Home » , , , , » BENARKAH SAKRATUL MAUT ITU MENYAKITKAN BAGI UMAT MUSLIM...?

BENARKAH SAKRATUL MAUT ITU MENYAKITKAN BAGI UMAT MUSLIM...?

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, December 4, 2017

 Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Jumat, 13 Oktober 2017
Rekapan Grup Bunda G5
Narasumber : Ustadz Dodi
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti



Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungkan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untukuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangkitkan ummat yang telah mati, memepersauntukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan sayaahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntukun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basamallah

Bismillahirrahmanirrahim...                       

BENARKAH SAKARATUL MAUT ITU SAKIT BAGI UMAT MUSLIM...?

Memang sakitkah atau ada keringan akan hal ini...?

Kematian akan menghadang setiap manusia. Proses tercabutnya nyawa manusia akan diawali dengan detik-detik menegangkan lagi menyakitkan. Peristiwa ini dikenal sebagai sakaratul maut. 

Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana. 

Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya". 

Di antara dalil yang menegaskan terjadinya proses sakaratul maut yang mengiringi perpisahan jasad dengan ruhnya, firman اللّهُ : 

‎وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَاكُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ

"Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya". [Qaaf: 19]

Maksud sakaratul maut adalah kedahsyatan, tekanan, dan himpitan kekuatan kematian yang mengalahkan manusia dan menguasai akal sehatnya. 

Makna bil haq (perkara yang benar) adalah perkara akhirat, sehingga manusia sadar, yakin dan mengetahuinya. Ada yang berpendapat al haq adalah hakikat keimanan sehingga maknanya menjadi telah tiba sakaratul maut dengan kematian. 

Juga ayat: 

‎كَلآ إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ {26} وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ {27} وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ {28} وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ {29} إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ 

"Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai kerongkongan. Dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan". Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan. Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan). Dan kepada Rabbmulah pada hari itu kamu dihalau". [Al Qiyamah: 26-30]

Syaikh Sa'di menjelaskan: "اللّهُ mengingatkan para hamba-Nya dengan keadaan orang yang akan tercabut nyawanya, bahwa ketika ruh sampai pada taraqi yaitu tulang-tulang yang meliputi ujung leher (kerongkongan), maka pada saat itulah penderitaan mulai berat, (ia) mencari segala sarana yang dianggap menyebabkan kesembuhan atau kenyamanan. 

Karena itu اللّهُ berfiman: "Dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang akan menyembuhkan?" artinya siapa yang akan meruqyahnya dari kata ruqyah. 

Pasalnya, mereka telah kehilangan segala terapi umum yang mereka pikirkan, sehingga mereka bergantung sekali pada terapi ilahi. Namun qadha dan qadar jika datang dan tiba, maka tidak dapat ditolak. 

Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan dengan dunia. Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), maksudnya kesengsaraan jadi satu dan berkumpul. Urusan menjadi berbahaya, penderitaan semakin sulit, nyawa diharapkan keluar dari badan yang telah ia huni dan masih bersamanya. 

Maka dihalau menuju Allah Ta'ala untuk dibalasi amalannya, dan mengakui perbuatannya. Peringatan yang Allah sebuntukan ini akan dapat mendorong hati-hati untuk bergegas menuju keselamatannya, dan menahannya dari perkara yang menjadi kebinasaannya. 

Tetapi, orang yang menantang, orang yang tidak mendapat manfaat dari ayat-ayat, senantiasa berbuat sesat dan kekufuran dan penentangan".

Sedangkan beberapa hadits Nabi yang menguatkan fenomena sakaratul maut: 
Imam Bukhari meriwayatkan dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anhuma, ia bercerita (menjelang ajal menjemput Nabi ) 

‎إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ رَكْوَةٌ أَوْ عُلْبَةٌ فِيهَا مَاءٌ فَجَعَلَ يُدْخِلُ يَدَيْهِ فِي الْمَاءِ فَيَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَيَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ ثُمَّ نَصَبَ يَدَهُ فَجَعَلَ يَقُولُ فِي أخرجه البخاري ك الرقاق باب سكرات الموت و في المغازي باب مرض النبي ووفاته. الرَّفِيقِ الْأَعْلَى حَتَّى قُبِضَ وَمَالَتْ

"Bahwa di hadapan Rasulullah ada satu bejana kecil dari kulit yang berisi air. Beliau memasukkan tangan ke dalamnya dan membasuh muka dengannya seraya berkata: "Laa Ilaaha Illa Allah. Sesungguhnya kematian memiliki sakaratul maut". Dan beliau menegakkan tangannya dan berkata: "Menuju Rafiqil A'la". Sampai akhirnya nyawa beliau tercabut dan tangannya melemas"

Dari Anas Radhiyallahu anhu, berkata:

"Tatkala kondisi Nabi makin memburuk, Fathimah berkata: "Alangkah berat penderitaanmu ayahku". Beliau menjawab: "Tidak ada penderitaan atas ayahmu setelah hari ini…[al hadits]"

Dalam riwayat Tirmidzi dengan, 'Aisyah menceritakan: 

‎عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا أَغْبِطُ أَحَدًا بِهَوْنِ مَوْتٍ بَعْدَ الَّذِي رَأَيْتُ مِنْ شِدَّةِ مَوْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أخرجه الترمذي ك الجنائز باب ما جاء في التشديد عند الموت وصححه الألباني 

"Aku tidak iri kepada siapapun atas kemudahan kematian(nya), sesudah aku melihat kepedihan kematian pada Rasulullah".

Dan penderitaan yang terjadi selama pencabutan nyawa akan dialami setiap makhluk. Dalil penguatnya, keumuman firman اللّهُ : "Setiap jiwa akan merasakan mati". (Ali 'Imran: 185). Dan sabda Nabi: "Sesungguhnya kematian ada kepedihannya". Namun tingkat kepedihan setiap orang berbeda-beda.

Kabar gembira untuk orang-orang yang beriman. 

Orang yang beriman, ruhnya akan lepas dengan mudah dan ringan. Malaikat yang mendatangi orang yang beriman untuk mengambil nyawanya dengan kesan yang baik lagi menggembirakan. Dalilnya, hadits Al Bara` bin 'Azib Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah berkata tentang proses kematian seorang mukmin: 

"Seorang hamba mukmin, jika telah berpisah dengan dunia, menyongsong akhirat, maka malaikat akan mendatanginya dari langit, dengan wajah yang putih. 

Rona muka mereka layaknya sinar matahari. Mereka membawa kafan dari syurga, serta hanuth (wewangian) dari syurga. Mereka duduk di sampingnya sejauh mata memandang. Berikutnya, malaikat maut hadir dan duduk di dekat kepalanya sembari berkata: "Wahai jiwa yang baik (dalam riwayat) jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan اللّهُ dan keridhaannya". 

Ruhnya keluar bagaikan aliran cucuran air dari mulut kantong kulit. Setelah keluar ruhnya, maka setiap malaikat maut mengambilnya. Jika telah diambil, para malaikat lainnya tidak membiarkannya di tangannya (malaikat maut) sejenak saja, untuk mereka ambil dan diletakkan di kafan dan hanuth tadi. Dari jenazah, semerbak aroma misk terwangi yang ada di bumi.."[al hadits].

Malaikat memberi kabar gembira kepada insan mukmin dengan ampunan dengan ridla اللّهُ untuknya. Secara tegas dalam kitab-Nya, اللّهُ menyatakan bahwa para malaikat menghampiri orang-orang yang beriman, dengan mengatakan janganlah takut dan sedih serta membawa berita gembira tentang syurga. اللّهُ berfirman:

‎إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلاَئِكَةُ أَلآتَخَافُوا وَلاَتَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ {30} نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي اْلأَخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَاتَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَاتَدَّعُونَ 

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata: "Rabb kami adalah اللّهُ kemudian mereka beristiqomah, maka para malaikat turun kepada mereka (sembari berkata):" Janganlah kamu bersedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) syurga yang telah dijanjikan اللّهُ kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu di dunia dan akhirat di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Rabb Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". [Fushshilat: 30]

Ibnu Katsir mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang yang ikhlas dalam amalannya untuk اللّهُ semata dan mengamalkan ketaatan-Nya berdasarkan syariat اللّهُ niscaya para malaikat akan menghampiri mereka tatkala kematian menyongsong mereka dengan berkata "janganlah kalian takut atas amalan yang kalian persembahkan untuk akhirat dan jangan bersedih atas perkara dunia yang akan kalian tinggalkan, baik itu anak, istri, harta atau agama sebab kami akan mewakili kalian dalam perkara itu. Mereka (para malaikat) memberi kabar gembira berupa sirnanya kejelekan dan turunnya kebaikan". 

Kemudian Ibnu Katsir menukil perkataan Zaid bin Aslam: "Kabar gembira akan terjadi pada saat kematian, di alam kubur, dan pada hari Kebangkitan". Dan mengomentarinya dengan: "Tafsiran ini menghimpun seluruh tafsiran, sebuah tafsiran yang bagus sekali dan memang demikian kenyataannya".

Firman-Nya: "Kamilah pelindung-pelindungmu di dunia dan akhirat maksudnya para malaikat berkata kepada orang-orang beriman ketika akan tercabut nyawanya, kami adalah kawan-kawan kalian di dunia, dengan meluruskan, memberi kemudahan dan menjaga kalian atas perintah اللّهُ, demikian juga kami bersama kalian di akhirat, dengan menenangkan keterasinganmu di alam kubur, di tiupan sangkakala dan kami akan mengamankan kalian pada hari Kebangkitan, Penghimpunan, kami akan membalasi kalian dengan shirathal mustaqim dan mengantarkan kalian menuju kenikmatan syurga".

Dalam ayat lain, اللّهُ mengabarkan kondisi kematian orang mukmin dalam keadaan baik dengan firman-Nya:

‎الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلاَئِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلاَمٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

"(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salamun 'alaikum (keselamatan sejahtera bagimu)", masuklah ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". [An Nahl: 32].

Syaikh Asy Syinqithi mengatakan: "Dalam ayat ini, اللّهُ menyebuntukan bahwa orang yang bertakwa, yang melaksanakan perintah Rabb mereka dan menjauhi larangan-Nya akan diwafatkan para malaikat yaitu dengan mencabut nyawa-nyawa mereka dalam keadaan thayyibin (baik), yakni bersih dari syirik dan maksiat, (ini) menurut tafsiran yang paling shahih, (juga) memberi kabar gembira berupa syurga dan menyambangi mereka mereka dengan salam…

Mengapa rasulullah menderita saat sakaratul maut...?

Kondisi umum proses pencabutan nyawa seorang mukmin mudah lagi ringan. Namun kadang-kadang derita sakarul maut juga mendera sebagian orang sholeh. Tujuannya untuk menghapus dosa-dosa dan juga mengangkat kedudukannya. Sebagaimana yang dialami Rasulullah. Beliau merasakan pedihnya sakaratul maut seperti diungkapkan Bukhari dalam hadits 'Aisyah di atas.

Ibnu Hajar mengatakan: "Dalam hadits tersebut, kesengsaran (dalam) sakaratul maut bukan petunjuk atas kehinaan martabat (seseorang). Dalam konteks orang yang beriman bisa untuk menambah kebaikannya atau menghapus kesalahan-kesalahannya"

Menurut Al Qurthubi dahsyatnya kematian dan sakaratul maut yang menimpa para nabi, maka mengandung manfaat :

1. Supaya orang-orang mengetahui kadar sakitnya kematian dan ia (sakaratul maut) tidak kasat mata. Kadang ada seseorang melihat orang lain yang akan meninggal. Tidak ada gerakan atau keguncangan. Terlihat ruh keluar dengan mudah. Sehingga ia berfikir, perkara ini (sakaratul maut) ringan. Ia tidak mengetahui apa yang terjadi pada mayat (sebenarnya). Tatkala para nabi, mengabarkan tentang dahsyatnya penderitaan dalam kematian, kendati mereka mulia di sisi اللّهُ , dan kemudahannya untuk sebagian mereka, maka orang akan yakin dengan kepedihan kematian yang akan ia rasakan dan dihadapi mayit secara mutlak, berdasarkan kabar dari para nabi yang jujur kecuali orang yang mati syahid. 

2. Mungkin akan terbetik di benak sebagian orang, mereka adalah para kekasih اللّهُ  dan para nabi dan rasul-Nya, mengapa mengalami kesengsaraan yang berat ini?. Padahal اللّهُ mampu meringankannya bagi mereka?. Jawabnya, bahwa orang yang paling berat ujiannya di dunia adalah para nabi kemudian orang yang menyerupai mereka dan orang yang semakin mirip dengan mereka seperti dikatakan Nabi kita. Hadits ini dikeluarkan Bukhari dan lainnya. Allah ingin menguji mereka untuk melengkapi keutamaan dan peningkatan derajat mereka di sisi-Nya. Ini bukan sebuah aib bagi mereka juga bukan bentuk siksaan. اللّهُ menginginkan menutup hidup mereka dengan penderitaan ini meski mampu meringankan dan mengurangi (kadar penderitaan) mereka dengan tujuan mengangkat kedudukan mereka dan memperbesar pahala-pahala mereka sebelum meninggal. Tapi bukan berarti اللّهُ mempersulit proses kematian mereka melebihi kepedihan orang-orang yang bermaksiat. Sebab (kepedihan) ini adalah hukuman bagi mereka dan sanksi untuk kejahatan mereka. Maka tidak bisa disamakan".

Kabar buruk dari para malaikat kepada orang-orang kafir.

Sedangkan orang kafir, maka ruhnya akan keluar dengan susah payah, ia tersiksa dengannya. Nabi menceritakan kondisi sakaratul maut orang kafir atau orang yang jahat dengan sabdanya:

"Sesungguhnya hamba yang kafir (dalam riwayat lain) yang jahat jika akan telah berpisah dengan dunia, menyongsong akhirat, maka malaikat-malaikat yang kasar akan dari langit dengan wajah yang buruk dengan membawa dari neraka. Mereka duduk sepanjang mata memandang. Kemudian malaikat maut hadir dan duduk di atas kepalanya dan berkata: “Wahai jiwa yang keji keluarlah engkau menuju kemurkaan اللّهُ dan kemarahan-Nya". Maka ia mencabut (ruhnya) layaknya mencabut saffud (penggerek yang) banyak mata besinya dari bulu wol yang basah.

Secara ekspilisit, Al Quran telah menjelaskan bahwa para malaikat akan memberi kabar buruk kepada orang kafir dengan siksa. اللّهُ berfirman: 

‎وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ 

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat mumukul dengan tangannya, (Sambil berkata): "Keluarkan nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap اللّهُ (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatnya". [Al An'am: 93]

Maksudnya, para malaikat membentangkan tangan-tangannya untuk memukuli dan menyiksa sampai nyawa mereka keluar dari badan. Karena itu, para malaikat mengatakan: "Keluarkan nyawamu". Pasalnya, orang kafir yang sudah datang ajalnya, malaikat akan memberi kabar buruk kepadanya yang berbentuk azab, siksa, belenggu, dan rantai, neraka jahim, air mendidih dan kemurkaan Ar Rahman (Allah). Maka nyawanya bercerai-berai dalam jasadnya, tidak mau taat dan enggan untuk keluar. 

Para malaikat memukulimya supaya nyawanya keluar dari tubuhnya. Seketika itu, malaikat mengatakan: "Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap اللّهُ (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatnya".. artinya pada hari ini, kalian akan dihinakan dengan penghinaan yang tidak terukur karena mendustakan اللّهُ dan (lantaran) kecongkakan kalian dalam mengikuti ayat-ayat-Nya dan tunduk kepaada para rasul-Nya.

Saat detik-detik kematian datang, orang kafir mintai dikembalikan agar bisa masuk Islam. Sedangkan orang yang jahat mohon dikembalikan ke dunia untuk bertaubat, dan beramal sholeh. 

Namun sudah tentu, permintaan mereka tidak akan terkabulkan. اللّهُ berfirman:

‎حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ {99} لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلآ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ 

"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Rabbi kembalikan aku ke dunia. Agar aku berbuat amal sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan". [Al Mukminun: 99-100]

Setiap orang yang teledor di dunia ini, baik dengan kekufuran maupun perbuatan maksiat lainnya akan dilanda gulungan penyesalan, dan akan meminta dikembalikan ke dunia meski sejenak saja, untuk menjadi orang yang insan muslim yang sholeh. Namun kesempatan untuk itu sudah hilang, tidak mungkin disusul lagi. Jadi, persiapan harus dilakukan sejak dini dengan tetap memohon agar kita semua diwafatkan dalam keadaan memegang agama اللّهُ. 

‎والله أعلم بالصواب 

Source : Majalah As Sunnah

TANYA JAWAB

Q : Ustadz bagaimana dengan sakratul mautnya orang yang meninggal dengan cara dibunuh,,
A : Sama saja. Tetap merasakan kesibukan dan kesulitan yang luar biasa

Q : Kalo yang meninggalnya bunuh diri gimana ustadz,,
A : Apalagi ini. Yang datang adalah Malaikat Maut yang selalu menyiksa setiap jengkal ruh yang keluar dari dalam tubuh

Q : Ustdz bagaimanan klo orang meninggal yang tiba-tiba (ga sakit dulu) kan ga ngerasain sakitnya sakaratul maut..apa itu yang dibilang Husnul khotimah
A : Khusnul Khotimah itu berupa tanda tanda yang sudah dijelaskan
Berkeringat didahi
Meninggal di hari Jumat
Meninggal pada saat ibadah atau amalan yang dikerjakan

Q : Ustadz benarkah tanda-tanda kematian itu sudah diadakan 40hari sebelumnya?
A : Tidak ada yang tau

Q : Ustadz, bagaimanana dengann orang non Muslim apakah sama akan merasakan sakaratul maut, apakah akan merasakan azab kubur juga?
A : Ini sih dijamin SELAMANYA

Q : Tanya lagi ustadz, kalo yang meninggal pas lagi ,sujud, atau pas lagi sholat, apakah ada sakratul mautnya juga ?
A : Memang ada beberapa pendapat Ulama, tidak adanya kesusahan dan kepayahan sakaratul mautnya orang yang beriman. Tetapi ini kondisi yang memang diluar bayangan otak manusia. Ada juga yang mengatkan bahwa keluarnya ruh dari tubuh, sayatannya melebihi dari 300x sayatan ketika kita hidup. Seperti buah kedondong yang ditarik tengahnya yang daging kedondongnya terkoyak koyak

Q : Ustadz, bagaimanana sakaratul maut nya orang sakit yang tidak sadar/koma apakah sama dengan yang sakit tapi sadar?
A : Sama. Pasti ybs melihat juga kedatangan malaikat maut. Mungkin mata fisik sudah tidak melihat. Tetapi mata bathin bisa sangat melihat dan membuat kegelisahan dalam dirinya

Q : Ustadz.. Apa yang perlu dilakukan oleh orang yang duduk di dekat orang yang hendak meninggal dunia? Apakah membaca surat Yasin di dekat orang yang hendak meninggal dunia adalah amal yang berdasar hadits yang shahih atau tidak...?
A : Talqin aja yaaak.. La ilahaillallahu

Q : Kalo kita baca yasin ustadz, untuk menemani yang sedang sakratul maut boleh kan ustadz
A : Sunnahnya di Talqin. Agar tidak murtad keluar dari rayuan setan kanan dan kiri. Jika memang kita khawatir dalam menghadapi sakaratul maut
Maka lakukanlah hal ini
Cintai Tuhan mu → Allah
Cintai Nabi mu → Muhammad
Cintai Agama mu → Dinnul Islam
Cintai semuanya dari apa yang diwajibkan dan apa yang dilarang

Q : Ust....Klo orang yang sakit udah kepayahan...Istilahnya tinggal napas yang terdengar, bicara udah susah...(Kanker usus stadium 4). Klo kita datang jenguk...ahsannya gimana ya ust.....Apa kita kasih tau dianya untuk baca terus bacaan talqin?
A : Talqin dengan jedah waktu. Jangan terus menerus
Talqin, tunggu 5-10 detik
Talqin lagi, tunggu 5-10 detik
Agar ybs bisa mengucapkan dengan baik dan merupakan *KALIMAT TERAKHIR* ybs
Kalau masih sakit dan belum kesusahan, doakan saja yaaa.

Q : Ustadz.. Saya pernah menemani Alm ibu saya saat mengalami sakaratul maut.. Kondisinya beliau tidak bisa bicara karna banyak alat yang terpasang di mulut.. Namun sadar ditandai dengan anggukan atau lirikan kalo di ajak bicara.. Kadang klo sesaknya kumat kami talqin.. Tapi beliau melotot seolah marah.. klo kondisi gini baiknya gimana tadz 
A : Terus di Talqin. Dan setelah di Talqin jangan ada yang bicara. Biarkan kalimat itu menjadi kalimat terakhirnya. Takutnya dalam hatinya malah bicara lagi. Kalau sudah begitu. Kita ulang lagi talqinnya

Q : Klo untuk ibadah sholatnya gimana ya buat si yang sakit.....Saya pernah denger pendapat: ada yang bilang Kita yang Doble sholat niatin buat yang sakit, selain buat sendiri dulu, ini pendapat 1
Pendapat yang lain: tetep ingatkan pas Waktu sholat,Trus didampingi bacanya....Kondisi mata pasien masih melek sih ust....Cuma udah kepayahan Bicara Ama gerak....Apalg pipisnya udah berdarah..
A : Bantu wudhukan dan pandu sholatnya

Q : Bagaimana dengan mati suri itu ustadz. Benar kah ada? Klo ada, apa yang mereka alami bisa melihat alam gaib.. Karena setelah yang katanya mati suri itu tapi tidak menjadi orang yang shaleh/ah.
A : Tidak

Q : Apakah orang yang mati suri itu merasakan Sakratul maut
A : Tidak

Q : Ustdz..bagaimana dengan penampakan yang menyerupai fulan atau fulanah, .
A : Ini jin qorin

Q : Ada yang Mati Suri ini terjadi di kampung saya,, sudah siap dimandikan, bangun lagi.. Lalu pas sadar beliau bingung dan ketakutan,, dia sadar lagi setelah merasa berada di satu tempat antri menghadap buku besar tidak ada namanya lalu ada yang marah, bahwa dia belum saat nya dan disuruh pulang,, Ini termasuk mendapat Rahmat ALLAH SWT untuk memperbaiki amal ibadahkah Ustdz..?
A : Bisa saja berupa tidak sadar dan seolah olah dia mengalaminya

Q : Berarti yang ngeplak pipi jin qorin itu ya utadz..dia main air kran pun, kasian sama Alm di ceritain abcd – z. Dan berlangsung hingga hari ke 7. Jadilah kepercayaan orang kampung bahwa alm ini itu
A : Iya benar

Q : Ooh...Mati suri tuh ada,ust ??
A : Bukan seperti Mati selayaknya berpisah ruh dengan jasad yaaa

Q : Apakah yang sedang terlelap tidur kemudian tertimpa longsoran pun merasakan sakaratul maut Ustadz?
A : Iyaaa. Semua yang berjiwa pasti akan mati dan merasakannya

Q : Satu lagi tadz.. Malam sebelum alm ibu saya meninggal saya liat ada satu foto yang aslinya biasa aja.. Tapi malam itu kok serem ya tadz.. Kayak liat hantu yang jelek.. Nakutin.. Bolak balik saya liat di foto itu... Anehnya kakak saya yang juga sama jagain ibu bilang ga ada apa-apa, ntahlah tadz.. Apa karena udah berhari-hari kurang istirahat jadinya ngelindur.. Tapi jujur aja sampe sekarang hal itu bikin penasaran..  
A : Jin Qorin yaaa

Q : Tujuannya apa tadz? Ngasih tau? Atau ganggu?
A : Setiap manusia pasti ada Jin Qorin yang mendampinginya. Termasuk Nabi
Jin ini tau sekali akan kebiasaan manusia yang diikutinya
Tau makanan kesukaannya
Tau parfum kesukaannya
Tau pakaian kesukaannya
Tau kebiasaaan dari manusianya
Dan semuanya dia tahu. Ya iyalah. Wong dia ngintil terus sama tuh manusia
Makanya yang sering bilang ada penampakan atau bau yang sama dengan Almarhum, disangkanya ruhnya berkunjung. Padahal kerjaan jin qorin

Q : Kalo manusianya udah meninggal.. Jin Qorinnya?
A : Tetap

Q : Tapi klo orangnya sangat Sholeh ..ga sampe gitu si qorin kan?
A : Pasti ganggu juga, kecuali Qorinnya Nabi

Q : Tetap keliaran Ampe kiamat ,gitu ust???Sampai dia meninggal juga bukan
A : Tidak diciptakan Manusia dan Jin semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah

Q : Kalo gitu banyak jin qorin nganggur tadz karna tuannya dah alm 
A : Ga usah dipikirin yaa. Hahahhah

Q : Alm suami saya wafat hari sabtu, nah hari jumat nya sore hari jelang pulang kantor kata teman-temannya belio menyalami semua orang di kantor dan minta maaf pada semua orang. Lalu besok nya pas selesai cuci darah jam 12 an belio pun melakukan hal yang sama pada perawat dan dokter di ruang HD....pamit an dan mohon maaf.....dan seminggu jelang wafat alm dalam keadaan prima. Kata dokternya alm bilang mohon maaf yaa klo sudah menyusahkan, saya mau pamit pulang...padahal biasa nya ga begitu...1.5 thn biasa aja...apakah tindakan belio itu karena ada firasat akan pulang ato apa ? yang pasti seminggu jelang belio wafat banyak sikap aneh yang saya rasakan...apa benar jika orang sholeh yang akan wafat memberi tanda pada keluarga nya ?

A : والله أعلم بالصواب 
Siklusnya biasanya kebanyakan demikian. Yang sakit parah, biasanya membaik dahulu kemudian tambah parah dan meninggal. Ini biasanya yaa. Bukan dipukul rata

Q : Lalu dengan sikap nya itu bagaimana ? Apa belio merasakan umurnya ga lama lagi ? Sampe 1 kantor disalami dan minta maaf...belio berpulang dalam tidur lelap nya, apa merasakan sakratul maut juga ?
A : Bisa saja akibat amalnya juga Bunda. Jadi mengurangi kesalahan kesalahan kepada sesama orang disekitarnya. Biar mudah dan tidak tertahan saat perhitungan nanti

Q : Katanya klo bisa melihat arwah atau jin qorin, itu tanda kematian sudah dekat.. Benar kah ust
A : Nda benar.

Q : Ada saudara yang meninggal, sebelum meninggal beliau melihat seseorang dengan jubah hitam dan berwajah hitam, tetapi ketika ditanyakan ke istrinya, istrinya tidak melihat padahal istrinya duduk disampingnya. Beliau sangat takut melihatnya, keesokan harinya beliau meninggal. Apakah itu tanda malaikat maut datang ataukah qorin atau jin....
A : Bisa jadi Bunda

Q : Ustadz....doa apa yang sebaiknya kita panjatkan ketika menjenguk orang sakit yang sudah sekarat.
A : Jika tidak hapal doanya. Boleh berdoa dengan menggunakan bahasa ibu [bahasa indonesia]

Q : Ustadz pada saat kita melihat yang sakaratul maut,selain Yasin ,Al Mulk ,Ar Ra'du juga betul tidak? Itu kebiasaan yang dilakukan d lingkungan saya Ustadz...Yang betul gimana Ustadz?
A : Cukup dengan mentalqin saja. 

من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة

*“Barangsiapa yang ucapan terakhirnya adalah “Laa ilaaha illa Allah” maka akan masuk surga”*

Q : Saat sakratul mautt, apa Roh bisa melihat malaikat yang menjabutnya ustadz
A : Bisa

Q : Ustadz kalau anak yang belum baligh apa merasakan sakaratul maut?
A : Iyaa juga. Tapi kan ybs masih suci

Q : Benar ga sih orang yang sudah dekat dengan kematian raganya itu bau tanah.....??
A : Masa siiih...? Ngga ah. Yang tau itu cuma Allah. Bahkan malaikat pun tidak mengetahuinya

Q : Bagaimanan supaya kita dimudahkan membaca talqin di saat sakratul maut ustadz?
A : Banyak beramal ketika kita sehat. Bukankah ada 2 KELALAIAN TERBESAR MANUSIA dikala hidupnya...?
1. Lalai akan WAKTU LUANG
2. Lalai akan SEHAT

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika


“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT