Home » , » Tamasya ke Surga

Tamasya ke Surga

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, November 20, 2017


Image result for surga

REKAP KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH G2 BUNDA
Hari/tggl :Jum'at,18 Agustus 2017
Tema : Tamsya ke Surga
Narsum : Ustadz Undang S
Notulen :Wien
Editor : Sapta
========================
Tamasya ke Surga

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Kalau bukan ke surga hendak kemana lagi kita lebihkan kehidupan kita kelak ?
Karena surga tempat asal kita dunia hanya persinggahan semata
Pernahkah engkau merindukan surga ?
Hingga kemilau dunia pun redup di matamu
Hingga senyum senantiasa menyertai detikmu
Hingga tak ada keluh satupun bersama harimu

Pernahkah surga seakan nyata di matamu ?
Sehingga masalah dunia kau rasakan terlampau kecil
Hingga pundakmu terlalu lebar tuk pikul bebanmu

Pernahkah kau mabuk dengan surga?
Hingga wajahmu lekat di sujudmu
Hingga kau nikmati panjang doamu
Hingga matamu tak dapat terpejam di ujung malam

Pernahkah kau rindu surga ?
Hingga umurmu kau rasakan panjang
Tuk segera menikmatinya
Karena engkau yakin di sanalah akan bertemu dengan kekasih Abadi mu

Elemen surga yang akan abadi dan tidak akan pernah hilang
Kehidupan tanpa kematian
Kesenangan tanpa penderitaan
Kekayaan tanpa kemiskinan
Kesempurnaan tanpa cacat
Kebahagiaan tanpa kesedihan
Kehormatan tanpa kerendahan
Pengetahuan tanpa kealfaan

Karena surga terlalu bernilai
Tak akan mudah untuk mendapatkan nya
Diperlukan perjuangan keras, kesabaran, kesyukuran, dan ilmu sebagai bekalnya

Surga adalah negeri kemuliaan yang abadi, negeri yang penuh dengan kenikmatan yang sempurna, yang tak ada cela sama sekali. Berbagai kenikmatan telah Allah l persiapkan di sana. Dalam hadits qudsi, Allah l berfirman:
“Aku telah persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang tak pernah dilihat mata, tak pernah terdengar oleh telinga, dan tak pernah terbetik di hati manusia.”

Kemudian Rasulullah n berkata, “Kalau mau, silakan kalian baca:
“Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka. (as-Sajdah: 17)’.” (HR. al-Bukhari no. 3244)

Akan  agungnya nikmat surga ketika dibandingkan dengan kesenangan duniawi. Kesenangan dunia dibandingkan dengan kenikmatan akhirat sangatlah rendah. Oleh karena itu, masuk surga dan selamat dari neraka adalah kesuksesan yang agung, kemenangan yang besar. Allah berfirman:
“Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.” (Ali Imran: 185)

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar, itu adalah keberuntungan yang besar.”  (at-Taubah: 72)

Setiap muslim pastilah merindukan surga. Merindukan berbagai kenikmatan yang telah dipersiapkan oleh Allah  di sana.  Mau tahu apa saja ?

Surga dalam bahasa Arab disebut (جَنَّةٌ ) “Jannatun” yang artinya: Taman yang di dalamnya terdapat pemandangan yang indah dan pepohonan yang rindang.
Surga dinamakan (جَنَّةٌ ) “Jannatun” karena di dalam surga terdapat pemandangan yang sangat indah dipandang dan juga terdapat pepohonan yang rindang.
Surga berada di tempat yang tinggi yaitu berada di langit yang ketujuh yang bernama “Sidrotul Muntaha”.  Allah berfirman:
“(Yaitu) di Sidrotul Muntaha, di dekatnya terdapat surga tempat kembali” … (QS. An Najm :14-15)

Namun sebaliknya nereka berada di tempat yang paling rendah, yaitu di bagian bumi yang paling bawah. Allah berfirman:
“Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)” … (QS. At Tiin :5)

Luasnya Surga
Surga sangat luas seperti luasnya langit dan bumi.  Allah berfirman:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” … (QS. Ali Imron :133)

Keindahan Surga
Keindahan surga sangat luar biasa sehingga tidak bisa dijangkau dengan angan-angan manusia. Allah berfirman:
“Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam keni’matan) yang menyejukkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan” … (QS. As Sajdah :17)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Allah Azza Wa Jalla berfirman:
“ِAku persiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang sholih keni’matan (disurga) yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pula terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dihati manusia” … (HR Bukhori :3244, Muslim :2824)

Tanah, kerikil, batu bata di Surga
Rosulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Batu bata (di surga) dari emas dan batu bata dari perak, lumpur (untuk mengecat) dindingnya terbuat dari minyak kesturi, kerikilnya terbuat dari mutiara dan intan, tanahnya terbuat dari minyak za’faron” … (HR. Ahmad)

Rumah dan Istana di Surga
Rosulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Aku masuk surga, tiba-tiba aku melihat istana yang terbuat dari emas” … (HR. Tirmidzi)

Umar berkata: Kalau begitu istana kita banyak Ya Rosulallah. Beliau bersabda: Apa-apa yang disisi Allah lebih banyak dan lebih baik” … (HR. Ahmad :4/103)

Taman dan Pepohonan di Surga
Allah berfirman:
“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. (Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas” … (QS. Al Waqi’ah :27-30)

Rosulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya di dalam surga terdapat pohon, apabila seseorang yang berkendaraan lewat dibawah naungannya selama seratus tahun, ia tidak dapat menempuhnya” … (HR. Bukhori & Muslim)

Rosulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Tidak ada pohon di surga melainkan tangkainya terbuat dari emas” … (QS. HR. Tirmidzi :2525)

Buah-buahan di Surga
Allah berfirman:
“Dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya” … (QS. Al Waqi’ah :32-33)

“Buah-buahannya dekat” … (QS. Al Haqqoh :23)

Ibnu Abbas rodhiyallahu anhuma berkata:
“Apabila penghuni surga ingin mengambil buah-buahan surga, maka buah tersebut turun mendekat sehingga diapun mengambil apa saja yang ia suka.” Baro’ bin Azib rodhiyallahu anhuma berkata: “Mereka memetik buah dengan tidur” … (Hadil Arwah karya Ibnul Qoyyim :230-231)

Surga Bertingkat-Tingkat
Telah ada dalam nash yang sahih bahwa surga ada seratus tingkat, jarak antartingkat sejauh langit dan bumi. Dari Abu Hurairah z, dari Rasulullah n yang bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ
“Sesungguhnya di surga ada seratus tingkat yang dipersiapkan bagi para mujahidin di jalan-Nya. Jarak antatingkat seperti jarak bumi dan langit.” (HR. al-Bukhari no. 2790)

Pintu-Pintu Surga
Pintu surga ada delapan, salah satunya bernama Rayyan. Dari Sahl bin Sa’d z, dari Nabi n yang bersabda:

فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ
“Di surga ada delapan pintu. Ada pintu yang dinamai Rayyan, tidak ada yang masuk melalui pintu tersebut melainkan orang-orang yang puasa.” (HR. Buhari: 3257)

Akan ada orang yang dipanggil untuk masuk dari semua pintu, di antara mereka adalah Abu Bakr z. (lihat Shahih al-Bukhari no. 1879 dan Shahih Muslim no. 2418)

Penjaga Surga
Allah berfirman:
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dibawa ke dalam surga berkelompok-kelompok (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedangkan pintu-pintunya telah terbuka, berkatalah penjaga-penjaganya kepada mereka, “Keselamatan (dilimpahkan) untuk kalian. Berbahagialah kalian! Masukilah surga ini, kalian kekal di dalamnya.” (az-Zumar: 73)

Dari Anas bin Malik z, Rasulullah n berkata:

آتِى بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ. فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لاَ أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ
Aku mendatangi pintu surga dan minta untuk dibukakan. Penjaga surga pun berkata, “Siapa kamu?” Aku menjawab, “Muhammad.” Penjaga surga berkata, “Aku telah diperintah membukanya untukmu, dan aku tidak boleh membukanya untuk orang lain sebelummu.” (HR. Muslim no. 507)
Ayat dan hadits di atas menunjukkan bahwa surga ada penjaganya dari kalangan malaikat.

Pasar di Surga
Dari Anas bin Malik z, Rasulullah n berkata:

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ لَسُوقًا يَأْتُونَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ فَتَهُبُّ رِيحُ الشَّمَالِ فَتَحْثُو فِي وُجُوهِهِمْ وَثِيَابِهِمْ فَيَزْدَادُونَ حُسْنًا وَجَمَالاً فَيَرْجِعُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَقَدِ ازْدَادُوا حُسْنًا وَجَمَالاً فَيَقُولُ لَهُمْ أَهْلُوهُمْ: وَاللهِ، لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالاً. فَيَقُولُونَ: وَأَنْتُمْ وَاللهِ، لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالاً
“Sungguh di surga ada pasar yang didatangi penghuni surga setiap Jumat. Bertiuplah angin dari utara mengenai wajah dan pakaian mereka hingga mereka semakin indah dan tampan. Mereka pulang ke istri-istri mereka dalam keadaan telah bertambah indah dan tampan. Keluarga mereka berkata, ‘Demi Allah, engkau semakin bertambah indah dan tampan.’ Mereka pun berkata, ‘Kalian pun semakin bertambah indah dan cantik’.” (HR. Muslim no. 7324)

Sifat-Sifat Wanita Surga
Allah dan Rasul-Nya telah menyebutkan sifat-sifat wanita surga, di antara sifat wanita surga:
  • Akhlak dan Tubuh Mereka Telah Disucikan. Asy-Syaikh Abdurahman as-Sa’di berkata, “Mereka disucikan akhlak dan tubuhnya. Lisan dan pandangan mereka telah disucikan.”
  • Tidak Pernah Disentuh Pria Lain dan Tidak Memandang Pria Lain. Allah berfirman:
    “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.” (ar-Rahman: 56)
  • Usia Mereka Sebaya. Allah  berfirman:
    “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan. (Yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, wanita-wanita yang sebaya.” (an-Naba: 31—33)
  • Mereka Dijadikan oleh Allah sebagai Gadis.

Demikian Paparan kali ini. Yang benar datang nya dari اللّه. Mohon maaf jika ada salah salah kata dalam penulisan , itu murni kesalahan ana yang masih fakir dalam ilmu Agama.

جزاكم الله خير جزاء شكرا وعفوا منكم...
فا استبقوا الخيرات...
والسلام عليكم ورحمة الله و بر كاته
==================
TANYA - JAWAB

T : Ustadz jika kagum terhadap sesuatu seharusnya mengucapkan MasyaAllah ya, bukan Subhanallah?
J : Naam. Subhanalloh di pakai untuk jika melihat kejelekan/keburukan. MasyaAlloh jika melihat hal-hal yang bagus

T : Apakah benar pasutri akan bertemu di surga kalau dua-duanya masuk surga?
J : Benar. Seorang istri akan bersatu kembali dengan suaminya di surga kelak bahkan bersama-sama anak keturunannya baik laki-laki dan perempuan selama mereka beragama Isalam (mentauhidkan Allah -pen). Hal ini didasarkan pada firman Allah Ta’ala,

والذين آمنوا واتبعتهم ذريتهم بإيمان ألحقنا بهم ذريتهم وما ألتناهم من عملهم من شيء
” Dan orang-orang beriman, berserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan. Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga) dan kami tidak mengurangi sedkitpun pahala amal (kebajikan) mereka.” (QS. Ath Thur: 21).

Allah menceritakan diantara doa malaikat pemikul ‘Arsy,

ربنا وأدخلهم جنات عدن التي وعدتهم ومَن صلح مِن آبائهم وأزواجهم وذرياتهم إنك أنت العزيز الحكيم
“Ya Rabb kami masukanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang shalih diantara nenek moyang mereka, istri-istri dan anak keturunan mereka. Sungguh Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ghafir: 8)

T : Ustadz mau nanya, pernah dengar katanya semua muslim yang sholat kelak masuk surga, apakah benar seperti itu, lalu bagaimana dengan muslim yang tidak sholat namun di akhir hayatnya sempat mengucapkan kalimat tauhid?
J : Ingat surat alzalzalah. Kejahatan sebesar biji jarah akan mendapatkan balasan dan kebaikan sebesar biji jarahpun akan mendapatkan balasan . Apakah seseorang yang semasa hidupnya tak pernah sholat bisa melafalkan kalimat tauhid menjelang akhir hayatnya ~ wallahu a'lam, hanya Allah saja yang tahu. Ada sebagian pendapat ulama bahwa saat sakratul maut itulah gambaran kehidupan di dunia selama ini. Wallahu a'lam.

T : Ustadz apakah kitta bisa diperlihatkan surga lewat mimpi? Maksudnya seperti mimpi bertemu orang yang sudah wafat di istana yang indah, kebun dengan lapangan rumput hijau. Atau kita sedang tertidur di matras yang sangat empuk di tengah kebun tetiba dibangunkan wanita cantik mengatakan kamu belum saatnya ada di sini kemudian terbangun. Apakah itu benar-benar kita berada di surga atau bagaimana ustadz?
J : dalam hadits qudsi Rasulullah SAW telah menyebutkan Allah mengatakan: “Aku telah menyiapkan bagi hamba-hambaku yang sholeh kenikmatan-kenikmatan di surga yang tidak pernah dilihat oleh mata-mata mereka, yang tidak pernah didengar oleh telinga-telinga mereka bahkan tidak pernah terbetik dalam hati mereka”.
Jangan mudah  percaya pada mimpi karena terkadang Setan bermain di sana . Dalam hadits qudsi sudah jelas dalam hati saja tidak terbetik apalagi dalam mimpi. Tatkala Allah menyebutkan tentang taman disurga tentu taman yang sangat indah yang tidak pernah dilihat oleh mata kita, tidak pernah didengar oleh telinga kita bahkan tidak terbetik didalam hati kita, kita mau menghayalkan bagaimana keindahan taman tersebut pasti salah hayalan kita, pasti salah 100% salah karena tidak bisa dibandingkan antara indahnya dunia dengan indahnya akhirat dan bahkan tidak boleh dibandingkan karena sangat jauh berbeda. Wallahu a'lam

T : Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarakatuh, Ustadz apakah di akhirat nanti hanya ada dua tempat yaitu surga dan neraka? Dan bagaimana kah bila orang yang amal baik nya dan amal buruk seimbang, ia nanti ditempat kan dimana ustadz? Terimakasih.
J : Orang-Orang yang Timbangan Kebaikan dan Keburukannya Seimbang (Sama)

وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ وَعَلَى الأعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلا بِسِيمَاهُمْ وَنَادَوْا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ سَلامٌ عَلَيْكُمْ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ  .وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَارُهُمْ تِلْقَاءَ أَصْحَابِ النَّارِ قَالُوا رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ . وَنَادَى أَصْحَابُ الْأَعْرَافِ رِجَالًا يَعْرِفُونَهُمْ بِسِيمَاهُمْ قَالُوا مَا أَغْنَى عَنْكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ.
“Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A’raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. dan mereka menyeru penduduk surga: “Salaamun ‘alaikum[Mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kalian]”. mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya). Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu. Dan orang-orang yang di atas A’raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: “Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu.” (QS. Al A’raf 46-48)

Pada hari kiamat nanti manusia semuanya akan dihitung amalnya. Setelah penghitungan amal selesai, diberikan kepada setiap orang catatan dari amal perbuatan mereka itu. Bagi orang yang amal kebaikannya lebih banyak dari keburukannya maka tempat kembalinya adalah surga. Sebaliknya, orang yang amal keburukannya lebih banyak dari amal kebaikannya maka tempat kembalinya adalah neraka. Lalu bagaimana dengan orang yang antara amal kebaikan dan keburukan yang ia lakukan seimbang? Apakah mereka yang disebut dengan ashabul a’raf? Siapakah ashabul a’raf sebenarnya? Apakah ada tempat ketiga setelah surga dan neraka?

Pengertian Al A’raf. A’raf adalah jama’ dari urf yang artinya pagar yang tinggi yang diletakkan antara penduduk surga dan penduduk neraka. Adapun secara bahasa makna urf yaitu tempat yang tinggi. (Fathul Qadir, Juz III hal 39)
Ibnu Jarir berkata bahwa yang dimaksud disini adalah dinding sebagaimana yang disebutkan oleh Allah dalam firman Allah,

فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُورٍ لَهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَابُ
“Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa”. (Qs. Al Hadid 13)

Mujahid berkata : “Yang dimaksud a’raf adalah pembatas antara surga dan neraka.”
Ibnu Abbas berkata : “Ia adalah sebuah pagar “.
As-Sudi berkata : “Dinamakan a’raf karena penghuninya mengetahui keadaan manusia (yang ada di surga dan di neraka).” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/119)

T : Ustadz, benarkah seorang anak perempuan yang meninggal dikala masih kecil (belum baligh) akan menjadi bidadari syurga? atau pelayan syurga? Apakan kelak di syurga anak perempuan itu sudah tidak anak-anak lagi? Apakah yang di layani itu para penghuni syurga? Apakah bidadari /bidadara syurga itu dari manusia didunia (yang beramal sholeh dan dimudakan kembali) atau murni dari syurga yang belum pernah terjamah? Apakah penghuni syurga bisa bebas memilih teman hidup/pasangan, yang tidak memilih dengan suaminya ketika di dunia? Jakallah khoir ustadz.
J : Untuk menjawab hal yang ghaib ini, kita harus melihat penjelasan yang ada dalam syari’at Islam. Tidak bisa berdasarkan kepercayaan belaka atau karena apa yang sering didengar di televisi.

Ruh Anak Mukmin yang Meninggal
Di hadits yang sangat panjang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang mimpi beliau yang diajak oleh dua malaikat. Mimpi itu merupakan kejadian nyata yang dialami penghuni kubur sebelum nanti menghadapi hari penghisaban.
Dalam hadits itu, ada salah satu bagian yang menceritakan tentang sebuah taman yang di tengahnya ada sebuah pohon. Di bawah pohon itu ada seorang laki-laki yang dikelilingi oleh anak-anak.

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan kepada malaikat yang menemaninya perihal mimpinya, mereka menjawab, “…Sedangkan orang tinggi yang berada di dalam taman adalah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Adapun anak-anak yang ada di sekitar Ibrahim adalah setiap anak yang meninggal dalam keadaan fitrah. ‘Sebagian kaum Muslimin berkata: “Wahai, Rasulullah. Apakah juga anak-anaknya orang-orang musyrik?’ Beliau menjawab,”Ya, juga anak-anaknya orang-orang musyrik.”* (HR. Al-Bukhari no. 7047, kitab At-Ta’bir, bab Ta’birur Ru`ya ba‘da Shalatish Shubh)
Mayoritas ulama berpendapat bahwa mereka berada di surga. Bahkan Imam Ahmad menyatakan bahwa hal ini merupakan ijma’ (kesepakatan).

Dalil yang mendukung pendapat ini adalah riwayat yang menceritakan ketika Ibrahim putra Rasulullah meninggal dunia, Rasulullah bersabda,

انَّ إبْرَاهِيْمَ ابْنِي وَإِنَّهُ مَاتَ فِي الثَّدْيِ وَإِنَّ لَهُ لَظِئْرَيْنِ تُكَمِّلاَنِ رَضَاعَهُ فِي الْجَنَّةِ
“Sesungguhnya Ibrahim putraku meninggal dalam masa persusuan, dan sesungguhnya baginya di surga dua orang ibu susuan yang akan menyempurnakan susuannya.” (HR Muslim no 2316)
Sabdanya pula, أطفال المؤمنين يكفله إبراهيم
“Anak-anak orang mukmin ditanggung Nabi Ibrahim di surga.” (HR. Ibnu Hibbân 1826, dishahihkan oleh Al Albânî dalam Shahîhul Jâmi’ 3/155).

Hadits-hadits di atas merupakan hadits umum yang berlaku bagi anak muslim yang meninggal.

Beberapa kesimpulan yang bisa diambil berkaitan dengan anak muslim yang meninggal adalah :
  1. Insya Allah mereka berada di surga bersama nabi Ibrohim
  2. Anak kecil yang meninggal tidak lantas menjadi malaikat atau bidadari di surga. Mereka tetap menjadi anak-anak.
  3. Anak kecil yang meninggal adalah manusia dan bukan titisan (reinkarnasi) malaikat.
Wallahu a’lam.

T : Ustadz pernah dengar kalau semua yang beragama Islam pasti masuk surga namun sebelum ke surga maka harus di bersihkan dahulu dari dosa yaitu di neraka dahulu?
J : وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا . ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا
Tidak ada seorangpun dari kamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. (QS. Maryam: 71 – 72)

Imam as-Sa’di mengatakan, Ayat ini diarahkan kepada seluruh makhluk. Yang baik maupun yang jahat. Mukmin maupun kafir, bahwa mereka semua pasti akan menghampiri neraka. Sebagai bentuk ketetapan dari Allah dan ancaman bagi para hamba-Nya. Dan itu pasti terjadi, tidak bisa dielakkan.

Selanjutnya, beliau menyebutkan beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang makna ‘menghampiri neraka’ itu,
Pertama, yang dimaksud ‘menghampiri neraka’ dalah memasukinya. Namun bagi orang mukmin, itu menjadi dingin dan mereka selamat.
Kedua, bahwa semua makhluk akan mendatanginya, sehingga mereka semua mengalami ketakutan, kemudian setelah itu, Allah selamatkan orang yang bertaqwa.
Ketiga, maknanya adalah melewati jembatan, yang berada di punggung jahannam.  Manusia melewatinya  sesuai bekal amal yang mereka miliki.  Ada yang seperti kilat, ada yang seperti angin berhembus, atau ada yang seperti kuda cepat, ada juga seperti onta cepat. Ada yang berlari, ada yang berjalan, ada yang tersandung-sandung, dan ada yang terambar hingga masuk neraka.

Semua sesuai kadar taqwanya. Karena itulah, Allah berfirman di lanjutan ayat,

ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا  وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا
“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS. Maryam: 71 – 72)

Karena yang kekal di neraka, hanyalah orang kafir. (Tafsir as-Sa’di, hlm. 498).
Dan keterangan ini, sesuai tafsir Ibnu Abbas, sebagaimana yang diriwayatkan at-Thayalisy, dari Syu’bah, dari Abdullah bin Saib, dari orang yang pernah mendengar Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

“وإن منهم إلا واردها” يعني: الكفار
“Tidak ada seorangpun dari kamu, melainkan mendatangi neraka itu.” Maksudnya adalah orang kafir. (Ibnu Katsir, 5/283)
Allahu a’lam

T : Ustadz, di syurga nanti, kita berkumpul bersama orang-orang yang kita kenal selama di dunia? Atau di syurga nanti kita seperti manusia yang baru terlahir? Yang belum kenal dengan satu sama lain sebelumnya?
J : Di akhirat seseorang dibangkitkan bersama idolanya, Allah akan mengumpulkan golongan yang sama kita akan dikumpulkan dengan orang yang kita cintai hadist Nabi berkumbul bedama orang kita sayang disurga mereka terkumpul bersama dengan orang yang dicintainya. Setiap orang akan dikumpulkan bersama dengan orang yang ia cintai meski mungkin saja amalnya jauh dari mereka. Ini adalah dorongan untuk berteman dengan orang sholih. Juga menunjukkan bahayanya berteman dengan orang kafir.
Zir bin Hubaisy berkata,
أَتَيْتُ صَفْوَانَ بْنَ عَسَّالٍ الْمُرَادِىَّ أَسْأَلُهُ عَنِ الْمَسْحِ عَلَى الْخُفَّيْنِ فَقَالَ مَا جَاءَ بِكَ يَا زِرُّ فَقُلْتُ ابْتِغَاءَ الْعِلْمِ فَقَالَ إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَطْلُبُ.
“Saya mendatangi Shafwan bin ‘Assal radhiyallahu ‘anhu. Saya bertanya tentang mengusap dua sepatu khuf. Shafwan berkata, “Apakah yang menyebabkan engkau datang, wahai Zir?” Saya menjawab, “Untuk mencari ilmu.” Ia berkata lagi, “Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang ia cari.”
  1. Para ulama sangat semangat untuk mencari ilmu.
  2. Di antara keutamaan menuntut ilmu adalah sampai malaikat pun membentangkan sayapnya sebagai tanda ridha dan menghormati setiap orang yang mencari ilmu. Ilmu yang dimaksud di sini adalah ilmu syar’i.
  3. Setiap yang Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– sampaikan mengenai perkara ghaib seperti perihal malaikat yang memiliki sayap dan mereka meletakkan sayapnya pada penuntut ilmu, wajib untuk dibenarkan seakan-akan hal itu kita lihat langsung.

قُلْتُ إِنَّهُ حَكَّ فِى صَدْرِى الْمَسْحُ عَلَى الْخُفَّيْنِ بَعْدَ الْغَائِطِ وَالْبَوْلِ وَكُنْتَ امْرَأً مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَجِئْتُ أَسْأَلُكَ هَلْ سَمِعْتَهُ يَذْكُرُ فِى ذَلِكَ شَيْئًا قَالَ نَعَمْ كَانَ يَأْمُرُنَا إِذَا كُنَّا سَفَرًا أَوْ مُسَافِرِيِنَ أَنْ لاَ نَنْزِعَ خِفَافَنَا ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيَهُنَّ إِلاَّ مِنْ جَنَابَةٍ لَكِنْ مِنْ غَائِطٍ وَبَوْلٍ وَنَوْمٍ.
Maka saya berkata, “Sebenarnya sudah terlintas di hatiku untuk mengusap di atas dua sepatu khuf itu sehabis buang air besar atau kecil, sementara engkau termasuk salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka dari itu, saya datang untuk menanyakannya kepadamu. Apakah engkau pernah mendengar beliau menyebutkan sesuatu yang berkaitan dengan hal tersebut?” Shafwan menjawab, “Ya pernah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan jika kami bepergian, supaya kami tidak melepaskan khuf kami selama tiga hari tiga malam, kecuali jika kami terkena janabah. Namun, kalau hanya karena buang air besar atau kecil atau karena sehabis tidur, boleh tidak dilepas.

T : Kalau dibersihkan di neraka berapa lama ustadz? Apakah pembersihan itu berdasarkan dosa-dosanya? Jadi misal dosa A, kemudian di neraka di bersihkan setelah bersih masih ada dosa B , dibersihkan lagi, demikian seterusnya sampai dosa-dosanya habis baru masuk surga.
J : Dalam aqidah ahlussunnah wal jamaah, setiap Muslim memang dipastikan pada akhirnya akan masuk surga. Namun tidak ada yang menjamin bisa lolos begitu saja langsung tanpa lewat neraka. Tergantung dari dosa dan berat timbangan amal baik dan buruk, setelah dihisab.

Sebaliknya, orang kafir (non muslim) sudah dipastikan masuk neraka. Meski punya banyak perbuatan yang terbilang baik di mata manusia. Tapi sayang di mata Allah justru dia merupakan penentang utama. Allah SWT mengutus nabi dan rasul, dia malah mengingkarinya. Allah menurunkan kitab suci, dia malah membuangnya. Apalah artinya baik di mata manusia tapi kufur di mata Allah?
Jaminan buat orang Islam untuk masuk surga banyak didapat keterangannya pada sabda-sabda Rasulullah SAW. Misalnya hadits berikut ini:

‏ ‏أبي هريرة ‏ ‏أن رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال:‏ كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى قالوا يا رسول الله ومن يأبى قال من أطاعني دخل الجنة ومن عصاني فقد أبى"رواه البخاري
Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Setiap ummatku pasti akan masuk surga, kecuali yang tidak mau. Shahabat bertanya, "Ya Rasulallah, siapa yang tidak mau?" Beliau menjawab, "Mereka yang mentaatiku akan masuk surga dan yang menetangku maka dia telah enggan masuk surga." (HR Bukhar)

Selain itu juga ada hadits Rasulullah SAW lainnya yang menyebutkan hal itu.
Dari Abi Said bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bila ahli surga telah masuk surga dan ahli neraka telah masuk neraka, maka Allah SWT akan berkata, "Orang yang di dalam hatinya ada setitik iman, hendaklah dikeluarkan. Maka mereka pun keluar dari neraka." (HR Bukhari 6560 dan Muslim 184)
Dari Anas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan (Laa Ilaaha Illallah) dan di dalam hatinya ada seberat biji dari kebaikan (iman). (HR Bukhari 44 dan Muslim 193)
Ada juga hadits yang isinya merupakan sumpah Allah SWT bahwa orang yang mengucapkan syahadatain itu akan dikeluarkan dari neraka.
Dari Anas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang Allah SWT yang berfirman, "Demi Izzah-Ku, demi Jala-Ku, demi Kesombongan-Ku dan demi Keagungan-Ku, Aku pasti keluarkan (dari neraka) orang yang mengucapkan (Laa ilaaha illallah). (HR Bukhari)

Semua hadits di atas dan masih banyak lagi hadits di atas memang memberikan jamiman bahwa orang yang telah pernah mengucapkan syahadatain itu pastilah dikeluarkan dari neraka dan masuk ke dalam surga.
Hanya saja masalahnya, tidak ada jaminan bahwa sebelum masuk ke surga itu apakah akan mampir ke neraka dulu atau tidak. Yang kedua, tentu saja yang dimaksud dengan mengucapkan dua kalimat syahadat itu adalah ikrar yang datang dari lubuk hati, bukan sedekar asal bunyi tapi tanpa rasa percaya.

T : Ustadz, apakah anak yang meninggal karena keguguran langsung masuk surga? dan apakah nantinya bisa dipertemukan dengan anak tersebut ketika di akherat?
J : Jawaban nya mirip dengan pertanyaan dari mba may. Tambahan nya, Keguguran setelah di titipkan ruh pada janin masih suci insyaAlloh masuk surga, tinggal ibunya masuk surga apa tidaak. Wallahu a'lam

T : Menyambung pertanyaan sebelumnya, lalu bagaimanakah untuk istri yang suaminya meninggal, dan menikah lagi. Di syurga nanti istri bersama dengan suami pertama atau ke 2? Terimakasih
J : Wanita yang suaminya meninggal lalu dia menikah lagi sesudahnya maka wanita tadi menjadi istri bagi suaminya yang terakhir meskipun wanita tadi sudah berkali-kali menikah, maka sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
Dari Maimun bin Mihran berkata: Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu melamar istri Abu Darda’, namun dia tidak menerimanya dan berkata: Aku mendengar Abu Darda’ berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Wanita bersama suaminya yang terakhir,” dia berkata: dan aku tidak ingin pengganti untuk Abu Darda’ (Hadits shahih dikeluarkan oleh Abu Ali Al-Harrani Al-Qusyairi dalam Tarikhul Riqqah (2/39/3) Silsilah Al-hadits Ash-Shahihah karangan Syaikh Albani 3/25).
Juga berdasarkan perkataan Hudzaifah radhiyallahu anhu kepada istrinya:
Dari Hudzaifah radhiyallahu anhu berkata kepada istrinya: “Jika kamu ingin menjadi istriku di surga maka jangan menikah lagi sesudahku: karena wanita di surga bersama suaminya yang terakhir di dunia oleh karena itu Allah mengharamkan kepada istri-istri Nabi untuk menikah lagi sesudahnya karena mereka adalah istri-istri Beliau di surga,”

T : Ustadz, dosa apa yang menyebabkan wanita penghuni neraka terbanyak ?
J : “ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah ?” Beliau  menjawab : “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ”  (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas r.a)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah SAW menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda :“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah r.a)

Wanita-wanita tersebut yang kebanyakan menghuni neraka adalah dimaksudkan dari kalangan mukmin. Namun wanita-wanita mukmin ini bukan menjadi penghuni tetap, tapi hanya penghuni sementara, bisa 10 tahun 40 tahun tergantung dari kadar dosanya. Meskipun hanya penghuni sementara, namun kita tahu bahwa panas api neraka adalah 70 kali panas api dunia, naudzu billaahi min dzaalik, api dunia saja sudah mampu menghanguskan segala sesuatu, apalagi api neraka, jangan sampai kita merasakan panas neraka.
Sedangkan penghuni neraka tetap sudah jelas adalah kaum kafir

T :  Assalamualaikum ustadz, mau tanya pernah dengar katanya seorang ibu hamil yang melahirkan anaknya itu, pengorbanan saat melahirkan itu bisa sama dengan mengugurkan dosanya (seperti terlahir kembali atau bersih dari dosa) benar ya ustadz? Atau hanya kiasan saja? Syukron
J : Tidak ada dalil nya. Akan tetapi, wanita sebagaimana anak Adam yang lainnya, apabila menimpanya suatu kesulitan atau musibah, lalu bersabar dan mengharapkan pahala, dia akan beroleh ganjaran atas rasa sakit dan musibah tersebut. Sampai-sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan permisalan yang lebih ringan dari itu, seperti seseorang yang terkena duri pun akan dihapuskan kesalahannya.

Ketahuilah, jika seseorang bersabar menghadapi musibah yang menimpa dan mengharapkan pahala dari Allah ‘azza wa jalla, dia akan diberi balasan pahala karena kesabaran dan ihtisab (harapan pahala)nya.  Asal musibah itu sendiri adalah penghapusan dosa. Dengan demikian, musibah merupakan penghapus dosa, bagaimana pun keadaannya. Apabila dihadapi dengan kesabaran, orang tersebut akan diberi pahala karena sabarnya menghadapi musibah.

Saat melahirkan, tidaklah diragukan, wanita pasti merasa kesakitan dan kepayahan. Sakit tersebut akan menjadi kaffarah (penghapus dosa) baginya. Jika dia bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah ‘azza wa jalla, bersama dengan kaffarah tersebut ada tambahan dalam pahalanya dan kebaikannya. Wallahu a'lam


T : Assalamualaikum ustad ana ingin bertanya.  Jika seorang suami menghabiskan gajinya untuk membantu Ibunya melunasi hutang Riba,  apa yang harusnya istri lakukan?  Masalahnya disini adalah Ibunya berkali kali berhutang riba,  dan suami berkali kali membantu Ibunya. apakah yg harus istri lakukan? Kadang ada rasa tidak enak di hati.
J :  Kewajiban anak laki-laki berbakti terhadap orang tua kewajiban istri berbakti pada suami . Selama suami telah memenuhi kewajiban nya sebagai qowwam tak ada masalah. Sabar dan ikhlaskan semua nya insyaallah keberkahan akan senantiasa menyertai rumahtangganya. Berdoalah orang tua kita di berikan hidayah agar segera berhenti dari praktek-praktek riba.


~~~~~~~~~~~~~~~~
Selanjutnya, marilah kita tutup kajian kita dengan bacaan istighfar 3x
Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x

Do'a Rabithah
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT