Home » , , , » HIJRAH ANAK MUDA JAMAN NOW

HIJRAH ANAK MUDA JAMAN NOW

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, February 20, 2018


 Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Rabu, 7 Februari 2018
Rekap Kajian Grup Bunda G6
Narasumber : Ustadz Ruli
Tema : Kajian Umum



Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungkan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangakitkan ummat yang telah mati, mempersatukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan syahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basmallah

Bismillahirrahmanirrahim...                  

Prolog :

Ada haru yg membuncah, melihat geliat anak-anak muda jaman NOW yg Hijrah..

Meski seumpama kita beda di furuiyah, setidaknya ada satu tujuan menuju Jannah..

Aamiin


HIJRAH ANAK MUDA JAMAN NOW

Sahabatku yang Shalihah...

Pas denger kata hijrah, mungkin masih banyak diantara kita yang langsung ngeh ke sejarah tentang “Hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah”, atau  lagunya  The Changcuters yang sempat booming tahun 2005 lalu dengan judul “Hijrah ke London”. Dari sana, kita bisa tau bahwa arti hijrah itu adalah pindah. Tul gak?

Rupanya, pengertian hijrah tidak sesederhana itu.

Namun ia memiliki arti yang lebih luas. Sederhananya, hijrah itu artinya pindah, menjauhi atau menghindari. Pertanyaannya, menghindari apa dan pindah kemana?

Hijrah itu perlu Tujuan

Dikisahkan ...
Si Oni ngerasa ga nyaman kalo buku bukunya tergeletak di ruang tamu berhubung temennya mau dateng kerumah, maka Oni meng-Hijrahkan (baca: memindahkan) bukunya ke kamar. Terus si Oni bilang : Bentar sob! Gue mau Hijrahin buku dulu! ?!#!! Kira kira, gimana reaksi temen si Oni? Hehehe. Ya itu contoh simpelnya aja.

Yang namanya manusia, ia pasti ingin pindah dari kondisi ketidaknyamanan, menjadi nyaman. Dari keterpurukan menuju kesejahteraan.

Dan mereka pasti melakukan berbagai macam cara, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya demi tercipta sesuatu yang sesuai dengan dirinya

Yang mau kita bahas disini tentu bukan reaksi temen Oninya, tapi tingkah oni saat menghadapi ketidak nyamanan.

Ceritanya, Oni itu manusia. Jelas disana Oni nggak nyaman bukunya tergeletak di ruang tamu maka dia ambil tindakan untuk memindahkan bukuya ke kamar, di meja belajarnya. Tepat? Iya .

Namun bayangkan, gimana kalo Oni malah naruh bukunya di atas kompor atau di toilet? Maka apa yang terjadi? Ya pastilah masalah baru akan kembali terjadi dan Oni harus lelah lelahan mencari tempat, hingga ia menempatkan buku sesuai dengan tempatnya.

Begitu pula manusia yang sedang hidup di dunia. Ketika ia mencari kenyamanan hidup dengan tujuan yang salah, maka ia akan lelah untuk menemukan kenyamanannya.

Bagi kaum remaja, nggak usah ribet ribet pengen jadi artis. Kini kita harus kembali ke dunia Islam. Sudah saatnya remajapun ikut berkontribusi untuk kebangkitan ummat dan meraih kemenangan yang hakiki.

Jadi yang namanya hijrah itu butuh cara dan tujuan yang hakiki, yang sesuai dengan pribadi kita sebagai seorang muslim.

ALLAH SWT berfirman :

وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [An Nisaa’ (4): 100]

Apalagi masa remaja. Begitu banyak jalan hidup yang ditawarkan kesana dan kemari, lalu kita dituntut untuk memilih.

Jalan mana yang kita ambil, tentu haruslah jalan kebenaran.Ingat kembali bahwa kita hidup dari ALLAH, untuk ALLAH, dan AKAN KEMBALI kepada ALLAH.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs. Al-Baqarah 2:218).

Hijrahnya Para Artis, mencari kenyamanan hidup yang hakiki. Teuku Wishnu yang berkata:

“Lama-lama saya merasa tidak nyaman, saya merasa berdosa. Dari situ saya merindukan suasana saat masih menjadi bocah di Sigli di mana saya merasakan kehidupan yang bahagia, belajar ngaji di meunasah (musala) dan tergabung dalam remaja masjid,” tutur Wisnu sebagaimana dikutip Dream dari situs resmi Walikota Banda Aceh.

Begitu pula dengan Yulia Rakhman. Proses hijrahnya begitu berat, namun ia bisa melewati itu semua dengan semangat keislamannya. 

Peggy Melati Sukma yang meninggalkan bisnis haramnya menjual alkohol untuk berhijrah lalu mengisi kajian-kajian islam.

Dan juga Caesar YKS yang kini lebih mendalami islam dan istrinya yang mulai memakai cadar.

Yuk, berhijrah! Jangan sampe menyesal, tau-tau malaikat izrofil keburu datang.!

Hijrah Yuk!

Bagi kaum remaja, nggak usah ribet-ribet pengen jadi artis. Kini kita harus kembali ke dunia Islam. Sudah saatnya remajapun ikut berkontribusi untuk kebangkitan ummat dan meraih kemenangan yang hakiki.

Temukanlah hijrahmu yang hakiki yang akan menentramkan jiwa. Yakni hijrah kepada Islam yang kaffah.

Mulailah dengan sering ikut kegiatan-kegiatan Islam, yang akan membuka pemikiranmu mengenai kehidupan.

Kamu juga akan mendapatkan banyak sahabat yang soleh/solehah yang juga sedang berupaya mencari jati diri dan kebahagiaan hakiki.

Yuk, berhijrah! Jangan sampe menyesal, tau-tau malaikat izrofil keburu datang.

 Wallahu’alam

@rlw.elhamasyi


TANYA JAWAB

Q : Ustadz, saya pernah mendengar bahwa kita belum sempurna Islamnya jika dalam hidup kita belum pernah melakukan hijrah. Benarkah begitu? Lalu hijrah seperti apa yang bisa mewakili. Karena jika kita mengikuti jejak Rasulullah, beliau benar-benar melakukan perjalanan (hijrah Mekkah ke Madinah).  Sedangkan kita yang di sini, jika sejak lahir sudah memiliki lingkungan tinggal yang kondusif, jelas tidak mungkin untuk meninggalkan kediaman. Apakah yang begitu cukup dengan hijrah secara spiritual saja? Seperti halnya para artis tersebut. Terimakasih
A : Hijrah Zaman Now
1. Mengendalikan nafsu dan diri sendiri.
2. Meningkatkan kualitas Agama dan ketakwaan.
Waallahu'alam.

Q : Bagaimana dengan hijrah secara fisik? Selama ini kami diusaha dan tempat tinggal di zona yang aman (meski tidak nyaman, ustadz); namun jika kami hijrah harus memulai usaha dari nol dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Apa yang harus kami lakukan ustadz? Dan mohon doakan kami selalu istiqomah dalam hijrah kami ustadz.
A : Masalah adaptasi pada lingkungan baru adalah hal yg lumrah untuk disiasati dan menjadikan itu nyaman atau tidak kembali pada kita. Yang harus di jaga adalah kebersamaan dengan keluarga terdekat dalam resonansi yg sama pula yaitu = memelihara terus Momentum Hidayah dan Hijrah dari keburukan perilaku kepada Akhlakul Karimah. Dari yang biasa futur kepada taqwa. Dari yang biasa kufur menjadi Syukur. Ini butuh latihan dan kebersamaan dalam satu barisan kebaikan minimal dengan keluarga kita terlebih dahulu. Ane in syaa ALLAH senantiasa mendo'akan para member semuanya.

Q : Bagaimana hijrah yang istiqomah itu? Menjaga keistiqomahan pun butuh hijrah hati, ustadz.
A : Yap keselerasan Hati, dan Jiwa memang menjadi tolak ukur keberhasilan kita dalam berhijrah.

Q : Bagaimana menghadapi saudara yang sudah hijrah tapi masih bersikap setengah-setengah, misalnya masih mengucapkan selamat hari raya pada noni, karena mereka adalah saudara kita yang beda keyakinan. Kita terangkan mereka malah marah dan bilang kita aliran keras, padahal jelas batasan-batasan akidahnya dan jelas larangannya. Diterangkan dengan share-share video ustadzah irena handono atau ceramah ustadz felix siaw, eh malah di bilang kita fanatik. Akhirnya mereka malah memusuhi kita. Kita harus bersikap gimana ya ustadz?
A : Yasarakumullah. Semoga ALLAH bersama orang-orang yang hanif dan tetap memegang Aqidah dan Tauhidnya. Masalah keluarga memusuhi sudah menjadi hal yang biasa dialami oleh aktifis dakwah. Bahkan kita tahu kan bagaimana Kanjeng Nabi SAW mendapat cacian dan permusuhan yg dahsyat dari keluarganya. Tetaplah jaga hubungan baik sebagai manusia dalam persaudaraan. Sambil terus berdoa agar mereka segera pindah keyakinan. In syaa ALLAH.

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baikalauah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engakau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

1 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!