Home » , , » Direktur Yang Miskin

Direktur Yang Miskin

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, January 19, 2018



Image result for motivasi islam
Rekap Kajian Online HA Ummi G-7
Hari/Tgl : Kamis, 21 September  2017
Materi   :  Direktur yang miskin (Seri Motivasi)
NaraSumber : Ustadzah Lilis
Waktu Kajian :  10.00 -selesai
Editor : Sapta
□□□□□□□□□□



DIREKTUR YANG MISKIN
Oleh : Bunda Lilis.


       Kecintaan pada dunia dan takut mati di jaman ini menimpa banyak manusia, tidak terkecuali penyakit ini menimpa juga para cendikia dan para ustadz sekalipun. Sedikit sekali ditemui orang- orang yang hidup zuhud, hidup sekedar menjalankan perintah Alloh di dunia yang singkat ini.

      Kita di sini tidak bicara orang- orang yg umum, yang tak mengenal Islam dengan baik, tapi kita melihat orang- orang yang berada di lingkungan Islami saja. Banyak pesantren-pesantren, yayasan-yayasan yang mewah, berdiri tegak menjulang. Dan Direktur, pimpinan atau Ketua yayasannya punya rumah dan mobil mewah serta gaya hidup mewah.
Sementara guru dan karyawannya diberi honor sangat rendah yang kadang untuk makan sebulan saja tidak cukup.
     
    Pimpinan tidak pernah bertanya pada karyawannya, apakah hari itu ia punya beras untuk anak isterinya, apakah dia  dan anak isterinya sehat atau sakit. Tidak ada sentuhan- sentuhan pribadi yang di tangannya Alloh titipkan isi perutnya.

       Bahkan kadangkala, honor kecil itupun ditunda-tunda dengan alasan mendahulukan hal-hal yang sifatnya urgen menurut pimpinan, padahal sesungguhnya masalah perut jauh lebih urgen dari apapun di dunia ini. Manusia tidak bisa berdiri tanpa makanan. Tapi karyawan dijejali pemikiran-pemikiran yang tidak logis, atas nama dakwah dan jihad mereka bekerja sementara pemilik yayasan/direktur hidup dalam kemewahan. Sangat ironis!

     Akhirnya para karyawan dan guru memenuhi kekurangannya dengan berhutang sana sini yang membuatnya jadi tampak hina di depan murid-muridnya. Bukan hal yang mustahil akhirnya terseret kasus penyelewengan keuangan.

     Pimpinan seharusnya peka terhadap para mujahid pendidikan.Dan kepekaan seorang pimpinan tidak akan menjatuhkannya dalam kemiskinan.

    Saya menemukan beberapa pesantren yang pimpinannya bersahaja, tapi ia menjamin guru-guru dan alumninya, bisa menyumbang beras dan lain-lain ke pesantren- pesantren lain. Dialah sesungguhnya yang kaya. Dia tidak takut miskin dengan bersedekah pada orang-orang terdekatnya.

    Demikian, semoga wacana ini bisa dijadikan pengingat bagi kita, agar bisa menjadi Pimpinan yang baik  di mata Alloh dan mulia di mata manusia. Pandai bersyukur dan tidak dzolim.

QS  Ibrahim : 7.
"Sekiranya kamu bersyukur...Sungguh Aku tambah nikmat yang ada padamu.Dan sekiranya kamu kufur...Sesungguhnya azaKu sangat pedih..."

BELIAU MENANGIS KARENA KAYA

Dari Ibrahim bin ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia bercerita,

أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ – رضى الله عنه – أُتِىَ بِطَعَامٍ وَكَانَ صَائِمًا فَقَالَ قُتِلَ مُصْعَبُ بْنُ عُمَيْرٍ وَهُوَ خَيْرٌ مِنِّى ، كُفِّنَ فِى بُرْدَةٍ ، إِنْ غُطِّىَ رَأْسُهُ بَدَتْ رِجْلاَهُ ، وَإِنْ غُطِّىَ رِجْلاَهُ بَدَا رَأْسُهُ – وَأُرَاهُ قَالَ – وَقُتِلَ حَمْزَةُ وَهُوَ خَيْرٌ مِنِّى ، ثُمَّ بُسِطَ لَنَا مِنَ الدُّنْيَا مَا بُسِطَ – أَوْ قَالَ أُعْطِينَا مِنَ الدُّنْيَا مَا أُعْطِينَا – وَقَدْ خَشِينَا أَنْ تَكُونَ حَسَنَاتُنَا عُجِّلَتْ لَنَا ، ثُمَّ جَعَلَ يَبْكِى حَتَّى تَرَكَ الطَّعَامَ

“Suatu saat pernah dihidangkan makanan kepada ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu. Tetapi waktu itu ia sedang berpuasa. ‘Abdurrahman ketika itu berkata, “Mush’ab bin ‘Umair adalah orang yang lebih baik dariku. Ia meninggal dunia dalam keadaan mengenakan selimut yang terbuat dari bulu. Apabila kepalanya ditutup, maka terbukalah kakinya. Jika kakinya ditutup lebih baik dariku. Ketika ia terbunuh di dalam peperangan, kain yang mengafaninya hanyalah sepotong, maka tampaklah kepalanya. Begitu pula Hamzah demikian adanya, ia pun lebih baik dariku. Sedangkan kami diberi kekayaan dunia yang banyak.” Atau ia berkata, “Kami telah diberi kekayaan dunia yang sebanyak-banyaknya. Kami khawatir, jikalau kebaikan kami telas dibalas dengan kekayaan ini.” Kemudian ia terus menangis dan meninggalkan makanan itu.” (HR. Bukhari, no. 1275)

Hadits di atas disebutkan dalam Riyadh Ash-Shalihin no. 454 pada judul Bab “Keutamaan Menangis Karena Takut pada Allah Ta'ala dan Rindu padaNya.

👆Kebersahajaan lebih utama bagi salafusholih daripada kemewahan.



TANYA JAWAB


T : Mau bertanya ustadzah, bagaimana menyikapi sekolah yang berbasis islam –afwan, di tempat saya- yang meminta dana masuk hingga jutaan rupiah, sedangkan fasilitas yang di berikan biasa saja?
J : Orangtua santri melalui Dewan santri berhak meminta laporan keuangan. Tapi banyak yayasan yang managemen keuangannya tertutup. Disitu banyak penyelewengannya. Atau mungkin pihak Yayasan punya utang (Riba) pada Bank (dana pembangunan dari Bank).
Yang membuktikannya adalah laporan keuangan,walau itupun kadang rentan dimanipulasi. #Dewan Keluarga Santri.


T : Bisakah men-tadabburi dalam hadist diatas?
J : Maksudnya, si kaya itu takut, kalau kekayaannya selama ini sebagai imbalan dari Alloh untuk kebaikannya selama ini, sedangkan kelak di akhirat tidak ada imbalan lagi karena sudah dibayar di dunia. Tidak seperti kawan-kawannya tadi, para salafushalih. Jadi kekayaan itu tidak menjadi kebanggaan, tapi kesedihan.


T : Judul bab "keutamaan menangis karena takut pada Allah ta'ala dan rindu padaNya". Jadi keutamaan apa saja hingga mereka takut pada allah?
J : Jawabannya akan panjang dan melebar, mohon maaf, dijawab oleh Kyai/ ulama saja.


T : Bunda lilis, boleh disebutin nama pesantren yg dimaksud di atas, yang pemimpinnya bersahaja dan menjamin murid-muridnya dan gurunya, karena pesantren disini tidak seperti itu.
J : Salah satunya pesantren Roudhotul Hasanah, Subang. Rumah Kyainya dari bambu dan santrinya hampir gratis! Tapi gudangnya penuh beras dan makanan, dikirim ke pesantren-peantren lain. Berasnya melimpah, bahkan kalau Idhul Adha, banyak kambing yang ditolak! Santri-santrinya dinikahkan dan dibiayai, kalau sakit diurusi, kalau nunggak biaya sekolah, dibayarin. Dan semua tamu dan pedagang yang lewat situ harus makan. Bupati juga segan sama beliau. Tamu pejabat dan petani, sama di depannya.


T : Apa yang bisa kita lakukan agar kebersahajaan itu dapat tercipta dalam lingkungan keluarga inti dan dapat memberi pengaruh buat keluarga besar?
J : antara lain :
1.   Tanamkan Tauhid yang benar.
2.   Sering ajak anak-anak ke panti asuhan dan beri penjelasan.
3.   Sering ajak anak lihat-lihat perkampungan orang miskin. Dan beri penjelasan.
4.   Beri cerita-cerita kepahlawanan. Jangan selalu kisah perang, tapi kisah-kisah hidup salafushalih dan orang-orang baik seperti Einsten, penemu listrik, peneliti. Mereka hidup bersahaja, mengorbankan nyawanya untuk kemaslahatan manusia.
5.   Orangtua sendiri memberi contoh pada anak. Itu lebih membekas.


T : Bagaimana menasehati teman yang menjauhkan suami yang sedang depresi, istri terlalu banyak menuntut dalam hal ekonomi, akibatnya suami depresi, ditambah lagi saat suami sakit, diapun memulangkan suami pada keluarganya, dengan alasan istri harus menghidupi 2 orang anak. Tapi sejak memindahkan suami ke keluarganya, istri sedikit berubah, semakin mengikuti gaya anak muda (makin cantik). Apakah jika suami tidak ridho istri akan masuk surga ustadzah?
J : Suami alami sakit depresi harus diobati dengan bekam, ruqyah dan herbal. Dititip di keluarga suami baik juga asal terus dirawat dan ditengok. . Dalam posisi itu, apapun sebabnya isteri dalam kondisi sulit. Isteri tidak boleh keluar rumah kecuali darurat mencari nafkah. Dalam kondisi seperti itu, wali si isteri ikut bertanggung- jawab dan juga pihak keluarga laki-laki. Suami tidak ridho ya jelas isteri dalam kemurkaan Alloh.


➖➖➖KHOLAS➖➖➖

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis :

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!