Home » , , , » TIDAK ADA PAKSAAN DALAM BERAGAMA

TIDAK ADA PAKSAAN DALAM BERAGAMA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, December 4, 2017

 Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Kamis, 30 November 2017
Rekapan Grup Bunda G5
Narasumber : Ustadzah Bunda Malik
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti



Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungkan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untukuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangkitkan ummat yang telah mati, memepersauntukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan sayaahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntukun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basamallah

Bismillahirrahmanirrahim...                       

TIDAK ADA PAKSAAN DALAM BERAGAMA

Allah Ta’ala berfirman,

بسم الله الرحمن الرحيم

لَا إكْرَاه فِي الدِّين قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْد مِنْ الْغَيّ

Tidak ada paksaan dalam memeluk agama. Sungguh telah jelas antara kebenaran dan kesesatan” (QS. Al Baqarah: 256)

Sebagian orang salah dalam memahami ayat ini sehingga terjebak dalam pemahaman pluralisme agama. Yaitu bahwa semua agama itu benar, dan Islam bukanlah agama yang paling benar. Paham ini juga mengajarkan bahwa Islam memberi kebebasan kepada manusia untuk memeluk agama apa saja, dan agama apapun dapat mengantarkan pemeluknya kepada Surga Allah Ta’ala. Dengan demikian, menurut para pluralis, dalam Islam tidak ada konsep mu’min dan kafir.

Padahal Islam sama sekali tidak mengajarkan pluralisme agama, bahkan Islam mengajarkan tauhid. Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sama sekali tidak ridha terhadap agama selain Islam, serta segala bentuk kemusyrikan.

Maka jelaslah bahwa tidak memaksa orang kafir untuk memeluk Islam bukan berarti ridha terhadap kekafiran mereka, bukan membenarkan semua agama yang ada, dan bukan menghilangkan status kafir dari diri mereka sebagaimana diklaim oleh para pluralis.

Agama yang Benar Hanya Islam.

Satu hal yang wajib dijadikan pegangan setiap muslim, yaitu bahwa ayat-ayat Al Qur’an tidak ada yang saling bertentangan. 

Allah Ta’ala berfirman,

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

“Apakah kalian tidak mentadabburi Al Qur’an? Andaikan Al Qur’an bukan diturunkan dari sisi Allah, tentu akan banyak pertentangan di dalamnya” (QS. An Nisa: 82)

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإِسْلامُ

“Agama yang diridhai oleh Allah adalah Islam” (QS. Al Imran: 19)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Al Imran: 85)

Wallahua'lam bish showab

TANYA JAWAB

Q : Bunda ustadzah, sahabat saya sekarang murtad jadi nasrani, dan sejak saat murtad itu kami jadi putus komunikasi, saya jadi kecewa sangat dengan keputusan dia dan jadi males komunikasi lagi. Salahkah tindakan saya bund, bagaimana saya harus berdamai dengan dia gitu . Karena hati ini gak terima rasanya...
A : Materi diatas sudah menjelaskan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama, berbeda aqidah akan tetapi dalam bermuamalah tetap dalam kesantunan...wallahu alam

Q : Bunda ...teman saya suaminya seorang mualaf...dari nasrani masuk islam...namun beberapa tahun kemudian dia kena phk karena kantornya bangkrut dan dia merasa susah saat itu dengan keuangan....lalu dia jarang sholat dan lebih dekat lagi ke keluarganya seperti nya balik agama semula.....naaah gimana ya bunda klo seperti ini dia merasa malah bersalah masuk islam jadi dapat kesusahan hidup katanyaa. Kalau dia masih berhubungan intim dengan istrinya apakah jadi zinah ?Terimakasih bunda....
A : Pastikan apakah ia bpindah agama kembali, harus ada ktegasan dari pihak wanitanya

Q : Bunda teman saya mualaf dan rajin mendalami agama. Di depan orang kalo bicara manis dan keliatan aktif serta selalu mau menolong tapi lama kelamaan pasti nanti dia menceritakan kejelekan seseorang dengan meyakinkan..Kadang malas berteman dengan orang ini suka mengeluh dan hidupnya memang penuh masalah...apakah kalo kita menjauh dari orang seperti ini lebih baik atau harusnya bagaimana ya ustadazah. Dan apakah musibah yang dia alami adalah akibat dari perbuatan sendiri. Seperti suaminya selingkuh dan bercerai lalu dapat suami yang secara finansial jauh dari layak serta agamanya juga kurang...kalo dinasehati lebih pandai dia.
A : Astaghfirullah....tetaplah menasehati dengan kesantunan dan hadirkan ia dalam doamu, sekakipun tidak suka tetapi tidak suka karena keingkarannya so tetap dinasehati wallahu alam. Perkara ujian semua orang mendapatkan ujian dari Allah dan bagaimana menyikapinya bergantung pada tingkat keimanan seseorg tidak arif rasanya kita memvonisnya serahkan semuanya kepada Allah saja...wallahu alam

Q : Bunda... Bagaimana dengan anak terlahir dalam keluarga yang ibu bapak nya berbeda agama. .? Tapi anaknya pilih Agama Islam 
Bagaimana dalam Islam tentang anak tersebut tentang nama wali nya ?
A : Walinya tetap nama ayahnya...anak terlahir tetap pada fitrah keIslamannya. Meski pun ayahnya non Muslim ya bun...

Q : Temen saya dulu menikah dengan non muslim, dan dia ikut agama suaminya. Waktu saya tanya kenapa jawabannya "semua agama baik, dan orang tua yang penting anaknya bahagia" Sebagai seorang temen, saya harus menjelaskan bagaimana terhadap dia dan orang tuanya kalau yang dia lakukan tidak benar. Apa yang harus dilakukan agar anak-anak nanti tidak sampai murtad karena cinta atau harta. Ada beberapa kasus karena sakit menahun tak kunjung sembuh ahirnya murtad karena diiming-imingi orang non muslim untuk disembuhkan, gagal menikah dengan orang muslim ahirnya malah mendekat dengan yang non muslim hanya karn sifatnya dianggap lebih baik dari yang muslim, kepepet hutang ahirnya pinjam ke pihak non muslim dengan syarat diharuskan murtad, dsb
A : Sampai kebenaran sekemampuanmu jika tidak mampu bisa minta orang lain untuk membantu menjelaskan juga membantu secara finansialnya...wallahu alam


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika


“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT