Home » , , , » Adab Menerima Tamu

Adab Menerima Tamu

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, January 5, 2018



Image result for bertamu
REKAP KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH G-4
Hari/Tgl : 07 September 2017
Narsum: Ustadzah Lilis
Tema.   : Adab Menerima Tamu
Waktu  : Pagi
Admin  : Sugi, Rahmi, Delia
Notulen: Laela
Editor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


ETIKA MENERIMA TAMU
Oleh : Bunda Lilis


Berbeda dengan jaman sekarang, para sahabat biasa berebutan menjamu tamu dalam kondisi lapang dan sempit. Hal ini karena mereka sudah faham betul hakekat dan keutamaan menerima Tamu.

Rosululloh bersabda:
"Tiga hal yang harus dimiliki bila orang ingin menikmati kemanisan iman. Pertama, sanggup memuliakan tamu. Kedua, bersedia menolong orang meskipun diri sendiri dalam kesusahan. Dan ketiga, melimpahkan kesejahteraan pada semua orang".

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menerima tamu, yang sesuai dengan sunnah Rosululloh:

1.  Memakai pakaian yang rapi dan sopan.

2.    Bersikap sama kepada orang kaya atau miskin, pejabat atau bukan karena kita tidak tahu di antara mereka yang mana yang dititipi Alloh membawa kebaikan dan keberkahan.

3.    Menanyakan keperluannya dengan bahasa yang sopan.

4.    Melindungi keamanan tamu.

5.    Menjamu sebatas kemampuan, tidak sekedar dan tidak berlebihan.

6.    Ramah dan menyambut dengan senyuman walau sedang dalam masalah.

7.    Sabar kepada tamu yang suka mengeluh, karena mungkin Alloh mendatangkan dia untuk mendapat pahala yang banyak dari pertolongan kita.

8.    Apabila sibuk bisa kita bersiasat tanpa mengurangi sopan santun,misalnya sediakan majalah dan diminta menunggu.

9.    Menghadapi tamu yang meminjam uang, jika kita tidak punya uang, jawab bahwa kita belum bisa menolongnya.

10.  Menawari makan. Siapa tahu tamu belum sempat makan.

11.  Menawari menginap jika kondisi tidak memungkinkan untuk langsung pulang,karena beda kota.

12.  Menghadapi tamu yang biasa ngajak ngobrol berjam-jam, sampaikan bahwa kita ada pekerjaan yg harus diselesaikan dan berikan dia bacaan majalah atau koran. Kalau menginap, bisa pihak keluarga gantian menemani.

13.  Apabila kita mendapat 2 atau 3 tamu berbeda, bisa semua dipersilahkan duduk, dan diminta menyampaikan tujuan masing-masing, jangan dibuat mengantri, tapi diajak bicara secara bergantian.

14.  Apabila datang meminta nasihat dan kondisi sedang tidak memungkinkan,    maka buatlah janji di lain waktu.

15.  Ada yang rumahnya sering dikunjungi banyak tamu, maka tetaplah bersabar dan ikhlas.


Rosululloh bersabda :
" Sesungguhnya diantara manusia ada golongan yang dipilih Alloh untuk melayani kepentingan orang banyak. Berduyun-duyun orang mendatanginya dan semua menceritakan kesulitannya. Orang - orang itu selalu diberi Alloh rejeki selama mereka memperhatikan kesulitan orang yang menemuinya".


🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸
TANYA JAWAB


T:  Ustadzah Tanya, boleh kah kita menolak tamu (dengan tidak menjawab salamnya, sehingga akhirnya tamu pergi lagi) karena kita tidak suka dengan akhlaknya atau kita tidak ingin tamu tersebut tahu aib kita mungkin sedang bertengkar dan sebagainya)?
J : Boleh. Itulah tujuannya


T : Ustadzah berapa lama kah kita wajib melayani tamu. Benarkah hanya 3 hari?
J : Ya 3 hari


T : Jika sudah lebih dari 3 hari, boleh kah kita memintanya pergi dari rumah kita dengan cara yang sopan?
J : Boleh


T : Ustadzah mau tanya etika menerima tamu bagi ibu yang baru melahirkan. Kan biasanya banyak yang menjenguk ibu yang melahirkan. Seperti waktu saya habis lahiran dulu. Baru sampe rumah, kondisi badan masih pegel semua tapi tamu-tamu sudah berdatangan. Belum lagi kurang istirahat karena begadang juga dengan bayi. Rasanya pingin nolak tapi ga enak. Bolehkah kita menolaknya? Tapi gimana cara yang halus agar tamu-tamu tidak tersinggung ya ustadzah?
J : Seharusnya yang sakit ada yang jaga. Dia lah yg mengatur apakah si sakit boleh dikunjungi atau tidak. Sama dengan di rumah sakit. Itu hak si sakit untuk menjalani proses penyembuhan. Sampaikan aja, besoknya baru bisa tengok. Tapi jangan lupa, kedatangan tamu membawa berkah, mengeluarkan semua penyakit dari dalam rumah kita.


T : Mirip pertanyaan bunda rahmi, bolehkah kita pura-pura tidak dengar kalau ada yang bertamu, yang mana tamunya suka gosip, gunjingin tetangga. Pernah dengar kalau ketuk pintu kita tidak boleh ngintip dari jendela luar, benarkah Ustadzah?
J : Boleh. Dan sudah dijelaskan di atas tidak boleh menghadap pintu, apalagi mengintip.


T : Ustadzah, hukumnya apa jika bertamu mengetuk serta menghadap pintu & mengintip?
J : Mengetuk boleh, itu budaya yang baik. Tapi mengucap salam adalah wajib dalam bertamu. Membelakangi pintu adalah sunnah. Mengintip itu dilarang (haram dalam bahasa arab).


T : Ustadzah, kalau kita bertamu dan mengucapkan salam tapi tidak di balas ucapannya oleh tuan rumah apakah si tuan rumah tersebut dosa atau kita harus kasih salam ulang? Terimakasih.
J : Ucapan Assalamualaikum dalam bertamu merupakan permintaan izin masuk. Jawaban salam merupakan bukti adanya izin. Ucapan itu max 3x, kalau tak ada jawaban harus pulang, terlepas disengaja atau tidak.
Kalau pribumi sengaja tidak menjawab tidak berdosa dengan tujuan penolakan bertamu. Karena fungsinya untuk masalah izin masuk atau tidak. Tapi kalau merasa ragu, dijawab pelan tanpa terdengar sama si tamu.


T : Ustadzah saat-saat ini ada beberapa yang pura-pura bertamu tapi ternyata ada maksud jahat (maling/rampok). Ada baiknya bagaimana ya bu, khawatirnya malah su'udzon.
J : Suudzon tidak boleh, waspada boleh. Untuk meningkatkan kewaspadaan perlu ilmu dan pengalaman orang lain sebagai gambaran. Mengembangkan suudzon juga tidak boleh. Yakinlah bahwa kedatangan tamu mendatangkan barokah dan mengeluarkan penyakit/ musibah dari rumah itu.
Kalaupun ternyata di antara tamu ada yang berniat jahat, itu ujian buat kita dan harus yakin, makar Alloh lebih baik, Alloh maha pelindung dan mendatangkan para malaikat sebagai satpam. Jadi, jangan kembangkan sikap suudzon. Positif saja pada tamu-tamu kita.


T : Mau tanya ustadzah, kalau ada tamu tidak pulang-pulang bagaimana caranya mengusir?
J : Hak tamu 3 hari. Selebihnya boleh diminta pulang (bukan mengusir/dengan bahasa yang sopan). Caranya sampaikan bahwa kita sibuk dan ada pekerjaan yang harus diselesaikan.


~~~~~~~~~~~
Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis :

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!