Home » , » DIFTERI

DIFTERI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, December 20, 2017

Image result for difteri
Rekap Kajian Link Online HA Ummi G 1  -  G 7
Hari/Tgl : Kamis, 14  Desember 2017  
Materi   : Difteri
NaraSumber  : dr. Eka Lia
Waktu Kajian : 10.00-selesai
Editor : Sapta
■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□


Berita mengenai wabah/kejadian luar biasa (KLB) difteri merebak beberapa hari terakhir. Inilah rilis resmi dari Ikatan Dokter  Anak Indonesia (IDAI) terkait difteri di Indonesia.

Himbauan IDAI Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Kasus Difteri

Sehubungan dengan peningkatan kasus difteri di beberapa wilayah Indonesia, maka Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa:

1.    Penyakit difteri sangat menular dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit difteri dapat dicegah dengan melakukan imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia.

2.    Imunisasi adalah perlindungan terbaik terhadap kemungkinan tertular penyakit difteri, dan dapat diperoleh dengan mudah di berbagai fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta.

3.  Lengkapi imunisasi DPT/DT/Td anak anda sesuai jadwal imunisasi anak usia  Kementeria Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Imunisasi difteri lengkap adalah sebagai berikut:

  • Usia kurang dari 1 tahun harus mendapatkan 3 kali imunisasi difteri (DPT)
  • Anak usia 1 sampai 5 tahun harus mendapatkan imunisasi ulangan sebanyak 2 kali.
  • Anak usia sekolah harus mendapatkan imunisasi difteri melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) siswa sekolah dasar (SD) kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 atau kelas 5. 
  •  Setelah itu, imunisasi ulangan dilakukan setiap 10 tahun, termasuk orang dewasa. Apabila status imunisasi belum lengkap, segera lakukan imunisasi di fasilitas kesehatan terdekat.
4.    Kenali gejala awal difteri. Gejala awal difteri bisa tidak spesifik, seperti:
  • Demam tidak tinggi
  • Nafsu makan menurun 
  • Lesu
  • Nyeri menelan dan nyeri tenggorok 
  • Sekret hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah. Namun memiliki tanda khas berupa selaput putih keabu-abuan di tenggorok atau hidung, yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau disebut sebagai bull neck.

5.    Segera ke fasilitas kesehatan terdekat apabila anak anda mengeluh nyeri tenggorokan disertai suara berbunyi seperti mengorok (stridor) atau pembesaran kelenjar getah bening leher, khususnya anak berumur < 15 tahun.

6.    Anak harus segera dirawat di rumah sakit apabila dicurigai menderita difteri agar segera mendapat pengobatan dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah anak benar menderita difteri.

7.    Apabila anak anda didiagnosis difteri, akan diberikan tatalaksana yang sesuai termasuk perawatan isolasi

8.   Untuk memutuskan rantai penularan, seluruh anggota keluarga serumah harus segera diperiksa oleh dokter dan petugas dari Dinas Kesehatan, serta mendapat obat yang harus dihabiskan untuk mencegah penyakit, apakah mereka juga menderita atau karier (pembawa kuman) difteri dan mendapat pengobatan.

9.   Anggota keluarga yang tidak menderita difteri, segera dilakukan imunisasi DPT/DT/Td sesuai usia.

10.  Laksanakan semua petunjuk dari Dokter dan Petugas Kesehatan setempat.

11. Setelah imunisasi DPT, kadang-kadang timbul demam, bengkak dan nyeri ditempat suntikan DPT, yang merupakan reaksi normal dan akan hilang dalam 1-2 hari. Bila anak mengalami demam atau bengkak di tempat suntikan, boleh minum obat penurun panas parasetamol sehari 4 x sesuai umur, sering minum jus buah atau susu, serta pakailah baju tipis atau segera berobat ke petugas kesehatan terdekat.

12.  Anak dengan batuk pilek ringan dan tidak demam tetap bisa mendapatkan imunisasi DPT/DT/Td sesuai usia. Jika imunisasi tertunda atau belum lengkap, segera lengkapi di fasilitas kesehatan terdekat.


https://www.facebook.com/Ikatan-Dokter-Anak-Indonesia-1608972579344722/

■□■□■□■□■□■□■□.

TANYA - JAWAB

TJ ~ G1

T : Tanya dokter, Posyandu tempat saya tinggal sedang melakukan pendataan untuk anak-anak usia 1-20 tahun untuk vaksinasi. Untuk para orang tua kemana harus minta vaksin dokter? Gratiskah?
J : Bismillahirrohmanirrohim. Mohon maaf, jika memang tahu info nanti in syaa Alloh saya share juga


T : Tanya dokter, dengan adanya difteri yang sedang mewabah, apa yang harus dilakukan agar tidak terkena bakteri tersebut?
J : Bismillahirrohmanirrohim. Menjaga higienitas, terutama makanan dan diri kita, misal kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja. Wallahu'alam


T : Saya rhein tanya ya dokter, anak saya yang 18 bulan alhamdulillah sudah divaksin kemarin. Nah yang jadi pertanyaan untuk anak kembar saya usia 2 tahun 10 bulan, di atas disebutkan usia 1-5 tahun suntik ulangan sebanyak 2 kali, apa sekarang juga harus suntik atau nanti saja? terakhir suntik di umur 26 bulan tanggal 3 maret 2017.
J : Bismillahirrohmanirrohim. Tidak usah lagi tidak apa-apa mbak, masuk nanti di usia sekolah in syaa Alloh. Imunitas tubuhnya sedang dibangun oleh vaksin yang sebelumnya. Biidznillah In syaa Alloh. Wallahu'alam


TJ ~ G2

T : Anak saya sedang penyembuhan batpil sekarang. hari Jumat besok ada vaksin DPT di posyandu. apakah boleh diimunisasi? Dan jika sudah terinfeksi difteri tanpa diketahui selama baru 1-2 hari, lalu baru divaksin setelahnya, apakah vaksinnya masih efektif menyerang bakteri Difteri? Terimakasih.
J : Bismillahirrohmanirrohim. Boleh bunda. Alhamdulillah sudah sembuh kan.
Sebaiknya diperiksa dulu sebelum melakukan penyuntikan. Dan untuk difteri in syaa Alloh adalah bakteri yang dimatikan. Bukan dilemahkan jenis vaksinnya. Wallahu'alam


T : Assalamualaikum,mau tanya tentang vaksin. Untuk anak usia 5 tahun yang sudah lengkap imunisasi wajibnya apakah sekarang harus di ulang lagi vaksin dapatnya? Dan untuk vaksin ulangan anak usia 7 tahun ke atas apakah di vaksin per penyakit, misalnya khusus vaksin untuk tetanus saja, khusus vaksin untuk difteri saja atau di satukan satu vaksin (DPT)? Syukron
J : Bismillahirrohmanirrohim. Waalaykumussalamwarohmatullohi wabarokatuh. Jika ada KLB, ulang saja bunda. Biasanya 5 tahun ke atas dT atau Dt. Wallahu'alam


T : Apakah ada vaksin utk dewasa? jika orang lahir tahun 80an, sudah vaksin DPT lengkap, tapi sampai sekarang belum booster sekalipun, apakah riwayat DPTnya terhitung nol lagi atau bagaimana, dokter? terimakasih.
J : Bismillahirrohmanirrohim. Ada mbak. Boleh diulang kembali setiap 10 tahun. Wallahu'alam.


TJ ~ G3

T : Mau tanya bu dokter, untuk imunisasi yang serentak ini, apakah hanya DPT saja atau lengkap DPT-HB-HIB? Lalu ketika anak saya 18 bulan, saya kelupaan untuk imunisasi DPT-HB-HIB, padahal Maret tahun depan anak saya sudah usia 5 tahu. Sebaiknya bagaimana untuk pengulangannya karena loncatnya sudah lama banget. Jazakillahu khairan dokter.
J : Bismillahirrohmanirrohim. Jika dibawah 2 tahun, pake DPT-HB-HIB, jika di atas 2 tahun mendekati 5 tahun biasanya telah dimodifikasi difteri atau tetanusnya, jadi dT atau Dt, langsung saja yang 5 tahun bunda. Wallahu'alam.


T : Mau bertanya.dokter, apakah tidak ada anjuran atau semacam nasehat, seperti makanan apa yang dianjurkan atau larangan apa agar terhindar dari difteri?
J : Bismillahirrohmanirrohim. Sampai dengan sekarang belum ada bunda. Wallahu'alam


T : Assalamualaikum dokter izin tanya, seberapa bahayanya kah penyakit difteri ini? Apakah pencegahannya cukup dengan imunisasi?
J : Bismillahirrohmanirrohim. Difteri jika telat penanganan maka anak akan sulit bernafas, sehingga diperlukan upaya bantu nafas melalui leher yang segera. Karena daerah tenggorokan yang tidak bisa dilalui udara karena sumbatan selaput difterinya.
Tentu gizi yang baik, higien yang juga bagus. Imunisasi sebagai pencegahan utama, sedangkan lainnya tetap dibutuhkan untuk menunjang berhasilnya efektifitas imunisasi. Wallahu'alam.


T : Bu dokter imunisasi difteri, imunisasi Rubella dan lain-lain sebenarnya bahannya apa sih dok? Apa benar pakai bahan dari babi? Misal vaksin rubella, kenapa MUI lama sekali mengeluarkan sertifikat halalnya ya dokter?
J : Bismillahirrohmanirrohim. Bahan dasar biasanya ada dalam komposisi di botol vaksin bunda. Yang sekarang tidak ada in syaa Alloh. Yang dulu, Induk dari bakteri ketika belum banyak ditemukan media untuk mengembangbiakkan bakterinya, maka dipakai hati kera atau hati babi. Sekarang sudah banyak inovasi bunda. Wallahu'alam.


T : Bu dokter, ada juga kasus yang anaknya sudah imunisasi lengkap tapi tetap terkena difteri. Kenapa itu bu dokter?
J : Bismillahirrohmanirrohim. Qodarulloh mbak. Imunisasi hanya salah satu ikhtiar. Setidaknya imun tubuhnya sudah lebih baik dan tubuhnya sudah ada pertahanan tubuh terhadap difterinya. Wallahu'alam


TJ ~ G4

T : Bertanya, Usia tua diatas 20 tahun kemungkinan tertular pasti adakah? Pencegahannya juga imunisasi kah?
J : Bismillahirrohmanirrohim. Sangat kecil, tapi tetap ada. Ya dengan imunisasi. Wallahu'alam


T : Bertanya dokter, jika kondisi si anak sedang demam atau sedang ada sakit contoh batuk/ pilek/ pusing/ alergi gatal-gatal apakah boleh di imunisasi DPT?
J : Bismillahirrohmanirrohim. Jika demam sebaiknya tidak atau sakit lainnya, terkecuali flu ringan. Jika ragu ada baiknya konsul ke tenaga medisnya. Wallahu'alam.


TJ ~ G5

T : Ijin bertanya saudara saya tidak mengizinkan anaknya untuk mendapat imunisasi sejak bayi hingga sekarang (umur 7 bulan), alasannya karena takut (haram) sebenarnya yang terkandung dalam vaksin itu apa dan hukumnya bagaimana menurut islam, mohon penjelasannya ustadzah, syukron.
J : Bismillahirrohmanirrohim. Secara islam sudah di fatwa kan ya bunda, bahwa itu sebagai salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan hidup maka diberikan. Wallahu'alam


T : Ijin bertanya, penyebab utama penyakit difteri itu apa dok? Selama ini yang tersebar kan penyebab utamanya karena anak tidak divaksin, kok aneh ya, bukankah selama ini penyakit ada karena salah satu penyebabnya adalah bakteri atau virus, yang didukung dengan kondisi lingkungan/sanitasi tidak bersih, tidak menjaga kebersihan diri, makanan, minuman, lingkungan. Jadi sebenarnya penyebab utama penyakit difteri ini apa? Bakteri apa? Dan penanganan supaya tidak terjangkit difteri bagaimana? Apakah Misalnya tidak meludah sembarangan, berciuman bibir dengan anak anak, bayi atau balita. Mohon penjelasan yang detil dari dokter. Terimakasih.
J : Bismillahirrohmanirrohim. Penyebab utamanya bakteri corryne bacteriym diphteriae. Sanitasi yang buruk, gizi yang buruk juga perilaku tidak sehat, selain anak juga tidak diberikan imunitas sekundernya. Masalah sakit itu AllAh yang tentukan bunda, itu juga kita wajib yakini dan setiap langkah yang diambil adalah juga yang punya hak menyembuhkan itu Alloh. Wallahu'alam


TJ ~ G-6

T : Izin bertanya, kenapa ya zaman makin maju tapi macam penyakit semakin bermacam-macam pula. Kapan itu penyakit difteri mulai ada? Wajib kah sebenarnya vaksin DPT/DT/TD?
J : Bismillahirrohmanirrohim. Sudah lama bunda, sebelum wabah ini merebak jadi sejak dulu ada, sehingga dapat menjadi salah satu imunisasi wajib usia 0-9 bulan. Dan anjuran booster (pengulangan) di usia 18 bulan, 5 tahun dan usia sekolah. Jadi bukan hanya sekarang. Yang terjadi sekarang itu merebak kembali. Wallahu'alam


TJ ~ G7
T : Tanya dokter, apa penyebab penyakit difteri? Selain dari yang tertular. Dan apakah imunisasi tersebut diwajibkan dokter? Saya dengar dari ibu-ibu efek beberapa anak badan menjadi panas, tapi ada imunisasi  DPT yang tidak menyebabkan demam pada anak, bedanya apa? Lalu bagaimana cara membedakan gejala awal difteri dengan gondongan, kan ada beberapa yang sama?
J : Bismillahirrohmanirrohim. Difteri biasanya memang dari penularan atau terkadang corhynne bacterium juga terdapat pada makanan kaleng yang tidak tersterilkan dengan sempurna. Ya imunisasinya wajib, apalagi yang memang sudah distandarkan untuk 0-9 bulan. Dilanjutkan juga saat usia sekolah. Kebanyakan demam karena penyebab demam pada imunisasi dapat adalah pertusisnya bukan pada difterinya.
Namun dengan seiring zaman yang maju, telah banyak di dapati vaksin dapat yang sudah di inovasi, sehingga demam yang ditimbulkan peluangnya sangat kecil. Jadi bukan tidak demam sama sekali, namun angka kejadiannya sangat menurun, misal harusnya 80 anak dari 100 anak yang diimunisasi dapat akan demam, maka jika yang satunya 2 di antara 100 anak yang demam. Jelas beda, gondongan dari virus dan gejalanya tanpa radang tenggorokan, bengkak di bagian pipi (letak kelenjar parotis) dan bisa 1 sisi atau 2 sisi. Wallahu'alam. Kecuali ada hal lain yang mungkin kita belum tahu regulasi ya mbak.


T : Tanya dokter, anak saya ada gejala kejang sebelumnya dari usia 7 bulan pernah kejang.  1 bulan sampai 3x kejang dan opname. Kemarin ke posyandu, bidannya ragu untuk suntik DPT. Kemudian saya disuruh ke puskesmas, sampai ke puskesmas katanya tidak masalah ikut suntik. Semalam anak saya panas tinggi dokter  apa itu tidak apa-apa? Saya trauma sama kejang anak saya.
J : Bismillahirrohmanirrohim. Harusnya bunda bisa mengambil dapat yang kemungkinan demamnya rendah atau dapat modifikasi. Wallahu'alam.


T : Mau tanya dok, bagaimana memberi pergertian tentang pentingnya imunisasi pada masyarakat, yang terkadang lebih merasa pintar, apalagi sekarang banyak sosmed yang terkadang menyebar berita yang kadang palsu. Apakah penyakit difteri bisa disembuhkan oleh obat herbal? Karena beberapa teman saya kurang setuju dengan imunisasi, jadi pengobatannya semua pakai obat herbal.
J : Bismillahirrohmanirrohim. Masalah sembuh Alloh jua yang atur, janganlah merasa bahwa karena A, B atau C. Itu semua ikhtiar, tetaplah Alloh yang menentukan dan sepengatahuan saya memang saya belum tahu tentang herbalnya. Karena terapinya, memakai racun yang di ambil dari si bakteri. Wallahu'alam


➖➖➖KHOLAS➖➖➖

Selanjutnya, marilah kita tutup kajian kita dengan bacaan istighfar 3x
Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x

Do'a Rabithah
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Artikel Baru