Home » , , » MEMUJI ALLAH ATAS SEMUA NIKMAT

MEMUJI ALLAH ATAS SEMUA NIKMAT

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, November 21, 2017

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Senin, 18 September 2017
Rekapan Grup Nanda 2
Narasumber : Ustadah Lilah
Tema : Kajian Fiqh Muamalah
Editor : Rini Ismayanti



Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungakan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahanyaa ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangakitkan ummat yang telah mati, memepersatukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dlm lautan syahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangakah indahanyaa kita awali dengan lafadz Basmallah

Bismillahirrahmanirrahim...        

MEMUJI ALLAH ATAS SEMUA NIKMAT

*mampu karena Allah yang memampukan* 
“Allah telah menciptakan kamu sekalian dalam keadaan lemah lalu menjadikan kamu dari keadaan kuat itu menjadi lemah dan berubah...” (Ar Ruum 54)

*senantiasa terhubung dengan ALlah swt* 
“ ... ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram “ (QS Ar-Ra’d 28)

*karena satu-satunya sayarat bertambahnya nikmat adalah bersyukur* 
dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berkata “ sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-ku) maka pasti azabKu sangat berat (QS Ibrahim 7)

Bersyukur. Inilah yang membuat perbedaan besar antara rasa cinta dan benci,malas dan termotivasi. Bukankah mata, telinga, tangan kaki yang anda miliki bukan hasil karya anda sendiri? Bukankah usia dan kesehatan adalah pemberian? Ya anda hanya penerima. Manusia adalah hamba yang tidak bisa menciptakan dirinya sendiri, tak bisa menentukan kapan datangnya kematian, tak bisa mencegah ujian dan rasa sakit. Sebagai penerima, bukankah tak pantas untuk mencela si pemberi ? bukankah tak pantas pula untuk mengatur si pemberi; “kau harusnya memberi ini dan bukan itu kepadaku”. Atau berkata, “aku tak sudi, bawa kembali pemberianmu, ganti dengan yang lebih baik dari ini!”. Bersyukur adalah adab terbaik dari seorang hamba kepada Rabb-Nya. Itulah yang membuat seorang hamba mulia di mata RabbNya. Ah, sekiranya kita menyadari seperti apa yang dirasakan Fudhail bin Iyadh ketika berkata “ hal yang selalu membuatku malu pada Rabbku adalah amalku cacat ibadahku berpenyakit namun karuniaNya selalu sempurna. Bersyukurlah, itu yang membuat sesama manusia bisa mencintainya. Banyak mengeluh, meratapi diri, menceritakan semua masalah dan perasaaan negatif pada orang lain, selalu menyebut nyebut apa yang tak dimilikinya membuat orang lain enggan mencintai kita. 

*kita hanya akan mendapatkan apa yang kita usahakan* 
Setiap orang menginginkan kesuksesan, namun apakah setiap orang telah mengupayakan kesuksesan tersebut ? apakah setiap orang telah mengetahui caranya ? apakah kebiasaan kebiasaan yang anda lakukan selama ini mendekatkannya pada kesuksesan atau justru pada kegagalan? Mungkinkah anda sukses jika anda tidak membangun pondasi yang kuat dalam kehidupan anda? 
ada 4 macam tipe orang dan kesuksesan 

1. Manusia yang TIDAK mengerti keinginan dan tujuan hidupnya di dunia
2. Manusia yang mengerti keinginannya tapi TIDAK tahu CARA mencapai keinginannya
3. Manusia yang TAHU tujuan hidupnya dan TAHU cara mewujudkannya : tapi TIDAK memiliki rasa PERCAYA DIRI untuk mewujudkan apa yang ia ketahui/rencanakan
4. TAHU keinginan dan tujuannya dalam hidup serta PERCAYA DIRI mewujudkannya

“ sesungguhnya manusia hanya mendapatkan apa apa yang ia usahakan. Usahanya PASTI akan diperlihatkan. Kemudian usahanya itu akan dibalas dengan balasan yang setimpal “ (QS. An-Najm 39-41)


*membersihkan hati* 
Rasa percaya diri sebenarnya adalah pantulan dari pikiran dan perasaan yang berulang ulang hadir dalam kepala seseorang. Rasa percaya diri adalah pantulan dari kumpulan sikap dan respon seseorang terhadap orang lain, begitu pula dengan munculnya rasa tidak percaya diri. Orang yang sering bicara sendiri saat orang lain presentasi, maka ia akan lebih grogi saat presentasi. Merasa khawatir bahwa presentasinya tak bagus dan tak layak didengarkan. Mengapa pikiran negatif itu hadir dalam pikirannya? Karena selama ini ia sering mengabaikan orang lain, maka ia cenderung berpikir diabaikan oleh orang lain. 
Siapa yang menyombongkan diri maka ia lebih sering merasa rendah diri dan tidak bisa menghargai pencapaian orang lain. Orang yang belajar mendengarkan dan menghargai, akan lebih lancar dan tenang dalam bicara. Kalau pun ada orang lain yang memilih bicara sendiri saat ia bicara, maka ia akan memilih diam dan mendengarkan sejenak meskipun saat itu dialah yang punyak hak dan kesempatan bicara. Nothing too lose. Hatinya lebih lapang dan ringan. Kalau ada yang mendengarkan alhamdulillah, kalau ada yang tidak mendengarkan pun tidak apa apa, itu adalah pilihan mereka. Yang terpenting baginya adalah menyampaikan apa yang harus ia sampaikan, kalau ada yang kurang sempurna itu adalah tanda bahwa ia harus belajar lebih baik lagi. Ya, itulah mindset seorang pembelajar sejati. Tak perlu menjadi sempurna untuk memulai keberhasilan. Karena memang tidak ada keberhasilan sempurna pada usaha pertama. Tak perlu takut melakukan kesalahan untuk menjadi percaya diri. Karena orang yang bisa belajar dari kesalahannya, justru akan meingkat rasa percaya dirinya. Tak perlu berusaha membuat semua orang setuju, suka dan sependapat dengan kita untuk bisa percaya diri. Seseorang yang percaya diri bukan semata mata yakin karena kemampuannya saja, tetapi karena yakin bahwa ia berada dalam kebenaran dan Allah pasti menolongnya. 

*jangan berandai-andai, mulai dari yang ada*
Barangsiapa tidak bisa bersyukur dengan nikmat yang sedikit, maka ia tidak bisa bersyukur dengan nikmat yang lebih banyak
menginginkan banyak hal namun tak mulai melaksanakannya justru akan mmebuat kita semakin rendah diri. berandai-andai membuka pintu-pintu syetan dan menjadikan kita sibuk dengan angan-angan sehingga energi untuk beramal berkurang. 

*tak akan bisa sempurna, berdamai dengan kekurangan dan optimalkan potensi*
Tak perlu menjadi sempurna untuk memulai keberhasilan. Karena memang tidak ada keberhasilan sempurna pada usaha pertama. Tak perlu takut melakukan kesalahan untuk menjadi percaya diri. Karena orang yang bisa belajar dari kesalahannya, justru akan meingkat rasa percaya dirinya. Tak perlu berusaha membuat semua orang setuju, suka dan sependapat dengan kita untuk bisa percaya diri. Seseorang yang percaya diri bukan semata mata yakin karena kemampuannya saja, tetapi karena yakin bahwa ia berada dalam kebenaran dan Allah pasti menolongnya. justru karena menyadaribahwa diri lemah, maka kita akin berhajat pada pertolongan Allah. fokus pada kekuatan dan perbaiki kelemahan

Ibnu Athailah memberi tips lain yang sangat bagus dalam menyikapi kelemahan ini: “tampilkanlah dengan sesungguhnya sifat-sifat kekuranganmu niscaya Allah akan menolong dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dengan kehinaanmu, niscaya Allah akan menolongmu dengan sifat kesempurnaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dengan ketidakberdayaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kekuasaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dengan kelemahan niscaya Ia menolongmu dengan daya dan kekuatan-Nya.”

jangan takut berkata tidak 
maksiat membuat kita tidak percaya diri 

“ mengapa kalian suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan sedangkan kalian melupakan diri (mengerjakan kewajiban diri) kalian sendiri, padahal kalian membaca kitab?” (al Baqarah 44).  

sikap orang mukmin terhadap kesalahannya '
Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)”, (Al- Anbiya:64)

TANYA JAWAB

Q : Ustazah, ada ga PD yang di larang?
A : PD yang diiringi kibr
Q : Kibr itu apa bun?
A : Sombong

Q : Ustadzah, ada seorang anak. Ia pintar dan periang. Cuman karena ayahnya suka bohong makanya ia jadi anak yang ndak periang, ndak pd dan ndaj berprestasi lagi. Ini menyikapinya gimana ustadzah?
A : Yang hrs diperbaiki pertama tentu si ayah. Percuma fokus pada anak
Q : Gimana caranya bun? Ayahnya ini juga orang yang pesimis. Dulu ayahnya kaya, tapi karena ditipu juga. Jadinya gitu. 
A : Kecuali bisa ambil peran kepada anak. Tapi masalahnya selama ortu blum mau berubah dan menyadari kesalahan, berat ke anaknya nanti
Q : Iya bun, cuman anaknya sudah remaja. Itu seperti udah membekas dan susah di rubah.
A : Sebenarnya bisa, tidak pernah ada kata terlambat


Q : Ustadzah, bagaimana mnjaga diri untuk tetap termotivasi, tapi tidak 'berandai-andai', dan tidak membandingkan potensi diri dengan potensi orang lain hingga menjadi manusia yang kurang bersyukur?
A : Modal pertama adalah ikhlas. Kesannya jauh ya...Tapi hati yang ikhlas akan senantiasa dalam bimbingan Allah. Belajar mensyukuri dari hal yang paling kecil dalam hidupkita. Jika perlu buat jurnal syukur sehari-hari

Q : Bun dosa tidak kalo menjauhi orang yang hanya memberi aura negatif, padahal kita bahagia hanya bentuk rasa syukur karena bisa jadi menutupi kesedihan dan merasa ada orang jauh lebih susah drpada kita
A : Boleh....sepanjang bukan membenci pribadi orang tsb

Q : Bagaimana ya yang perlu diperbaiki, sering kali takut menyakiti orang lain saat mau mengambil keputusan, kemudian mencari pertimbangan ke orang lain & akhirnya nurut sama keputusan yang dipilih orang lain tsb?
A : Jika memang keputusan orang tsb lebih baik, boleh saja. Tapi jika mengganjal, ahsan pilih keputusan sendiri, sepahit apapun konsekuensinya

Q : Assalamualaikum ustadzah.... Saya mempunyai teman yang sangat percaya diri tapi terkadang percaya diri nya ia...membuat diri nya merasa sombong... bagaimana kita menyikapi teman yang seperti itu ustadzah.
Dan ada juga teman saya mempunya keinginn yang sangat menggebu -gebu..disamping itu dia mudah putus asa. Bagaimana ya ustadzah agar teman saya tidak seperti itu dan agar ia juga tidak mudah frustasi/putus asa...
A : Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakaatuh. Kalau bicara tentang orang lain, sebenarnya tugas kita hanya mengingatkan. Sudah... selesai. Jika mampu, lakukan dan itu yang terbaik. Tapi jika tidak, doakan

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baikloah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engakau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”






Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT