MEREKALAH WANITA SUKSES

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, January 2, 2018

 Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Senin, 27 November 2017
Rekapan Grup Bunda G5
Narasumber : Ustadzah Pristia
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti



Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungkan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untukuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangkitkan ummat yang telah mati, memepersauntukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan sayaahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntukun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basamallah

Bismillahirrahmanirrahim...                       

MEREKALAH WANITA SUKSES

Pada dasarnya setiap insan membutuhkan panutan dalam keluarga yaitu sosok yang bisa dijadikan kebanggaan dalam hidupnya, begitu juga para kaum hawa mereka butuh tauladan dari orangtua dan keluarga terdekatnya.

Tanpa tauladan, mereka akan kesulitan untuk menemukan makna hidup, jalan pulang di tengah derasnya arus modernisasi dan merasakan manisnya hidup. Kenapa demikian?

Para perempuan sesungguhnya tidak bisa berjalan tanpa ada arahan orang-orang terdekat. Para orangtua mempunyai peran penting dalam mendidik anak gadisnya, tanggung jawab mereka bukan saja dalam masalah ekonomi dan kasih sayang, melainkan ada juga tanggung jawab pendidikan agama.

Dalilnya mana?

Mudah saja, bisa dengan pendekatan logika, karena segala sesuatu adalah titipan Tuhan termasuk harta benda, keturunan, kesehatan, waktu luang, sampai amanat sebagai pemangku kepentingan.

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi. (QS. Al Munaafiquun: 9)

Ditambahkan di surat Al Anfaal ayat 28.

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”

Para orangtua bertanggung jawab memberi pendidikan moral kepada kaum hawa, karena jika lengah apalagi mengabaikannya, maka mereka bisa masuk ke dalam pola hidup kurang tepat, salah memilih pergaulan, teman curhat, tauladan dan yang lebih berbahaya salah memilih pasangan hidup.

Jika hal ini terjadi pada kaum hawa akan berdampak % pada perubahan perilakunya ke arah yang kurang baik, oleh karenanya peran para orangtua untuk mendidik agama kepada anak-anaknya menjadi hal yang sangat serius.

Apalah arti sukses jika?

Jika dalam rumahnya belum tertata,
Jika anak-anaknya kurang mendapat perhatian kendati materi selalu ada
Jika anak-anaknya jauh dari pendidikan agama dan moral,
Jika anak-anaknya kurang mendapat bimbingan dalam perkembangan kejiwaannya
Kurangnya tauladan dalam kehidupan anak-anaknya,
Kurang diajarkan sopan santun dan bertutur kata yang baik kepada anak-anaknya
Jika anak-anaknya tak kunjung dewasa, tidak mandiri dan selalu bergantung kepada orangtua
Jika anak-anaknya frustasi karena sikap orangtua yang tidak bijaksana
Jika anak-anaknya sulit diatur dan nakal
Para orangtua hendaknya mengingat pertumbuhan anak-anaknya, baik secara psikologis maupun dalam pendidikan yang mempunyai pengaruh besar dalam sejarah perjalanan hidupnya.

Jangan sampai menyesal karena salah mendidik anak,
Jangan sampai bersedih karena terlalu sibuk demi ambisi pribadi,
Jangan sampai air mata meluap karena gagal membahagiakan anak menjadi pribadi berkarakter, bermoral dan beragama.
Ada beberapa pola yang harus kita perhatikan sebagai orangtua dalam mendidik anak-anak dengan ikut menyertai hari-harinya dengan pendidikan yang berawal dari keluarga, sebelum mereka mengenal lingkungan sekolah dan lingkungan bergaul.

Teruntuk para ibu maupun calon ibu jadilah sebaik-baik sekolah untuk anak-anaknya, dalam ungkapan bahasa Arab dikatakan “Al Ummu Madrasatun”, artinya seorang ibu adalah sebaik-baik sekolah. Peran bapak juga penting, namun peran ibu jauh lebih penting.

Maka kita bisa membayangkan jika seorang ibu sibuk bekerja siang malam mencari tambahan untuk suaminya lalu menitipkan anak-anaknya kepada orang lain, di satu sisi kita tidak tahu apa yang dirasakan dan dibutuhkan sang anak.

Bukan berarti seorang perempuan tidak boleh bekerja atau membantu suaminya, akan tetapi seyogya nya pandai memilih skala prioritas dalam kehidupannya sehingga tidak terjebak dalam urusan sekunder, apalagi jika hanya memenuhi gaya hidup semata. Berbahaya!

Dalam kehidupan anak-anak, berbahagia cukup sederhana yaitu hari-hari mereka bisa dilalui bersama orang-orang terdekatnya khususnya seorang ibu. Kenapa demikian?

Kasih sayang seorang ibu jauh berbeda dengan bapak. Sampai kapanpun perhatian dan kasih sayang yang diberikan seorang ibu tidak mungkin sama dengan bapak. Inilah kelebihan para ibu. Maka berbahagialah anda sebagai seorang perempuan.

Kelebihan lain, ketika para ibu ditinggal suaminya, ia sanggup mengurusi beberapa anaknya bahkan tak jarang mereka yang rela tidak menikah lagi seumur hidupnya dan hanya fokus mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Berbeda dengan para lelaki yang ditinggal istrinya, biasanya tak lama berselang mereka menikah lagi, tak sanggup mengurus diri sendiri dan anak-anaknya.

Saat sang anak hendak bepergian jauh, dalam banyak kasus seorang ibu lebih pandai mempersiapkan kebutuhan sampai bekal makananpun disiapkan, ketika sudah dalam perjalanan perhatian tak pernah putus, menelepon, sms dan terus menemani perjalanan sang anak dengan perhatian sampai tiba di tempat tujuan.

Ada sebuah ungkapan:

“Jika seseorang ditinggalkan ibunya maka akan berdampak pada kurangnya perhatian dan sentuhan kasih sayang, jika ditinggal bapak dampaknya pada masalah ekonomi”

Anehnya di zaman sekarang banyak anak yang lebih dahulu yatim piatu kendati orangtuanya masih hidup. Dan nampaknya inilah penyakit kronis yang banyak diderita anak-anak yaitu penyakit “KUPER” alias kurang perhatian. Alangkah sayang!

Seandainya para orangtua mau mendudukkan anak-anaknya untuk mendengar keluh kesah dan mendapat jawaban jujur dari buah hati, cobalah sesekali tanyakan.

Nak! Tolong koreksi ibu dan bapak, coba sebutkan apa saja kekurangan kami selama ini?

Para orangtua usah kaget, karena anda akan dicecar dengan ribuan keluh kesah dan beragam kekurangan anda. Jika anda merasa punya 100 kebaikan kepada anak anda, maka anak anda akan mengutarakan 1000 kekurangan anda. Maka sadarlah!

Mungkin saja umur seorang ibu tidaklah panjang menemani hidup sang anak, namun betapa banyak mereka yang bahagia kendati ibunya sudah lama meninggal, karena sentuhan kasih sayang sang ibu yang masih melekat dan membekas di relung sanubari sang anak. Sebaliknya betapa banyak anak-anak yang orangtuanya masih hidup namun hidupnya kurang bahagia. , karena kurang mendapat perhatian dan kasih sayang. Alangkah sayangnya!

Para ulama berpendapat diantara sebab hancurnya generasi dan rusaknya karakter anak-anak umumnya karena faktor orangtua mereka sendiri, kurang perhatian, tidak mengajarkan kewajiban-kewajiban agama, perkara halal haram dan sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada anak-anaknya.

Sungguh! Tiada yang lebih membuat orangtua berbahagia, melainkan melihat anak-anaknya takut dan tunduk runduk hanya kepada Allah semata. (dakwatuna)


TANYA AJAWAB

Q : Ustadzah..bagaimana dengan peran ibu (ortu)..yang anaknya di pondok pesantren...bagaimana dengan al ummu madrasatun..
A : Sejak di dalam kandungan ibu sudah menjadi madrasa ula. Untuk di ponpes merupakan lanjutan

Q : Bagaimana klo seorang wanita sukses itu bekerja tapi anak anak nya yang kecil kecil di titip ke neneknya ...dan si nenek malah kewalahan ga bisa pergi mengaji dan lain lain....Sementara ibu anak-anak itu hanya percaya kepada si nenek
A : Hal ini perlu dipertimbangkan lagi. Orang tua kita sudah tua. Jadi sebaiknya kita membayar orang untuk menemani nenek. Agar bisa menjaga anak-anak

Q : Ustazah, ada sebuah kisah, seorang ulama besar, jarang sekali bertemu sang anak, setelah dewasa sang anak bisa menjadi ulama besar juga, bagaimana hal tersebut bisa terjadi ustadzah, bagaimana bisa mendidik anak yang demikian, dengan terbatasnya waktu untuk bertemu?
A : Sekarang ini sudah ada media sosial. Bisa telpon atau video call untuk selalu saling memotivasi anak setiap harinya. Sehingga kita tidak ketinggalan perkembangan anak kita

Q : Ustadzah…Gimana sih cara mendidik/menjelaskan kepada anak yang beranjak dewasa/baligh? Memberikan pengertian tentang aturan sesuai dengan syariat islam. Misalnya soal aurat dan batasan pergaulan dengan teman lawan jenisnya
A : Carilah terlebih dahulu ayat dan arti perintah menutup aurat. Setelah itu sampaikan kepada ananda dan jelaskan dengan cara yang balik 

Q : Assalamu'alaikum Warohmatullahi wabaraakatuh,,, bagaimana cara membiasakan anak untuk disiplin sejak dini,,jadi ketika mereka besar mempunyai kesadaran sendiri dalam hal apapun,tanpa disuruh memang ini faktor pembiasaan diri disiplin dari kecil,,, kiatnya seperti apa ustadzah?
A : Buatlah jadwal untuk ananda dan sampaikan padanya peraturan yang telah sama dibuat. Sehingga anak menjadi lebih disiplin.


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika


“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Ketik Materi yang anda cari !!