Home » , » HIJRAH UMMU MA'BAD

HIJRAH UMMU MA'BAD

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, November 28, 2017

 Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Selasa, 26 September 2017
Rekapan Grup Bunda G5
Narasumber : Ustadz Kaspin
Tema : Kajian Siroh
Editor : Rini Ismayanti



Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungkan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untukuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangkitkan ummat yang telah mati, memepersauntukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan sayaahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntukun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basamallah

Bismillahirrahmanirrahim...                       

HIJRAH UMMU MA’BAD

Assalamualaykum warohmatullah wabarakatuh

Bismillahirrohmanirrohim

Mulailah harimu
Dengan senandung rindu
Tentang apa saja
yang ingin kau capai
di dalam hidupmu

Isilah kerinduanmu
dengan harapan-harapan
Yang mengubah 
hidupmu
Yang Menggugah 
keluargamu
Yang merangkul 
sahabatmu
Yang Menyejahterakan 
masyarakatmu
Yang memuliakan 
bangsamu
Yang membahagiakan 
sesamamu
Dan mendekatkan dirimu
kepada Tuhanmu

Karena
tanpa semua itu
kehidupanmu
menjadi tak bermakna

~ ituh ~
Dalam perjalanan hijrah tersebut sebuah nama ibu ibu
Namanya umu ma'bad
Demikian kisahnya
September 622 M. Secara diam-diam, Rasulullah SAW bersama Abu Bakar RA, Amir bin Fahira dan seorang penunjuk jalan bernama Abdullah bin Uraiqith bergegas meninggalkan Makkah menuju Madinah.

Duabelas tahun sudah Rasulullah menyebarkan agama Allah di kota Makkah, namun tekanan dari kafir Quraisy kian gencar.

Bahkan, kaum kafir Quraisy berniat untuk membunuh Rasulullah beserta sahabatnya yang telah masuk Islam. Guna menghindari kekejaman kafir Quraisy, Rasulullah pun kemudian hijrah ke kota Madinah.
Tanpa perbekalan yang memadai, Rasulullah berangkat menuju Madinah. Sebuah perjalanan yang tak mudah dan tak juga ringan.

Seperti diuraikan dalam buku Perempuanperempuan Mulia di Sekitar Rasulullah yang ditulis Muhammad Ibrahim Salim, di tengah perjalanan menuju kota Madinah, rombongan Rasulullah lewati sebuah kemah milik seorang wanita tua bernama Ummu Ma’bad di wilayah Qudaid -antara Makkah dan Madinah. Saat itu, Ummu Ma’bad sedang duduk di dekat kemahnya. Lantaran perbekalan yang minim, rombongan Rasulullah pun singgah ke kemah Ummu Ma’bad.

Rasulullah dan sahabatnya ingin membeli daging dan kurma dari Ummu Ma’bad. Namun, mereka tidak mendapatkan apa-apa. Saat itu, wilayah Qudaid sedang didera musim paceklik. Lalu Rasulullah melihat seekor kambing yang ada di dekat kemah Ummu Ma’bad.

Rasulullah pun bertanya, “Kambing betina apa ini wahai Ummu Ma’bad?”, Ummu Ma’bad menjawab, “kambing betina tua yang sudah ditinggalkan oleh kambing jantan.”

 Rasulullah kembali bertanya, “Apakah ia masih mengeluarkan air susu?” Ummu Ma’bad menjawab, “Bahkan ia tak mengandung air susu sama sekali.” 

Lalu Rasulullah meminta izin, “Bolehkah aku memerah air susunya?” Ummu Ma’bad menjawab, “Jika engkau merasa bisa memerahnya, maka silahkan lakukan.” Nabi Muhammad SAW pun mengambil kambing tersebut dan tangannya mengusap kantong susunya dengan menyebut nama Allah dan mendo’akan Ummu Ma’bad pada kambingnya tersebut.
Tiba-tiba kambing itu membuka kedua kakinya dan keluarlah air susu dengan derasnya.

Kemudian Rasulullah meminta sebuah wadah yang besar lalu beliau memerasnya sehingga penuh. Beliau memberi minum kepada Ummu Ma’bad hingga ia puas, lalu beliau memberi minum rombongannya hingga mereka pun puas.
Setelah itu beliau pun minum. Beliau kemudian memerah susu untuk kedua kalinya hingga wadah tersebut kembali penuh, lalu susu itu ditinggalkan di tempat Ummu Ma’bad dan beliau pun membai’atnya.

 Setelah itu rombongan pun berlalu.
Tak lama, datanglah suami Ummu Ma’bad dengan menggiring kambing yang kurus kering, berjalan sempoyongan karena lemahnya. Setelah melihat susu, ia bertanya keheranan, “Darimana air susu ini wahai Ummu Ma’bad? padahal kambing ini sudah lama tidak hamil dan kita pun tidak memiliki persediaan susu di rumah?” Ummu Ma’bad menjawab, “Demi Allah, bukan karena itu semua.

Sesungguhnya seseorang yang penuh berkah telah melewati (rumah kita), sifatnya begini dan begitu.” Abu Ma’bad berkata, “Ceritakanlah kepadaku tentangnya wahai Ummu Ma’bad.”

Ummu Ma’bad bertutur: “Aku melihat seorang yang tawadhu (rendah hati). Wajahnya bersinar berkilauan, baik budi pekertinya, dengan badannya yang tegap, indah dengan bentuk kepala yang pas sesuai bentuk tubuhnya.” Ia adalah seorang yang berwajah sangat tampan.

 Matanya elok, hitam dan lebar, dengan alis dan bulu mata lebat nan halus. Suaranya bergema indah berwibawa, panjang lehernya idea, jenggot nya tumbuh tebal dan sangat kontras lagi sesuai warna rambutnya; rapi, rata pinggir-pinggirnya a (dengan jambangnya) dan antara rambut dan jenggotnya bersambung rapi.
Jika ia diam, nampaklah kewibawaannya. Jika ia berbicara nampaklah kehebatannya. Jika dilihat dari kejauhan, ia adalah orang yang paling bagus dan berwibawa.

 Jika dilihat dari dekat, ia adalah orang yang paling tampan, bicaranya gamblang, jelas, tidak banyak dan tidak pula sedikit. Nada bicaranya seperti untaian mutiara yang bergu guran.
Beliau berperawakan sedang, tidak tinggi dan tidak pula pendek. Ia bagaikan sebuah dahan di antara dua dahan.

 Diantara ketiga orang itu, penampilannya paling bagus dan kedudukannya paling tinggi. Ia memiliki banyak teman yang me ngelilinginya. Jika ia berbicara, maka yang lain pun mendengarkannya. Jika ia memerintah, maka mereka segera melaksanakannya. Ia adalah orang yang ditaati, tidak cemberut dan bicaranya tidak sembarangan.

Abu Ma’bad berkata, “Demi Allah, ia adalah seorang dari Quraisy yang sedang diperbincangkan di kalangan kami di kota Makkah. Aku ingin menjadi sahabatnya. Sungguh aku akan melakukannya jika aku bisa menemukan jalan untuk mendapatkannya.”

Sungguh terperinci sifat sifat Rasulullah yang dituturkan Ummu Ma’bad. Kisah Ummu Ma’bad sangat masyhur, diriwayatkan dari banyak jalan yang saling menguatkan satu dengan lainnya

TANYA JAWAB

Q : Dulu waktu saya kecil, saya pernah ikut pesantren kilat di sebuah pesantren. Selama disana sering dibahas tentang mimpi bertemu rasulullah (lupa oleh ustadznya atau para santrinya). Katanya jika kita bermimpi bertemu dengan rasulullah, maka kita dijamin masuk syurga. Kami yang mendengara sangat gembira, bahkan sampai beredar amalan-amalan supaya bisa bertemu dengan rasulullah. Benarkah jika kita bertemu dengan rasulullah dalam mimpi maka kita dijamin surga? Dan bagaimana hukumnya amalan-amalan tersebut? 
A : Bukan jaminan bahwa mimpi itu bahwa ia pasti masuk surga jika mimpi itu tidak menjadikan nya shalih atau meneladani Rosulullah saw. Namun memang orang yang mimpi bertemu rosul adalah orang pilihan. 
Amalan amalan yang terkait jika memang ada perintah dari Rosulullah saw itu boleh dilakukan. Seperti shalawat sedekah dsbnya

Q : Amalannya bacaan abah. Saya lupa apa aja. Ada wirid-annya. Baca ini sekian kali, itu sekian kali. Sebenarnya ada nggak sih tuntunannya?
A : Kalau yang sejumlah sekian sekian biasanya tidak dari hadits. Sebaiknya dihindari saja jika meragukan

Q : Yang shokheh nya apa abah ?
A : Sholat solawat sedekah dan amalan lain yang biasanya namun kita lakukan dengan luarbiasa

Q : Kalau membaca deskripsi tentang rasulullah, baik tentang perawakannya maupun sifatnya, saya suka tetiba menangis. Sangat besar keinginan untuk bertemu. Apakah ini diperbolehkan? 
Makasih abah
A : Boleh. Semua kita rindu bertemu Rosulullah saw meski dalam mimpi

Q : Bulan Muharam, Adakah kaitannya dengan lebaran anak yatim? mohon penjelasannya karena tanggal 10 Muharram juga banyak yang merayakan sebagai hari rayanya anak yatim. Adakah dalilnya? Nuhun bah
A : Dalilnya wallahualam saya belum tahu, namun yang yatim butuhkan adalah bantuan hari hari...masa mereka dapat bantuan setahun sekali doang?...mungkin sekadar seremonial dan momentum ya boleh boleh saja karena ada orang orang tertentu yang ingin membantu dengan cara demikian.

Q : Kenapa disebut lebaran anak yatim bah..?
A : Ini jawaban ustadz Ahmad Sarwat Lc

Tentang lebaran anak yatim, mengapa sampai diidentikkan dengan bulan Muharram, karena ada anjuran untuk mengusap kepada anak yatim pada tanggal 10 Muharram yang dikenal dengan hari Asyura. Mengusap kepada anak yatim adalah bahasa ungkapan untuk memberikan santunan dan bantuan kepada mereka.

Anjuran ini memang sangat masyhur dikenal di sebagian masyarakat dan merupakan salah satu diantara amaliyah lainnya seperti puasa, shalat, silaturrahim, menjenguk orang sakit, memakai celak mata, mandi, meluaskan belanja, menziarahi orang alim dan lainnya. Sebagaimana dituliskan dalam kitab Ianatut- Thalibin tentang anjuran amaliyah pada 10 Muharram.

Namun bila dillihat dari dasar pensyariatannya, para ulama hadits umumnya berpendapat bahwa hanya puasa saja yang punya landasan yang kuat dengan hadits-hadits shahih. Yang juga punya dalil adalah meluaskan belanja. Sedangkan selebihnya hanya didukung oleh hadits-hadits dhaif bahkan sebagiannya maudhu dan mungkar.

Q : Abaaah, hijrah itu sebenar nya mudah asal berani tapi saat setelah hijrah itu yang sulit, tetap istikomah dengan keputusan kita berhijrah, godaan kuat banget blm lagi omongan yang rada nyelekit misalnya ih kamu masuk aliran apa sih aneh ato waah tumben udah jadi ustadzah sekarang mah...ish kadang sebel bah..mohon tips ya supaya kita tetap kuat dan istikomah di jalan yang baru kita pilih
A : Ya woles aja, kembali ke laptop eh niat. 
Biarin orang ngomong apapun toh dia punya pikiran dan mulut, yang penting bagaimana kita menerima omongan itu, mau baper kesel dan sebel atau biasa aja kan ini ujian...kita naik kelas
kalau tidak kuwat bisa bersandar pada bahu suaminya dan katakan...papah akuh tidah kuath

Q : Adzan dan Iqomat bayi yang baru lahir itu hukumnya gimana? Apakah ada dalilnya?
A : Boleh. Tidak ada dalil nya namun secara umum banyak ulama yang membolehkan, artinya kalimat yang bayi dengar adalah kalimat yang baik bukan dangdutan


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika


“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT