para Penghafal Al Quran Telah Dianggap Sebagai Keluarga Allah yang Ada Di Bumi
Kaum muslim yang sudah menghafal Al-Qur’an tentu saja telah diberikan anugerah berupa ilmu. Bahkan karena hal tersebut para penghafal Al-Qur’an telah dianggap sebagai keluarga Allah di bumi. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW. 

Dalam sebuah hadist disebuntukan “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia..." Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda manjawab, “yaitu ahli Qu'ran (orang yang membaca atau menghafal Qur'an dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad)

3. Mendapat Derajat yang Lebih Tinggi saat Berada di Surga
Selain dijanjikan telah dianggap sebagai keluarga Allah saat di bumi, ternyata penghafal Al-Qur’an juga akan mendapatkan derajat yang lebih tinggi lagi saat berada di surga kelak. Betapa banyaknya manfaat Al-Qur’an bagi mereka yang menghafalnya. 

Dalam sebuah hadist berbunyi “Beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib quran, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau mentartilkan Al Quran di dunia sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi).

4. Tidak Hanya untuk Dirinya, Keistimewaan juga Akan diterima oleh Keluarganya
Janji Allah yang terakhir untuk penghafal Al-Qur’an adalah Allah akan memberikannya keistimewaan. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, keistimewaan tersebut juga akan diterima oleh keluarga terkhusus orangtuanya. 

Dalam sebuah hadist disebuntukan bahwa “dari Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda “Siapa yang membaca Alquran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini? Dijawab “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Alquran”. (HR. Al Hakim).” 

Demikianlah informasi mengenai empat janji Allah bagi penghafal Al-Qur’an.

 Oleh sebab itu, sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita untuk selalu mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari agar Allah SWT memberikan keberkahan untuk setiap muslim.

Berikut ini akan saya sampaikan beberapa fakta mengenai orang orang yang bersemangat menghapalkan Al qur'an

Kisah : 
 Seluruh Anggota Keluarga hafal AlQur’an

Di Riyadh ada sebuah keluarga yang memiliki 10 orang anak yang kesemuanya mampu menghafal AlQuran secara sempurna. Mereka menyisihkan kebanyakan waktu mereka  untuk membaca, murojaah dan tafsir AlQur’an. Dialah Ummu bakr yang hidup di lingkungan ilmu nan subur. Ayahnya seorang penuntut ilmu dan senantiasa berupaya mendidik anak anaknya dengan baik. Ditempat tinggalnya ada sebuah adat bahwa wanita tidak diperkenankan menikah sebelum menghafal AlQur’an. Maka ia mampu menghafal AlQuran ketika berusia 13 tahun.

“Ayahku berkomitmen untuk tidak menikahkan kami kecuali dengan orang yang baik agama dan akhlaqnya. Ia lebih mendahulukan yang telah hafal AlQuran dari yang lain. Oleh karenanya ia menikahkanku dengan seorang pemuda shalih yang juga seorang haafidz berusia 19 tahun yang mencintai AlQur’an dan sangat perhatian untuk mengulang ulangnya. Sekiranya ada orang yang bertanya kepadanya tentang satu ayat dalam AlQur’an, di surat mana tempatnya, nomor ayat keberapa dan ttempatnya dalam AlQur’an tentu ia akan menjawabnya dengan sangat cepat.

Keluargaku terdiri dari 13 orang. 10 dari mereka termasuk aku dan suamiku telah hafal AlQur’an secara sempurna. Adapun si kecil sedang menjalani proses penyelesaian hafalannya. Lingkungan kami yang baik  memudahkan proses menghafal melalui suami dan kesungguhan orang tuaku dimana keduanya sangat antusias untuk mengajarkan AlQur’an kepada anak anak sejak dini hingga salah seorang dari mereka tidak akan didaftarkan ke sebuah sekolah formal sebelum menghafal beberapa juz AlQur’an.

Semestinya semua keluarga bisa saling bahu membahu diantara mereka dan ada beberapa hal lain yang mesti diperhatikan baik baik yaitu:
1. Teladan yang baik dari kedua orang tua
2. Harus ditanamkan kecintaan terhadap AlQur’an, pengagungan serta penjelasan akan pentingnya AlQur’an
3. Menjauhkan segala yang melalaikan sekaligus yang diharamkan dari kehidupan dan lingkungan anak dari AlQur’an
4. Memotivasi mereka, sabar menghadapi mereka termasuk sabar terhadap kemalasannya yang terkadang muncul dan bersabar atas segala beban berat dan keletihan.

Kisah :

Seorang Ibu yang Kesembilan Anaknya Hafal AlQur’an

Sejak awal kehidupan rumah tangganya ia bertekad untuk mendidik anak anaknya agar mencintai AlQur’an dan pelajaran ilmu ilmu syar’i. Dan sebelumnya ia telah bertekad dihadapan Allah untuk menjadikan keshalihan dan ketaqwaan sebagai dasar dalam memilih seorang suami agar mendapatkan ridho Allah di dunia dan di akhirat.

“Suamiku adalah seorang hafidz dan salah satu pengajar ilmu syar’i. Ia senantiasa mendorong anak anak kami untuk menghafal AlQur’an dan mempelajari berbagai ilmu syar’i..”

“Aku berupaya mengajarkan Al-Qur’an kepada anak kami yang masih kecil sebelum ia belajar berbicara. kami senantiasa mengulang ulang kalimat tauhid dan syahadat serta ketaatan kepada Allah ditelinganya, hingga ia mampu mengucapkannya meski dengan pengucapan yang sangat lamban. Si kecil selalu mengatakan “Allah ada di langit.. Laa ilaaha illallah”. Hal ini terus berkelanjutan. Hingga saat ia mulai bisa mengucapkan kata kata, maka yang paling baik untuk diucapkan adalah AlQur’an. hampir 3 tahun hal itu berjalan hingga ia mulai menghafal juz ‘Amma. Kami berupaya mengajarkan keutamaan keutamaan pada anak anak kecil kami. Kami menumbuhkan dalam hati dan pikiran merekauntuk mengagungkan Allah sehingga mereka mampu menghafal fengan penuh semangat dan azam yang kuat dalam menghafal AlQur’an.

Suamiku sangat perhatian untuk menanamkan bibit bibit kebaikan pada anak anak kami yang masih kecil. Ia memasukkan mereka ke sekolah sekolah tahfidz diwaktu siang hari dan mengadakan forum tahfidz AlQur’an di rumah di sore hari sebab kami berupaya agar anak kami mampu mengkhatamkan AlQur’an sebelum ia mengkhatamkannya di sekolaj. Sebagaimana usaha kami agar anak telah hafal AlQur’an sebelum ia masuk ke sekolah.

Ummu ‘Abdirrohman melanjuntukan,

Hasil yang paling menonjol dan buah terbaik atas perjalanan yang menakjubkan pada diri kesembilan anak itu adalah mereka “..termasuk saya sendiri telah hafal AlQur’an” jawabnya dengan penuh kegembiraan. Dari pengalaman ini saya bisa menyimpulkan bahwa :

– berkecimpung dalam sekolah tahfidz dan halaqoh AlQur’an tidak menghalangi mereka untuk belajar atau menurunkan prestasi akademiknya. bahkan hal itu adalah sarana sekaligus motivasi yang paling baik untuk meraih prestasi.
– Banyak berbaur, shopping, dan acara acara lainnya merupakan penyebab terbesar dalam menyia nyiakan waktu dan membuyarkan perhatian dan pikiran.
– Saat ini kita hidup di zaman yang penuh dengan problem dan bencana yang senantiasa mengitari kita. Dan tidak ada yang dapat meneguhkan para pemuda selain AlQur’an, menghafal dan mempelajarinya.
– kebaikan akan senantiasa ada di tengah tengah manusia, namun amat sedikit. Diantara mereka ada yang memanfaatkan kebaikan itu untuk dirinya sendiri. Maka, apabila kedua orang tua berupaya mencurahkan segala usahanya, mereka akan menuai hasil..

Semoga dari kisah diatas akan timbul gairah kita untuk kembali meluruskan niat kita menghapal Al qur'an...
Bentuklah generasi rabbanni
Yang akan menolong kita kelak sampai ke surga
Aamiin Aamiin yaa mujibasailiin

TANYA JAWAB

Q : Assalamu'alaikum Warohmatullahi wabaraakatuh,,, ustadzah,,,izin bertanya..Problem kami dalam menghafal biasanya,,lagi semangat" nya menghafal ,,eh datang haid,,,nah ketika haid kenapa posisi lagi berasa down,,,timbul rasa malaslah,,, bagaimana trik supaya kita senantiasa Semangat walaupun hanya muraja'ah ketika haid datang?
A : Alaikumussalaam warrohmatullahi wabarakatuh.. Usahakan murotal tidak pernah berhenti saat haid , Jika perlu volume nya dibesarkan sekali.  Dan perbanyak melihat film saudara kita di suriah , palestina, Burma , Dan lain lain agar kita semakin timbul rasa cinta Dan butuh kpd Allah yang semakin kuat setiap harinya, in syaa Allah,Aamiin

Q : Bagaimana caranya untuk membiasakan anak-anak menghafal Al-Quran ustadzah anak-anak saya sudah mempunyai hafalan beberapa juz tetapi tetap harus diingatkan, dipaksa, diiming imingi hadiah dan lain nya belum mempunyai keinginan dari diri sendiri bagaimana ya ustadzah caranya 
A : Memang seperti itulah perjuangan seorang ibu. Tidak ada yang instant apalagi Jika ingin mencetak generasi yang soleh... Tetap sabar dalam mengingatkan anak anak ... Dan semakin kreatif , misal : memberi tulisan tulisan keutamaan penghapal Qur'an disetiap sudut rumah... Dan tentunya reward dari orgtua. Barrakallahu fiikh

Q : Untuk usia yang sudah lanjut ingin meng hafal Al quran apa bisa Ustazah...bagaimana kiat supaya bisa hapal
A : Tentu saja bunda , Pasti Bisa. Usahakan Tiap satu ayat diulang hingga 20 Kali agar betul2 tertanam kuat di kepala.

Q : Dalam omunitas Odoj ,kita diwajibkan untuk tilawah Satu hari satu juz,tujuannya agar kita selalu berinteraksi dengan Al-qur'an Karena Allah. Disaat Haid diwajibkan kita mendengarkan Murotal atau Tarjim(membaca terjemahan), pertanyaanya apakah disaat uzur(haid) apakah kita boleh memegang Tafsir yang akan digunakan untuk baca terjemahan,
A : Baiknya dengan gadget saja , ya, atau Jika ingin menyentuh dengan sarung tangan tak apa.


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika


“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT