Home » , , , , » Tingkatan Islam, Iman dan Ihsan

Tingkatan Islam, Iman dan Ihsan

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, January 17, 2018



REKAP KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH G4
Hari/tgl : Senin 11 September 2017
Narsum: Ustadzah Yeni
Tema   : Iman Islam dan ihsan
Waktu : pagi
Admin  : Sugi, Rahmi,Delia
Notulen: Laela
Editor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Tingkatan Islam, Iman Dan Ihsan

Jamaah HA yang kami muliakan...

🍃🌼🍃🍃🌼🍃🍃🌼🍃
Karena agama inilah Allah Swt mengutus para Rasul dan menurunkan kitab kitab-Nya. Dia meridhai agama ini bagi para penduduk langit dan bumi. Agama ini memerintahkan untuk tidak beribadah kecuali kepada Allah Swt dan tidak menerima dari siapapun selain-Nya. Tidak ada yang membenci agama ini kecuali orang yang berbuat bodoh terhadap dirinya sendiri. Agama ini adalah ucapan dengan hati dan lisan, dan beramal dengan hati dan lisan bersama anggota badan.

Pertama adalah ucapan hati, yaitu meyakini dan mempercayai keberadaaan Allah Swt.

Allah Swt berfirman dalam QS. Al Hujurat: 15

"Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar."


Kedua adalah ucapan lisan, yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat, berikrar bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Swt dan bahwasanya Muhammad Saw adalah utusan Allah Swt dan berjanji untuk komitmen terhadap dua kalimat syahadat tersebut.

Dalam Hal ini, Allah Swt berfirman dalam Al Qur'an Surat Al baqarah ayat 136 :

"Katakanlah, Kami beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan 'Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami berserah diri kepada-Nya."


Ketiga adalah amalan hati, yaitu niat, keikhlasan, cinta, ketundukan, kepatuhan kepada Allah Swt, bertawakal kepada-Nya dan konsisten untuk terus menerus melakukan itu semua.

Allah Swt berfirman dalam QS. Ar Ra’du: 28

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."


Keempat adalah amalan lisan dan anggota badan. Amalan lisan yaitu amalan yang tidak bisa dilaksanakan kecuali dengan lisan seperti melantunkan al Qur’an, zikir, doa, istighfar berdakwah dll

Sebagaimana firman Allah Swt dalam QS. al ahzab: 41-42

"Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."


Jika tidak ada keyakinan dalam hati seseorang karena ketidaktahuannya terhadap kebenaran maka ini adalah kekufuran akibat kebodohan dan pendustaan. Adapun jika seseorang menyembunyikan kebenaran sementara ia tetap meyakini kebenaran maka ia adalah kekufuran akibat pengingkaran dan menyembunyikan kebenaran. Sedangkan jika niat, ikhlas dan ketundukan dalam hati tidak ada namun seseorang tetap beramal dengan anggota badannya secara lahir, maka ia adalah kekufuran akibat kemunafikan. Jika amalan hati dan amalan anggota badan tidak ada padahal ia meyakini dengan hatinya dan mengakui dengan lisannya maka ia adalah kekufuran akibat kedurhakaan dan kesombongan.

Jamaah HA yang kami hormati..

Ada beberapa Tingkatan dalam Islam, Iman Dan Ihsan, diantaranya :

Tingkatan Islam

Islam secara bahasa artinya ketundukan dan kepatuhan. Adapun secara syariat yang dimaksud dengan Islam adalah dua kondisi berikut :

1.   Islam disebutkan tanpa diiringi dengan penyebutan iman. Dengan kondisi demikian maka yang dimaksudkan adalah Islam sebagai din(agama) seluruhnya, mencakup persoalan ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), berupa segala bentuk keyakinan, ucapan dan perbuatan.

Dalam Hal ini, Allah Swt berfirman dalam QS. ali imran ayat 19 :
"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya."

Serta disebutkan dalam Surat yang sama dalam ayat 85 yang berbunyi :

"Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi."

2.   Islam disebutkan bersandingan dengan iman. Ketika kondisinya demikian maka yang dimaksudkan adalah segala amal dan ucapan yang tampak.

Allah Swt berfirman:
"Orang-orang Arab Badui berkata, Kami telah beriman. Katakanlah (kepada mereka), Kamu belum beriman, tetapi katakanlah Kami telah tunduk (Islam), karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalmu. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat 49: Ayat 14)


Tingkatan iman

Iman secara bahasa adalah percaya. Adapun secara syariat yang dimaksud dengan iman itu adalah dua kondisi:

1.   Iman disandingkan dengan islam. Jika yang terjadi adalah kondisi yang demikian, maka yang dimaksud adalah keyakinan yang ada didalam batin.

Allah Swt berfirman:
"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 82)

2.   Iman disebutkan secara sendirian tanpa disertai dengan penyebutan islam. Yang dimaksud dengan kondisi yang demikian adalah menyangkut agama seluruhnya.

"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,(yaitu) orang yang khusyu' dalam shalatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya, Kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka milik; maka sesungguhnya mereka tidak terceIa.Tetapi barang siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,serta orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya."
" Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya)dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal.(yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki(nikmat) yang mulia."
(Qs. al anfal: 2-4)

Tingkatan ihsan

Ihsan secara bahasa adalah membuat suatu amal menjadi baik, sempurna dan murni. Adapun dalam syariat maka sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah Saw dalam hadistnya bahwa ihsan itu adalah engkau menyembah Allah seolah olah engkau melihat-Nya dan jika engkau tidak mampu melihat-Nya maka Dia pasti melihatmu. Dalam hadist tersebut, Rasulullah Saw menafsirkan Islam dengan ucapan dan perbuatan lahir, kemudian menafsirkan iman dengan ucapan dan perbuatan batin, serta menafsirkan ihsan dengan penyempurnaan lahir batin. Kumpulan dari itu semua adalah agama.
Rasulullah salallahu'alaihi wa salam bersabda.

“Tiga sifat yang jika ada pada diri seseorang, ia akan meraih manisnya iman: (1) Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) ia mencintai seseorang, tidaklah mencintainya melainkan karena Allah, (3) ia membenci untuk kembali kepada kekafiran—setelah Allah menyelamatkan darinya—sebagaimana ia benci apabila dilempar ke dalam api neraka.”
(HR. Bukhari Muslim)

“Akan merasakan manisnya iman, seorang yang ridha Allah  sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai rasul.”
 (HR. Muslim no. 150 dan at-Tirmidzi no. 2623)

"Siapa Saja yang kebaikan kebaikannya membuat ia bahagia Dan keburukan keburukannya membuat ia bersedih maka ia adalah seorang mukmin."
(HR. Tirmidzi Dan Ahmad)

Wallahu a'lam bish showab

🌼🔚 🌼🔚 🌼🔚 🌼🔚 🌼🔚 🌼🔚

TANYA JAWAB


T : Tanya ustadzah, Kapan seseorang itu disebut tidak beriman lagi atau tidak Islam lagi? Kasus: saya pernah mendengar orang berbicara, "akhirat itu ada atau tidak?" “Saya gak yakin akhirat itu ada!”. Bagaimana dengan hal ini?
J : Ketika ia mengatakan akherat itu tidak ada maka tidak ada keimanan pada dirinya, karena tidak mempercayai hari akhir dan mempercayai hari akhir bagian dari rukun iman. Semua rukunnya wajib diyakini, tak hanya lisan tapi juga hati dan dibenarkan dengan perbuatan


T : Ustadzah, kan disebutkan diatas tingkatan islam, iman dan ihsan. Apakah ini artinya seseorang itu ber-islam dulu baru kemudian beriman? Lalu ketika mencapai level ihsan itu bisa dikatakan level tertinggi dari keimanan seseorang?
J : Iyaa... secara fitrah kita terlahir dalam keadaan islam, orang beriman pastilah islam. Orang islam belum tentu beriman. Iman diaplikasikan melalui amal perbuatan yang disyariatkan Allah yang namanya ihsan. Merasa smua amalannya diperhatikan Allah, dicatat malaikat sehingga hati-hati dalam berkata bersikap.


T : Assalamualaikum, ustadzah bagaimana cara meningkatkan iman islam? yang kadang suka naik dan turun?
J : Salah satunya melalui kajian-kajian seperti ini, akan banyak wawasan keislaman yang kita dapat sehingga menguatkan ruhiyah kita. Berteman dengan orang-orang sholih yang selalu mengingatkan pada kebaikan. Doa selalu mohon petunjuk serta hidayah karena disinilah campur tangan Allah.


T : Tanya ustadzah, Ada saudara kalau di depan teman-temannya dia baik, santun berbicara, tetapi dengan saudara-saudaranya sendiri katanya kasar, bahkan ketika marah selalu mengungkit-ungkit aib saudaranya. Bagaimana cara menyikapinya?
J : Sabar mbak. Kalau kitanya tidak sabar kita akan emosi dan bisa putus silaturahmi. Kasus begini menjadikan kita harus bersyukur karena Allah berikan kita kepahaman agar bijak dalam berkata dan bersikap. Kemudian doakan smoga Allah berikan petunjuk, karean hidayah Allah yang punya hak.


T : Bismillaah. Bu Ustadzah, kadang ghiroh untuk menjauhi ghibah amat sulit untuk menghindari. Terutama untuk menjaga hati ini. Begini bu ustadzah, kadang tetangga sering curhat kalau dia tersakiti batin dengan suaminya dan terdzolimi oleh tetangga-tetangganya. Yang saya herankan, kok bila jumpa sama orang tersebut (yang mendzolimi) beliau itu sangat ramah. Jujur bu, saya jadi gimana gitu menanggapinya. Tapi selama beliau curhat itu saya hanya bisa bilang, istighfar bun.., atau wallohu 'alam bisshowab. Semenjak itu saya mundur selangkah demi selangkah khawatirnya malah jadi makin melebar masalahnya. Apakah sikap saya itu salah tidak ya bu? Jazakillaah khoir sebelumnya bu.
J : Monggo mbak diambil langkah itu jika itu dianggap baik. Tapi tetap jalin silarurrahmi ya mbak, tidak mesti dengan cara ngobrol, antar masakan juga boleh.


Baiklah karena waktu sudah semakin larut malam, kita tutup kajian malam ini, kepada ustadzah Yeni kami mengucapkan banyak terima kasih atas materi yang sangat bagus dan bermanfaat.
Kita akhiri dengan membaca  lafaz syukur...


Hamdalah  :    الْحمد لّله رب الْعالميْن

Istighfar   :    أسْتغْفر الّله الْعظيْم
  
Doa kafaratul majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Kajian malam ini saya tutup
Wassalamualaikum Wr. Wb

================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!