Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , » Kiat-Kiat Dekat Dengan Anak dan Mendidiknya

Kiat-Kiat Dekat Dengan Anak dan Mendidiknya

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, November 13, 2017


 Image result for mendidik anak

Rekap Kajian Online Hamba Allah Ummi G-7
Hari/Tgl : senin 14 agustus 2017
Materi : Parenting
Narasumber : Bunda Azzam
Waktu kajian : pagi 08.00  Wib -selesai
Editor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Kiat-Kiat Dekat Dengan Anak-Anak dan Mendidiknya
~ Oleh Syech DR Shallabi ~
Bagi anda yang ingin menjaga anak-anaknya dari penyakit kejiwaan, ikutilah beberapa kiat berikut ini dan Anda akan melihat hasil yg nyata.

Program membentuk interaksi intensif dengan anak:

  1. Ngobrollah bersama anak-anak 20 menit per hari seperti layaknya mengobrol dengan seorang teman (tanpa memberi nasehat, tanpa membicarakan tentang sekolahan atau arahan apapun)

  1. Ungkapkan perasaan kasih sayang dari ayah terhadap anaknya 5-10 kali per hari.

  1. Pujilah anak setiap hari 5 kali atas perilaku positif yang dilakukannya.

  1. Pujilah anak-anak setiap hari 5 kali terhadap hal-hal yang nampak (seperti senyumannya, rambutnya, matanya, atau yang lainnya)

  1. Seminggu 2 kali ikutsertakan anak-anak pada aktifitas diluar rumah walaupun 5 menit (seperti jalan-jalan dan olahraga)

  1. Sebelum tidur, 3 menit setiap hari tanamkan nilai-nilai kepada anak seperti:
    ~ Nak, ayah senang sekali hari ini kamu melakukan ini dan itu..
    ~ Ayah senang kamu sdh membantu adik perempuanmu
    ~ Ayah senang kamu jadi anak yg taat dan patuh.

  1. Seminggu 2x makan malam bersama anggota keluarga baik didalam atau diluar rumah. Sebaiknya waktunya agak longgar sehingga obrolan dan diskusi dengan anggota keluarga porsi waktunya lebih banyak.

  1. 1-3 menit perhari lakukan hal berikut (dan anda menjadi pendengar setia):
    ~ Duduklah bersama anak anda ditempat yang tenang dan persilahkan si anak untuk mengutarakan apapun tanpa ada tekanan atau diskusi. Tidak mengomentari atau memotong pembicaraannya. Setelah 3 menit berlalu selesai pula obrolan anda dengan anak anda.

  1. Ekspresikan cinta Anda pada anak atas perilaku-perilakunya sehari-hari :

Lima sentuhan perhari:
~ Belailah kepala bagian belakang anak (sebagai bentuk kasih sayang)
~ Letakkan tangan di kepala anak (bentuk kebanggaan)
~ Letakkan tangan diatas kening anak (bentuk ketenangan)
~ Letakkan tangan dikedua pipi anak (bentuk kasih sayang)
~ Genggam tangan anak untuk menguatkan hubungan dan cinta anda
~ kalau anaknya lagi marah atau ada perasaan kesal atau tidak enak (tepuk dadanya dengan lembut)

Empat ciuman setiap hari:
~ kecupan kening saat menyambut kedatangan anak anda (pulang sekolah atau dari manapun)
~ kecupan kepala anak untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya
~ ciuman di pipinya sebagai ekspresi rasa rindu.
~ ciuman di tangan untuk menyambut dan mengekspresikan sayang.

Empat pelukan berbeda-beda selama sehari
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, adalah suri teladan kita dalam membina hubungan dan menjadi contoh terbaik dalam mendidik anak. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selalu mencium Fathimah Az Zahraa setiap kali bertemu, mengecup keningnya, mencium tangannya dan mendekapnya di dalam rumahnya atau ketika di masjidnya dihadapan para sahabat.

Terakhir, jagalah hubungan dg anak anda sehingga dia mencintaimu, mentaatimu dan berbakti kepadamu.
Dengan program ini anda sedang membangun kepribadian anak anda, mengenali sifatnya, meningkatkan kecintaannya dan Anda menjadi ayah teladan menurut pandangannya. Semua hal-hal yang merusak hubungan yang biasa anda lakukan atau penyebab labilnya kepribadian anak, keras kepala, masa pubernya yang mengganggu, penyimpangan moral dan sebab-sebab penyakit lainnya akan hilang dan lenyap (secara sendirinya).

Katakanlah kepada anak (laki-laki/perempuan) anda: Terima kasih anakku kamu telah mengisi kehidupanku.
Jadilah orang tua yg lemah lembut...(pada anaknya)

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TANYA -JAWAB

T : Bertanya bunda, apakah kedua orang tua atau hanya ayah saja atau ibu saja yang berinteraksi dengan anak seperti dalam materi itu, karena jika anak-anak udah besar (karena anak saya perempuan) merasa agak malu kalau mengobrol ke ayahnya.
J : Sentuhan bagi anak baligh sdh berbeda dengan yang belum baligh. Yang wanita dengan ayahnya sudah bukan masanya di pangku. Di peluk di bahu sebagai tanda perlindungan laki-laki atas wanita, memberi rasa nyaman dan aman, bila mengobrol hal-hal yang intim dan sangat wanita bisa dengan ibunya. Tetapi anak wanita tetap harus tahu laki-laki itu seperti apa dari ayahnya.

T : Makasih materinya ustadzah, jadi berkaca, ijin bertanya, Sama si sulung sudah banyak debat walaupun Ananda baru kelas 1 SMP, kemungkinan karena saya sering membatasi Ananda membuka HP untuk main game atau buka IG yang saya rasa kurang perlu, padahal masih banyak tugas sekolah yang belum elesai. Bagaimana sebaiknya cara yang tepat untuk menasehati Ananda tanpa membuat Ananda jadi meletup/marah?Terima kasih sebelumnya ustadzah.
J : Bikin aturan bersama kesepakatan yang dia setujui itu yang saya lakukan pada anak-anak saya. Saat azzam bermain game berlebihan dan menyebabkan nilai TO-nya terjun bebas di angka 22, (walau masih 7 koma rata-ratanya), saya tidak perlu marah, azzam berderai-derai airmata minta maaf kalau nilainya jatuh. Dia kasih HP-nya ke ibunya. Saya peluk, saya bisikan "ini yang ibu khawatirkan nak...saat waktu mu habis sia-sia dengan main game, hak ibu diabaikan, hak Allah dilalaikan maka ini yang terjadi, bukankah faidza azamta fatawskkal 'alallah nak..." "Ia bu...maaf aku janji 2 minggu lagi TO berikutnya aku janji menebus nya".
Dan 2 minggu berikutnya TO-nya 27 dengan rata-rata 9.
Artinya, selalu tanamkan pada anak tentang konsekwensi logis pilihan-pilihan. Kita yang buat aturan. Sepakati bersama.

T : Maaf disambung, sudah ustadzah, namun karena berdalih semua info sekolah ada di HP, akhirnya Ananda minta jangan dibatasi, karena pernah saat waktunya tidak pegang HP, info sekolah malah banyak tertinggal...#serba-salah?!
J : Tidak kah ada grup kelas antara orangtua dan wakel? Kalau saya ada, jadi info-info dari wakel ada di grup dan saya tahu kapan harus mengingatkan azzam mengerjakan. Saya tidak ada line, guru biasanya kasih info di line. Azzam bilang "ini ada tugas  mtk/ipa aku googling ya bu?". Yang penting jangan ada password. Kalau sudah password artinya ada sesuatu yang tidak boleh di ketahui orangtua.

Kita harus sering tarik ulur ada saat tegas juga, ambil dan katakan tidak jika ada pelanggaran, ini untuk mencegah anak ngelunjak melampaui apa yang kita percayakan. Saya perlakukan itu pada anak-anak saya. Alhamdulillah gadjet bagi saya justru manfaat sekali.
Fauzan dan izzadudin mendapat emas nasional mewakili Jabar karena harus melototin laptopnya berhari-hari dikarantina. Semua akan positif jika kita bisa beri rasa tanggjawab, dan tidak main-main saya akan terapkan punishment jika mereka melanggar aturan.

T : Bunda, pusnishment yang bagaimana yang di terapkan pada anak yang melanggar aturan bunda?
J : Kalau saya selalu membuat aturan yang konsekwensinya juga mereka sepakati. Contoh. Kalau saya melihat itu pelanggaran maka dia tahu saya akan ambil HP-nya, atau dia tidak boleh baca komik, tidak boleh nonton kartun kesukaannya, tidak dapat uang jajan tambahan, atau harus menghafal ayat 2 atau 3. Dan azzam memilih menghafal ayat. Dan MasyaAllah juz 29 ada berapa surat yang selesai.

T :Ijin bertanya, untuk anak yang ada di rumah mumgkin kita bisa lakukan bunda, tapi anak saya yang besar sekarang di pesantren jadi intensitas pertemuan terbatas. Selama ini untuk membangun kedekatan kami biasa telepon setiap ahad dan menjenguknya satu bulan sekali tapi waktunya juga tidak bisa lama, apakah ini cukup ustadzah?
J : Anak-anak saya mondok semua, yang bisa dilakukan adalah intensif saat telepon dengerin apa yang dia mau, rasa dan harapkan, berikan rasa nyaman bahwa ibu salalu ada untukmu. Yakinkan bahwa pondok bukan untuk membuang mereka dari keluarga, terus support sisi positifnya, jangan dikekang banyak aturan apalagi di tuntut banyak hal.

T : Saya tanya bunda, yang di share di materi itu untuk rentang usia anak berapa tahun ya bunda?
J : Relatif ya. Sebagai orangtua kita bisa sensitif mana yang bisa diterapkan untuk anak yang sudah usia 15 ke atas. Mana yang untuk balita

T : Bertanya lagi bunda, apakah mengusap pungung anak sambil mendoakan saat anak tertidur termasuk dalam ekspresi cinta ke kepada anak?
J : Ia. Ini justru bagus. Dalam kondisi alfa anak dibawah sadar akan menghafal apa yang dia dengar. Perdengarkan doa-doa, ayat-ayat dan kisah-kisah heroik kenabian maka itu akan tertanam dalam jiwanya.

T : Maaf bunda mau bertanya lagi saya punya keponakan kebetulan ibunya sudah cerai, anaknya perempuan kelas 1 SMP dan belum pernah ketemu ayahnya sejak ibunya cerai, kebetulan waktu kelas 6 pernah menemukan foto ayahnya waktu pernikahan dengan ibunya anak ini sempat minta keterangan dari ibunya dan sayangnya ibunya tidak mau menjelaskan mungkin karena takut konsentrasi anaknya akan terganggu, kebetulan anak ini dekat juga dengan saya memang dia belum pernah nanya ayahnya ke saya, tapi kalau suatu saat dia nanya baiknya seperti apa dan sekarang tampaknya dia sudah mulai tertarik dengan lawan jenis kira-kira apa yang bisa saya sampaikan ke dia karena saya sendiri takut salah ngomong nanti ibunya tersinggung.
J : Bicara dari hati ke hati dengan ibunya. Bahwa anak wanita itu apapun yang terjadi walinya adalah ayahnya, kalau masih hidup. Tidak bisa diwakilkan. Dan katakan dengan bijak pada ponakannya bahwa tanpa hadirnya ayah tidak mungkin ada dia di dunia. Pahamkan bahwa ada takdir yang membuat seseorang bisa punya keluarga utuh dan ada yang tidak. Jangan tanamkan kebencian, terus dampingi dia mengenal sosok ayah dari orang baik dilingkungan kelarganya. Contoh kakek yang kharismatik, atau paman atau adik laki-laki ibunya. Sehingga ia tetap dapat gambaran laki-laki yg baik.
Seperti anak-anak saya, yang ditinggal wafat abinya waktu fauzan kelas 9, izzadudi kelas 5 dan azzam kelas 2, begitu masih bocah. Ada kakak kandung saya yang alhmdulillah beliau profesor dosen ipb, ustadz yang mengajar riadhusshalihin untuk dosen-dosen ipb, dari pamannya anak saya belajar bagaimana menjadi qawwam dan imam. Menjaga 5 waktunya ke masjid seperti pamannya yang juga imam masjid. Jadi sosok sebagai figur laki-laki tetap ada di benak anak-anak saya. Diiringi dengan cerita-cerita betapa abi mereka begitu romantis, kokoh akidahnya dan sangat mencintai ibunya (nenek anak-anak), saudara perempuannya (budhenya anak-anak) dan saya sebagai istrinya. Laki-laki yang kuat menahan lisan untuk tidak marah dan menyakiti perasaan 3 wanita di sisi abi. Dan itu terus saya ulang

~~~~~~~~~~~~~~~~
Selanjutnya, marilah kita tutup kajian kita dengan bacaan istighfar 3x
Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x

Do'a Rabithah
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment