BAIK DI PENGHUJUNG

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, January 26, 2018

 Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Rabu, 24 Januari 2018
Rekap Kajian Grup Bunda
Narasumber : Ustadz Kaspin, Ustad Doli, Ustad Trisatya
Tema : Kajian SI (Tafsir Hadits)
  

Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungakan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangakitkan ummat yang telah mati, memepersatukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan syahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntukun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basamallah

Bismillahirrahmanirrahim...         


BAIK DI PENGHUJUNG

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ، قاَلُوُا: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ؟ قَالَ: يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ. رَواه الإمام أحمـد والترمذي وصحح الحاكم في المستدرك.

“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya(husnul khatimah), maka Allah mempekerjakannya”. Para sahabat bertanya,”Bagaimana Allah akan mempekerjakannya?” Rasulullah menjawab,”Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal.” [HR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al Hakim dalam Mustadrak.]

Pelajaran yang terdapat dalam Hadits:

1- Husnul khatimah adalah akhir yang baik. Yaitu seorang hamba, sebelum meninggal, ia diberi taufiq untuk menjauhi semua yang dapat menyebabkan kemurkaan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Dia bertaubat dari dosa dan maksiat, serta semangat melakukan ketaatan dan perbuatan-perbuatan baik, hingga akhirnya ia meninggal dalam kondisi husnul khatimah.

2- Husnul khatimah memiliki beberapa tanda, di antaranya ada yang diketahui oleh hamba yang sedang sakaratul maut, dan ada pula yang diketahui orang lain.

3- Tanda husnul khatimah, yang hanya diketahui hamba yang mengalaminya, yaitu diterimanya kabar gembira saat sakaratul maut, berupa ridha Alloh sebagai anugerahNya.

4- Pertanyaannya, apakah kita ini semakin tua, semakin mudah didalam menerima kebenaran (al-haq) dan kebaikan sekaligus mengamalkannya atau sebaliknya?

5- In sya Alloh kalau kita semakin mudah didalam kebenaran dan kebaikan, semoga husnul khotimah.

6- Oleh sebab itulah, seorang hamba Alloh yang shalih sangat merisaukannya. Mereka melakukan amal shalih tanpa putus, merendahkan diri kepada Alloh agar Alloh memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah sampai meninggal.

Tema Hadits yang berkaitan dengan Al-Qur'an:

1- Tanda husnul khatimah, yang hanya diketahui hamba yang mengalaminya, yaitu diterimanya kabar gembira saat sakaratul maut, berupa ridha Alloh sebagai anugerahNya.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. [QS.Fushilat : 30].

2- Berbeda cara kehidupan dan kematian seseorang yang meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan suul khotimah.

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

"Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu. [QS. Al-Jatsiyah: 21]

3- Sambutan para Malaikat kepada mereka yang meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

"(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". [QS. An-Nahl: 32].


TANYA JAWAB by Ust. Kaspin

Q : Ijin bertanya ustadz abah kaspin, apakah meninggal khusnul khotimah bermakna mendapat jaminan masuk surga dan Allah mengampuni dosanya?
A : Iya. InsyaAllah demikian menurut hadits

Q : Untuk orang yang meninggal karena d bunuh,atau d mutilasi bagaimana itu,apakah  termasuk takdirnya,apakah ada sakratul mautnya juga ?
A : ya itu takdir dia. Masalah sakaratul maut ya tergantung cara meninggalnya. Wallahualam

Q : Termasuk khusnul khotimah tidak ustadz?
A : Wallahualam, kalau dia dalam keadaan beriman InsyaAllah husnul khotimah

Q : Ustadz abah apa tanda-tanda seseorang meninggal dengan cara khusnul khotimah?
A : Banyak ibadah jelang akhir hayatnya, dan kalimat terakhir nya laa ilaha illaLlah

Q : Ustadz abah, ibu yang melahirkan jika meninggal saat melahirkan, maka disebut mati syahid dan termasuk khusnul khotimah. apakah termasuk didalamnya ibu yang memaki maki, mencela dan mengeluarkan kata kotor saat melahirkan? Karena tidak sedikit ibu yang merasakn sakit sambil berbicara tidak baik
A : yang dimaksud syahid adalah yang ridho dan ikhlas

Q : Ustadz, kebiasaan di daerah saya ini, ada yang namanya Sholat Fidiyah (saya juga kurang tau asal muasal nya). Para tetangga sholat di rumah orang yang meninggal, 2 rakaat.Yang saya tanyakan, ada kah tuntunannya? Karena dari gerakannya seperti sholat sunah biasa.
A : Setau saya tidak ada sholat seperti itu dalam keterangan. Hal demikian bisa jadi amalan yang dibuat buat. Silahkan bertanya kepada MUI setempat.

Q : Adakah tanda-tanda alam ketika adanya seseorang yang meninggal khusnul khotimah?Apakah dengan hujan lebat/ cuacana cerah / atau yang lainnya?
A : Tanda tanda alam bukan sebuah hal yang mutlak. Namun terkadang ada yang demikian. Wallahualam

Q : Saya pernah dengar kalo "amalan manusia tergantung akhirnya"
Saya belum faham ustadz maksudnya, mohon penjelasannya, apakah ini berkaitan dg takdir Allah yang tidak bisa dirubah?
A : iya. dalam hadits arbain demikian
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮْﺩٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﺼَّﺎﺩِﻕُ ﺍﻟْﻤَﺼْﺪُﻭْﻕُ : ﺇِﻥَّ ﺃَﺣَﺪَﻛُﻢْ ﻳُﺠْﻤَﻊُ ﺧَﻠْﻘُﻪُ ﻓِﻲ ﺑَﻄْﻦِ ﺃُﻣِّﻪِ ﺃَﺭْﺑَﻌِﻴْﻦَ ﻳَﻮْﻣﺎً ﻧُﻄْﻔَﺔً، ﺛُﻢَّ ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﻋَﻠَﻘَﺔً ﻣِﺜْﻞَ ﺫَﻟِﻚَ، ﺛُﻢَّ ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﻣُﻀْﻐَﺔً ﻣِﺜْﻞَ ﺫَﻟِﻚَ، ﺛُﻢَّ ﻳُﺮْﺳَﻞُ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻤَﻠَﻚُ ﻓَﻴَﻨْﻔُﺦُ ﻓِﻴْﻪِ ﺍﻟﺮُّﻭْﺡَ، ﻭَﻳُﺆْﻣَﺮُ ﺑِﺄَﺭْﺑَﻊِ ﻛَﻠِﻤَﺎﺕٍ: ﺑِﻜَﺘْﺐِ ﺭِﺯْﻗِﻪِ ﻭَﺃَﺟَﻠِﻪِ ﻭَﻋَﻤَﻠِﻪِ ﻭَﺷَﻘِﻲٌّ ﺃَﻭْ ﺳَﻌِﻴْﺪٌ. ﻓَﻮَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﻏَﻴْﺮُﻩُ ﺇِﻥَّ ﺃَﺣَﺪَﻛُﻢْ ﻟَﻴَﻌْﻤَﻞُ ﺑِﻌَﻤَﻞِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺣَﺘَّﻰ ﻣَﺎ ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﺑَﻴْﻨَﻪُ ﻭَﺑَﻴْﻨَﻬَﺎ ﺇِﻻَّ ﺫِﺭَﺍﻉٌ ﻓَﻴَﺴْﺒِﻖُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏُ ﻓَﻴَﻌْﻤَﻞُ ﺑِﻌَﻤَﻞِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻓَﻴَﺪْﺧُﻠُﻬَﺎ، ﻭَﺇِﻥَّ ﺃَﺣَﺪَﻛُﻢْ ﻟَﻴَﻌْﻤَﻞُ ﺑِﻌَﻤَﻞِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﺣَﺘَّﻰ ﻣَﺎ ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﺑَﻴْﻨَﻪُ ﻭَﺑَﻴْﻨَﻬَﺎ ﺇِﻻَّ ﺫِﺭَﺍﻉٌ ﻓَﻴَﺴْﺒِﻖُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏُ ﻓَﻴَﻌْﻤَﻞُ ﺑِﻌَﻤَﻞِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻴَﺪْﺧُﻠُﻬَﺎ
[ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ ]

Terjemah Hadits / ﺗﺮﺟﻤﺔ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ :

DariAbuAbdurrahmanAbdullahbinMas’ud radiallahuanhubeliauberkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami danbeliauadalah orang yang benar dan dibenarkan:

 Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat laluditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkanuntuk menetapkan empatperkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dankecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surge hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli nerakamaka masuklah dia kedalam neraka. Sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia kedalam surga.
(Riwayat Bukhori danMuslim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ﺍﻟﻔﻮﺍﺋﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ :

1.     Allah ta’ala mengetahuitentang keadaanmakhluknya sebelum mereka diciptakan dan apayang akanmereka alami, termasuk masalahkebahagiaandan kecelakaan.

2.     Tidak mungkin bagimanusia didunia ini untuk memutuskan bahwa dirinya masuk surgaatauneraka, akan tetapi amal perbutanmerupakansebabuntuk memasuki keduanya.

3.     Amal perbuatan dinilai diakhirnya. Makahendaklah manusiatidak terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepadaAllah agardiberi keteguhandanakhir yang baik (husnul khotimah).

4.     Disunnahkan bersumpahuntuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.

5.     Tenang dalammasalah rizkidan qanaah(menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar- ngejarnyadanmencurahkan hatinya karenanya.

6.     Kehidupan ada ditanganAllah. Seseorangtidak akan mati kecuali diatelah menyempurnakanumurnya.

7.     Sebagian ulamadan orang bijak berkata  bahwa dijadikannya pertumbuhan janinmanusiadalam kandungansecara berangsur-angsur adalah sebagai rasa belas kasihterhadap ibu.

Karena sesungguhnya Allah mampu menciptakannya sekaligus.


Q : Assalamualaikum Warohmatullahi wabaraakatuh Abah,,,izin bertanya Abah
1.Bayi yang dilahirkan dengan usia baru 13 pekan,,,blum terlalu paham ilmunya ya Abah kami,,,ada beberapa orang yang bilang menjadi tabungan ayah ibunya di Yaumil Akhir nnti,,,,
Pertanyaan nya
1,Adakah Hadist atau ayat Al-Quran yang menjelaskan hal tsb,,?
2.Fase kehidupan manusia di dalam kandungan apa aja Abah?
3.Jika dede bayi yang dilahirkan dengan usia 13 pekan ini,,,secara medis telah meninggal di dalam itu 2 hari yang lalu sebelum dilahirkan,,melihat tanda-tanda yang ada ya bah,,,ini secara medis,,,
Bagaimana hukumnya kalau dede bayi dilahirkan dengan Abortus Currate?
Dan bagaimana jika dilahirkan dengan SC? Mengingat ada dede bayi yang dengan umur sekian sudah besar dengan kata lain janinnya bertumbuh dengan semestinya,,ada yang kurang bertumbuh,,
3.Cara pemakaman nya,,,
... Qadarullah kami baru mengalami hal tersebut Abah,, Karena dede bayinya bertumbuh dan besar secara medis itu denyut jantung mestinya ada dengan pertumbuhan dan perkembangan nya..
A : 1. kabar gembira bagi orang tua yang ditinggal mati oleh "anak "nya , apa itu?.
Baiklan, coba kita dengarlah sabda Rasulullah SAW. berikut ini: ’Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata : ”Rasulullah SAW. bersabda, tidaklah seorang muslim kematian tiga "anak"nya yang
"belum baligh ", kecuali, Allah pasti akan me "masuk "kannya ke dalam "surga " berkat kasih sayang-Nya kepada "anak"- "anak"nya tersebut, ”(HR Bukhori muslim).
Ada beberapa hal yang mesti diketahui oleh orang tua pun kita, agar kematian tersebut bisa menjadi berkah dan mengantarkan kita menuju
"surga " Allah. Diantaranya, adalah sebagai berikut:
1. Sabar Dan Ikhlas
Orang tua mesti sabar dan ikhlas menerima kepergian sang "anak", tidak meratapi kepergiannya secara berlebihan boleh menangis dan bersedih asal tidak berlarut-larut sehingga dapat menimbulkan keburukan bagi kesehatannya.
2. Sadar dan memuja Allah
Yaitu dengan mengucapkan kalimat istirja (innaa lillahi wa inna ilaihi raji'un) dan merenungi kandungan maknanya. Kita, "anak " kita, dan segala sesuatu yang ada di sekitar kita semuanya adalah milik Allah. "Anak " adalah amanah, titipan dari Allah, yang mesti kita jaga dan pelihara dengan sebaik-baiknya. Karena "anak " ibarat barang titipan tentu suatu saat jika sang pemilik akan mengambil kembali miliknya tersebut kita harus berlapang dada menyerahkan barang titipan tersebut kepada sang pemilik
3. Mengharap pahala atas kematian sang "anak".
Kematian seorang "anak" bukanlah suatu musibah melainkan himpunan berkah yang mesti dipetik oleh orang yang ditinggalkan. Orang tua semestinyalah memohon pahala dan keberkahan dari peristiwa tersebut, maka dengan senang hati Allah akan melimpahkan banyak kebaikan dan pahala kepada hambanya yang meminta dengan setulus hati.
Nah, bukankah hal ini merupakan kabar gembira bagi orang tua yang ditinggal mati oleh
"anak"- "anak"nya yang "belum baligh" dan janji Allah tersebut merupakan bukti karunia dan kemurahan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dan jika pun mendatangi neraka, itu hanya bagian dari janji Allah yang telah menjadi ketetapannya.
Lho, menetapi janji apa? mungkin saudara bertanya-tanya akan hal ini. Janji ini berkaitan dengan firman Allah dalam surat Maryam (19): 71 ”dan tidak seorang pun dari kalian, melainkan dia pasti mendatangi neraka itu ”.
Belum jelas? Maksud mendatangi disini adalah menyeberanginya di atas shiraat, yaitu sebuah jembatan yang dibentengkan di atas neraka jahanam, bukanlah untuk mencapai pintu "surga ", seorang hamba mesti melewati jembatan tersebut? Dan ketahuilah wahai para orang tua,
"anak"- "anak" anda yang telah "meninggal "kan anda terlebih dahulu tersebut, kelak akan menunggu anda di pintu "surga " tersebut.
Sebuah Hadits menjelaskan bahwa, Rasullulah SAW bersabda yang artinya: “Ketika aku mi'raj ke langit, tiba-tiba aku mendengar suara kanak-kanak. Aku bertanya : “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?” Jibril menjawab: “Mereka adalah
"anak" cucu orang Islam yang "meninggal dunia
sebelum baligh ". Mereka itu diasuh oleh Nabi Ibrahim AS sampai orang tuanya datang.” (HR. Abu Daud)
"Anak "- "anak " orang Islam yang "meninggal dunia " pada waktu kecil, di alam Barzakh dia dikumpulkan pada suatu tempat di bawah penjagaan Nabi Ibrahim as. Setelah kiamat tiba, mereka langsung dipindahkan ke dalam "surga " . Jadi mereka tidak melalui Mahsyar, Hisab, Mizan dan sebagainya.
Sabda Rasullullah SAW yang artinya: “Tiap-tiap
"anak" orang Islam yang mati "sebelum baligh " akan dimasukkan ke dalam "surga " dengan rahmat Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Setelah dipindahkan ke dalam "surga ", maka
"anak"- "anak" kecil ini lupa kepada kehidupan dunia. Mereka lupa kedua ibu bapanya, lupa kepada kampung halamannya dan sebagainya.
Tiba-tiba pada suatu hari, ketika mereka sedang bermain-main menikmati kesenangan "surga ", maka ada malaikat yang memberitahukannya: “Wahai Wildan, lupakah kamu kepada kedua orang tuamu? Sekarang mereka sudah berada di pintu "surga ". “Ketika itulah baru mereka tahu dan ingat kembali kepada ayah bunda mereka yang selama ini mereka lupakan.
Mendengar apa yang dikatakan oleh malaikat itu, dalam keadaan menangis dan membawa air dengan segera mereka berlari menuju ke pintu
"surga ". Sesampainya di sana, mereka melihat Hurul-aini sedang tegak berbaris sepanjang jalan dengan memakai pakaian dan perhiasan yang serba indah.
Setelah pintu "surga " terbuka, dengan diiringi nyanyian merdu Hurul-aini, maka orang-orang pun berebut "masuk " ke dalamnya, dan ketika itulah "anak "- "anak " kecil ini sibuk mencari kedua ibu bapanya. Mereka mencari ke sana ke mari, tetapi tidak berjumpa. Sambil menangis dan memegang air di tangan maka pergilah mereka kepada malaikat serta bertanya: “Wahai malaikat, mana ayah dan ibu kami?”
Menjawab malaikat: Wahai Wildan, sungguh malang nasib kamu, kedua orang tua kamu terjatuh ke dalam neraka.” Mendengar ungkapan yang demikian itu, maka "anak " kecil tadi menangis sejadi-jadinya, menangis menghiba dengan ratapan yang menyayat hati: “Wahai ibuku, wahai ayahku,apakah kesalahanmu, apakah dosamu sehingga kamu terjatuh ke dalam neraka? Begitulah ratapan mereka.
Berkata Malaikat: “Wahai wildan jangan menangis, pergilah kamu memohon bantuan kepada Nabi Muhammad SAW.” Setelah "anak " kecil ini mengadu kepada Nabi Muhammad SAW, maka Nabi Muhammad pun mengangkat kedua tangannya berdoa, lalu dikeluarkanlah orang-orang mukmin yang berada dalam neraka itu. Inilah syafaat Nabi Muhammad SAW yang ketiga di akhirat.
Petama pada waktu ditimbang antara dosa dan pahala, yang kedua pada waktu meniti Shiratul Mustaqim yang ketiga ketika mengeluarkan orang dari dalam neraka. Maka ketika itu bertemulah antara "anak "- "anak " kecil tadi dengan kedua orang tuanya dengan perasaan gembira.
Firman Allah SWT yang artinya : “Pada hari itu mereka berjumpa dengan perasaan gembira. ” (Ad-Dahr: 11)
Menurut Hadist Qudsi:
Allah SWT berfirman pada hari kiamat pada
"anak"- "anak":
“Masuklah kalian ke dalam "surga ".”
"Anak "- "anak " itu berkata:
“Ya Rabbi, kami menunggu hingga Ayah Ibu kami
"masuk " .”
Lalu mereka mendekati pintu "surga ", tetapi tidak mau "masuk " ke dalamnya. Allah Berfirman lagi,
“Mengapa aku lihat mereka enggan "masuk " ?
"masuk " lah kalian ke dalam "surga "”
Mereka menjawab,
“Tetapi bagaimana dengan orang tua kami?”
Allah pun berfirman,
“"masuk "lah kalian ke dalam "surga " bersama orang tua kalian.”
(Hadis Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil Bin Syuaah yang bersumberkan dari sahabat Nabi SAW)
Istilah “al-wildan” dalam Hadits Qudsi diatas adalah kata jama mufradnya (kata tunggalnya) adalah “al-walid”, artinya "anak " yang baru dilahirkan, yaitu bayi atau "anak" kecil yang belum akil "baligh ". Jadi maksudnya ialah "anak " kecil yang "meninggal dunia ". Hal itu diterangkan dalam Hadits lain yang diriwayatkan.
Matahari diciptakan kembali dan diletakkan di atas mereka pada jarak satu mil, sehingga mereka selain berdesak-desakan dan berjubel-jubel (kaki diinjak oleh seribu kaki-kaki diatasnya), juga dibakar oleh panasnya matahari, berkeringat, lapar, haus dahaga tidak terperikan siksanya.
Ketika mereka mengalami lapar dan haus itulah
"anak"- "anak" yang tadinya "meninggal " selagi masih kecil dan dilepas oleh orang tuanya dengan sabar dan tawakal, datang kepada orang tuanya masing-masing dengan membawa segelas air untuk diminum, dan apabila sudah diminum, tidak akan lapar dan dahaga lagi selama di alam Mahsyar itu. Demikian menurut beberapa Hadits.
Mulai hisab dengan menerima buku catatan harian masing-masing yang selama hidupnya dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid.
Dilakukan mizan (penilaian timbangan) terhadap segala macam amalan setiap orang, kecuali orang-orang "masuk surga " tanpa hisab.
Meniti shirat yang harus dilalui oleh keseluruhan yang ada di padang Mahsyar itu. Meniti shirat yang kedua bagi mereka yang telah selamat menitishirat yang pertama.
Pada saat itulah Allah memerintahkan kepada
"anak"- "anak" (yang tadinya "meninggal dunia " selagi belum akil "baligh ") untuk me "masuk " i
"surga ". Tetapi mereka memohon syafaat (pertolongan) kepada Allah agar kiranya dapat
"masuk surga " bersama orang tua mereka. Memang mereka juga penuhi perintah Allah, untuk datang mendekati pintu "surga ", tapi masih belum mau me "masuk "inya, sehingga Allah Yang Maha Mengetahui bertanya lagi:
“Mengapa Aku lihat "anak "- "anak " itu masih saja belum "masuk syurga "? "Masuk "lah kalian ke dalam "surga " itu”.
Pada saat itu mereka mengulangi permohonannya bagi orang tua mereka.
“Kami belum mau "masuk ", sebelum orang tua kami yang menjadi asal pokok kami, dan ibu-ibu kami yang telah mengandung kami sembilan bulan dan kemudian membesarkan kami "masuk " juga bersama kami”.
Demikianlah mereka berhenti dekat pintu "surga ", menunggu keputusan Allah SWT dengan penuh harapan. Akhirnya putusan yang dinanti-nantikan itu datang dengan segera, dengan firman Allah Yang Maha Mengetahui:
"Masuk" lah kalian ke dalam "surga " bersama orang tua kalian”.
Penegasan ini oleh Allah kira-kira dimaksudkan untuk menampakkan betapa besar keutamaan
"anak"- "anak" dan betapa besar pula pengaruh ridla qadla dan qadar Allah, sabar dan puji syukur kehadirat-Nya.
Ya Allah.... Ya Tuhanku.....
Aku ikhlas dan ridha, Engkau telah mengambil
"anak"ku "Isa Anja Asmara Bungin". Semoga kelak.... Allah mempertemukan aku dengan
"anak"- "anak"ku dan seluruh anggota keluargaku di "surga "MU....
Sumber:
1. yohang.net/rahmat-allah-yang-sangat-besar-hauzan-ar...
2. belencong-islam.blogspot.com/.../ anak- kecil -
meningg...
3. laely.widjajati.facebook/ Add a description
4. Ficky.Andreari.facebook/belajar bikin comic
5. laely.widjajati.facebook/ Add a description With
Banda Go Trilyuner .
6. laely.widjajati.facebook/Suatu Pagi di
#TelagaSarangan ......
7. laely.widjajati.facebook/ Add a description Gambar
Keutamaan "Anak " Kecil Yang "Meninggal Dunia Sebelum Baligh":
"Bayi Meninggal " Menolong Orang Tuanya
Berita Gembira Untuk Orang Tua yang "Anak "nya meninggal Dunia.

Tulisan seorang yang anaknya juga wafat waktu kecil

2. 2 Fase lihat di hadits arbain ke 4 diatas atau bisa lihat rujukan medis
3. Kuret atau sesar silahkan rujuk ke dokter
4. Dipulasara secara semestinya

Q : Ustadz, salah 1 amal jariyyah adalah doa anaknya yang sholehah. Apakah itu berlaku untuk anak angkat? Ato hanya anak kandung?
A : InsyaAllah berlaku juga untuk anak angkat, seperti mana kita berbuat baik kepada orang lain dan orang itu mendoakan kita karena kebaikan kita maka ianya sampai kepada kita


TANYA JAWAB by Ustd. Doli

Q : Bagaimana cara agar kita bisa istiqomah dalam hal yang baik-baik, termasuk dalam hal beribadah? Manusiawi banget kadang iman seseorang naik turun naik turun.
A : Ini pertanyaan sering sekali nongol jawaban saya mah tetap.
1. Berdoa pada Allah,  doa minta istiqomah dalam quran dan hadits juga ada
2. Miliki ibadah harian tetap, yang harus diamalkan walau lagi super malas sekalipun, tak usah banyak namun harus terlaksana.
3. Habiskan usia untuk berkegiatan bersama teman-teman yang sholih

Q : Ustadz,salah kah kita sedikit keras jika mendidik anak dalam hal agama,misal mendisiplinkan sholat 5 waktu agar tepat waktu,kadang anak saya klo d ajak sholat suka jawab "iyaa sebentar",suka gemes saya jadi nada agak naik gitu Ustadz
A : Usia 7 tahun di perintah salat dibujuk dijelaskan, dicontohkan, dipahamkan selama 3 tahun tak boleh kendor, namun tak boleh dimarahi. Setelah usia 10 tahun, barulah boleh dihukum. Tentu selama 3 tahun dan sebelumnya penanaman iman dan islam harus jalan kepada anak anak.

Q : Secara dzohir bisa kah kita yang masih hidup melihat tanda-tanda seseorang wafat husnul khatimah atau husunul khatimah ?
A : Bisa. Ada ciri-ciri yang disebutkan para ulama tentang hal ini. Namun tentu saja yang tahu hakikatnya adalah Allah SWT semata.

Q : Assalamualaikum ustdz,ketika di tiupkan ruh dalam kandungan kan  sudah di tetapkan kapan waktu kematiannya,apakah ini berarti tercatat juga akan meninggal dalam keadaan husnul/su'ul hotimah nya?
A : Dalam hadits disebutkan demikian. Namun kita masing-masing kan ga inget dan ga tau akan bagaimana akhir hidup kita, makanya kita ikuti saja petunjuk Allah swt melalui Al Quran dan hadits, yaitu banyak berdoa mohon istiqomah, dan berusaha selalu dalam ketaatan pada Allah.

Q : Assalamu'alaikum ustadz tanya jika ada orang yang meninggal di hari jum'at & orang tersbt ibadahnya bagus, apakah orang tersebut bisa disebut meninggal dengan khusnul khotimah. Dan bagaimana ciri orang yang meninggal dengan cara husnul khotimah ustadz, afwan dengan yang fakir ini
A : Ya ini salah dua yang disebutkan sebagi ciri akhir yang baik.

Q : Assalamu'alaikum.. ustadz salah satu penghalang untuk masuk surga adalah hutang. Janji adlh hutang juga. Nah bagaimana kalo kita dahulu sekali pernah berjanji Dan blm d tunaikan, Dan utk d tunaikan sekarang pun kondisi sudah tidak memungkinkan.. amalan apa yang bisa untuk menebus janji Dan hutang yang dahulu belum terlunaskan? Apabila belum ditunaikan bisa kah Husnul Khotimah?  Jazakallah khoiron atas jawabannya ustadz..
A : Ya mohon ampun saja pada Allah, jangan mudah buat janji yang tak bisa ditunaikan.


TANYA JAWAB by Ustd. Trisatya

Q : Apakah setiap orang yang akan meninggal mengalami sakaratul maut? Apakah balita yang katanya masih suci belum punya dosa apakah juga merasakan pedihnya sakaratul maut?
A : Tidak ada nash atau dalil khusus menyebut sakit atau tidak sakitnya sakarul maut bagi anak bayi atau anak kecil. In syaa Allah anak yang masih kecil dan belum baligh terbebas dari dosa, sehingga perlakuan sakratul mautnya seperti seorang mukmin yang meninggal. Seorang mukmin yang taat dengan keimanan yang lurus yang terbebas dari kesyirikan walau tetap merasakan sakitnya sakratul maut, tetap dimatikan dlm keadaan baik sesuai dengan firman Allah,
“(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salamun ‘alaikum (keselamatan sejahtera bagimu)”, masuklah ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. [An Nahl: 32].

Syaikh Asy Syinqithi mengatakan: “Dalam ayat ini, Allah menyebutkan bahwa orang yang bertakwa, yang melaksanakan perintah Rabb mereka dan menjauhi larangan-Nya akan diwafatkan para malaikat yaitu dengan mencabut nyawa-nyawa mereka dalam keadaan thayyibin (baik), yakni bersih dari syirik dan maksiat, (ini) menurut tafsiran yang paling shahih, (juga) memberi kabar gembira berupa syurga dan menyambangi mereka mereka dengan salam.

Wallahua'lam

#Dari Anas bin Malik ra Nabi SAW bersabda yang artinya, “Tidaklah seorang muslim yang ditinggal mati oleh tiga anaknya, yang belum baligh, kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga dengan rahmat yang Allah berikan kepadanya,” (HR. Bukhari).



Q : Apakah bertaubat berkali-kali namun melakukan kesalahan yang sama berkali-kali,  taubatnya akan diterima? Apakah ada ciri kalau kesalahan kita diampuniNya?
A : # Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata,

ولو تاب العبد ثُم عاد إلى الذنب، قَبِل الله توبته الأولى، ثُمَّ إذا عاد استحق العقوبة، فإن تاب تابَ الله عليه أيضًا

“Kalau seorang hamba bertaubat lalu kembali melakukan dosa, Allah terima taubatnya yang pertama. Kemudian jika ia kembali berdosa, ia berhak mendapat hukuman. Jika ia bertaubat, Allah terima taubatnya lagi.”

# Ibnu Taimiyah melanjutkan penjelasannya, bahwa seorang muslim yang telah bertaubat lalu kembali lagi melakukan dosa tidak boleh nekad dengan terus menerus melakukan dosa tersebut. Tapi ia harus selalu bertaubat walau ia kembali terjerumus maksiat 100 kali dalam sehari. 

# Diriwayatkan dari Ali, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda,

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ الْمُفَتَّنَ التَّوَّابَ

“Sesungguhnya Allah menyukai seorang hamba yang terpedaya berbuat dosa lagi suka bertaubat.” (HR. Ahmad meriwayatkannya secara tunggal)

# Dalam hadits lain, “tidak ada dosa kecil jika dikerjakan terus menerus, dan tidak ada dosa besar jika beristighfar.” Dalam hadits lain, “tidaklah terus menerus melakukan dosa orang yang beristighfar, walau ia kembali mengulanginya 100 seratus kali dalam sehari.”

Q : Ustadz, apakah benar jika meninggal malam Jumat/hari Jumat itu salah satu tanda husnul khatimah?
A : Betul, salah satu tanda husnul khatimah dengan syarat ia tetap dalam ketaatan dan keimanan.

Q : Saya pernah menunggui keluarga dekat yang beberapa menit sebelumnya tidak terlihat tanda sakaratul maut sebelum dan sesudahnya. Kemudian tidak lama berselang memanggil nama saya,beliau berpulang.
A. Apakah ini bisa dikatakan baik dipenghujung ustadz?
B. Apakah jika orangtua sudah meninggal dan maaf pernah ada yang tertinggal shalatnya,anaknya bisa menggantikan shalat fardhu yang tertinggal itu ustadz?
A : A. Beberapa hadits menyebutkan ciri-ciri akhir yang baik (husnul khatimah), klo masuk salah satunya dan dalam keimanan dan ketaatan, insyaa Allah.
B. Orang yang sudah mati dan dia memiliki tanggungan shalat wajib atau shalat lainnya, tidak bisa diqadho. Karena hukum asal ibadah, tidak boleh digantikan atau diwakilkan orang lain. Kecuali jika ada dalil dari syariat yang membolehkan untuk mewakilkan amal ibadah tertentu, seperti haji, menyalurkan zakat, sedekah, atau nadzar puasa.
Wallahua'lam

Q : Bagaimana caranya kita menjaga hidayah supaya kelak disaat sakaratul maut tiba ditetapkan iman dan Islam dalam diri kita ustadz??
A : Selalu perbaiki niat jika melenceng, selalu beristigfar, bersemangat selalu melakukan kebaikan, ibadah yang kontinyu. Tidak syirik.

Q : Saya mau bertanya lagi, ustadz lalu adakah tanda orang yang akan meninggal? Katanya 40 hari sebelumnya sudah terlihat?
A : Untuk 40 hari terlihat tandanya tidak ada dalil untuk itu, itu hanya rekaan, dan berdasarkan pengalaman saja. Tapi ada beberapa riwayat yang menceritakan kejadian sebelum kematian.

Sebagian para Nabi berkata kepada Malaikat pencabut nyawa. “Tidakkah Kau memberikan aba-aba atau peringatan kepada manusia bahwa kau datang sebagai malikat pencabut nyawa sehingga mereka akan lebih hati-hati?”

Malaikat itu menjawab, “Demi Allah, aku sudah memberikan aba-aba dan tanda-tandamu yang sangat banyak berupa penyakit, uban, kurang pendengaran, penglihatan mulai tidak jelas (terutama ketika sudah tua). Semua itu adalah peringatan bahwa sebentar lagi aku akan menjemputnya.”

“Apabila setelah datang aba-aba tadi tidak segera bertobat dan tidak mempersiapkan bekal yang cukup, maka aku akan serukan kepadanya ketika aku cabut nyawanya: “Bukankah aku telah memberimu banyak aba-aba dan peringatan bahwa aku sebentar lagi akan datang? Ketahuilah, aku adalah peringatan terakhir, setelah ini tidak akan datang peringatan lainnya.” (HR imam qurthubi)

Q : Apakah bayi yang meninggal yang di lahirkan dari ibu yang seorang kafir akan bisa masuk surga?
A : Belum baligh masuk surga. Berlaku untuk semua anak manusia.

Q : Apakah bayi yang dikandung 4 bln lebih (jalan 5 bulan) dan mengalami keguguran sudah dihitung sebagai anak yang meninggal, walau keadaannya belum sempurna ??? Akankah menjadi penolong orang tuanya kelak???
A : Sepanjang sudah ditiupkan ruh menurut ulama diusia 4 bulan, sudah menjadi anak. Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada MalaikatNya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku?” Mereka berkata, “Ia memuji-Mu dan mengucapkan istirja’ (Innaa Lilaahi Wa Innaa Ilaihi Rooji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku rumah di surga dan namailah rumah itu dengan nama Rumah Pujian.” (HR. Al-Tirmidzi no. 1021, di shahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam Shahihul Jami’)

Syeikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin –rahimahullah- pernah ditanya:

“Apakah janin yang keguguran sebelum penciptaannya sempurna tetap dilaksanakan aqiqah atau tidak ?”

Maka beliau menjawab:

"Gugurnya kandungan yang belum genap usianya 4 bulan, maka tidak ada aqiqah, tidak beri nama dan tidak dishalati dan dikuburkan di mana saja."

Adapun jika usianya di atas 4 bulan, berarti sudah ditiupkan ruh, maka tetap diberi nama, dimandikan, dikafani, dishalati dan dikebumikan di kuburan umat Islam, termasuk tetap diaqiqahi menurut pendapat kami.

Namun sebagian ulama berpendapat: “Tidak perlu diaqiqahi sampai lahir dan hidup selama tujuh hari”, namun yang benar adalah tetap diaqiqahi; karena pada hari kiamat akan ikut dibangkitkan dan (diizinkan) untuk memberi syafa’at kepada kedua orang tuanya”. (As’ilah Baab Maftuh, Soal nomor: 653)

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baikalauah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:



سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engakau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!