Home » , » CIRI-CIRI WANITA AKHIR JAMAN CALON PENGHUNI SURGA

CIRI-CIRI WANITA AKHIR JAMAN CALON PENGHUNI SURGA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, January 23, 2018

 Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Senin, 22 Januari 2018
Rekap Kajian Grup Bunda G3
Narasumber : Ustadzah Pristia
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti



Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungkan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangakitkan ummat yang telah mati, mempersatukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan syahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basmallah

Bismillahirrahmanirrahim...                  


CIRI-CIRI WANITA AKHIR JAMAN CALON PENGHUNI SURGA

Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki.

Diantara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah:

1. Bertaqwa
Definisi taqwa adalah menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan NYA.

2. Mematuhi Rukun Iman
Mematuhi dan menjalankan Rukun Iman dengan sepenuh hati, yaitu beriman kepada Allah SWT, kepada Rasul rasul-Nya, kepada Alquran, kepada Malaikat-malaikat-Nya, dan kepada takdir yang berikan oleh Allah baik takdir buruk maupun takdir baik.

3. Mematuhi Rukun Islam
Mematuhi dan menjalankan Rukun Islam dengan sepenuh hati yaitu bersyahadat, shalat, zakat, berpuasa, dan menunaikan ibadah Haji ke tanah suci bila mampu.

4. Ikhlas dan tawakal
Ikhlas beribadah semata hanya karena Allah SWT dan menyerahkan segala sesuatu kepada Allah setelah genap berusaha (tawakal).

5. Ihsan
Ihsan adalah meyakini dengan hati. Walaupun tidak dapat melihat wujud dari Allah, namun yakini dengan hati seolah pada saat kita beribadah selalu ada Allah di hadapan kita dan mengawasi segala gerak-gerik kita di dunia.

6. Membaca Alquran
Gemar membaca dan mengaji Alquran akan menambah ilmu dan pengetahuan bukan hanya tentang beragama, namun juga cara berkehidupan yang baik di dunia dan akhirat.

7. Berbuat amal maruf nahi munkar
Berbuat kebaikan dan mengajak kepada kebenaran serta menyerukan untuk menghindari perbuatan keji dan tercela baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

8. Berperangai baik
Berakhlak baik, berucap dan berperilaku baik kepada sesama manusia dan mahluk Allah di dunia.

9. Menjaga tali silaturahmi
Gemar menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama manusia. Menghindari konflik, amarah, dan perseteruan yang dapat memutuskan tali silaturahmi.

10. Berinfaq.
Berbagi sedekah baik dalam keadaan luang maupun sempit.

11. Bersikap adil kepada sesama.

12. Menjaga Lisan
Menghindari perbuatan bergunjing, membicarakan kejelekan saudaranya yang lain, dan menebar fitnah keji.

13. Bersikap amanat
Dapat dipercaya, menepati janji dan tidak pernah berkata bohong.

14. Berbakti dan menghormati kedua orang tua.

15. Bersikap pemaaf dan lapang dada.

16 . Wanita yang menjaga diri dari perbuatan yang haram, berbakti pada Allah SWT, Rasul dan suaminya.

17. Wanita yang menerima dengan senang hati keadaan dan segala kekurangan suaminya, banyak keturunannya serta penyabar.

18. Wanita yang memiliki sifat pemalu dan jika suaminya pergi ia pandai menjaga diri dan harta suaminya. Jika suaminya datang ia mengekang mulutnya dari perbuatan yang tidak layak.

19. Wanita yang ditinggal mati suaminya dan mempunyai anak masih kecil lalu menahan dirinya untuk menikah lagi karena ingin mengurus anak-anak dan mendidik serta memperlakukannya dengan baik, dan bersedia menikah lagi karena khawatir anaknya akan sia-sia terlantar.

Seperti telah dijelaskan mengenai wanita ahli surga dan ciri-cirinya di atas, dibutuhkan tekad yang kuat dan iman yang besar untuk dapat memiliki semua ciri di atas untuk menjadi muslimah yang dicintai Allah. Semua hal tersebut bukanlah suatu batasan melainkan sifat-sifat utama yang akan membuat seseorang menjadi pribadi yang baik di mata Tuhannya.

Hal lainnya yang dapat membuat seorang wanita muslimah lebih dekat kepada surga adalah taat kepada suami. Suami yang saleh dan mengajak kepada kebaikan wajib dipatuhi perkataannya. Namun, apabila suami tersebut mengajak kepada kebathilan seorang wanita muslimah yang baik harus dapat mengingatkan agar kembali ke jalan kebenaran bersama-sama.


TANYA JAWAB

Q : Kalau berinfak yang selalu kita berikan saat kajian apa hrs seijin suami juga...atau misal tetiba seeorg yang membutuhkan...
A : Jika itu uang pribadi kita tidak perlu. Jika itu adalah uang suami ,sampaikan sebagian uang nya dinfaqkan


Q : Ustazah bagaimana cara berbakti kepada suami yang agamanya kurang baik? selalu berselisih faham dalam pelaksanaan agama karena kebiasaan suami yang msh banyak mengikuti adat istiadat yang menyimpang dari ajaran agama
A : Bersikaplah bijak. Dan jika kita tidak setuju lebih baik kita diam atau menjelaskan dengan cara tenang. Itu artinya anti harus mendoakan suami pada saat shalat malam. Semoga dimudahkan ukhti

Q : Point 17,,,saya terkadang masih suka mengeluh dlm menghadapi suami dan takdir. Tentunya semua wanita pasti ingin mempunyai anak, saya suka iri ustadzah dg wanita² lain yang sudah punya keturunan. Mohon pencerahannya ustadzah, apakah masih bisa saya berusaha menjadi calon penghuni syurga?
A : Masih tentunya dengan ikhtiar dan memasrahkan diri kita pada Allah. Memohon ampunlan pada kesalahan yang terdahulu. Insyaa Allah Allah maha mendengar.

Q : Ustadzah, sebagai istri saya ingin sekali bisa berinfak. Hanya saja saya IRT,  jika suami menitipkan untuk belanja, saya belanjakan kebutuhan RT.
Selama ini saya lihat suami sering berinfak..timbul rasa di hati ingin juga seperti itu. Infak sendiri.  Tapi keadaan blm memungkinkan.  Apakah sebagi istri kita 'kebagian' pahala nya jika suami yang mengeluarkan infak?
A : Jelas pahala nya mengikuti. Jika istri ridho dan mengijinkan harta suami di infakkan. Maka pahala mengalir pada istri

Q : Ustadzah,, maaf mau bertanya bagai mana sikap seorang istri ketia ongin belajar mengaji tetapi suami tidak mengizinkan dan bilang gak ikhlas padahal sudah dikasih pengertian pelan-pelan tetep tdk boleh,, bgmna seorang istri hrs bersikap.mks
A : Pelan-pelan dan selalu memberikan info positif tentang hal yang kita lakukan.

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:



سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engakau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!