Home » , , » Bahagia Dunia Akhirat

Bahagia Dunia Akhirat

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, January 23, 2018



Image result for bahagia dunia dan akhirat
REKAP KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH G4
Hari/tgl : Jum'at 29 september 2017
Narsum: Ustadz Undang
Tema.   : Bahagia Dunia Akhirat
Waktu : Bada isya
Admin  : Sugi, Rahmi, Delia
Notulen: Laela
Editor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Manusia adalah makhluk yang mempunyai sifat tidak pernah puas, selalu mencari kebahagiaan menurut ukurannya masing-masing. Padahal kehidupan di dunia ini hanyalah sementara sedangkan di akhirat kekal abadi.

Nabi Muhammad SAW bersabda : “Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ingin memiliki lembah emas kedua ; seandainya ia memiliki lembah emas kedua, ia ingin memiliki lembah emas yang ketiga. Baru puas nafsu anak Adam kalau sudah masuk tanah. Dan Allah akan menerima taubat orang yang mau kembali kepada-Nya.” (Hadits Riwayat Bukhari Muslim)

Tidak salah bila solusi terbaik baik setiap problematika manusia berujung pada agama yang meyakini bahwa kebahagiaan tidak selalu identik dengan materi dan tidak hanya dengan akal saja. Sesungguhnya Allah amat sangat baik kepada para hamba-Nya. Dia menghendaki agar mereka bahagia, dunia dan akhirat. Sehingga diperintahkan apa saja yang bisa menghantarkan kepada kebahagiaan itu. Juga dilarang setiap yang bisa merusaknya.

Oleh sebab itu, dikatakan kepada para mujrimin saat mereka disiksa dalam neraka, "Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (QS. Al-Zukhruf: 76)

Kebahagiaan yang paling ditekankan Islam adalah kebahagiaan akhirat, namun bukan berarti kebahagiaan dunia ditelantarkan. Tidak, bahkan kebahagiaan di dunia ini berusaha diwujudkan dalam bentuk yang sebenarnya. Yakni dengan mengabdikan diri kepada Allah semata sebagai panggilan dari fitrah diri manusia yang ia diciptakan di atasnya. Sehingga dengan itu akan mendapat ketenangan dan ketentraman.

Dan ini menjadi kunci utama tercapainya kebahagiaan, sampaipun dalam musibah dan bencana. Ia jadikan musibah tersebut menjadi ladang untuk mendapatkan keutamaan dan pahala besar yang menjaminnya masuk dalam surga, yakni dengan sabar. Dan tidaklah seseorang mendapatkan surga akhirat sebelum ia mendapatkan surga dunia dalam ibadahnya.
Ada resep bagi orang-orang yang beriman untuk mendapatkan kebahagiaan dunia-akhirat yaitu: Hati yang bersyukur.

Sifat manusia yang tidak pernah puas itu mendorong manusia untuk terus-menerus mengejar dunia meskipun sebagian besar kenikmatan duniawi telah dicapai. Padahal tidak ada jaminan bagi siapapun yang telah mendapatkan kenikmatan dunia akan mendapati kebahagiaan, contohnya seseorang yang dulunya pas-pasan sehingga ke mana-mana naik motor berdua dengan istrinya. Setelah sukses dan bisa membeli mobil, masing-masing pergi dengan mobilnya sehingga akhirnya bercerai karena suatu sebab. Tinggallah penyesalan, “Mending dulu ya waktu masih susah rukun dengan istri/suami …”

Lain dengan orang yang hatinya bersyukur, akan muncul sifat qona-ah (merasa cukup dengan yang dimiliki dan tidak dengki dengan kelebihan orang lain) sehingga tidak mudah tergoda bisikan setan yang mendorong untuk mendapatkan kenikmatan dengan cara yang keliru. Meskipun hidup dalam kekurangan, ketika hati bersyukur tidak merasa susah karena kebahagiaan hakiki adanya di hati. Beriman dan beramal shalih

Dengan iman yang sempurna, bersih dari kotoran dosa,- maka dia akan merasakan ketenangan hati dan ketentraman jiwa. Tidak akan galau dan penat dalam menghadapi ujian hidup, sebaliknya dia ridha terhadap takdir Allah pada dirinya. Sehingga dia akan bersyukur terhadap kebaikan dan bersabar atas bala'. Ketundukan seorang mukmin kepada Allah membimbing ruhaninya untuk lebih giat bekerja karena merasa hidupnya memiliki makna dan tujuan yang berusaha diwujudkannya.

Allah berfirman:
   الَّذِينَآمَنُواوَلَمْيَلْبِسُواإِيمَانَهُمْبِظُلْمٍأُولَئِكَلَهُمُالْأَمْنُوَهُمْمُهْتَدُونَ

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al An'aam: 82)


Iman menjadikan seseorang memiliki pijakan hidup yang mendorongnya untuk diwujudkan. Maka hidupnya akan memiliki nilai yang tinggi dan berharga yang mendorongnya untuk beramal dan berjihad di jalan-Nya.
Dengan itu, dia akan meninggalkan gaya hidup egoistis yang sempit sehingga hidupnya bermanfaat untuk masyarakat di mana dia tinggal.

Peran iman bukan saja untuk mendapatkan kebahagiaan, namun juga sebagai sarana untuk menghilangkan kesengsaraan. Hal itu karena seorang mukmin tahu dia akan senantiasa diuji dalam hidupnya sebagai konsekuensi keimanan, maka akan tumbuh dalam dirinya kekuatan sabar, semangat, percaya kepada Allah, bertawakkal kepada-Nya, memohon perlindungan kepada-Nya, dan takut kepada-Nya. Potensi-potensi ini termasuk sarana utama untuk merealisasikan tujuan hidup yang mulia dan siap menghadapi ujian hidup. Allah Ta'ala berfirman:

إِنْتَكُونُواتَأْلَمُونَفَإِنَّهُمْيَأْلَمُونَكَمَاتَأْلَمُونَوَتَرْجُونَمِنَاللَّهِمَالَايَرْجُونَ

"Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. Al Nisaa': 104)


Memiliki akhlak mulia yang mendorong untuk berbuat baik kepada sesama

Manusia adalah makhluk sosial yang harus melakukan interaksi dengan makhluk sebangsanya. Dia tidak mungkin hidup sendiri tanpa memerlukan orang lain dalam memenuhi seluruh kebutuhannya. Islam memberikan perhatian besar terhadap akhlak dan pembinaannya.

Firman Allah dalam menyifati Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam,

وَإِنَّكَلَعَلىخُلُقٍعَظِيمٍ

"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al Qalam: 4)
فَبِمَارَحْمَةٍمِنَاللَّهِلِنْتَلَهُمْوَلَوْكُنْتَفَظًّاغَلِيظَالْقَلْبِلَانْفَضُّوامِنْحَوْلِكَفَاعْفُعَنْهُمْوَاسْتَغْفِرْلَهُمْوَشَاوِرْهُمْفِيالْأَمْرِ

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu." (QS. Ali Imran: 159)

وَتَعَاوَنُواعَلَىالْبِرِّوَالتَّقْوَىوَلَاتَعَاوَنُواعَلَىالْإِثْمِوَالْعُدْوَانِ

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (QS. Al Maidah: 2)

Lisan yang selalu berdzikir (mengingat Allah).

Sumber malapetaka manusia salah satunya bersumber dari lisannya. Ketika seseorang tidak bisa mengendalikan lisannya maka kecelakaanlah yang akan didapatkannya. Namun sebaliknya, bila lisan selalu digunakan untuk kebaikan dan banyak mengingat Allah, maka kebahagiaan akan didapati meskipun dalam kondisi apapun. Lisan yang digunakan untuk beribadah dan saling menasihati untuk kebaikan akan memberikan manfaat bagi pemiliknya, di dunia maupun di akhirat.

Allah akan mengabulkan setiap doa hambanya, karenanya lisan yang digunakan untuk memperbanyak berdoa adalah sikap terbaik bagi setiap manusia. Karenanyalah kebahagiaan dunia dan akhirat akan diperoleh.


Lisan yang selalu berdzikir (mengingat Allah).

Sumber malapetaka manusia salah satunya bersumber dari lisannya. Ketika seseorang tidak bisa mengendalikan lisannya maka kecelakaanlah yang akan didapatkannya. Namun sebaliknya, bila lisan selalu digunakan untuk kebaikan dan banyak mengingat Allah, maka kebahagiaan akan didapati meskipun dalam kondisi apapun.  

Lisan yang digunakan untuk beribadah dan saling menasihati untuk kebaikan akan memberikan manfaat bagi pemiliknya, di dunia maupun di akhirat.
Allah akan mengabulkan setiap doa hambanya, karenanya lisan yang digunakan untuk memperbanyak berdoa adalah sikap terbaik bagi setiap manusia. Karenanyalah kebahagiaan dunia dan akhirat akan diperoleh.


Pasangan yang sholih dan tidak banyak menuntut.

Setiap manusia diberikan pasangan hidup untuk meraih ketenangan hidup. Pasangan yang terbaik bukanlah pasangan yang cantik/ganteng, kaya, dan berkedudukan tinggi melainkan pasangan yang sholih yang memberikan ketentraman lahir batin.

Ilustrasinya, istri yang sholihah adalah istri yang pengertian dan sabar. Istri yang ketika suaminya pulang kerja tidak langsung menanyakan tentang upah sang suami, tetapi lebih pada memberikan servis terbaik untuk suami.
Demikian juga suami, yang ketika pulang kerja tidak melampiaskan rasa kesal atau capeknya kepada istri. Meminta yang sewajarnya dan tidak berlebihan, memahami bahwa istri di rumah tidak berarti tidak capek apalagi yang sama-sama bekerja. Suami yang tidak segan membantu meringankan pekerjaan rumah, tidak menyerahkan semua urusan itu kepada istri.

Pasangan yang sholih inilah yang akan menemani kita di dunia dan juga hingga di akhirat, karenanya tidak salah bila mesti saling mendukung untuk mendapatkan kebahagiaan hakiki.

“Dunia ini adalah negeri yang sekedar dilewati menuju negeri yang abadi. Sedangkan manusia di dunia ada dua golongan. Pertama, orang yang menjual dirinya, lalu dia menghinakan dirinya sendiri. Kedua, orang yang membeli dirinya, lalu dia memerdekakannya.”


“Ambilah dari dunia ini apa yang mendatangimu dan berpalinglah dari apa yang berpaling darimu.”

Demikian Paparan kali ini. Yang benar datang nya dari اللّه. Mohon maaf jika ada salah salah kata dalam penulisan, itu murni kesalahan ana yang masih fakir dalam ilmu Agama

جزاكم الله خير جزاء شكرا وعفوا منكم ...فا استبقوا الخيرات...

والسلام عليكم ورحمة الله و بر كاته


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

TANYA JAWAB


T : Ustadz mau tanya, haruskah jika pekerja menuntut gaji karena itu haknya? Apa kita mesti sabar untuk menunggu dari rizki Allah tanpa ikhtiar? bahkan ada yang bilang rizki nanti akan datang sendirinya.. menurut ustadz bagaimana rizki harus di jemput dengan ikhtiar atau diam dan berdoa saja?
J : Dalam sebuah lembaga, ada sesi wawancara saat pelamar mengajukan diri. Saat sesi itulah seseorang mendapat kesempatan untuk menyampaikan seberapa layak atau seberapa pantaskan dirinya untuk lembaga tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan, ditengah perjalanan bekerja, seseorang mendapat kenaikan gaji karena prestasi yang diraih atau penurunan gaji sebagai punishment dari kesalahan yang dilakukan. Oleh karena itu, besar kecil gaji bisa dilihat dari SOP yang telah ditentukan oleh lembaga. Jika memang sudah haknya, ada baiknya menanyakan baik-baik, bukan menuntut.
Rezeki akan diperoleh selama kita berusaha dan berdoa. Harus diperjuangkan. Seberapa besar perjuangannya? Sebesar kemampuan atau kompetensi yang dimiliki. Mau melangkah atau tidak. Mau mendapatkan atau tidak. Kembali kepada masing-masing pribadi.
Wallahu a'lam.


T : Maksud Dr surat Al-Zukhruf ayat 76 apa ya ustadz?
J : Dalam ayat ini diterangkan apa sebabnya ditimpa azab itu, Allah mnenyatakan, "Kami tidak bermaksud menganiaya orang-orang kafir dengan tindakan Kami mengazab mereka, sebabnya ialah karena Kami telah memberikan peringatan yang cukup kepada mereka selama hidup di dunia tetapi mereka tidak menghiraukannya sedikit pun. Karena tindakan mereka itulah, mereka diazab, yang berarti bahwa mereka sendirilah yang menganiaya diri mereka sendiri.



~~~~~~~~~~~

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis :

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!