Ibu Lelah? Rehatlah

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, January 5, 2018


Image result for rehat sejenak


Rekap Kajian HA Ummi G6
Hari/Tanggal : Jum'at, 8 September 2017
Waktu : 19.00 WIB
Narsum : Ustadzah Maryam
Tema : Rumah Tangga
Editor : Sapta
----------------------------------------



Ibu Lelah? Rehatlah

#maaf beberapa alinea saya cut karena panjang dan saya hanya ingin memberikan real keseharian ibu-ibu.

"Saya lelah mbak. Rasanya hanya saya yang harus bertanggung jawab untuk semuanya. Waktu rasanya begitu cepat, sementara saya melihat diri saya tidak mencapai apapun... Saya minder kalau ketemu temen-teman lainnya, rasanya saya doang yang gini-gini aja..."

"saya merasa tidak bahagia. rasanya berputar-putar terus di rutinitas yang sama. Di rumah rasanya hati saya gak tenang.. tiap hari ada saja masalah yang dibuat oleh anak-anak. Anak-anak gak nurut kalau diberi tau.. melawan terus, suami malah keliatannya lebih asik di luar rumah..."

•••
Saya terpaku, membayangkan situasi yang terjadi di rumahnya.
Saya memperhatikan pola seperti ini sering sekali terjadi, dan mungkin sebagiannya pernah juga dialami oleh saya dan jutaan ibu lainnya.
Ada rasa lelah yang sangat besar, yang pada akhirnya mengambil rasa bahagia ibu,dan lambat laun mengambil rasa bahagia seluruh anggota keluarga.

Saya tentunya tidak akan membahas kisah ibu tersebut di tulisan ini, tapi saya tergugah untuk menulis sebuah perspektif tentang kata "lelah"

Saya teringat sebuah nasehat yang dikiaskan dalam bentuk sebuah narasi antara iblis dan syetan :

"Jika kau ingin merusak sebuah keluarga, rusaklah dulu ibunya!!"

~ beri ia perasaan akan rasa lelah bertubi yang membuatnya merasa lemah dan habis energy,

~ jika ia sudah merasa lelah, ambil rasa syukurnya,

~ biarkan ia merasa bahwa hidupnya habis untuk mengurus keluarga dan buatlah ia tidak memiliki apapun, selain lelah yang didapatnya,

~ setelah kau ambil rasa syukurnya, buatlah ia menjadi orang yang tidak percaya diri,

~ sibukkan pandangan matanya untuk melihat kebahagiaan orang lain dan buatlah ia lupa akan kebaikan yang ia miliki,

~ buatlah ia merasa minder dan merasa tidak berharga,

~ jika itu sudah terjadi, ambilah juga sabarnya,

~ gaduhkan hatinya agar ia merasa ada banyak hal yang berantakan dalam rumahnya, buatlah ia merasa betapa banyak masalah yang ditimbulkan dari anak-anaknya, dari suaminya,

~ goda lisannya untuk berkata kasar, ingga nanti anak-anak mencontohnya dan tak menghargainya lagi, lalu bertambahlah kemarahan demi kemarahan, hilanglah aura syurga dalam rumah,

dan kau akan menemukan perlahan, rumah itu rusak…dari pintu seorang Ibu

•••

Sekali lagi, makhluk penting itu bernama Ibu,
Lelah yang tidak selesai menjadi tempat masuknya syetan,
Ia mengambil bahagiamu, mengambil sabar dan syukurmu wahai ibu,

Jangan biarkan syetan mengambil itu,
Jika kau lelah, rehatlah.
Jika kau lelah, berbagilah

•••

Sekedar melihat betapa banyak kebaikan yang kau punya,
betapa manisnya keceriaan anak-anakmu,
betapa bertanggungjawabnya suamimu

jika kita melihat peran ini sebagai beban, maka kita hanya akan sampai pada titik lelah
jika kita memandang diri hanya sebatas pelaku rutinitas, kita tidak akan menemukan ruhnya

rewarding your self mom,
sungguh peranmu jauh lebih besar dari semua keluhanmu
jangan biarkan syetan merusak bahagia dengan mengambil rasa sabar dan syukurmu

karena dari bahagiamu, tercipta ketahanan sebuah keluarga

*Serial tulisan psikologi keluarga  lainnya bisa dilihat di https://sofianaindraswari.com/

Bila hari ini sama dengan yang kemarin, merugi.
Bila hari ini lebih buruk dengan kemarin, celaka.
Bagaimana keadaan kita? Semoga Allah mudahkan kita menjadi orang yang beruntung karena hari-harinya lebih baik dari hari kemarin... aamiin🌿

Semua itu bisa di raih dengan kekuatan ruhani kita, salah satunya menjaga interaksi kita dengan Alqur'an.
Bagaimana interaksi kita selama ini, apakah setahun terahir ini stagnan, biasa saja atau ada perubahan yang membuat kita bahagia. Bersyukur kita semua lahir dalam keadaan beriman. Sayang sekali kalau iman tidak di rawat.

Hadist "Al Imanu yankusu au naqusu, iman itu naik atau turun, maka jagalah " dengan  apa ? Tentunya dengan amal-amal kebaikkan, salah satunya akrab  Kalamullah. Jangan sampai syetan terus membisikkan hal-hal yang menyesatkan, luangkan waktu di pagi hari atau sebelum tidur untuk membaca Kalamullah.

#baca lagi tentang alqur'an efek bagi tubuh

~ mulai lah dari sekarang..
~ Ini sedikit motivasi kita semua, bahwa waktu terus berjalan sampai ajal datang

Perjalanan seorang hamba

 " Ahad sore kemarin jam setengah 5 an saya masih sempat bertemu rofa sebelum beliau berangkat mendaki. Kami sempat ngobrol agak lama. Seandainya saya tahu itu pertemuan terakhir, mungkin saya akan memeluk beliau.

Saat di bunga selasih dapat. Cerita dari buleknya rofa kalau umminya juga sedang pemulihan pasca operasi di kepala. Sepanjang perjalanan saya membayangkan wajah umminya rofa yang bersedih karena kehilangan putrinya.
Setelah prosesi pemakaman selesai. Saya baru sempat menemui Bu Tini (ummu rofa). Subhanallah.. tidak setitik pun saya melihat air mata menetes dari beliau.

Rofa memang sempat telepon minta izin mendaki. "Awalnya umminya berat mengizinkan, tapi kemudian diizinkan.. dengan alasan toh dengan mendaki putrinya bisa melihat bukti ayat-ayat Allah.

Ketika bertemu saya, beliau sama sekali tidak menanyakan bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi.Beliau sudah ikhlas putrinya diambil Allah kembali.
Ucapan beliau yang cukup membuat saya merenung.
" Saya sudah membekali rofa dengan Alqur'an. Aktifitasnya pun juga tidak jauh-jauh dari Alqur'an. Sekarang biarlah Al Qur'an yang menolong dia"

Subhanallah… Sungguh ketegaran yang luar biasa dari seorang ibu.
Semoga Allah menganugerahkan kesembuhan kepada Bu Tini. Diangkat segala penyakitnya... aamiin.

Segenap keluarga besar ustadzah rofa menyampaikan ucapan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada yayasan , ustadz/ ustadzah dan anak-anak atas segala bantuan serta doanya.

Rofa hafal 30 juz ,sdh 3 th sbg pembina asrama putri smait Aby Yogyakarta.


===========
TANYA JAWAB


T : nanya ustadzah, mana yang harus diutamakan/didahulukan antara tilawah, menghafal, tadabur?
J : Bismillah, saya coba jawab ya bunda. Prinsipnya yang pernah saya dapat teorinya dalam interaksi alqur'an ada tahapannya. Tilawah dengan tahsin, tadabbur dan tahfidz.


T : Ustadzah, saya pernah marah sama anak saya, karena saking jengkelnya, sempat keluar kata-kata, "kamu kalo nyusahin orang tua, besok di bikin susah orang". Saya menyesal ustadzah, bagaimana ya ustadzah, mencabutnya kata-kata itu , supaya tidaak kejadian ke anak?
Kemudian bagaimana caranya supaya anak mau menuruti sama kata-kata kita ya ustadzah? Sering jengkel kalo dikasih tahu melawan?!
J : Astaghfirullah... semoga ALLAH mengampuni dosa-dosa kita semua terhadap perilaku ke anak. Saya juga pernah mengalami. Saya yaqin Allah Maha pemaaf dan dengan penyesalan semoga Allah mencabut kata-kata yang jelek itu dengan berjanji tidak mengulangi. Ada yang menganjurkan untuk sholat taubat bunda ya.

Setiap anak ada fasenya, ketika masa-masa egonya muncul dia akan seperti membangkang. Di sinilah di uji kesabaran kita, dalam hal ini mintalah bantuan ke suami/orang yang terdekat saat anak melawan, supaya ada solusi tanpa harus tarik urat leher ibu.
Semua ini berpengaruh terhadap kondisi ruhiyah. Saat "naik" InsyaAllah amarah bisa diredam, tapi saat kita "turun" bablas deh...


~~~~~~~~~~~
Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis :

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Artikel Baru