Home » , » Asy-syaja'ah (Keberanian)

Asy-syaja'ah (Keberanian)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, January 17, 2018



Image result for keberanian
KAJIAN ONLINE HAMBA اَللّهُSWT UMMI G-2
Hari / Tanggal : Selasa, 13 September 2017
Narasumber    : Ustadzah Lillah Nurul Fadhilah
Tema : Asy-syaja'ah
Notulen : yuniboo
Editor : Sapta
------------------------


"Asy - syaja'ah"


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيِْ
Bismillaahirrahmaanirrahiim


إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang sampai sekarang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat islam dan diberikan kesempatan berkumpul di majelis ilmu.

Shalawat beserta salam kita haturkan suri tauladan terbaik sepanjang Zaman, yang begitu mencintai kita, bahkan ketika Allah memanggilnya yang disebut-sebut adalah kita, umatnya. Yakni nabi besar Muhammad SAW. Semoga kita bisa bersua dgn beliau di yaumil akhir.

🌺🌸🌺🌸🌺🌸
Semoga pada hari yang barokah ini, insyaa Allah mampu menerangi kita untuk selalu dekat dengan-Nya untuk menuju Jannah yang abadi. Aamiin..

🌼🌻🌼🌻🌼🌻

 Insyaallah mau membahas soal Asy syajaah (keberanian)

Asy-syaja’ah (keberanian)

adalah salah satu ciri yang dimiliki orang yang istiqamah di jalan Allah

Secara manusiawi seseorang, memang memiliki sifat khauf (takut) sebagai lawan sifat asy-syaja’ah. Namun sifat khauf thabi’i (alamiah) yang diadakan Allah di dalam diri manusia sebagai mekanisme pertahanan diri seperti takut terbakar, tenggelam, terjatuh dimangsa binatang buas, harus berada di bawah khauf syar’I yakni takut kepada Allah Ta’ala. Hal tersebut secara indah dan heroik terlihat gamblang pada kisah Nabi Musa a.s, Ibrahim a.s dan Muhammad saw.

Rasa takut pada kemungkinan tenggelam ke Laut Merah teratasi oleh ketenangan, optimisme dan keberanian Nabi Musa a.s yang senantiasa yakin Allah bersamanya dan akan menunjukinya jalan. Dan benar saja Allah memberinya jalan keluar berupa mukjizat berupa terbelahnya Laut Merah dengan pukulan tongkatnya sehingga bisa dilalui oleh Nabi Musa dan pengikutnya. Kemudian laut itu menyatu kembali dan menenggelamkan Fir’aun beserta tentaranya.

Kisah yang tak kalah mencengangkannya terlihat pada peristiwa pembakaran Nabi Ibrahim a.s. Rasa takut thabi’i terhadap api dan terbakar olehnya teratasi oleh rasa takut syar’I yakni takut kepada Allah saja. Dan subhanallah, pertolongan Allah datang dengan perintah Nya kepada api agar menjadi dingin dan sejuk serta menyelamatkan Nabi Ibrahim a.s.

Keberanian, ketawakalan dan kepasrahan pada Allah yang membuahkan pertolongan-Nya juga terlihat pada saat Rasulullah Muhammad SAW bersama sahabat setianya Abu Bakar Ash-Shidiq berada di gua Tsur untuk bersembunyi dalam rangka strategi hijrah ke Yatsrib (Madinah).

Kaki-kaki musuh yang lalu lalang tidak menggetarkan Rasulullah dan ketika Abu Bakar begitu mengkhawatirkan keselamatan Rasulullah SAW, beliau menenangkannya dengan berkata, "Jangan takut, sesungguhnya Allah bersama kita" (QS 9: 40).


Macam-macam Syaja’ah

Syaja’ah atau pemberani/kesatria tentu saja berbeda dengan bersikap nekat, "ngawur" atau tanpa perhitungan dan pertimbangan. Asy-syaja’ah adalah keberanian yang didasari pertimbangan matang dan penuh perhitungan karena ingin meraih ridha Allah. Dan untuk meraih ridha Allah, tentu saja diperlukan ketekunan kecermatan dan kerapian kerja (itqan). Buka keberanian yang tanpa perhitungan, namun juga bukan terlalu perhitungan dan pertimbangan yang melahirkan ketakutan.

Paling tidak ada beberapa macam bentuk asy-syaja’ah (keberanian), yakni:

Ø  Memiliki daya tahan besar

Seseorang dapat dikatakan memiliki sifat berani jika ia memiliki daya tahan yang besar untuk menghadapi kesulitan, penderitaan dan mungkin saja bahaya dan penyiksaan karena ia berada di jalan Allah.

Ø  Berterus terang dalam kebenaran

"Qulil haq walau kaana muuran" (katakan yang benar meskipun itu pahit) dan berkata benar di hadapan penguasa yang zhalim adalah juga salah satu bentuk jihad bil lisan. Jelas saja dibutuhkan keberanian menanggung segala resiko bila kita senantiasa berterus terang dalam kebenaran.

Ø  Kemampuan menyimpan rahasia

Orang yang berani adalah orang yang bekerja dengan baik, cermat dan penuh perhitungan terutama dalam persiapan jihad menghadapi musuh-musuh Islam. Kemampuan merencanakan dan mengatur strategi termasuk di dalamnya mampu menyimpan rahasia adalah merupakan bentuk keberanian yang bertanggung jawab.

Ø  Mengakui kesalahan

Salah satu orang yang memiliki sifat pengecut adalah tidak mau mengakui kesalahan, mencari kambing hitam dan bersikap "lempar batu, sembunyi tangan"
Sebaliknya orang yang memiliki sifat syaja’ah berani mengakui kesalahan, mau meminta maaf, bersedia mengoreksi kesalahan dan bertanggung jawab.

Ø  Bersikap obyektif terhadap diri sendiri

Ada orang yang cenderung bersikap over estimasi terhadap dirinya, menganggap dirinya baik, hebat, mumpuni dan tidak memiliki kelemahan serta kekurangan. Sebaliknya ada yang bersikap under estimasi terhadap dirinya yakni menganggap dirinya bodoh, tidak mampu berbuat apa-apa dan tidak memiliki kelebihan apapun. Kedua sikap tersebut jelas tidak proporsional dan tidak obyektif. Orang yang berani akan bersikap obyektif, dalam mengenali dirinya yang memiliki sisi baik dan buruk.

Ø  Menahan nafsu di saat marah

Seseorang dikatakan berani bila ia tetap mampu ber–mujahadah li nafsi, melawan nafsu dan amarah. Kemudian ia tetap dapat mengendalikan diri dan menahan tangannya padahal ia punya kemampuan dan peluang untuk melampiaskan amarahnya.


=========
TANYA JAWAB


T : Jadi orang yANg berani itu tidak selalu harus vokal menghadapi pemerintah yang dzolim, tapi juga bisa diam sambil mengatur strategi ya Ustadzah?
J : Betul bunda. Tapi dari diamnya itu harus tetap muncul perbaikan.


T : Mengenai syaja'ah disini, keberanian yang bagaimana harus kita tanam/kedepankan, dikala kita sudah mantap dengan jilbab Syar'i (cadar), akan tetap ada pihak dari saudara kandung yang memberikan statement bahwa "tdk akan bertegur sapa bila sampai cadar itu di kenakan". Padahal dalam hati sudah yakin dan mantap, selain itu suami dan anak laki-laki sudah mengizinkan. Syukron wa jazakillahu khoir atas jwbnya
J : Alasan yang tidak masuk akal. Kalau kita berbuat kejahatan, wajar jika saudara marah dan bersikap spt itu. Tanggung jawab kita setelah menikah adalah kepada suami, maka lanjutkan jika suami setuju. Adapun sikap saudara dan sebagainya, berlapang dada saja. Jangan bersikap frontal, tetap berbuat baik dan tunjukkan bahwa cadar tidak seperti yang dibayangkan.


T : copas status teman, seorang islam ktp.. cenderung liberal.
Nyaris 2 jam ngobrol sama Ali Imron, terpidana bom bali. Tentang JI, ISIS hingga rohingya. Surprisingly wajahnya adem. Cara bicaranya terstruktur, tenang & logis. Menarik sekali melihat sisi humanisnya, meski jelas dia sangat 'firm' dengan misi dan keyakinannya - walau menurut pengakuannya, dia sesungguhnya menentang cara yg radikal & terorisme. Menentang ISIS. Di kalangan tahanan bareskrim dia adalah ustad, guru yg disegani, knowledgeable, yg membimbing & memberi siraman rohani yg menenangkan utk para tersangka di sana.
Hukuman seumur hidup memberi kesempatan dia utk membayar kesalahannya dg mengajar agama & mengedukasi orang tentang bahaya ISIS. Well....

Sikap imran ini termasuk keberanian kah ustadzah? Sikap Imron yang bagian mana mbak? Yang membom?
J : Yang membom


😊😊 😊😊 😊😊 😊😊 😊😊 😊😊


Hamdalah  :    الْحمد لّله رب الْعالميْن

Istighfar   :    أسْتغْفر الّله الْعظيْم
  
Doa kafaratul majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Kajian malam ini saya tutup
Wassalamualaikum Wr. Wb

================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!