Home » , » 10 HAL YANG HARUS DIKETAHUI TENTANG DO'A

10 HAL YANG HARUS DIKETAHUI TENTANG DO'A

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, February 19, 2018


Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Senin, 12 Februari 2018
Rekapan Grup Nanda dan Bunda G6
Narasumber : Ustadzah Lien
Tema : Kajian Umum



Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungakan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahanyaa ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangakitkan ummat yang telah mati, memepersatukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan syahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangakah indahanyaa kita awali dengan lafadz Basamaallah

Bisamaillahirrahmanirrahim... 

10 HAL YANG HARUS DIKETAHUI TENTANG DO'A

Kita menyadari bahwa manusia memiliki banyak keterbatasan dan kekurangan, disisi lain ada banyak sekali hal yang ingin kita dapatkan dalam hidup ini. Sering kali kita merasa bahwa kita telah memberikan usaha terbaik kita, namun belum membuahkan hasil yang kita inginkan. Disanalah kita membutuhkan pertolongan, membutuhkan tempat untuk mengadu, dan menenangkan diri.

Saat kita dalam titik tersebut, kita tahu kemana kita harus mengadu — mengadu lewat do’a. Ketika berdoa kita menyadari terdapat kekuatan lain diluar kuasa kita yang mampu menolong dan membantu segala permasalahan kita.

Perintah berdo'a

Dan Tuhanmu berfirmaan, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan  diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina'." (Al-Mukminun: 60)

Berdoalah kamu kepada Allah dan yakinilah akan dikabulkan, ketahuilah sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari orang yang hatinya lalai. (HR. At-Tirmidzi, Sunan Attirmidzi, V: 517, At-Thabrani, Al-Mu'jamul ausat, V: 211)

1. Doa ialah mekanisme pertahanan diri paling kuat dalam hidup manusia. Dalam setiap do’a yang terucap, terselip harapan yang membuatmu pantang untuk putus asa.

Do’a merupakan mekanisme pertahanan diri yang paling kuat dalam hidup manusia, karena di dalam doa yang kita panjatkan terselip adanya harapan yang dapat menjaga kita dari rasa putus asa. Mereka yang berdoa memiliki keyakinan bahwa terdapat kekuatan Maha Besar yang mampu menolongnya dalam menghadapi berbagai ujian hidup.

Setiapkali kita dalam keadaan depresi, stres, atau putus asa, dengan berdo’a sama artinya kita sedang menata diri dan menyambung asa untuk bisa kembali kuat. Lewat do’a, kita akan merasa lebih tenang dan lebih bisa berpikir positif dan optimis. Tanpa kita sadari, akan terdapat sebuah kekuatan dan semangat baru untuk menghadapi segala permasalahan yang ada.

2. Saat doamu tak kunjung terkabul, mungkin Tuhan memperhatikan kesungguhanmu dalam berdoa.

Ketika datang seorang pengamen dengan suara yang bagus, pasti akan kita dengarkan dulu hingga lagunya selesai. Berbeda dengan pengamen yang asal-asalan, belum sampai satu bait kita sudah akan memberikan uang, bukan karena kita suka dengan suaranya tapi agar si pengamen cepat pergi dan tidak mengganggu.

Analogi sederhana yang mungkin dapat kita gunakan dalam konteks doa. Bisa jadi Tuhan menyukai doamu dan bagaimana tata cara kamu berdoa, sehingga doamu masih tertahan. Di sisi lain, bisa jadi Tuhan tidak menyukai doamu dan bagaimana cara kamu berdoa, sehingga dalam waktu singkat doamu langsung terkabul, dengan catatan rezeki yang instan kamu dapatkan bisa sekejap saja hilang .

Sederhananya, doa yang tidak segera dikabulkan akan membuat kita lebih lama merendahkan diri penuh harap dan berlindung kepadaNya, membuat waktu kita berinteraksi denganNya menjadi lebih lama. Ketika selama ini kita jarang meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan Tuhan, maka saat doa kita belum terkabul. Mungkin itulah cara Tuhan supaya Ia bisa melepas rindu denganmu yang sudah lama tak berjumpa di dalam do’a.

3. Ketika apa yang kamu minta tidak sesuai dengan apa yang terjadi, yakinlah Tuhan memiliki skenario yang lebih baik untukmu.

Ibarat kita memberikan pensil yang diujungnya terdapat penghapus dan secarik kertas. Kita tuliskan doa kita di kertas tersebut, dan memberikannya kepada Tuhan berikut dengan pensilnya. Maka kita harus meyakini bahwa Tuhan akan menghapus doa-doa yang tidak penting atau mungkin buruk untuk kita, dan kemudian menuliskan skenario yang jauh lebih baik dari apa yang kita minta.

Apa yang menurut kita baik belum tentu baik bagi diri kita sendiri, karena Tuhan tahu apa yang jauh lebih baik dan penting untuk hidup kita dibandingkan dengan apa yang kita ingingkan dan rencanakan. Maka ketika kamu mendapatkan sesuatu yang ternyata berbeda dari apa yang kamu minta, bersyukurlah! Tuhan ingin memberikan kisah yang lebih baik untukmu.

4. Berdoa bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang orang lain di sekitarmu. Selalu ada kebaikan yang kembali padamu saat kamu mendoakan orang lain dalam diam.

Karena hidup ini bukanlah mengenai hidupmu seorang, tetapi tentang kebersamaan, keluarga, saudara, sahabat, guru, rekan kerja, dan lain sebagainya. Lihatlah seorang ibu yang selalu mendoakan anaknya, seorang guru yang mendoakan agar muridnya bisa lulus dengan nilai terbaik, seorang pemimpin yang berharap agar masyarakatnya dapat hidup sejahtera dan nyaman.

Mereka hanyalah sebagian kecil dari banyaknya orang-orang yang tidak hanya memikirkan tentang dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan orang lain. Maka sematkanlah orang lain di dalam do’amu. Ayah-ibumu, keluargamu, seseorang yang kamu cintai, seseorang yang berjasa bagi dirimu, mereka yang berjasa bagi kebaikan masyarakat, mereka yang sedang terimpa musibah, bahkan juga mendoakan negara kita.

Mendoakan orang lain secara tidak langsung akan meningkatkan kepekaan sosial kita, terhindar atas rasa kesombongan diri, dan bersikap manusiawi terhadap sesama. Ketulusan kita dalam mendoakan orang lain akan berdampak positif bagi diri kita sendiri. Kita tidak tahu, mungkin saja keberhasilan kita saat ini tak semata-mata karena usaha dan doamu, tapi juga karena doa dari orang-orang lain yang terus mendoakan kita dalam diamnya.

5. Berdoa bukan hanya saat mendapatkan kesulitan atau menginginkan sesuatu saja, tetapi jadikanlah doa sebagai kebutuhan sisi spiritualmu.

Kita harus menyadari bahwa berdoa merupakan proses sepanjang hidup, ia ada dalam setiap fase kehidupan, sejak kecil hingga kita tua nanti, dan ia adalah bagian dari sisi spiritual kita yang sudah sepatutnya kita jadikan sebagai sebuah kebutuhan.

Namun tak jarang kita hanya rajin memanjatkan doa-doa terbaik disaat kita mendapatkan kesulitan atau menginginkan sesuatu saja. Sebenarnya hal itu tak sepenuhnya salah, karena memang esensi berdoa ialah memohon dengan penuh harap. Akan tetapi menjadi salah ketika setelah permasalahan kita selesai, atau apa yang kita inginkan terwujud, setelah itu kualitas doa kita menjadi menurun.

Berdoa hanya sesempatnya saja atau bahkan intenstasna menjadi berkurang karena menganggap tidak ada sesuatu yang penting untuk dijadikan bahan permohonan. Tetapi saat kita sedang merasa hidup kita sedang baikbaik saja, satu hal yang perlu kita ingat kembali bahwa materi doa kita jangan hanya didominasi oleh keperluan duniawi saja, tetapi juga untuk kebaikan akhirat kelak.

Ingatlah selalu untuk memohon kesehatan, berada dalam aktivitas kebaikan, menjadi pribadi yang terus bersyukur, dan lain sebagainya. Jadikan doa sebagai sarana kita untuk curhat kepada Tuhan, karena disana kita bisa menceritakan apapun kepadaNya tanpa perlu ada yang ditutup-tutupi.

6. Terkadang kita lupa diri saat memohon sesuatu pada-Nya. Cobalah tanyakan pada dirimu sendiri, sudah pantaskan caramu dalam berdoa?


Tahukah kamu, bahwa Tuhan telah berjanji bahwa setiap doa yang tercurahkan kepadaNya akan terkabulkan, dengan syarat kita melaksanakan apa yang diperintahkanNya dan menjauhi laranganNya. Sederhana, tapi tidak semudah yang dibayangkan. Betapa banyak akhirnya dari kita yang tergoda untuk melakukan hal-hal yang dilarangNya, lalu kemudian dengan penuh ketidaksopanan, kita datang kepada Tuhan untuk berdoa saat menginginkan sesuatu, dan kemudian melakukan lagi hal-hal yang dilarang.

Bagaimana perasaanmu jika kamu berada dalam posisi tersebut? Memberikan sesuatu kepada orang lain, tapi kemudian ia melakukan hal-hal yang kamu tidak suka. Secara logikan manusia, tentu kita tidak akan lagi memberikan sesuatu kepadanya, atau bahkan langsung marah dan memutus hubungan dengannya karena ia tidak bersyukur atas apa yang kita beri.

Untungnya Allah tidak demikian, Ia Maha Pengampun dan Penyayang, sehingga akan selalu terbuka pintu maaf jika kamu mau berubah dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Begitu pun dengan doa, maka selaraskanlah doamu dengan aktivitasmu.


7. Berdoa itu tidak sama dengan memerintah. Ada proses panjang di balik sebuah do’a, dan semu itu tergantung pada kesungguhan dan usahamu.

Berdoa bukanlah memerintah, artinya kita dapat mendiktekan apa yang kita mau dan segera mendapatkan apa yang kita inginkan. Doa merupakan proses, proses yang melihat bagaimana kesungguhan kita dalam berdoa dan berusaha agar doamu dapat terwujud, melihat apakah dalam setiap doa kita memberikan 100% hati kita didalamnya, apakah kita dapat terus berharap seandainya harapan kita tak kunjung terkabul.

Maka nikmatilah proses berdoa dan setiap waktu yang kamu habiskan untuk berdoa. Jangan kita mendiktekan Tuhan dan menuntut agar doa kita segera dikabulkan, bersabarlah dalam doa-doa kita, karena hanya Tuhan yang tahu kapan waktu yang tepat untuk mengabulkan doa mu.

8. Manfaatkan waktu-waktu terbaik dalam berdoa, karena di waktu itulah Allah sedang menyempatkan diri untuk mendengar segala curhatmu.

Ada waktu-waktu terbaik dimana kita dianjurkan untuk berdoa, waktu dimana Allah sangatlah dekat dengan kita, seperti waktu di sepertiga malam terakhir, waktu-waktu beribadah, dan lain sebagainya. Akan sangat merugi bagi kita ketika kita tidak memanfaatkan waktu tersebut untuk mengucap doa pada Allah.

Allah telah memberikan waktu khusus dan spesial untuk mendengarkan baik-baik doamu. Bahkan Ia tak segan-segan mengabulkannya. Saat kamu tahu kapan harus menghadap padaNya, jangan sa-siakan kesempatan itu. Segerakan diri untuk bercengkrama dan berduaan dengan Sang pemilik jiwa.


9. Melalui doa yang tulus, Allah akan membantumu dalam menentukan sebuah pilihan terbaik untukmu.

Apa yang menurut kita baik belum tentu baik dimata Allah, maka berdoalah ketika kamu akan mengambil keputusan penting dalam hidupmu. Seperti memutuskan untuk menikah, memilih pekerjaan, dan lain sebagainya. Selalu panjatkan doa dan libatkan Allah dalam setiap hal penting dalam hidupmu, dengan begitu Allah akan selalu menjadikanmu sebagai orang yang penting di sisi-Nya

10. Berdoa ialah mengenai keyakinan. Senantiasalah memanjatkan doa dan seimbangkan dengan usahamu!

Segala hal tentang berdoa yang telah disebutkan diatas akan percuma ketika tidak disertai dengan keyakinan. Maka berdoa ialah mengenai keyakinan, keyakinan bahwa kita ialah makhluk yang lemah dan membutuhkan pertolongan dari Allah dimanapun dan kapanpun kita berada. Dan yakin bahwa melalui doa-doa itulah Allah akan memberikan pertolonganNya.

Setiap kali berdoa, ingatlah bahwa doa adalah senjata terbaik kita dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Seimbangkanlah antara doa dan usaha, karena sebaik apapun doa kita tanpa ada usaha yang menyertainya akan percuma saja, begitupun sebaliknya. Jadikan doa sebagai kebiasaan kita dalam setiap aktivitas, teruslah yakin bahwasanya selalu ada pertolongan Allah bagi hambaNya yang memohon dengan penuh keikhlasan dan ketundukan jiwa.

Kuncinya adalah yakin dan sabar....🗝

Yakin dengan doa yang dilantunkan disertai dengan pengharapan, merupakan salah satu syarat terkabulnya doa. Keyakinan berhubungan erat dengan sikap berbaik sangka, jika Anda berbaik sangka kepada Allah, maka Allah pun sesuai dengan persangkaan Anda kepada-Nya.

Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah Swt berfirman,

"Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku." (HR. Ahmad)

TANYA JAWAB

NANDA
Q : Bagaimana mengatasi turunnya kualitas dalam berdoa ketika doa tak kunjung di kabulkan.. dan akhirnya membuat saya pribadi kadang mulai pasrah dan tidak jarang berhenti berdoa tentang yang saya inginkan
A : Jangan pernah memaksa Allah untuk mengabulkan doa-doa kita, tapi paksalah diri kita menjadi baik agar Allah kabulkan segera doa-doa kita. Saat itulah kita diuji sabar... sabar dalam meminta dan sabar dalam menunggu atas hajat-hajat kita.

Q : Bagaimana kita memunculkan sikap yakin kepada Allah apalgi saat iman naik turun
A : Dengan sering-sering belajar memahami apa yang terjadi pada kita. Semua proses. Pengalaman adalh guru terbaik... ujian akan mngajarkn kita tentang arti sebuah keyakinan atas takdirNya. Saat itulah kita diuji sabar... sabar dalam meminta dan sabar dalam menunggu atas hajat-hajat kita
Perbanyak baik sangka dan istighfar itu cara membuka pintu langit.

Q : Bagaimana cara agar lebih peka dengan kode Allah agar bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut
A : Senantiasa membersihkan hati dari buruk sangka... dari penyakit-penyakit hati. Karena hati tak pernah bohong dan peka.

Q : Bun ijin bertanya,apa ada kaitannya antara kepasrahan dengan terkabulnya doa? Soalnya ketika saya sudah pasrah justru dstu lah allah memberikan apa yang saya inginkan..
A : Ada dan itu sangat berpengaruh.. saat pasrah saat dekat dengan Allah dimana pasrah tak lagi mengandalkan kemampuan diri tapi kuasa Allah

G6
Q : Dalam kehidupan sehari-hari terkadang  apa yang di cita-citakan/direncanakan tidak sesuai dengan harapan. Perasaan usaha sudah maksimal, apakah berdoanya kurang afdol atau Allah tunda yah?
A : Ada do'a yang Allah tunda, ada pula yang disegerakan. Segala sisi kebaikan dari Allah. Jika ditunda pastinya Allah punya ketentuan dan kehendak lain dari Allah. Baik sangka kita pada Allah bagaimana, kedekatan kita pada Allah bagaimana. Intinya jangan pernah memaksa Allah untuk penuhi do'a-do’a kita, tapi paksa diri kita penuhi hak-hak Allah, in syaa Allah.

Q : 1. Pernah membaca, jika doa orang dizholimi/teraniaya itu makbul..benarkah itu? Sedangkan biasanya doa orang yang dizholimi itu mendoakan kejelekan/keburukan (afwan, walau mungkin tidak semua begitu).
2. Lalu apakah tidak bertentangan dengan doa yang buruk/jelek akan kembali kepada yang berdoa dan begitupun sebaliknya? Maksudnya, jika doa orang yang dizholimi itu keburukan maka keburukan pula kembali kepada orang tersebut itu tadi.
A : Dalilnya adalah:

لا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنْ الْقَوْلِ إِلاَّ مَنْ ظُلِمَ

”Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya.”
(QS An Nisaa`: 148).

Imam as Suyuthi (w.911), dalam tafsirnya menyatakan:

لَا يُحِبّ اللَّه الْجَهْر بِالسُّوءِ مِنْ الْقَوْل مِنْ أَحَد أَيْ يُعَاقِبهُ عَلَيْهِ إلَّا مَنْ ظُلِمَ فَلَا يُؤَاخِذهُ بِالْجَهْرِ بِهِ بِأَنْ يُخْبِر عَنْ ظُلْم ظَالِمه وَيَدْعُو عَلَيْهِ

(Allah tidak menyukai perkataan buruk yang diucapkan secara terus terang) dari siapa pun juga, artinya Dia pastilah akan memberinya hukuman (kecuali dari orang yang dianiaya) sehingga apabila dia mengucapkannya secara terus terang misalnya tentang keaniayaan yang dideritanya sehingga ia mendoakan si pelakunya, maka tidaklah dia akan menerima hukuman dari Allah.

Lebih jelas, Imam Al Qurthubi (w. 671 H) menyatakan dalam tafsirnya [4], mengutip sahabat Ibnu Abbas r.a:

الْمُبَاحُ لِمَنْ ظُلِمَ أَنْ يَدْعُوَ عَلَى مَنْ ظَلَمَهُ، وَإِنْ صَبَرَ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ، فَهَذَا إِطْلَاقٌ فِي نَوْعِ الدُّعَاءِ عَلَى الظَّالِمِ

Adalah boleh bagi orang yang didzalimi untuk mendoakan keburukan kepada orang yang mendzaliminya, jika dia bersabar itu lebih baik baginya, dan ini mutlak dalam semua jenis do’a kepada orang dzalim.

Secara umum, Rasulullah juga mendoakan keburukan kepada penguasa yang menyusahkan umat:

اللهُمَّ، مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ، فَاشْقُقْ عَلَيْهِ

“Ya Allah, siapa saja yang mengurus suatu urusan umatku lalu dia mempersulit mereka, maka persulitlah dia.”
(HR Muslim).

Tapi Allah menyukai perkataan yang baik, do'a yang baik.
Biarkan Allah yang tetapkan atasnya. Jika kita bersabar itu lebih baik.

Sebaiknya doakan yang baik-baik, sesakit apapun yg dirasa.

Rasul mengingatkan:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

Hanya saja, kalau didzalimi, maka hati-hati juga kita mendoakan orang dzalim, lapang dada dan bersabar adalah lebih baik, bukankah lebih menyenangkan jika Allah ubah orang dzalim tersebut menjadi orang yang ta’at?
Allaahu A’lam.

Q : Assalamualaikum Ustadzah, kalau kita mendengar seorang non muslim meninggal, sebaiknya kita mengucapkan doa apa? Dan apakah dalilnya untuk doa tersebut?

A : Ucapkan kalimat ini inna lillahi wa inna ilaihi raji’un karena inti dari kalimat istirja’ di atas adalah kita semua milik Allah.  Hanya saja tidak boleh kita doakan dengan doa semacam: “semoga tenang di sisi-Nya”, “Semoga diampuni dan mendapat tempat tertinggi”. Tidak boleh kita doakan dengan doa semacam ini, yaitu doa diampuni, doa mendapat ketenangan dan sebagainya.

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baikloah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engakau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!