Home » , , , » KEUTAMAAN SABAR DALAM ISLAM

KEUTAMAAN SABAR DALAM ISLAM

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, November 21, 2017

 Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Selasa, 31 Oktober 2017
Rekapan Kajian Link Bunda
Narasumber : Ustadz Syahrowi
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti



Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungkan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untukuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangkitkan ummat yang telah mati, memepersauntukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan sayaahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntukun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basamallah

Bismillahirrahmanirrahim...                       

KEUTAMAAN SABAR DALAM ISLAM

```Sabar adalah salah satu sifat mulia yang diajarkan Allah dan Rasulnya kepada kita. Orang yang sabar akan mendapatkan kedudukan yang tinggi disisi Allah dan ganjaran yang besar```

Berikut ini adalah keutamaan-keutamaan dari sifat sabar dalam agama Islam :

1. Orang yang sabar akan senatiasa bersama-sama Allah.
Sabar adalah suatu tindakan mulia yang disukai oleh Allah, oleh karena itu siapapun orang yang selalu menerapkan dan mengusahakan kesabaran dalam menjalani kehidupannya akan lebih dicintai dan dekat dengan Allah SWT. Allah akan senantiasa memelihara kesabaran, menjaga, melindungi, dan menolong mereka dari setiap hal apapun yang menimpa mereka.

2. Apresiasi berupa predikat taqwa kepada orang-orang yang bersabar dalam menghadapi ujian Allah
Selain senantisa melindungi dan meridhai orang-orang yang bersabar, Allah juga akan memberikan sebuah apresiasi yang luar biasa berupa predikat taqwa dari Allah SWT.  

Hal ini telah dijelaskan dalam firman Allah dari surat al-Qur’an Al-Baqarah ayat 177 yang berbunyi:

۞لَّيۡسَ ٱلۡبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ قِبَلَ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلۡكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّ‍ۧنَ وَءَاتَى ٱلۡمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينَ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِي ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلۡمُوفُونَ بِعَهۡدِهِمۡ إِذَا عَٰهَدُواْۖ وَٱلصَّٰبِرِينَ فِي ٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلۡبَأۡسِۗ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ ١٧٧

Artinya:

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Al-Baqarah : 177)

Kemudian dalam surat Ali Imran ayat 125 yang berbunyi:

بَلَىٰٓۚ إِن تَصۡبِرُواْ وَتَتَّقُواْ وَيَأۡتُوكُم مِّن فَوۡرِهِمۡ هَٰذَا يُمۡدِدۡكُمۡ رَبُّكُم بِخَمۡسَةِ ءَالَٰفٖ مِّنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ مُسَوِّمِينَ ١٢٥

Artinya:

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. (Ali Imran : 125)

3. Bersabar adalah ladang pahala tanpa batas
Dalam surat az Zummar ayat 10 dijelaskan bahwa Allah SWT senantiasa akan memberikan balasan luar biasa kepada mereka berupa pahala yang lebih baik dan tanpa batas, dimana pahala tersebut hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang bersabar dalam menghadapi ujiannya.

قُلۡ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمۡۚ لِلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٞۗ وَأَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ ١٠

Artinya:

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS Az Zummar:10)

4. Allah menjanjikan kabar gembira bagi Orang-orang yang sabar

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٥

Artinya:

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS Al Baqoroh:155).

5. Orang-orang yang sabar adalah orang-orang yang mulia. 
Kemuliaan bagi orang-orang sabar ini dituangkan dalam surat Asy Syura ayat 43

وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ ٤٣

Artinya:

Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan (QS Asy Syura:43).


6. Orang-orang yang bersabar akan dapat mengambil hikmah
Dalam surat Ibrahim ayat 5 dijelaskan bahwa hanya orang-orang yang mampu menerapkan kesabaranlah yang nantinya akan mampu memetik nikmat hikmat atau pelajaran yang bermanfaat dari masalah-masalah dan ujian hidup yang dihadapinya. Ayat ini berbunyi:

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ بِ‍َٔايَٰتِنَآ أَنۡ أَخۡرِجۡ قَوۡمَكَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ وَذَكِّرۡهُم بِأَيَّىٰمِ ٱللَّهِۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّكُلِّ صَبَّارٖ شَكُورٖ ٥

Artinya:

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): “Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah”. Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyuku. (QS Ibrahim:5).

7. Orang sabar akan memperoleh keberuntungan, keselamatan
Sesungguhnya kesabaran itu akan mendatangkan keberuntungan dan meminimalisir rasa takut dari ketakutan apapun serta sangat berpeluang untuk masuk surganya Allah bagi siapapun yang menerapkannya.


8. Sabar mewariskan derajat kepeloporan dan kepemimpinan
Sifat sabar adalah salah satu kriteria yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin terlebih dalam hal agama. Hal ini dijelaskan dalam surat as-Sajdah ayat 24 yang berbunyi:

وَجَعَلۡنَا مِنۡهُمۡ أَئِمَّةٗ يَهۡدُونَ بِأَمۡرِنَا لَمَّا صَبَرُواْۖ وَكَانُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَا يُوقِنُونَ ٢٤

Artinya:

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS As-Sajdah:24)

9. Sabar merupakan bagian dari iman
Kesabaran sangat berhubungan dengan keimanan dan amal shalih seseorang, jika diibaratkan Kedudukannya kepala yang merupakan bagian terpenting untuk dimiliki oleh tubuh kita, maka tiada artinya jika keimanan kita tanpa adanya kesabaran dalam diri kita.

10. Sabar membuat kita lebih peka terhadap kekuasaan Allah SWT
Dengan menerapkan kesabaran dalam setiap ujian hidup maka akan menjadikan kita manusia yang lebih peka terhadap apa-apa yang menjadi kekuasaan dan keagungan Allah sang pencipta seluruh alam ini. Hal ini dijelaskan dalam surat Asy-Syura ayat 32-33 yang berbunyi:

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِ ٱلۡجَوَارِ فِي ٱلۡبَحۡرِ كَٱلۡأَعۡلَٰمِ ٣٢ إِن يَشَأۡ يُسۡكِنِ ٱلرِّيحَ فَيَظۡلَلۡنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهۡرِهِۦٓۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّكُلِّ صَبَّارٖ شَكُورٍ ٣٣

Artinya:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal di tengah (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung; Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur. (Asy-Syura : 32-33)

11. Segala urusan yang dihadapi oleh orang-orang sabar adalah baik
Sabar selalu mendatangkan hal-hal baik dlam kehidupan, bahkan meskipun kita tengah menghadapi masalah maupun ujian dalam kehidupan. Karena setiap masalah dan ujian yang kita hadapi pasti akan mendatangkan hikmah dan kebaikan dalam diri dan kehidupan kita. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis:

Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu’min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

12. Sabar sebagai cobaan bagi manusia
Seperti yang tertuang dalam pembahasan awal bahwa Allah menilai keimanan kita dari ujian-ujian yang diberikan kepada kita, apakah kita menghadapinya dengan sabar dan selalu melibatkan Allah atau bahkan sebaliknya, kehilangan kesabaran dan mengambil jalan yang salah.

Keimanan yang tinggi di hadapan Allah adalah ia yang mampu menghadapi ujian dengan sabar sehingga Allah memberikan ia cobaan yang lebih keras, sedangkan jika keimanannya lemah maka Allah akan memberikan cobaan yang lebih ringan.

Hal ini dijelaskan dalam hadis, bahwa:

“Dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ?. Beliau menjawab. Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya.

Kemudian dalam surat Muhammad ayat 31 juga dijelaskan tentang bagaimana Allah akan menguji manusia-manusia yang berjihad dan bersabar. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَنَبۡلُوَنَّكُمۡ حَتَّىٰ نَعۡلَمَ ٱلۡمُجَٰهِدِينَ مِنكُمۡ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَنَبۡلُوَاْ أَخۡبَارَكُمۡ ٣١

Artinya:

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu (Q.S. Muhammad : 31)

Wallahu'alam bisshowwab.  

TANYA JAWAB

Q : Bismillah saya mau bertanya ketika berhadapan dengan orang yang membuat kita meluapkan berbagai macam emosi kesabaran yang seperti apa yang harus dilakukan? Apakah diam adalah solusi? Dan apakah diam adalah kunci kesabaran ketika berhadapan dengan orang yang membuat emosi meluap-luap?
A : Emosi atau amarah sifat yang melekat dalam diri manusia, tapi Allah dan rasulNya memberikan kita cara mengendalikannya. Nasehat Rasulullah dalam salah satu hadistnya. “Jika marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah, jika masih emosian maka berbaringlah. Juga jika masih membara emosinya, maka berwudhu lah utk sholat”. Tahapan ini sebenarnya akan mampu mengurangi kadar amarah pada kita. Sama juga halnya jika sedang bicara keras, maka bisa dengan diam. Karena dengan diam akan mampu mengendalikan ucapan sumpah serapah, ucapan penghinaan dan melecehkan, dsb 
Wallahu'alam


Q : Gimana cara menumbuhkan rasa sabar ketika kita didzolimi oleh mantan suami kita terkait pembagian gono gini yang tidak adil? 
A : Sabar itu sebenarnya juga buka berarti berdiam diri, pasif dan tidak ada ikhtiar. Kalau memang kita didzolimi, maka kita perlu ikhtiar mempertahankan hak-hak kita, sabarnya itu terletak pada ketahanan kita dalam ikhtiar tsb. 
Wallahu'alam

Q : Ketika ujian atau musibah menimpa dan dirasa berat hingga banyak menangis ..apakah dikatakan tidak sabar ustadz?
A : Kalau sekadar menangis, itu fitrah saja. Karena Rasulullah pun menangis saat putranya ibrahim meninggal. Menangis itu sikap wajar ga ada pada semua orang, yang tidak dibolehkan adalah menangis nya tidak wajar sambil meraung-raung.
Wallahu'alam


Q : Ustad, saya ikut di group wa info kajian sunnah.. Niat hati ingin mengetahui info-info seputar kajian pekanan..  Kemarin malam adminnya nge share mengenai menjelek-jelekkan ustd abdul somad dan ustd adi hidayat. Lalu saya balas di group.. "jangan suka fitnah". Apakah saya termasuk orang yang gak bisa menahan sabar ya ustd?? Jujur saja.. Sakit sekali hati saya membaca postingannya
A : Yaa begitulah, terkadang ada saja saudara kita dari salafi yang mencari-cari kelemahan ustadz-ustadz yang bukan dari mereka. Terus diserang, dicari cara untuk menjatuhkan.  Untuk hal seperti ini, tidak usah ditanggapi. Sabar saja..


Q : Apakah makna sabar itu berarti berdiam diri, cuek terhadap masalah yang sedang terjadi atau membiarkan masalah berlalu tanpa diselesaikan?
seperti misalnya difitnah melakukan penghinaan terhadap tetangga, apakah perbuatan diam, dan membiarkan fitnah tersebut tersebar, tidak melakukan klarifikasi, termasuk dalam perbuatan sabar?
jazakallah khoir
A : Iya sepakat, bahwa sabar bukan pasif. Harus proaktif dalam melaksanakan ikhtiar untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Jika misalnya ada fitnah, maka jika dirasa perlu, bisa juga melakukan tabayyun dalam rangka meredam buruk sangka yang merajalela. Oleh sebab itu, sabar itu maknanya lebih kepada usaha kita mengatasi masalah. Misal masalah ekonomi, perlu bersabar sembari ikhtiar terus mancari rizki, bukan berdiam di rumah tanpa usaha. Wallaahu'alam

Q : Ustadz...ada pepatah mengatakan bahwa sabar manusia itu ada batasnya....berarti kan sisanya masih bisa dibilang ga sabar menghadapi hal diluar batas sabar. Bagaimana menyikapi ini Ustadz...apakah jadi masih tergolong orang yang tidak sabar padahal udah sempat sabar....
A : Sabar ada batasnya... ungkapan ini sering diungkapkan saat seseorang tidak bisa lagi menahan 'apa yang dirasakan' nya. Misal atas kesalahan seseorang, lantas ia memukulnya, karena beranggapan sabar ada batasnya. Pada hakikatnya sabar itu tidak ada ujungnya, cuma kita saja yang tidak sanggup bertahan menyemai sifat sabar ini dalam hati. Saat ia berada ditepi batasnya, maka saat itu sudah dirasuk syetan. Itulah sebabnya saat ada masalah, kita dianjurkan mengucapkan istighfar supaya berlindung dari pengaruh syetan yang menghilangkan sifat sabar tsb. Wallahu'alam


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika


“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT