Home » , » Ciri Orang Yang Masuk Surga

Ciri Orang Yang Masuk Surga

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, December 6, 2017


Image result for masuk surga

Kajian Online Hamba Allah Ummi G-6
Hari/Tgl :jum'at  , 25 Agustus 2017
Materi : Orang Yang Masuk Surga
Narasumber : Ustadz Undang Suherlan
Waktu kajian : ba'da maghrib
Editor : Sapta

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

Adapun ciri-ciri yang di jamin masuk surga oleh Alloh dan Rasulullah

Memberi Makan Kepada Orang yang Membutuhkan

Rasulullah saw bersabda: “Sembahlah Allah Yang Maha Rahman, berikanlah makan, tebarkanlah salam, niscaya kamu masuk surga dengan selamat ” (HR. Tirmidzi)

Kebutuhan untuk makan dan minum merupakan kebutuhan paling pokok bagi semua orang. Sudah seharusnya bagi seorang muslim yang mampu untuk menolong atau memberikan makanan untuk muslim lainnya yang membutuhkan (kekurangan makanan). Ini salah satu cara untuk menjadi penduduk surga

Menyambung Silaturrahim Sesama Muslim

Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka memutuskan, Sufyan berkata dalam riwayatnya: yakni memutuskan tali persaudaraan ” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Ketika Rasulullah saw bertanya kepada pada sahabat tentang maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang akan menjadi penghuni surga? diantaranya beliau menjawab: Seorang laki-laki yang mengunjungi saudaranya di penjuru kota dengan ikhlas karena Allah ” (HR. Ibnu Asakir, Abu Na’im dan Nasa’i).

Menjaga tali persaudaraan sesama muslim sangat penting. Jangan sampai memutuskan sillaturrahim. Allah SWT akan membenci orang seperti ini. Hubungan dengan sesama manusia harus dijalin dengan sebaiknya. Dan paling penting menjaga hubungan sesama yang berasal dari rahim Ibu (saudara dalam nasab).


Mendirikan Shalat Malam

Tempat terpuji di sisi Allah swt adalah surga yang penuh dengan kenikmatan yang tiada terkira, karenanya salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk bisa diberi tempat yang terpuji itu adalah dengan melaksanakan shalat tahajjud saat banyak manusia yang tertidur lelap, Allah swt berfirman:

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji ” (QS Al Isra:79).

Banyak orang enggan bangun untuk Shalat malam. Sungguh besar pahala bagi seorang muslim bangun tengah malam untuk mendirikan shalat sunat yaitu shalat tahajjud. Dengan ini kita akan merasa dekat dengan Allah SWT. Seseorang yang rajin mendirikan shalat malam Insya Allah dimudahkan menjadi penghuni surga.


Memudahkan Orang Lain

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, Allah memudahkannya di dunia dan akhirat ” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Kehidupan manusia pasti mengalami pasang surut. Ada saatnya hidup dengan dalam kemudahan, dan datangnya masa-masa sulit. Sesama umat muslim sudah sepatutnya untuk menolong orang lain (memudahkan orang lain). Ini juga merupakan salah satu perjuangan untuk menjadi penghuni surga.


Berjihad Fi Sabilillah di jalan Allah SWT

Dari zaman dulu sampai hari akhir nanti, Islam merupakan agama yang harus selalu ditegakkan di bumi ini. Islam merupakan agama paling benar. Jika ada pihak yang menghalangi agama Islam, yang harus dilakukan adalah melawan. Berjihad dijalan Allah untuk kebenaran Islam untuk memerangi kafir-kafir. Berjihad dengan pengorbanan jiwa dan harta untuk mendapat Ridha dari Allah SWT.


Tidak Mempunyai Sifat Sombong.

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mati dan ia terbebas dari tiga hal, yakni sombong, fanatisme dan utang, maka ia akan masuk surga ” (HR. Tirmidzi).

Penyakit hati banyak, salah satunya adalah kesombongan. Ini merupakan sifat menganggap dirinya lebih hebat dan meremehkan orang lain. Jauhkan sifat kesombongan merupakan sifat Iblis saat Allah menuntut iblis pada penciptaan Nabi Adam AS. Iblis mendapat laknat dari Allah SWT sampai hari akhir.


Tidak Memiliki Fanatisme Yang Berlebihan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia termasuk kaum muslimin hidup dengan latar belakang yang berbeda-beda, termasuk latar belakang kelompok, baik karena kesukuan, kebangsaan maupun golongan-golongan ber-dasarkan organisasi maupun paham keagamaan dan partai politik, hal ini disebut dengan ashabiyah.


Terbebas Dari Utang di Duniawi.

Rasulullah saw bersabda: “Berhati-hatilah dalam berutang, sesungguhnya berutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) pada siang hari ” (HR. Baihaki)

Selesaikan hutang-hutangmu sesama muslim dan kafir sebelum ajal menjemput. Jangan sampai hutang menjadi penghalang di hari akhir nanti. Pada saat hari pembalasan setiap orang berhutang akan ditagih dan penagih akan meminta pahala untuk dirinya agar menjadi tambahan untuk meringankan dosanya. Maka, lunasilah hutang di bumi.


Peka Terhadap Peringatan.

Peka terhadap peringatan membuat seseorang mudah menerima segala peringatan dan nasihat dari siapapun agar waspada terhadap segala bahaya dalam kehidupan di dunia dan akhirat, sikap ini merupakan sesuatu yang amat penting karena setiap manusia amat membutuhkan peringatan dari orang lain, karenanya orang seperti itu akan mudah menempuh jalan hidup yang benar sehingga mendapat jaminan akan masuk ke dalam surga.


Menahan Sifat Amarah

Rasulullah saw bersabda: “Marah itu dapat merusak iman seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu ” (HR. Baihaki).

Rasulullah saw bersabda: “Orang kuat bukanlah yang dapat mengalahkan musuh, namun orang yang kuat adalah orang yang dapat mengontrol dirinya ketika marah ”  (HR. Bukhari dan Muslim).

Marah atau Al ghadhab merupakan sifat yang tidak baik dimiliki oleh seorang muslim. Ini akan menghancurkan muslim itu sendiri. Marah tidak hanya merusak diri sendiri tapi juga beberapa orang. Marah merusak iman seseorang. Seorang yang beriman tidak mudah menjadi marah karena ia memiliki sifat yang sabar. Marah juga membuat Allah SWT menjadi murka. Maka, jangan sampai membuat Allah murka terhadap diri sendiri jadilah orang yang sabar. Marah juga salah satu pemutus sillaturrahim sesama muslim.
Untuk menjadi salah satu penghuni surga, mulai sekarang jauhkan diri dari api kemarahan.


Ikhlas Menerima Kematian Orang Yang Dicintai dan Anak

Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah mati tiga anak seseorang, lalu dia merelakannya (karena Allah) kecuali dia masuk surga”. Seorang wanita bertanya: “atau dua orang anak juga, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “atau dua anak” (HR. Muslim).

Relakan jika seseorang yang dicintai meninggal dunia. Apakah itu kedua orang tua, anak , suami, istri atau saudara seiman. Jangan larut dalam kesedihan karena kepergian orang yang dicintai, ini akan menjadi penghalang masuk surga. Belajarlah menjadi orang yang ikhlas, Insya Allah akan dilimpahkan Rahmat oleh Allah SWT.


Bersaksi Atas Kebenaran Kitab Suci Al-Qur’an.

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya oleh setiap muslim, namun kenyataan menunjukkan tidak semua muslim mau bersaksi dalam arti menjadi pembela kebenaran Al-Qur’an dari orang yang menentang dan meragukannya, bahkan tidak sedikit muslim yang akhimya larut dengan upaya kalangan non muslim yang berusaha meragukan kebenaran mutlak Al-Qur’an.


Berbagi Kepada Orang Lain yang Membutuhkan.

Banyak kebaikan yang harus kita lakukan dalam hidup ini sehingga kebaikan-kebaikan yang kita laksanakan itu membuat kita menjadi manusia yang dirasakan manfaat keberadaan kita bagi orang lain sehingga apapun yang kita miliki memberi manfaat yang besar bagi orang lain apalagi bila hal itu memang amat dibutuhkan oleh manusia.


Hakim Yang Berlaku Benar Sesuai syariat Allah SWT.

Rasulullah saw bersabda: Hakim-hakim itu ada tiga golongan, dua golongan di neraka dan satu golongan di surga: Orang yang mengetahui yang benar lalu memutus dengannya, maka dia di surga. Orang yang memberikan keputusan kepada orang-orang di atas kebodohan, maka dia itu di neraka dan orang yang mengetahui yang benar lalu dia menyeleweng dalam memberikan keputusan, maka dia di neraka (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’l, Ibnu Majah)
Menjadi hakim salah satu pekerjaan berat di duniawi. Sebagai hakim dituntut harus bersikap seadil-adilnya dalam memutuskan siapa yang bersalah dan siapa yang tidak bersalah. Jika menjadi hakim yang tidak adil dan tidak bijaksana, bersiaplah menjadi penghuni neraka. Namun, jika berlaku sesuai dengan syariat Allah SWT, akan mendapat jaminan untuk masuk surga.

Bukan mudah untuk menjadi seperti ciri-ciri diatas. Namun kita harus berusaha agar bisa menjadi orang seperi diatas untuk mendapat surga (jannah-Nya) di hari akhir nanti. Semoga kita mendapatkan dan menjadi penghuni surga Allah SWT. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Demikian Paparan kali ini
Yang benar datang nya dari اللّه
Mohon maaf jika ada salah salah kata dalam penulisan , itu murni kesalahan ana yang masih fakir dalam ilmu Agama


جزاكم الله خير جزاء شكرا وعفوا منكم...
فا استبقوا الخيرات...

والسلام عليكم ورحمة الله و بر كاته
=================
TANYA JAWAB


T :  Ketika ada yang tidak cocok dengan saudara yang berbuar dzolim, kemudian kita menjauh tapi tidak bermaksud memutus silaturahmi hanya memberikan efek jera, apakah kita berdosa ustadz? Artinya apabila dia nanti berubah dan menyadari kesalahannya, kita mendekat lagi.
J : Semua amalan tergantung niatnya . Kalau niat kita seperti itu tak masalah itu merupakan stimulus negatif dengan mengabaikan seseorang. Wallahu a'lam

T : Saya di kantor mengelola makan dan minum, ketika sisa, tidak serta merta saya bawa pulang semua. Saya bagi ke bagian keuangan yang mengelola uang dan membantu administrasi. Kemudian ada caraka yg iri, katanya saya membela bos-bos, sementara caraka tidak diperhatikan. Padahal caraka itu beda bagian dengan saya dan masalah kesejahteraan mereka itu bukan tanggung jawab saya karena sudah ada atasannya. Nah apakah saya seperti itu saya berbuat tidak adil ustadz?
J : Kita harus bisa memilih dan memilah siapa yang lebih memerlukan sesuatu akan terasa bermanfaat jika di lakukan pada tempatnya,  tak ada masalah ketika kita berbagi ke lain bagian kita nilai dulu siapa yang lebih perlu ibu sendiri yang bisa menilai. Apakah kita akan diam saja ketika ada saudara seiman yang kelaparan /lebih perlu dengan mengatas namakan bukan tanggung jawab saya. Wallahu a'lam

T : Memudahkan orang lain apakah termasuk dengan menagih hutang agar yang hutang tidak terbebani di akhirat nanti? Tapi menagih hutang dibilang cerewet, dan lain sebagainya. Yang termasuk memudahkan orang lain seperti apa ustadz?
J : Menagih itu kewajiban orang yang di hutangi. Berikan keringanan dengan memberikan solusi dengan mencicilnya. Kalau kita ada keluangan rezeki ikhlaskan saja , kalau sudah di tagih-tagih masih belum bayar atau tidak ada itikad bayar . InsyaAlloh akan Allah ganti dengan yang lebih.

T : Apakah kalau kita menjadikan contoh diri kita itu termasuk sombong ustadz? Misal gini, ayo tiap hari baca qur'an 1 juz. Saya setiap hari baca 1 juz . Apakah itu termasuk kategori sombong ustadz, kan mengajak kepada kebaikan?!
J : Kalau kita pingin menjadikan kita contoh kebaikan jangan dengan kata-kata tapi dengan action yang nyata di depan mereka tapi tetap dengan segala kerendahan hati hanya berlomba-lomba dalam kebaikan karena Alloh tidak lebih.

T : Tentang hutang, saya sudah males ustadz nagih temen yang hutang ke saya. Saya bilang ke dia, saya tidak akan menagih, termasuk ketika besok dia mati. Saya tidak akan bilang ke keluarganya dan tidak akan saya ikhlaskan. Saya akan tagih di akhirat. Seperti itu saya dibilang sadis. Kalau begitu bagaimana ustadz, soalnya orangnya ndableg/cuek, karena dia titipan mantan ketua DPRD.
J : Manusia hanya punya dzan prasangka 2 saja tapi yang pastinya Alloh Yang Maha Tahu . Menagihlah dengan bijak kalau mau di ikhlaskan saja dari pada kita jadi punya penyakit hati (hasad) kalau yang ibu lakukan seperti itu apa bedanya dengan yang punya hutang cuma beda posisi saja. Wallahu a'lam

T : Ustadz bagaimana menghadapi orang yang kita tua kan yang punya prinsip biar tekor asal kesohor...kan cape sendiri....tapi kita lebih muda mau kasih tahunya susah.
J : Sampaikan teguran dengan hikmah dengan contoh-contoh kongkrit dengan lemah lembut. Sampaikan dengan hati maka akan sampai ke hati juga.

T : Bagaimana kiat-kiat agar sukses mengendalikan amarah ustadz, sekuat tenaga menahan amarah, tapi terus saja gagal.
J : Banyak caranya dalam mengendalikan amarah. Ketika berdiri duduklah, atau dengan cara berwudhu sholat , meninggalkan objek yang membuat kita marah dan lain sebagainya. Perbanyak berdoa kepada Allah agar Alloh melembutkan hati kita.

T : Mengapa penyakit hati menjadi penyebab sakit tubuh? Contoh asam lambung naik karena stress dan sebagainya.
J : Tidak semua seperti itu sakit fisik bisa di sebabkan faktor-faktor lain itu tidak serta merta orang yang punya penyakit hati fisik nya akan sakit. Bagaimana nabi Ayub yang tetap ikhlas dengan penyakit nya, apakah nabi Ayub mempunyai penyakit hati?! Wallahu a'lam .

T : Assalamualaikum ustadz, apakah tips agar tetap berkhusnudzon terhadap orang-orang di sekitar kita?
J : Senantiasa berpikir positif terhadap orang lain jika ada permasalahan lakukan, tabayyun lebih dari ke satu orang yang mengetahui permasalahan tersebut agar lebih objektif.

T : Ustadz, berdosakah kalau istri tidak melaksanakan perintah suami untuk hanya menerima orang tua di ruang tamu saja (tidak boleh masuk ke rumah) karena takut menyakiti orang tua. Suami dan orang orang sedang ada masalah, saling merasa tersakiti.
J : Kewajiban istri itu taat kepada suami seorang anak perempuan ketika di nikahkan maka kewajiban dia berpindah menjadi taat kepada suami baru orang tua . Bicarakan baik-baik dengan suami agar suami kita juga menyayangi orang tua kita. Kalau kita merasa tidak sanggup minta tolong lah orang yang di segani suami kita untuk menasehati suaminya. Untuk urusan suami melarang kita jumpa orang tua kita taatilah dan coba beri pengertian kepada orang tua kita, juga menurut hemat saya selesaikan segera permasalahan yang terjadi antara suami dan orang tua istri tersebut karena tak mungkin seperti itu kalau tak ada masalah yang di anggap serius sebelumnya. Wallahu a'lam
 
~~~~~~~~~~~~~~~~
Selanjutnya, marilah kita tutup kajian kita dengan bacaan istighfar 3x
Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x

Do'a Rabithah
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT