Home » , » Sederhana dalam Nasehat

Sederhana dalam Nasehat

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, November 21, 2017


Image result for nasehat sederhana

Kajian Online Hamba Allah Ummi G-2
Hari/Tgl :senin 21 Agustus 2017
Materi : Sederhana dalam Nasehat
Narasumber : Ustadzah Yeni/Bunda Lien
Waktu kajian : jam  19.30 -selesai
Edittor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Sederhana Dalam Nasihat

Saudaraku Fillah, sore yang indah, langit merekah. Ada seorang bapak bersama anaknya yang beranjak dewasa. Mari kita simak obrolan santai mereka,

Anak (Ak) : "Ayah mengapa kita perlu nasehat?"
Ayah (Ah) : "Karena Allah SWT yang mewajibkan nya Anakku".
Ak : "oh, betulkah?"
Ah : (Sambil tersenyum) “Betul,  dalam Al Qur'an surat Al Ashr, Allah menjelaskan kepada kita tentang ciri orang beriman. Yaitu, orang-orang yang saling menasehati dalam kebeneran dan kesabaran.”
Ak : “Aku sering mendengar, orang-orang bilang, ah itu bukan urusan gue , urus sendiri atuh masing-masing.”
Ah : “yah itu ada. Anakku, coba kita buat analogi. Misal dulu para nabi, Rasulullah, ulama, orang saleh dan Muslih bilang seperti itu...kira kira apa yang terjadi?
Ak : tersenyum kecut. “Islam tidak akan sampai pada kita Bapak. Karena masing-masing orang sibuk dengan urusan nya sendiri.”
Ah : “pinter, anak Bapak.”
~~~~~~

Allah SWT berfirman dalam sebuah ayat suci ini....
“Serulah (manusia)  kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Anhl: 125)

Abu Wa’il Syaqiq bin Salamah berkata, Ibnu Mas’ud RA mengingatkan (berceramah) kami setiap hari Kamis. Seseorang berkata, “Hai Abu Abdurrahman, aku ingin Anda mengingatkan kami setiap hari.’ Ia menjawab, ‘Yang menghalangi aku untuk hal itu adalah karena aku tidak suka membuat kalian bosan. Aku memperjarang nasihat untuk kalian sebagaimana Rasulullah juga memperjarang nasihatnya untuk kami karena khawatir membosankan kami.'” (Muttafaq Alaihi).

# Bayangkan! Jika setiap muslim beriman  berupaya semaksimal mungkin untuk saling mengajak kepada kebaikan, mengajak kepada hal yang akan mendekatkan kepada Allah Swt. Dan, melarang dari perbuatan yang tidak disukai Allah Swt. Apa yang akan terjadi?

# Salah satu hikmah mengapa kita harus saling menasehati adalah karena setiap orang mendambakan keselamatan hidup. Keselamatan dari kerusakan, dari hal-hal yang membahayakan dirinya, lahir atau batin.

Berita baiknya, islam mendorong ada yang memberitahukan kepada kita tentang hal-hal yang tidak kita ketahui tersebut. Pemberitahuan itulah yang bisa jadi sebuah nasehat, masukan atau kritikan. Agar kita tahu kekurangan kita dan segera memperbaikinya.

Berita buruknya, diantara kita masih belum siap menerima kritikan, nasehat dari orang lain. Terlebih jika orang yang memberi nasehat itu kita anggap lebih rendah dari kita.

Sahabat Fiddin...Menerima nasehat itu laksana bercermin.
Agar tiap diri kita bisa menjadi cermin untuk saudara kita, hindari memberi nasihat secara kasar pada seseorang. Karena hanya menimbulkan rasa sakit hati, dan bukannya mendekatkannya pada kebaikan.

Prinsip dasar hikmah yang terkandung dalam QS. An Nahl 125 meliputi 3 hal :
  1. Tepat Waktu
  2. Tepat Cara
  3. Tepat Tempat

Selain itu, akan lebih baik jika kita sertakan cara-cara berikut dalam memberi nasihat :
  1. Nada lembut tanpa menghakimi
    Ketika kita melihat seseorang melakukan perbuatan yang salah, berulang, dan kita ingin menghentikannya, akhirnya kata-kata kasar kita keluar.
    Sebentar! Semakin kasar ucapan kita, semakin kita terlihat menghakimi dan semakin sulit kita dimengerti. Pesan kita tidak sampai, rasa benci justru tumbuh. Dimanakah kata-kata penuh welas asih dan nada yang lembut itu?

  1. Hargai pendapat
    Kita semua memiliki pendapat, dan kita  ingin agar pendapat kita didengar dan dihargai.

  1. Tempatkan diri kita dalam posisi yang tepat
    Kita semua tahu betapa menyenangkan dan memuaskannya menghakimi orang lain. Namun pernahkah Anda tempatkan diri Anda pada posisi seseorang yang Anda hakimi, atau seseorang yang menjadi sasaran pernyataan menyakitkan Anda?

  1. Sambut dunia dengan optimisme
    Polisi syariah* melewatkan kenyataan bahwa setiap orang bisa menjadi lebih baik. Sikap seseorang pada hari ini mungkin akan lebih baik keesokan harinya. Daripada memberikan label tertentu, ingatlah bahwa setiap orang menjadi lebih baik setiap hari ~ termasuk juga Anda.

  1. Sampaikan secara pribadi
    Saat Anda memberi masukan pada seseorang di muka umum, itu namanya mempermalukan. Kecuali ketika itu kita dalam posisi sebagai narasumber yang berdiri di depan umum yaa. Jika Anda benar-benar tulus menyeru pada kebaikan, maka nasihatilah ia secara pribadi.  Anda akan merasa puas karena telah melakukannya dengan baik.

Maka, memberi nasehat itu seperti kita sedang makan  kacang garing yang gurih.  Lho? Ketika kita lihat kacang, kulitnya saja menarik, seperti batik.
Menarik minat untuk segera membuka kulit dan merasakannya isinya. Setelah satu-dua biji, seterusnya tak mau berhenti mengupas untuk menikmati. Lagi dan lagi. Rasanya yang renyah semakin memikat hati.  Apalagi ada rasanya asin-asinnya. Semakin terasa nikmatnya. Rasa asinnya itu saya ibaratkan kritikan atau sindirian dalam nasehat kita. Tetap enak, tapi tidak melukai hati saudara kita.
Kritikan kita tetap enak didengar dan terasa nyaman didengar.

Sebaliknya seperti rasa asin yang ada pada kacang garing, rasanya malah jadi nikmat yang menimbulkan sensasi tersendiri.
Bikin saudara kita ketagihan nasehat kita. Mau coba??
Wallahu a'lam



●●●□□●●●

TANYA JAWAB

T : Bagaimana cara kita menasehati orang yang umurnya lebih tua dari kita (sepuh) yang sering melakukan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama Islam bunda, tapi itu ajaran dari nenek moyangnya yang turun temurun?
J : Ini tidak mudah mbak may secara mereka lebih banyak makan asem garam, kitanya harus sabar memberi nasihat, jangan menggurui, dekati perlahan-lahan, semua butuh proses lama dan tentunya bantuan hidayah Allah maka kuatkan hati dengan do'a.

T : Suka sedih saja sudah sepuh tapi kok masih ikutin tradisi begituan?
J : Karena itu tradisi mbak, tidak bisa kita 100% menyalahkan karena itu turun temurun, andai kita berada diposisi mereka tentunya bisa jadi kita berbuat demikian. Ini menjadikan kita agar selalu bersyukur betapa hidayah itu mahal dan tidak mudah. Jadi mari kita lapangkan hati kita doakan semoga Allah beri petunjuk.

T : Tanya  perlukah kita menasihati teman kita yang sekuler atau liberal agar kembali ke jalan yang benar?
J : Perlu tapi dengan cara yang ahsan/baik, hindari debat dan tentunya ketika menasihati kita punya ilmunya agar tidak buat kesal hati karena dipatahkan .

T : Bagaimana tipsnya Ustadzah agar cara kita ingin meluruskan dengan cara yang lebih ahsan?
J : Perbaiki niat, pahami yang akan disampaikan kenali karakternya, gunakan kata-kata yang santun.sesuai karakter orang tersebut. Intinya masuki dunia mereka lalu ajak ke dunia kita. Terakhir tawakal, doakan sungguh Allah Maha membolak balikkan hati

T : Ustadzah anak saya remaja, gimana caranya ya agar nasehat kita di denger kadang saya suka baper kalau lagi nasehatin anaknya kayak yang cuek, tadinya lembut kadang suka baper jadi agak kenceng?
J : Kenali dunia anak  remaja, masuklah dalam dunia mereka in syaa Allah akan mudah,  yang dibutuhkan oleh mereka adalah didengarkan bukan dihakami, ujian kesabaran untuk kita orangtua.


~~~~~~~~~~~~~~~~
Selanjutnya, marilah kita tutup kajian kita dengan bacaan istighfar 3x
Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x

Do'a Rabithah
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT