Home » , , » ANAK ADALAH CERMINAN ORANG TUA

ANAK ADALAH CERMINAN ORANG TUA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, February 20, 2018


 Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Selasa, 13 Februari 2018
Rekap Kajian Grup Bunda G4
Narasumber : Ustadz Kaspin
Tema : Kajian Islam
  

Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungakan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangakitkan ummat yang telah mati, memepersatukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan syahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntukun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basamallah

Bismillahirrahmanirrahim...         

ANAK ADALAH CERMINAN ORANG TUA

Mungkin istilah-istilah berikut sudah tidak asing bagi kita, “Jika orang tua kencing berdiri, maka anak kencing berlari” atau dengan peribahasa serupa, “Buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya”.

Benar, istilah maupun peribahasa diatas tidak sepenuhnya benar, tapi faktanya dalam kehidupan sehari-hari memang seperti itulah kenyataan yang banyak terjadi. Tingkah laku, karakter, watak bahkan berbagai sifat lainnya diturunkan oleh orang tua. Disinilah peran penting orang tua dalam mendidik anaknya, anak yang terlahir kedunia ibarat kertas putih kosong, mau apa yang akan ditulis di atas kertas putih tersebut.

 Apakah tulisan- tulisan kebaikan atau malah keburukan atau malah abu-abu percampuran antara kebaikan dan keburukan, lagi-lagi itu sangat tergantung kepada orang tuanya dan tentu menjadi tanggung jawab orang tuanya.

“Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Seperti hewan melahirkan anaknya yang sempurna, apakah kalian melihat darinya buntung (pada telinga)?” (HR.Abu Hurairah)

Jelas disini, peran orang tua tidak hanya menafkahi anaknya secara fisik saja, namun juga harus memberikan bekal ketauhidan, akhlak muliah, ibadah serta berbagai karakter yang bagus lainnya sebagai bekal bagi anak untuk menatap masa depan yang tentu sudah sangat jauh berbeda dengan masa dimana waktu orang tuanya mendidik anaknya.

Sebab anak adalah cerminan diri dari orang tuanya, anak menerima “pantulan” dari apa yang ia lihat, dari apa yang ia dengar dan dari apa yang ia contoh bersumber dari orang tuanya. Jika yang selalu ia dengar keburukan-keburukan dari orang tuanya tentu hal itulah yang terekam dalam kepalanya, jika kejelekan-kejelakan yang dilihat dan disaksikannya sehari-hari dari orang tuanya tentu itu pulalah yang ia teladani dan jadikan sebagai sikap serta tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dan, pendidikan terbaik bagi anak adalah terbentuk dari apa yang dilihat, didengar dan disaksikannya sehari-hari. Itulah sebab banyak kita lihat banyak anak-anak yang masih saja nakal prilakunya, hanya keburukan- keburukan yang keluar dari ucapannya sementara jika dilihat dari pendidikan ia bersekolah di sekolah terbaik dengan harganyapun melangit, tentu akan muncul pertanyaan.

 “kenapa ya kok masih begitu?” . Ya, jawabannya adalah karena hal seperti itulah yang sering dia lihat, dia dengar dirumahnya dan inilah yang membentuk kepribadiannya

Sebab anak adalah cerminan diri dari orang tuanya, sudah semestinya kita mempersiapkan diri menjadi orang tua yang memiliki kualitas kepribadian yang baik, sehingga juga dapan mencerminkan hal yang baik-baik pada anak kita nanti. Mempersiapkan diri menjadi ayah dan ibu bagi yang belum menikah, dan terus menimba ilmu, tidak berhenti belajar serta lansung mempraktekkannya dengan memberikan teladan- teladan yang baik kepada putra- putri kita.

TANYA JAWAB

Q : Bagaimana jika orang tuanya termasuk ayah yang jarang di rumah karena kerja di luar daerah, mempengaruhi tidak ya ustadz misal anak menjadi cuek, jadi di sini yang berperan hanya ibu
A : Bunda Arini yang baik, ya itu berpengaruh namun meskipun demikian bisa kisahkan keteladanan dari kisah nabi, sahabat atau orang terdahulu.

Q : Abah ustad..gimana yaa caranya mengontrol emosi saat mendidik anak??kadang suka kelepasan marah-marah, apalagi saat belajar...di ajari ga paham-paham kadang suka marah-marah.
A : Bu Dina yang baik, kadang saya juga begitu, namun nyesel setelahnya...wong anak-anak ku adalah aku dalam ukuran mini, dan itu juga masa lalu ku, makanya berusaha sabar dan muhasabah

Q : Assalamualaikum, abah saya punya Anak tiri laki-laki sudah kelas 1 smk ..dia ditinggal ibunya sejak bayi dan ditinggal ayahnya kelas 5 SD sekarang kita tinggal ber 3 dengan ibu mertua..anak saya ini sangat susah di kasih tau baik untuk mandi dan gosok gigi apalagi bantu beresin rumah atau bantu neneknya , padahal dia lulusan pondok tapi sama sekali akhlaknya tidak mencerminkan anak yang santun dan juga kata2nya seenaknya memaki2 saya dan ibu mertua..saya dan neneknya sering menangis menghadapi kelakuannya..kita ber 2 hanya bisa bersabar dan berdoa semoga Allah memberi dia hidayah..bagaimana ya abah untuk menyadarkan nya..
A : Bu indri yang baik, terus sabar dan doakeun.

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baikalauah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:



سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engakau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!