Home » , , » MENJADI SEBAIK BAIKNYA MANUSIA

MENJADI SEBAIK BAIKNYA MANUSIA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, December 6, 2017

Kajian Online Hamba Allah Ummi G-6
Hari/Tgl : Kamis, 24 Agustus 2017
Materi : Menjadi Sebaik-Baiknya Manusia
Narasumber : Ustadzah Nur'aini
Waktu kajian : Ba'da Ashar
Editor : Sapta
=======================


MENJADI SEBAIK BAIKNYA MANUSIA

Sahabat HA yang dirahmati Allah...

Mari kita simak percakapan berikut...

" Kuda aja bisa dilatih, masa manusia tidak", ujar Abah Trisna (pemilik sekaligus  pelatih kuda untuk berbagai kebutuhan).
Muhun Abah," kata Pak Lesmana sembari tersenyum yakin, setelah sekian lama banyak terapi yang dijalani untuk "anak spesialnya". Baru berkuda yang belum optimal. Karena itu butuh waktu, pembiasaan dan kontinyu.

"""""

"Dok, apa yang bisa saya lakukan untuk mempercepat pulih nya cidera ini..?", Tanya bu Mina sambil menahan sakit dipunggungnya.
"Ibu harus banyak jalan kaki, dan lebih bagusnya ibu biasakan berenang , itu saja... olah raga yang lain tidak saya anjurkan," jawab Dr Petter spesialis Ortho Pedi.
Bu Mina terdiam, berenang..? fikirnya, sudah bertahun tahun dia tidak melakukannya, itu juga hanya renang ala anak kampung, permainan masa kecilnya di tanah kelahiran..
Sekarang dia harus berenang secara kontinyu dengan cara yang benar untuk memulihkan cidera ruas tulang belakangnya yang remuk akibat jatuh dari ketinggian hampir 4 meter.

"""""

"Bagaimana rasanya setelah dicoba dengan metode saling setor satu ayat sehari kepada teman....?, tanya Ustadzah Damayanti kepada ummahat Halaqah Qur'an dihadapannya..
Terdengar gemuruh suara-suara berbagai jawaban diselingi senyum dan wajah malu malu...
"Jangan melakukan itu karena tugas dari saya atau harus setor murajaah saat Halaqah...lakukanlah itu ikhlas karena Allah dan target, "ujar Ustadzah Damayanti lagi.
Semua terdiam...target..? Fikir mereka.
"Apa target ummahatfillah semua..?
Apa sasaran nya..?
Ibarat memanah kita membidik target bukan..?, tidak asal melepas busur panah kemana saja kita suka..
Begitu juga menghafal Quran harus punya target kalau tidak aktivitas menghafal hanya saat kita suka atau karena tugas dan bla..bla..bla..
Target kita memberi mahkota kepada kedua orang tua di Surga dan itu perlu proses pembiasaan dengan kontinyu untuk bisa hafal berjuz - juz Al Quran ," tegas Ustadzah Damayanti


Sahabat HA...

Apa hikmah yang bisa kita ambil dari tiga percakapan diatas..? Mari kita lihat Hadits:
Rasulullah Saw bersabda, “ Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (Riwayat Sahih Bukhari/Muslim)

Ternyata hadits yang disampaikan lebih dari 14 abad silam banyak sekali faedah dan filosofinya..


FAEDAH  MEMANAH, BERKUDA  DAN BERENANG

  1. Memanah
    Melatih emosi dan fisik untuk meletakkan target pada sasaran.
    Memanah sangat menitik beratkan body balancing. Maka jika pemanah emosinya tertekan, maka panahan amat mudah tersasar. Secara tidak langsung, memanah ini melatih manusia tenang dan menstabilkan emosi.
    Individu yang tidak tenang, terburu buru, pemarah, kurang sabar atau kurang sehat mentalnya tidak akan menjadi pemanah yang baik.

    Aktifitas melenturkan anak panah di busurnya, kemudian melepaskannya perlu satu kekuatan fisik. Memanah ini juga satu latihan holistik kepada diri seseorang dari segi fisik dan mental.

    Setiap hari Uqbah bin Amir Al Juhani keluar dan berlatih memanah, kemudian ia meminta Abdullah bin Zaid agar mengikutinya namun  ia hampir bosan. Maka Uqbah berkata, “Maukah engkau aku kabarkan sebuah hadits yang aku dengar dari Rasulullah Saw ?” Ia menjawab, “Mau.” Uqbah berkata, “Saya telah mendengar beliau bersabda:
    “ _Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah; orang yang ketika membuatnya mengharapkan kebaikan, orang yang menyiapkannya di jalan Allah serta orang yang memanahkannya di jalan Allah.” Beliau bersabda: “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kamu memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda.”_ (Riwayat Ahmad– 16699)

    Hadits di atas menggambarkan betapa Rasulullah Saw sangat menganjurkan agar seorang muslim prihatin dengan persiapan untuk berjihad di jalan Allah Swt. Memanah dan berkuda merupakan dua kegiatan yang terkait dengan hal itu. Dan seorang muslim perlu memiliki semangat untuk berjihad di jalan Allah Swt.
    Mengapa? Karena Nabi Saw. memperingatkan bahwa hilangnya semangat berjihad sebagai tanda hadirnya kemunafikan dalam diri.

  2. Berkuda

    Rasulullah Saw bersabda:
    “ _Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda).”_ (Riwayat Muslim)

    Berkuda amat baik untuk kesehatan manusia. Seluruh anggota tubuh dari kepala hingga ke kaki, dari fisik hingga mental akan mendapat manfaatnya.
    Bentuk lekuk badan belakang kuda (tempat di tunggangi) baik untuk merawat segala masalah tulang belakang manusia.
    Saat pergerakan galloping yaitu gerakan kuda melompat dan berlari, menyebabkan  tulang belakang manusia bergerak antara satu sama lain dalam keadaan harmoni, dan menstimulasi saraf-saraf tulang belakang, seolah-olah dipijat,

    Seluruh anggota (tulang rangka, otot-otot, organ-organ inti),  terstimulasi secara optimum untuk menjadi semakin sehat.

    ~ Penunggang kuda yang hebat in syaa Allah akan terbebas dari gangguan masalah seksologi . Selain itu menunggang kuda juga bisa menguatkan mata karena adanya stimulasi terhadap saraf kranial saat kuda melakukan gerakan.

    ~ Berkuda memang memiliki manfaat untuk metode penyembuhan bagi berbagai masalah anak. Mulai dari masalah psikologis, mental, emosional, lemah fisik, kemampuan berbahasa dan berbicara, bahkan autisme.

    ~ Lewat berkuda anak-anak diajarkan bahasa gerak tubuh dengan kuda dan harus menyesuaikan gerakannya. Mereka juga dituntut memahami psikologis kuda tersebut.
    Pelajaran mengenai konsentrasi inilah yang mungkin menonjol dari kegiatan berkuda. Jika mereka (peserta) tidak konsentrasi dan mengikuti instruksi pelatih, bisa saja malah terjadi hal yang tidak diinginkan. Dan itu semua perlu pembiasaan yang kontinyu.

  1. Berenang

    Saat berenang, mental, fisik, semua otot dan tulang rangka digerakkan untuk membuat satu gerakan yang berkoordinasi antara dua anggota kaki dan dua anggota tangan, selain menstimulasi stamina (sistem kardiovaskular)
    Berenang juga memberi peluang manusia untuk menguasai air serta menjadi berani.

    ~ Agar bisa berenang, kita harus bisa mengambang, agar bisa mengembang kita harus tenang, tidak panik, percaya diri, pasrah tapi tetap fokus untuk tetap mengambang…
    ~ Selain itu, kalau sudah bisa mengambang, kita harus bisa menguasai diri untuk bisa mempertahan kan diri kalau-kalau kehabisan oksigen kita tahu bagaimana cara bangun mengambil udara.
    ~ Sudah bisa mengambang dan tahu cara mempertahankan diri, maka selanjutnya berlatih cara mengendalikan kaki dan tangan.
    ~ Lalu jadilah kita bisa berenang🏊🏿
Kalau sudah bisa berenang, hal tersebut jadi menyenangkan…
☘Andaikan step-step belajar berenang itu kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukankah menyenangkan…
☘Kita itu sejak lahir langsung nyebur ke kolam “ *dunia* ”…
Kita harus bisa belajar agar bisa “berenang” di alam dunia ini, yang bisa menguasai akan bertahan dan menikmati hidup, dan kesemuanya itu juga perlu *pembiasaan* dan *konsentrasi*.


FILOSOFI PERINTAH MEMANAH, BERKUDA DAN BERENANG

Sahabatfillah...
Ternyata tiga perintah ini sangat dalam makna dan isinya. Apa yang dianjurkan Nabi Saw. adalah sesuatu yang sangat berhubungan hingga saat ini. Perintah itu terbagi atas tiga bagian, dimana setiap bagian saling berhubungan satu sama lain.

Perintah pertama, Rasulullah Saw. menganjurkan kita untuk Memanah. Secara eksplisit  perintah ini menganjurkan kepada kita untuk mempunyai “ *target* ” dalam hidup .Ada tujuan yang harus dicapai ibarat anak panah yang meninggalkan tempatnya untuk sampai ke sasarannya

Kedua, Berkuda. Ya perintah ini bermakna bahwa tujuan hidup atau cita-cita yang kita impikan harus kita kejar secepat dan sekuat kuda berlari. Gunakanlah segala kekuatan yang kita miliki untuk terus berusaha mencapai target hidup.

Ketiga, Berenang. Kegiatan ini mempunyai arti untuk menjadi pribadi pantang menyerah dalam memacu kecepatan demi mencapai target hidup.Ibarat perenang yang berhenti ditengah-tengah lautan maka akan tenggelam atau celaka dimakan hiu.

Maka sahabat yang budiman, milikilah ketiganya, jadilah pribadi yang tangguh dalam  mengejar target hidup. Jangan berhenti di tengah jalan atau orang lain akan mengambil kesempatan itu. Tentukan target hidup yang  lebih realistis, bermimpi boleh asal mimpinya terukur dan “reachable”. Yakinlah dengan potensi yang kita miliki seperti anak panah yang sampai kesasaran dengan cepat lagi gesit. Jangan pernah berhenti di setiap kegagalan yang kita hadapi karena “gagal adalah keberhasilan yang tertunda...

Begitu juga dalam berinteraksi dengan Al Quran..
Itu semua adalah untuk melatih kita dalam pembiasaan untuk terbiasa setiap hari nya memenuhi target..
Tidak melihat tingkat kuantitas tilawah atau hafalan..
Tapi lihatlah itu semua akan terasa ringan dan akan menjadi kebutuhan jika disiplin dalam pembiasaan laporan dan ke istiqamahan dalam aturan komunitas..

~ Buang rasa takut akan tidak mampu kholas tiap hari, tidak bisa hafal dan lainnya...
~ Seperti membuang rasa takut saat akan memulai melakukan proses memanah, berkuda dan berenang..

_Semoga kita semua menjadi sebaik baiknya muslim/ah.._

Wallahu A'lam bishawab

~~~~~~~~~~~~~~~~
Selanjutnya, marilah kita tutup kajian kita dengan bacaan istighfar 3x
Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x

Do'a Rabithah
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT