Home » , , , » Makna pengorbanan Nabi Ibrahim

Makna pengorbanan Nabi Ibrahim

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, December 29, 2017


Image result for nabi ibrahim



Rekap Kajian Online Hamba Allah Ummi G-7
Hari/Tgl : Senin, 4 September 2017
Materi : Makna pengorbanan Nabi Ibrahim
Narasumber : Ustadzah Yeni
Waktu kajian : bada maghrib
Editor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖




Malam ini saya ambil tema yang sesuai dengan moment sekarang yaaa.
Tak terasa dah melewati hari raya Qurban..

Idul Adha disebut juga Idul Qurban atau hari raya akbar. Disebut hari raya Qurban, karena pada hari itu umat Islam di syariatkan Allah Swt untuk menyembelih hewan Qurban.

Qurban berasal dari bahasa arab qarraba, yuqarribu, qurbanan yang artinya berhampir diri dengan Allah Swt. Pengertian umum yang sering ditafsirkan oleh masyarakat yaitu penyembelihan berkaitan dengan pelaksanaan dengan cara menyembelih hewan qurban pasca pelaksanaan Shalat Idul Adha.

Allah Swt mensyari`atkan ibadah Qurban kepada umat Islam karena Allah Swt telah menganugerahkan nikmat yang banyak. “sesungguhnya kami telah memberi kamu nikmat yang banyak, karena itu dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah. Statement ini tertuang pada Q.S Al-Kautsar : 1 -2.

Merujuk pada ayat tersebut, sampai detik ini Allah Swt tidak henti-hentinya memberikan nikmat yang banyah pada umat-Nya. Maka pantaslah kita berkorban untuk Allah Swt sebagai bukti dan tanda terima kasih kepada Allah Swt.

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Ar rahman : 13

😞
 Lalu apa makna yg tersirat dari kisah nabi Ibrahim atas pengorbanannya :

Yuk mari disimak dan diread yaaa..

1.    Wujud rasa syukur atas karunia dan nikmat Allah Swt.


Ibadah Qurban merupakan salah satu wujud rasa syukur atas karunia dan nikmat yang diberikan Allah Swt kepada umat Islam. Rasa syukur tersebut diwujudkan dengan cara menyembelih hewan Qurban, kemudian dibagikan sebagian kepada fakir miskin dan kaum kerabat.

Selain wujud rasa syukur kepada Allah Swt, seorang hamba Allah Swt juga menumbuhkan nilai dan semangat solidaritas sosial dalam bentuk berbagi dengan kaum fakir – miskin.

2.    Memupuk semangat rela berkorban.

Walaupun ibadah Qurban hanya disyari`atkan pada hari raya Idul Adha, akan tetapi semangat berqurban harus tetap dijaga oleh setiap muslim. Setiap muslim harus rela mengorbankan sebagian harta, pikiran, tenaga, waktu dan bahkan jiwanya dijalan Allah Swt. Untuk mewujudkan itu semua di butuhkan semangat rela berkorban.

Ibadah Qurban bukan hanya berhubungan dengan Allah Swt akan tetapi juga berhubungan langsung dengan manusia. Salah satu bentuk ibadah Qurban yang berhubungan langsung dengan manusia dapat dilaksanakan berupa menolong umat Islam yang sedang dilanda musibah.

Saudara kita yg di Ronghiya membutuhkan bantuan kita... disinilah kita membuktikan pengorbanan kita.

3.    Qurban juga menempah kita untuk memperoleh kesuksesan hidup.

Untuk memperoleh kesuksesan hidup juga dibutuhkan pengorbanan. Manusia diciptakan Allah Swt, bukan untuk memperoleh kegagalan akan tetapi untuk memperoleh kesuksesan, baik sukses di dunia maupun sukses di akhirat. Manusia hanya dihadapkan kepada dua pilihan, memilih jalan untuk sukses atau malah memilih jalan kegagalan. Apapun harus rela dikorbankan demi tercapainya kesuksesan hidup. Bagi orang yang enggan untuk berkorban maka orang tersebut akan memperoleh kegagalan.

4.    Qurban mengajarkan kita untuk bersikap dermawan, tidak tamak, rakus dan serakah.

Kurban mendidik kita untuk peduli dan mengasah sikap sosial. Seseorang tidak pantas kenyang sendirian dan bertaburan harta, sementara banyak orang disekitarnya yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan. Rasulullah Saw juga menegaskan dalam Hadis Riwayat Bazzaar, “Tidaklah beriman kepadaku orang yang dapat tidur dengan perut kenyang sementara tetangganya kelaparan, padahal dia mengetahui.”

5.    Secara simbolis qurban mendidik kita untuk membunuh sifat-sifat kebinatangan.

Dan di antara sifat kebinatangan yang harus kita kubur dalam-dalam adalah sikap mau menang sendiri, merasa benar sendiri dan berbuat sesuatu dengan bimbingan hawa nafsu. Manusia adalah makhluk yang sempurna dan utama. Akan tetapi, jika sikap dan tingkah lakunya dikuasai oleh nafsu, maka pendengaran, penglihatan, dan hati nuraninya tidak akan berfungsi. Jika sudah demikian, maka manusia akan jatuh derajatnya, bahkan lebih rendah dari binatang, sebagaimana Allah terangkan dalam Al Qur’an Surat Al A’raaf ayat 179.

6.    Qurban mengingatkan kita agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai harkat dan martabat kemanusiaan.

Digantinya Ismail dengan seekor domba menyadarkan kita, bahwa mengorbankan manusia di atas altar adalah perbuatan yang dilarang Allah Swt. Ibadah yang kita lakukan harus menjunjung tinggi dan menghormati hak-hak manusia. Bahkan hewan qurban yang akan kita sembelih pun harus diperlakukan dengan penuh kasih sayang. Karena itulah, maka perbuatan semena-mena, keji, kejam, mungkar, dzalim dan lain sebagainya adalah perbuatan yang dibenci dan dilarang oleh Islam. Dalam pandangan Islammembunuh manusia tanpa dasar yang dibenarkan syari’at, sama kejinya dengan membunuh seluruh umat manusia, demikian yang dijelaskan Allah dalam Qur’an Surat Al Ma’idah ayat 32.

7.    Keimanan tidak terlepas dari ujian.                

Allah SWT menguji Ibrahim itu antara lain berfungsi sebagai cobaan keimanan, karena siapa pun orang yang beriman harus mengalami cobaan keimanan. Firman Allah SWT:

الم . اَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوْ أَنْ يَقُوْلُوْا ءَامَنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَنُوْنَ *

“Alif  Lam Mim. Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja mengaku beriman padahal belum diuji ?” (Qs.29:1-2)

Menurut ayat ini tidak ada manusia yang dapat diakui keimanannya secara langsung tanpa mengalami ujian terlebih dahulu. Ujian keimanan yang diberikan Allah SWT ada yang bersifat menyenangkan dan ada pula yang menyedihkan.  Firman Allah SWT

وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

“Kami uji kalian dengan yang menyakitkan dan menyenangkan sebagai cobaan. Kepada Kamilah tempat kembalimu.” Qs.21:35

8.    Peranan keluarga dan turunan sangat penting dalam menunjang keberhasilan suatu perjuangan.

Keberhasilan perjuangan Nabi Ibrahim merupakan bukti adanya kerjasama seluruh anggota keluarga dalam menuju cita-cita. Siti Sarah rela mengorbankan cintanya dibagi dua dengan siti Hajar, sehingga memunculkan generasi penerus yang cukup tangguh yaitu Isma’il. Siti Hajar merelakan anak yang dicintainya untuk dikorbankan demi perintah Illahi, sehingga Nabi Ibrahim tidak terhambat dalam melaksanakan tugasnya. Nabi Isma’il rela mengorbankan dirinya demi melaksanakan titah Ilahi, walau cukup berat tantangannya tampaklah seluruh anggota keluarga cukup berperan penting dalam meraih keberhasilan. Oleh karena itu berhati-hati dalam membina keluarga dan keturunan. Tidak sedikit orang yang berhasil sukses dalam berjuang, karena dorongan keluarga, namun banyak orang yang terhambat dalam berjuang karena keluarga tidak mendukung. Firman Allah SWT:

يَاءَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَ أَوْلاَدِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْ وَ إِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَإِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ *

“Hai Orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri dan anak-anakmu itu ada yang menjadi musuh bagimu, maka ber hati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan dan tidak memarahi mereka serta mengampuni, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs.64:14)

9.    Segala perintah Allah pasti membawa keselamatan manusia.

Nabi Ibrahim diperintah Allah untuk menyembelih putranya. Bagaimana jika hal ini terjadi pada kita ? mungkin kita akan berkomentar, bahwa hal itu tidak sesuai dengan kemanusiaan, namun Nabi Ibrahim telah yakin sepenuhnya, bagaimana pun aturan Allah itu tidak akan menganiaya manusia. Buktinya setelah Nabi Ibrahim menjalankan tugasnya, Allah SWT menggantinya.

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِيْنَ * وَنَدَيْنَاهُ أَنْ يَاإِبْرَاهِيْمُ * قَدْ صَدَقْتَ الرُّءيَا إِنَّا كَذَالِكَ نَجْزِى المُحْسِنِيْنَ * إِنَّ هَذَا لَهُوَ البَلاَؤُا المُبِيْنُ * وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ *

Tatkala keduanya berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya. Kami panggil Ibrahim: Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan wahyu yang Kami turunkan. Sesungguhnya Kami memberi balasan kepada orang yang baik. Hal ini benar-benar merupakan suatu ujian yang nyata. Oleh karena itu , Kami ganti anak itu dengan sembelihan yang sangat besar. (Qs.As-Shaffaat, 37: 103-107)

~ The last

10.  Iman harus dibuktikan dengan berserah diri kepada ketentuan Allah

Nabi Ibrahim diperintah menyembelih anaknya, bukan sembelihannya yang penting bagi Allah, tapi kerelaan berkorban untuk perintah Allah.

فَلاَ وَرَبِّكَ لاَيُؤْمِنُوْنَ حَتَّى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُوْا فِى أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا *

“Demi Allah Tuhanmu, mereka belum dikatakan mu’min, sebelum bertahakum kepadamu (Rasul) atas apa yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak mendapat keengganan dalam hatinya dan mereka berserah diri sepenuhnya.” (Qs4:65)

Demikian 10 makna yang tersirat dari kisah nabi Ibrahim atas pengorbanan yg beliau lakukan



➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

TANYA JAWAB


T : Assalamu'alaykum ustadzah. Saya mau Tanya, mendidik anak juga merupakan suatu perjuangan orangtua benar ya ustadzah? Kerjasama ayah dan bunda sangat diperlukan disini. Bagaimana cara kita menyikapi bila pola mendidik orang tua tidak sejalan. Yang ayah maunya begini yang bunda maunya begitu ustadzah?
J : Betul Bunda, idealnya begitu ada komunikasi ayah bundanya, jika tidak sejalan maka disitulah ujiannya bun, sebagai bunda yang makin paham anak maka sikap kita kudu sabar,  sabar memahamkan pasangan dan itu proses bunda.


T : Berarti apapun itu masalahnya hakikat do'a dan kesabaran penting banget ya ustadzah? Jazakillahu khairan katsiran ustadzah.
J : Itu kunci menjalani hidup yang penuh warna bun, banyak-banyak bersyukur, masalah kita belum tentu berat jika kita menengok keadaan orang lain. 3S, Sabar, syukur dan senyum itu pilihan terbaik.


T : Bagaimana cara mendidik putra putri kita agar mendapat ketaatan seperti yang dimiliki nabi Ismail? (nabi ismail sangat taat akan perintah allah bahkan saat belio akan di qurbankan oleh ayahnya ) Masyaallah.
J : Dimulai dari kita orang tua yang harus punya pengetahuan keislaman yang bagus, tauhid yang bagus. Kita orangtua harus bisa menjadi teladan untuk anak-anak kita.


T : Assalaamualaikum Ustadzah, apa yang harus dipersiapkan bagi kami yang berkesempatan belum diberi anak agar untuk mempersiapkan diri agar dapat mencontob Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as.?
J : kekuatan ruhiyah mbak, ketauhidan pada Allah,pemahaman islam bagaimana nanti ini menjadi bekal mendidik anak-anak.


T : bunda berkaitan dengan poin ini, masih banyak kita temui orang yang mampu (berada) tapi tamak dan serakah, padahal mereka pun menjalankan syariat islam dan tahu yang mereka lakukan itu salah. Bahkan mereka tiap tahun qurban dengan alasan mengikuti aturan agama, tapi sikap mereka masih belum berubah, menyikapi hal seperti ini kita harus bagaimana?
J : Kuncinya 3S tadi mbak. Sabar... sabar menghadapi mereka... mereka hanya tahu bukan paham.. kalau paham pasti ada aplikasi. Syukuri... bahwa mbak masih dianugerahi pengetahuan.. kesempatan untuk bisa lebih baik... apa yang dilakukan bisa menjadi cermin buat kita. Senyum... itu sehat daripada manyun tidak da untungnya buat kita. Yaa tidaak.


T : Mo bertanya, terkait point di atas...apakah  hubungan dalam kluarga  yang kurang harmonis termasuk dalam point ini ustadzah? bagaimana menyikapi kesalahpahaman yang terjadi agar keimanan terus dapat bertambah bukan berkurang? Maaf kalau bahasannya  kurang di pahami.
J : Tiap kita dilahirkan dengan masalah yang beda dan tentunya solusi yang beda. Ujian diberikan sesuai takaran kemampuan kita Allah yang maha Tahu, ukuran kemampuan bukan dari kacamata kita tapi dari sisi Allah.
Cara menyikapinya.. dekati Allah yang Maha pemberi solusi dengan cara yang Allah cinta. Allah suka dengan hamba yang datang merintih memohon padaNya.


T : Mau bertanya 1 lagi..ustadzah, apakah seseorang yg bunuh diri atau lari dari masalah tanda dari seseorang yang imannya tidak kuat? Jazakillah ustadzah.
J : Iya mbak, indikasinya demikian. Padahal dengan bunuh diri bukan berarti masalah selesai, selesai di dunia belum tentu di akherat, bakalan menambah catatan dosa. Astagfirullah


T : Satu lagi ustadzah, kejadian seseorang membunuh diri ditempat umum dengan maksud teror apa dia bisa dikatakan bertolakbelakang dengan point diatas ustadzah?
J : Kembali ke niat mbak, yang tahu niat itu hanya kita sama Allah. Kalau di suriah, palestina in syaa Allah niat mereka karena Allah. Kalau Indonesia, bisa jadi ini adalah cara untuk mmbuat umat islam kacau.


T : Bunda, mau tanya bagaimana membiasakan ikhlas dalam memaksimalkan ibadah? Apakah kalau misalnya ingin membiasakan sedekah yang agak banyak tetapi dalam hati ada rasa berat, akan merusak pahala sedekah kita? Dan bagaimana kalau ingin membuka sedekah kita agar saudara-saudara kita merasa tergugah untuk sedekah? ( takut nya malah riya)
J : Ikhlas itu tidak perlu diingat ingat lagi atas apa yg dikeluarkan. Kebiasaan baik itu perlu dipaksa, sebenarnya kalau tidak ikhlas, berat hati, yang rugi sapa yaa hehe.
Pahala tidak dapat, tubuh juga tidak sehat karena berat hati tadi,  jadi mendingan diikhlasin saja yaa, pahala dapat in syaa Allah akan diganti 10x lipat, walaup un itu tidak saat itu, Allah berikan pas menurut Allah kita memang perlu.
Riya itu masalah hati, jadi lakukan saja, jika ada riya terbersit, segera istighfar wudhu tilawah biar adem gitu hatinya


T : Ustadzah masalah riya tadi, kalau kita tidak sengaja cerita ke teman nih kalo sudah kasih apa kesiapa gitu, terus tidak ada niat buat riya, karena kebiasaan nyerocos ketemen. Setelah itu kita baru nyadar, lho kok diceritain sih tadi sedekahnya. Bagaimana itu ustadzah, setelah itu kita istighfar, keterima tidak pahala sedekah kita? Terus riya tidak ya ustadzah?
J : Lagi-lagi kembali ke niat mbak,  yang tahu kita maksud riya atau tidak kita sendiri. Sah-sah saja bercerita itu dengan tujuan agar bisa menginspirasi orang berbuat yang sama bahkan lebih. Masalah pahala dosa itu hak Allah.



🔚🔚🔚🔚🔚🔚🔚🔚🔚🔚

Selanjutnya, marilah kita tutup kajian kita dengan bacaan istighfar 3x
Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x

Do'a Rabithah
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Artikel Baru