Home » , , » TINGKATAN MANUSIA

TINGKATAN MANUSIA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, January 9, 2018

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Senin, 8 Januari 2018
Rekapan Grup Nanda
Narasumber : Ustadz Cipto
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini

Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungkan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangakitkan ummat yang telah mati, mempersatukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan syahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basamallah

Bismillahirrahmanirrahim...           

TINGKATAN MANUSIA

Apa maksudnya? tingkatan manusia disini dihubungkan dengan keimanan tentunya

وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ‏ ﴿۵۶﴾ 

56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Ayat diatas mengingatkan kita tentang tujuan Allah menciptakan manusia

“(ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: “Sesungguhnya aku akan menciptakan manusia dari tanah”.Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadaNya”. (QS. Shaad: 71-72)

Kemudian berbicara tentang keimanan adalah berbicara tentang fitrah manusia

 وَ اِذۡ اَخَذَ رَبُّكَ مِنۡۢ بَنِىۡۤ اٰدَمَ مِنۡ ظُهُوۡرِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَ اَشۡهَدَهُمۡ عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ‌ ۚ اَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡ‌ ؕ قَالُوۡا بَلٰى‌ ۛۚ شَهِدۡنَا ‌ۛۚ اَنۡ تَقُوۡلُوۡا يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنۡ هٰذَا غٰفِلِيۡنَ ۙ‏ ﴿۱۷۲﴾ 
 Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
(QS Al-A'raf :172)

Namun diantara fitrah tersebut jika kita kategorikan ada beberapa manusia
1. Kafiir atau ingkar terhadap fitrah
2. Tak Beragama
3. Munafik
4. Ammah (beragama Sekedarnya) 
5. Beriman
6. Bertaqwa

Secara umum seperti itu kategorisasinya, namun point penting yang ingin kami sampaikan adalah sebuah pertanyaan atas ayat berikut :

QS An Nisa' : 141
"  (yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mu'min). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata : "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu ?" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata : "Bukankah kami turut memenangkanmu , dan membela kamu dari orang-orang mu'min ?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.

bahwa Allah akan memenangkan orang-orang beriman atas orang orang kafir namun kondisi sekarang kita kaum muslimin kok seperti ini kondisinya?

Berikut sebuah kisah menarik saya ambil dari sebelah

Yang akan menang itu mukminin, bukan muslimin

Oleh : Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi

Syaikh Asy-Sya’rawi bercerita, “Tatkala saya di San Fransisco, Amerika ada seorang orientalis bertanya kepadaku, “Apakah ayat-ayat di Al-Qur’an kalian seluruhnya benar?”

Maka saya menjawab, “Iya, yakin benarnya!”

Ia lanjut bertanya, “Lalu mengapa Allah jadikan orang-orang kafir berkuasa atas kalian, padahal Allah Ta’ala berfirman, “Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk (menguasai) orang-orang yang beriman (mukminin).” (QS. An-Nisa’: 141)

Maka saya menjawab, “Karena kami masih muslimin belum mukminin?”

Dia bertanya lagi, “Lalu apa bedanya mukminin dan muslimin?”
Saya menjawab, “Kaum muslimin hari ini menunaikan seluruh syiar Islam, dari shalat, zakat, haji, puasa Ramadhan, serta ibadah lainnya. Namun mereka sangat gersang! Mereka gersang ilmu, ekonomi, sosial, militer, dan lainnya.

Mengapa kegersangan ini terjadi?

Sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an;

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ

“Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah Islam’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu.” (QS. Al-Hujurat: 14)

Dia bertanya kembali, “Lantas apa yang membuat mereka dalam kegersangan semacam ini?”

Saya menjawab, “Al-Quran telah menerangkannya, karena kaum muslimin belum meningkat hingga level mukminin, coba kita renungi ayat-ayat ini;

Andaikan mereka benar-benar beriman, tentu Allah akan menangkan mereka, berdasarkan firman Allah Ta’ala;

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman (mukminin).” (QS. Ar-Rum: 47)

Andaikan mereka beriman tentu mereka yang paling berkedudukan tinggi di antara umat dan bangsa lain, berdasarkan firman Allah Ta’ala;

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman (mukminin).” (QS. Ali-Imran: 139)

Andaikan mereka beriman tentu tiada satu umat pun menguasai mereka, berdasarkan firman Allah Ta’ala;

وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

“Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk (menguasai) orang-orang yang beriman (mukminin).” (QS. An-Nisa’: 141)

Andaikan mereka beriman tentu Allah tidak akan membiarkan mereka di atas kondisi menyedihkan seperti ini, berdasarkan firman Allah Ta’ala;

مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ

“Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini” (QS. Ali-Imran: 179)

Andaikan mereka beriman tentu Allah akan bersama mereka dalam segala kondisi, berdasarkan firman Allah Ta’ala;

وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan sesunguhnya Allah bersama mereka dalam segala kondisi, berdasarkan firman Allah Ta’ala;

وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan sesunguhnya Allah bersama orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anfal: 19)

Namun mereka masih level muslimin, belum meningkat hingga level mukminin, Allah Ta’ala berfirman;

وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan kebanyakan mereka tidak beriman.” (QS. Asy-Syu’ara: 8)

Lantas siapakah orang beriman?

Jawabannya ada dalam Al-Qur’an, mereka lah;

التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

“Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat , yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mu’min itu.” (QS. At-Taubah: 112)

Coba kita perhatikan, sesungguhnya Allah mengaitkan kemenangan, kekuasaan, dan meningkatnya kondisi dengan mukminin bukan muslimin.

Semoga Allah merahmati Syaikh yang mulia Syaikh Asy-Sya’rawi, serta mengampuni kita dan beliau.

TANYA JAWAB

Q : Bagaimana sikap kita terhadap orang yang berilmu tapi tidak mau membagi ilmunya karna merasa belum mumpuni.
A : Sikapi dengan baik....artinya tetap pergauli dengan baik...rasa belum mumpuni itu bisa banyak sebab bisa karena forumnya resmi atau khalayknya yang terlalu besar...orang seperti ini minta masukannya saja atau saran-saran karena itu juga strategi tuk mengeluarkan ilmunya....yang penting komunikasinya yang baik...

Q : Jadi seseorang dikatakan mukmin itu orang yang berilmu, kaya, dan tinggi derajatnya?
A : Bukan hanya itu parameternya...lebih ke impact dari ilmu yang diamalkan dan semua hal yang dimilikinya menjadikannya semakin takut kepada Allah...

Q : Bagaimana menyikapi seseorng yang ammah (beragama sekedarnya) ? Sedangkan sudah diingatkan akan akhirat dan hari akhir, shalat, dll tapi ya masih seperti itu..
A : Tetap dakwhi dan pergauli dengan baik. Jangan ditinggal, kasihan..dan juga doakan semoga hidayah bisa sampai kepadanya..

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baikloah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engakau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!