Home » , » S Y I A H

S Y I A H

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, January 5, 2018



REKAP KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH G4
Hari/Tgl : Senin 04 September 2017
Narsum: Ustadz Robin
Tema.   : Syiah
Waktu  : 09.00
Admin  : Sugi, Rahmi, Delia
Notulen: Laela
Editor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Syiah menurut etimologi bahasa arab bermakna pembela dan pengikut seseorang. Selain itu juga bermakna setiap kaum yang berkumpul di atas suatu perkara. Adapun menurut terminologi syariat, syiah bermakna mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abu Talib lebih utama dari seluruh sahabat dan lebih berhak untuk menjadi khalifah kaum muslimin sepeninggal Rasulullah saw

Pada hakikatnya, imamah merupakan worldview (pandangan dan pegangan hidup) bagi Syiah. Dan sebagai kelanjutan dari idiologi ini, maka khalifah-khalifah pertama, kedua, dan ketiga yaitu Abu Bakar, Umar, dan Usman adalah Khalifah yang tidak sah, pengkhianat, perampok-perampok yang berdosa, karena mengambil jawatan dan pangkat khalifah tanpa kebenaran dari Ali. Oleh karena itu syiah selalu mencaci maki para sahabat Rasulullah saw.

Dalam menelusuri kemunculan pengikut Imam Ali yang dikenal dengan penamaan sebagai kaum Syiah, perlu dilihat dari dua hal, yaitu aspek politik dan aspek aqidah.

Pertama: Politik

Kemunculan syiah dari segi politik bermula selepas wafatnya nabi Muhammad saw, dan puncaknya adalah setelah pembunuhan Utsman bin ‘Affan. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar, masa-masa awal kekhalifahan Utsman yaitu pada masa tahun-tahun awal jabatannya, Umat Islam bersatu, tidak ada perselisihan yang tajam. Kemudian pada akhir kekhalifahan Utsman terjadilah berbagai peristiwa yang mengakibatkan timbulnya perpecahan, muncullah kelompok pembuat fitnah dan kezhaliman, mereka membunuh Utsman, sehingga setelah itu umat Islam pun berpecah-belah.

Peristiwa pembunuhan Usman menimbulkan munculnya perseteruan antara Mua’wiyah dan Ali, di mana pihak Mu’awiyah menuduh pihak Ali sebagai otak pembunuhan Usman. Ali diangkat menjadi khalifah keempat oleh masyarakat Islam di Madinah. Pertikaian keduanya juga berlanjut dalam memperebutkan posisi kepemimpinan umat Islam setelah Mu’awiyah menolak diturunkan dari jabatannya sebagai gubernur Syria. Konflik Ali-Muawiyah adalah starting point dari konflik politik besar yang membagi-bagi umat ke dalam kelompok-kelompok aliran pemikiran.

Krisis politik sejak pengangkatan Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah dan disusul kemudian dengan penolakan Muawiyah bin Abu Sufyan terhadap eksistensi kekhalifahan imam Ali, dengan sendirinya telah membangkitkan ketegangan politik yang dari kedua belah pihak yang bertikai sehingga berujung terjadinya perang Siffin. Perang Siffin inilah merupakan puncak krisis politik umat Islam. Dalam sejarah dikatakan sebagai fitnah besar “al-fitnah al-kubra”. Dari fitnah ini juga di kemudian hari terus menerus berkembang dan membesar dalam melukiskan proses dan perjalanan panjang sejarah politik umat Islam dari generasi ke generasi antara Sunni dan Syiah.

Kedua: Aqidah

Adapun kemunculan syiah secara aqidah yang di kemudian hari dalam perkembangannya bernuansa ekstrim dan sesat, ditandai dengan penglibatan seseorang yang bernama Abdullah bin Saba’. Ia adalah seorang Yahudi berasal dari San’a Yaman yang datang ke Madinah kemudian berpura-pura setia kepada Islam pada masa akhir khilafah Utsman bin Affan. Padahal dialah yang sesungguhnya mempelopori kudeta berdarah dan melakukan pembunuhan kepada khalifah Utsman bin Affan. Dialah juga pencetus aliran aqidah Syiah yang kemudian berlebihan dalam mengkultuskan (memuliakan) Ali bin Abi Thalib.

Abdullah bin Saba’ mengenalkan ajarannya dari secara sembunyi hingga terang-terangan. Ia kemudian mengumpulkan orang ramai, mengumumkan bahwa kepemimpinan (imamah) sesudah Nabi Muhammad seharusnya jatuh ke tangan Ali bin Abi Thalib karena petunjuk Nabi saw.


Jenis-Jenis Syiah

Syiah sendiri ada berbagai aliran dan jenis, yang mana kedudukannya berbeda satu dengan yang lain.

Ada syiah yang sekedar mengutamakan Ali bin Abi Thalib di atas sahabat yang lain, tidak sampai menuduh sahabat lain radhiallahu `anhum telah berbuat makar, apalagi kafir dan seterusnya. Syiah ini dikenal dengan Syiah Zaidiyah, dan ulama ulama mereka juga menjadi rujukan ulama sunni seperti Imam ash Shan`ani dan Imam asy Syaukani.

Namun, syiah yang paling banyak dan paling eksis saat ini adalah Syiah Imamiyah Itsna Atsariyah, yang merupakan kelompok sesat, bahkan kafir. Mereka menghina dan mengkafirkan para sahabat yang berseberangan dengan Ali ra.

Syahadat mereka berbeda, bahkan rukun islam dan rukun imannya berbeda.

Ahlussunnah : Rukun Islam ada 5 (lima)
1)      Syahadatain
2)      As-Sholah
3)      As-Shoum
4)      Az-Zakah
5)      Al-Haj

Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
1)      As-Sholah
2)      As-Shoum
3)      Az-Zakah
4)      Al-Haj
5)      Al wilayah


Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :
1)      Iman kepada Allah
2)      Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
3)      Iman kepada Kitab-kitab Nya
4)      Iman kepada Rasul Nya
5)      Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
6)       Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
1)      At-Tauhid
2)      An Nubuwwah
3)      Al Imamah
4)      Al Adlu
5)      Al Ma’ad


Dari sini sudah tampak jelas kesesatan mereka, krn perbedaan rukun islam dan rukun iman ini dituliskan di buku-buku mereka sendiri. Di antara latar belakang perbedaan itu sendiri karena begitu bencinya mereka dengan Umar bin al Khattab, yang merupakan sahabat periwayat hadits yang menjadi landasan rukun islam dan rukun iman muslim ahlus sunnah.

Di antara 10 ciri aliran sesat yang telah dijelaskan Majelis Ulama Indonesia, ciri pertama adalah pengingkaran (berbedanya) terhadap Rukun Iman dan Rukun Islam. Dan syiah secara gamblang telah mengakui bahwa mereka memang punya rukun islam dan rukun iman sendiri.
Maka sebenarnya mereka telah mengakui kesesatan mereka sendiri.

Semoga Allah melindungi kita dan kaum muslimin dari kesesatan dan kezhaliman syiah.
Wallahu a`lam bish showab

============
TANYA JAWAB


T : Assalamualaikum wr.wb, Ustadz mau Tanya, Dulu kakak ipar saya pernah "ngaji" di syi'ah zaidiyah. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Secara umum mereka hampir sama dengan kaum muslimin. Al quran-nya sama, mengakui rasul terakhir adalah nabi Muhammad, dan lain-lain. Tapi memang pengakuan keutamaan terhadap Ali dibanding yang lain memang lebih, bahkan menurut saya berlebihan. Saking bencinya sama bunda Aisyah ra, mereka menyebutnya dengan setan wanita. Naudzubillahi min dzalik. Pun julukan terhadap sahabat umar, abu bakar, usman dan lain-lain, semua menunjukkan kebencian. Apakah yang seperti itu masih bisa ditoleran ustadz? Bukankah sahabat-sahabat tersebut juga sudah dijamin surga? Jazakallah khoir.
J : Kalau menjelekkan sahabat bukan syiah zaidiyah, syiah zaidiyah tidak menjelekkan sahabat, apalagi Ibunda Kaum Mukminin; Aisyah ra.


T : Izin bertanya, apa hukumnya sholat di mesjid Syiah? Apakah bersalaman dengan wanita pengikut Syiah termasuk non mahram? Karena akidah mereka jelas-jelas berbeda?
J : Tidak ada toleransi untuk penghinaan terhadap sahabat nabi saw, karena mereka sudah dijamin Allah dan Rasul-Nya. Wanita syiah imamiyah yang kafir sama seperti wanita kafir lain. Hukum salamannya sama.


T : Ustadz, apa penyebabnya secara detail munculnya agama syiah? dan kenapa orang-orang mau ikut aliran syiah? mohon penjelasannya ustadz
J : Asal muasal syiah, menurut salah satu riwayat sudah saya jelaskan dalam materi. Ada berbagai alasan orang ikut syiah, mungkin karena merasa nyaman dengan nikah mut`ah, atau memamg karena jauh dari hidayah Allah. seperti juga ada pemeluk nasrani, budha, hindu dan lain-lain.. penyebabnya bermacam-macam.


T : Bagaimana ciri-cirinya seorang syiah atau bukan, apa yang membedakan dengan yang bukan syiah, apa saja kebiasaan-kebiasaan mereka? Terimakasih ustadz.
J : Ciri-ciri mereka yang mudah tampak mungkin tata cara sholat yang suka memakai batu sebagai tempat sujud. Bagi mereka, sholat itu harus sujud dengan batu dari Karbala. Jadi kalau ada orang sholat dengan meletakkan batu kecil di tempat sujudnya, kemungkinan besar mereka syiah.
Selain itu mereka juga merayakan bulan Muharram secara berlebihan, mengaitkannya dengan peristiwa Karbala di bulan Muharram. Ciri-ciri lainnya lebih layak dipastikan melalui dialog bukan ciri fisik saja.


T : Ustadz, sekarang banyak sekolah-sekolah Islam terpadu tapi ternyata ada yang terindikasi Syiah? Bagaimana baru tahu di awal ciri-ciri sekolah Syiah? Apakah ada informasi lengkap tentang daftar sekolah Syiah? O iya panti asuhan juga ada ustadz katanya?!
J : Saya tidak punya info lengkapnya. Mungkin bisa dirujuk ke situs-situs yang terpercaya seperti lppi makassar dan lain-lain


T : Ustadz bertanya, apakah kelompok Syiah itu dari Ali bin Abi Tholib itu sendiri atau dari kelompok di luar Ali bin Abi Tholib ?
J : Syiah yang sesat saat ini adalah kelompok yang terlalu mengagungkan Ali ra. bisa dari keturunan Ali atau bukan.


T : Ada titipan pertanyaan dari teman. Assalamualaikum, afwan ini saya sedang ngobrol dengan suami tentang syiah. Yang bikin penasaran apa asal muasalnya syiah dan benci sama Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dan shahabat? Dan kenapa syiah lebih menyukai fatimah, ali, hasan , hussein? Dan kenapa cuma hussein yang mereka agung-agungkan?
J : Allahu a`lam terkait benci kepada Rasulullah saw. Mungkin karena hasutan Abdullah bin Saba, adapun kebencian terhadap sahabat karena dianggap mereka menghalangi Ali menjadi penerus Nabi yang mereka mengagungkan keturunan Persia, karena Husein menikah dengan putri kaisar persia.


T : Ustadz, yang merubah rukun Islam dan rukun iman ini, apakah pada zaman Ali bin Abi Tholib masih hidup atau kah sudah wafat ?
J : setelah Ali wafat, wallahu a`lam


T : Ustadz maaf telat masih boleh bertanya kah, ada beberapa tetangga saya syiah, tapi mereka baik hati, bagaimana adab bertetangga dengan mereka ya Ustadz?
J : Kalau dengan tetangga yang kafir; nasrani dan lain-lain kita biasa-biasa saja, ya dengan yang syiah pun biasa-biasa saja. Tapi kalau mereka mendakwahkan syiahnya ke orang-orang muslim, maka perlu diwaspadai, konsultasikan dengan ustadz setempat. Sambil doakan mereka taubat.


~~~~~~~~~~~
Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis :

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!