10 HAL UNTUK MEWUJUDKAN KELUARGA SYURGAWI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, April 5, 2018


Image result for keluarga surgawi
REKAP Kajian Online HA Ummi G-2
Hari, Tgl: Senin, 12 Maret 2018 
Materi: Seri Keluarga Surgawi
NaraSumber: Ustadzah Bunda Azzam
Waktu Kajian: pukul 08.00 WIB-Selesai
Editor: Sapta
=====================


10 HAL UNTUK MEWUJUDKAN KELUARGA SYURGAWI

Banyak pasangan suami istri ingin bahagia kehidupan rumah tangganya, namun mereka justru merasa terjauhkan darinya. Bahkan tidak sedikit pasangan baru, dengan cepat mereka kehilangan kebahagiaan seiring berakhirnya bulan madunya.

Syaikh Muhammad Al Khady, pakar keluarga dan cinta, memberikan sejumlah nasehat untuk mencapai rumah tangga sakinah.

1. Bertaqwa kepada Allah adalah dasar bagi kebahagiaan

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﻧَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻭَﺧَﻠَﻖَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻭَﻧِﺴَﺎءً ۚ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺗَﺴَﺎءَﻟُﻮﻥَ ﺑِﻪِ ﻭَﺍﻷَْﺭْﺣَﺎﻡَ ۚ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺭَﻗِﻴﺒًﺎ

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (QS An Nisa 1)

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam" (QS. 3:102).

2. Jadikan pasangan hidup sebagai penolong dalam menunaikan ketaatan kepada Allah

Tolong menolong dalam kebaikan:

A. "..... dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dlm berbuat dosa dan permusuhan.

Bertaqwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksanya". (QS. Al Maidah : 2)

B. "Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana". (QS. At Taubah: 71)

Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS. At-Tahriim : 6]

Allah menyeru orang-orang yang beriman, kemudian memerintahkan agar menjaga dirinya dari api neraka dengan melakukan tha'at kepada Allah dan Rasul-Nya, melakukan amal-amal shalih dan terpuji dan menjauhi dari perbuatan-perbuatan buruk dan perbuatan dosa. Setelah Allah memerintahkan orang-orang yang beriman supaya menjaga dirinya, kemudian memerintahkan pula menjaga keluarganya dari siksa neraka dengan mendidik dan mengarahkan keluarganya kejalan yang benar, jalan yang telah ditunjukkan oleh Allah SWT dan agar mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran.

Allah SWT berfirman: Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bershabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezqi kepadamu, Kami lah yang memberi rezqi kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa. [QS. Thaahaa : 132]


وَاسْتَعِيْنُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِيْنَ (٤٥)       

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'.” (QS. Al-Baqarah : 45)

3. Usir setan dari rumah dengan banyak baca qur'an & berdzikir/mengingat Allah

Dari Jabir bin Abdullah radliallahu 'anhu, Rasululloh shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

“Jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), 'Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.'

Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada teman-temannya), 'Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.' Ketika ia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan pun berkata, 'Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.' (HR. Muslim)

Oleh karena itu, usirlah setan-setan itu dari rumah Anda dengan mengucapkan bismillah ketika masuk rumah dan ketika hendak makan.

Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi

{إن الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)}

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

قال قتادة  رحمه الله: كان مُطَرف، رحمه الله، إذا قرأ هذه الآية يقول: هذه آية القراء.

“Qatadah (wafat: 118 H) rahimahullah berkata, “Mutharrif bin Abdullah (Tabi’in, wafat 95H) jika membaca ayat ini beliau berkata: “Ini adalah ayat orang-orang yang suka membaca Al Quran” (Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim).

أكثروا من تلاوة القرأن فى بيوتكم٬ فإن البيت الذي تكثر فيه تلاوة القرأن يكثر خيره٬ ويتسع على أهله٬ وتحضره الملائكة وتزجر عنه الشياطين

Perbanyaklah membaca Al-Qur’an di rumahmu karena sesungguhnya rumah yang di dalamnya diperbanyak bacaan Al-Qur’an akan banyak kebaikannya dan akan menjadi. lapang bagi penghuninya serta dimasuki malaikat dan mengusir syetan’’ (HR. Imam Al Baihaqi).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ مَلاَئِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ، فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَنَادَوْا: هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ، قَالَ: « فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا ».

“Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala memiliki malaikat-malaikat yang berkelana di jalan-jalan mencari ahli dzikir. Jika mereka telah mendapatkan sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah, mereka saling mengajak: “Kemarilah kepada hajat kamu”. Maka para malaikat mengelilingi orang-orang yang berdzikir dengan sayap mereka hingga ke langit dunia." [HR. Bukhari nomor 6408.]

Keutamaan lainnya bahwa dzikrullah adalah satu diantara beberapa ibadah yang Allah perintahkan untuk diperbanyak.

Allah berfirman:   وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.
“Dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” [QS. Al-Anfaal 45.]

Jadikanlah rumah kalian sebagai tempat shalat kalian, jangan jadikan ia sebagai kuburan" (HR. Al Bukhari no. 432, 1187, Muslim no. 777).


4. Berdoalah kepada Allah agar Dia memenuhi rahmah dan keberkahan rumah tangga dengan cinta kasih hingga terwujud sakinah dalam kehidupan pernikahan

Perintah berdo'a
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (Al-Mukminun: 60).

Berdoalah kamu kepada Allah dan yakinilah akan dikabulkan, ketahuilah sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari orang yang hatinya lalai. (HR. At-Tirmidzi, Sunan Attirmidzi, V: 517, At-Thabrani, Al-Mu'jamul ausat, V: 211).

Rahmahlah yang membuat seorang laki2 tetap mencintai istrinya yang sudah keriput. Rahmahlah yang membuat suami mampu melihat kekurangan istrinya sebagai ladang pahalanya. Rahmahlah yang membuat seorang istri tetap mencintai suaminya dalam renta tak berdaya, Rahmahlah yang membuat istri tetap melayani suaminya meski raga suaminya tak bisa lagi melindunginya. Karena sejatinya Rahmah di hati kita adalah tetesan dari sifat RAHMAH nya Allah.


5. Perbarui pernikahan dengan senantiasa melakukan komunikasi efektif antara anda dan pasangan

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri kalian) dengan baik.” (QS. An Nisa’: 19).

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (QS. Al Baqarah: 228).

Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى
“Sebaik-baik kalian adalah yang berbuat baik kepada keluarganya. Sedangkan aku adalah orang yang  paling berbuat baik pada keluargaku” (HR. Tirmidzi).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata mengenai surat An Nisa’ ayat 19 di atas, “Berkatalah yang baik kepada istri kalian, perbaguslah amalan dan tingkah laku kalian kepada istri. Berbuat baiklah sebagai engkau suka jika istri kalian bertingkah laku demikian.” (Tafsir Al Qur’an)

Berbuat ma’ruf adalah kalimat yang sifatnya umum, tercakup di dalamnya seluruh hak istri.

Lihatlah contoh Nabi kita, beliau memanggil ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, sang istri tercinta dengan panggilan Humaira, artinya wahai yang pipinya kemerah-merahan.  Karena putihnya ‘Aisyah, jadi pipinya biasa nampak kemerah-merahan.

Dari ‘Aisyah, ia berkata,

دَخَلَ الحَبَشَةُ المسْجِدَ يَلْعَبُوْنَ فَقَالَ لِي يَا حُمَيْرَاء أَتُحِبِّيْنَ أَنْ تَنْظُرِي

“Orang-orang Habasyah (Ethiopia) pernah masuk ke dalam masjid untuk bermain, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilku, “Wahai Humaira (artinya: yang pipinya kemerah-merahan), apakah engkau ingin melihat mereka?” (HR. An Nasai).


RAHASIA KEINDAHAN Keluarga Nabi Muhammad dan Istri-Istrinya

Rosulullah sepanjang hidup dg Khadijah belum pernah bertikai sama sekali. Ini kenapa Khadijah memiliki tempat yg istimewa di hati nabi. Aisyah seringkali cemburu karena Rosul sering menyebut nama khadijah.

Khadijah Pernah ditanya : "Mengapa engkau dan muhammad tak pernah bertengkar?"
Khadijah menjawab : "Aku sejak awal menikah bersama muhammad, selalu berniat bagaimana caranya agar muhammad bisa selalu bahagia di sampingku."

Demikian halnya Rosulullah berniat bersama khadijah. Hal ini bisa terjadi jika keduanya berfikiran seperti ini.

kisah :
Suatu ketika Rosul pernah terkena panah di peperangan. Beliau pulang dengan lukanya. Tetapi ketika pulang, Rosul menunjukkan wajah terbaiknya. senyum yg tulus. Aisyah menyambut Muhammad, ketika dipeluk baru ketahuan bahwa Rosul terluka. Tapi Rosul berkata : "Segala sakit ini hilang ketika melihat senyummu wahai kekasihku.” Beginilah romantisme Muhammad pada istrinya, walaupun dalam keadaan terluka.


6. Kebahagiaan adalah nikmat yang harus diusahakan bersama bukan sepihak.

Mengutip tulisan ustadzah Aan Rohana,

Allah telah menyebutkan karakteristik yang sama bagi suami shaleh dan istri shalihah di dalam Surat 33, QS Al Ahzab : 35.

 ان المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات والقانتين والقانتات والصادقين والصادقات والصابرين والصابرات والخاشعين والخاشعات والمتصدقين والمتصدقات والصائمين والصائمات والحافظين فروجهم  والحافظات والذاكرين الله  كثيرا والذاكرات اعدالله لهم مغفرة واجرا عظيما.
Artinya:
"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatan, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang shaum, laki-laki dan perempuan yang menjaga kehormatannya , laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar". ( QS Al Ahzab : 35 ).

Sebab turunnya ayat ini adalah suatu hari Ummu Salamah berkata kepada Rasulullah SAW. : mengapa kami secara eksplisit tidak disebut dalam alquran sebagaimana kaum laki-laki? Beliau tidak memperhatikan pertanyaan itu sampai suatu hari beliau memanggil diatas mimbar dan bersabda: " Wahai manusia sesungguhnya Allah berfirman,

ان المسلمين والمسلملت .........  
sampai akhir ayat ". ( HR. Ahmad " ).

Dengan turunnya ayat ini maka Allah telah mengarahkan suami istri agar memiliki karakter yang sama dalam berkeluarga yaitu karakter orang yang shaleh agar bisa sukses membentuk keluarga yang Islami yang sakinah mawaddah wa rohmah.
Karakter yang harus dimiliki oleh suami shaleh dan istri shalihat yang sudah disebut dalam surat 33 Al Ahzab: 35  itu saling terkait sehingga bisa menjadi pribadi yang shaleh dan Islami yaitu Islam, iman, tunduk, benar ( jujur ), sabar, khusyuk, bersedekah, berpuasa, menjaga kehormatan, dan banyak berzikir kepada Allah.


7. Jangan jadikan pertengkaran dalam pernikahan menguasai rumah tangga, kedepankan sabar dan mengalah.

Ada kutipan bagus ttg ujian dan musibah yg bisa jd akan hadir dlm rmh tangga

Cara Allah Menyayangi Umatnya"

Cara Allah menyayangi kita bukan dengan meringankan masalah kita, tapi dengan menguatkan jiwa kita sehingga sehebat apapun masalah kita tetap bertahan dan tak menyerah.
Cara Allah menyayangi kita bukan dengan mengurangi beban yang kita pikul, tapi dengan mengokohkan pundak kita, sehingga kita mampu memikul amanah yang diberikan kepadamu kita,
Cara Allah menyayangi kita mungkin tak dengan memudahkan jalan kita menuju sukses, tapi dengan kesulitan yang kelak baru kita sadari bahwa kesulitan itu yang akan membuat kita semakin berkesan dan istimewa.

Hidup itu
Butuh masalah supaya kita punya kekuatan.
Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras.
Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati.
Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai.
Butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur,
Butuh senyum supaya tahu kita punya cinta,
Butuh orang lain supaya tahu kita tidak sendiri

Beberapa luka tidak diciptakan untuk sembuh, namun tidak pula untuk menetap.
Jika ia berakhir dengan ke IKHLASAN, ia akan lahir menjadi cahaya terindah dari Allah.
Berbahagialah pada taqdir dengan penerimaan yang tulus,  BERBAIK SANGKA itu Indah.


8. Setiap perselisihan dan permasalahan segera cari pemecahan dan solusi secepatnya agar tak meninggalkan pengaruh buruk bagi pernikahan

Mengutip dari sebuah artikel (anonim)

Beberapa pelajaran dalam hidup :

A. Belajar meminta maaf.
Seringkali manusia tidak mau mengakui kesalahannya, menganggap semuanya adalah kesalahan orang lain, dan dirinya sendiri yang benar.
Sebenarnya "tidak bisa mengakui kesalahan" merupakan suatu kesalahan.
Kita harus bisa meminta maaf kepada orang tua, rekan kerja, masyarakat, bahkan kepada anak-anak dan musuh kita.
Meminta maaf tidak akan membuat kita kekurangan apapun, malahan bisa menunjukkan kelapangan hati kita.
"Belajar meminta maaf adalah hal yang baik dan merupakan suatu bentuk pelatihan diri."

B. Belajar kelembutan hati.
Gigi kita keras, namun lidah kita lembut.
Saat kita menua, gigi akan tanggal, sedangkan lidah kita tetap ada.
Jadi kita harus bisa lembut, barulah bisa panjang umur.
Sifat keras hati malah merugikan diri kita.
Hati yang lembut merupakan pencapaian besar dalam hidup manusia.
Orang yang keras kepala biasanya dijuluki berhati dingin, sifatnya dingin, atau hatinya keras seperti besi.
Jika kita bisa mengatur nafas, mengatur postur tubuh, dan mengatur hati kita, ibarat kita menenangkan kuda liar atau monyet liar supaya jinak, maka hidup kita akan lebih bahagia dan panjang umur.

C. Belajar menahan diri.
Dalam hidup ini, jika kita bisa "menahan emosi, badai dan ombak pun akan reda".
"Mundur selangkah, melihat langit dan laut masih luas" (tiada masalah).
Dengan menahan diri, semua masalah bisa dibereskan.
Menahan diri berarti bisa memakai kebijaksanaan untuk mengatur dan mengubah masalah besar menjadi masalah kecil, dan masalah kecil menjadi tiada masalah.
Jika kita mau hidup dengan damai, kita harus bisa menahan diri terhadap kebaikan dan keburukan dunia dan masyarakat serta gosip-gosip di masyarakat.
Bahkan kita bisa menerimanya (memakluminya).

D. Belajar berkomunikasi.
Kurangnya komunikasi bisa menimbulkan gosip, perselisihan, dan kesalah-pahaman.
Hal terpenting dalam hidup bermasyarakat adalah bisa berkomunikasi dengan baik, saling memahami, toleransi, saling membantu.
Kita semua adalah saudara, jika selalu bertikai dan miskomunikasi, maka tidak akan bisa hidup berdampingan dengan damai.

E. Belajar melepas (tidak melekat).
Hidup kita ibarat sebuah koper, yang diangkat saat perlu dan ditaruh saat tidak perlu.
Saat harus melepas, jika kita malah melekatinya, maka seperti mengangkat koper yang berat dan tidak bisa bebas leluasa.
Hidup manusia ada batasnya.
Belajar mengakui kesalahan, menghargai orang lain, dan memaklumi orang lain, barulah kita bisa diterima oleh orang lain.
Belajar melepas barulah kita bisa bebas leluasa.

F. Belajar merasa terharu.
Saat melihat kebaikan orang lain, kita merasa senang melihat orang baik dan hal-hal baik, dan kita merasa terharu.
Bisa merasa terharu adalah suatu bentuk kasih sayang.
Dalam hidup banyak hal dan kata-kata yang bisa membuat kita terharu.
Jadi kita pun harus berusaha supaya bisa membuat orang lain terharu (dengan berbuat hal-hal baik dan berkata-kata baik).

G. Belajar bertahan hidup.
Untuk bertahan hidup, kita harus menjaga kesehatan.
Tubuh sehat tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga membuat teman dan keluarga kita merasa tenang.

Selamat menjalani hidup ini dgn sepenuh kebahagiaan.....
Tetaplah menjadi Baik sampai Akhir


9. Berusahalah maksimal dalam moment-moment penting berada di samping pasangan masing-masing.

Jadilah suami sebagaimana Ali, dan jadilah istri sebagaimana Fatimah. Dan bagaimana fatimah menjawab tanya sederhana putranya. Seperti dalam kisah ini :

Seperti biasa, pada sepertiga malam terakhir, Sayyidah Fathimah — putri kesayangan Rasulullah saw senantiasa melaksanakan shalat tahajud di rumahnya. Terkadang, ia menghabiskan malam-malamnya dengan qiamu lail dan doa. Hasan bin Ali, putranya, sering mendengar munajat sang bunda. Suatu pagi, ketika Sayyidah Fathimah selesai berdoa, Hasan kecil bertanya, "Ya Ummi, dari tadi, aku mendengarkan doamu, tetapi tak satu pun doa yang kau panjatkan untuk dirimu sendiri?"
Fathimah menjawab dengan lembut, "Nak, doakan dulu tetanggamu karena ketika para malaikat mendengarkanmu mendoakan tetanggamu, niscaya mereka akan mendoakanmu. Adakah yang lebih baik daripada doa para malaikat yang dekat dengan Allah, Tuhan kita?"

Apabila salah seorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui oleh yang didoakan, para malaikat berkata, "Amin, semoga engkau memperoleh pula sebagaimana yang engkau doakan itu." (HR Muslim dan Abu Dawud)
WaAllahu a'lam


10. Jangan habiskan waktu untuk mencari jalan kekuar dari masalah, tetapi jagalah selalu ketaatan pada Alloh dan Rasulnya insya'Alloh pasti Alloh akan mengeluarkan dari masalah. Dengan demikian hasanah dunia dan hasanah akhirat bisa diraih.

Takut hanya kepada Allah 

Keluarga yang memiliki rasa takut pada adzab neraka. Kalimat اشفاق yang berarti takut kepada sesuatu hal menakutkan yang berada di depan mata. Berbeda dengan خوف yang konon artinya adalah takut terhadap sesuatu yang jauh.

Keluarga MUSYFIQIN, ketakutannya pada neraka seolah-olah neraka itu ada di depan mata. Ketakutan yang secara spontan akan membuat kita menjauh dari perbuatan-perbuatan yang mendekatkan pada neraka.

 قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ (26)}

peliharalah rasa takut itu. Rasa takut yang akan membuat kita terus beramal, rasa takut yang akan membuat kita terus mencari ilmu, karena ternyata yang paling takut kepada Allah diantara manusia adalah yang paling berilmu. Dengan ilmu kita akan tahu amal mana yang mendekatkanmu pada surga dan menjauhkanmu dari neraka.

. إِنْ شَاءَ اللَّه.
والله أعلم بالصواب

===========

TANYA JAWAB


Tanya: Dalam materi disebutkan, kekurangan pasangan bisa menjadi ladang amal bagi suami /istri. Tapi apakah kekurangan kita atau pasangan kita itu bisa menjadi dosa kita bun?
Jawab: Tergantung kekurangannya dalam hal apa dulu, dalam islam tidak mengenal dosa warisan. Masing-masing menanggung dosanya sendiri.
Contoh: jika istrinya belum atau tidak mau berhijab, suami wajib mengingatkan, jika tidak ia berdosa, jika diingatkan dengan berbagai cara sudah maka itu menjadi dosa bagi si istri.


Tanya: afwan ijin bertanya bunda, "..dua orang yang saling mencintai karena Allah, Allah akan meridhoinya.." kalau tidak salah seperti itu ya bunda.. afwan jika salah. Saat menikah waktu itu awan banget ilmu agama bunda, jadi nikahnya karena saling mencintai pasangan. Bisakan kita ubah niat kita agar Allah ridho?
Jawab: Tidak ada yang salah dengan niat menikah karena saling mencintai, yang salah kalau menikah untuk saling menghancurkan. Ketika mencintai itu beriringan dengan membangun harapan agar Allah meridhoi, itu yang luar biasa. Dan itu harus terus di pupuk sampai maut memisahkan.


Tanya: Assalamualaikum wr.wb bunda, kalau kekurangan pasangan kita masing-masing di jadikan kelebihan, agar supaya rumah tangga adem ayem. Tapi bagaimana kalau menghadapi kekurangannya yang komplit bun, apa harus di jadikan kelebihan juga bunda?
Jawab: Saya jadi ingin bertanya, dimanakah ada pasangan yang sempurna? Semua pasti akan punya kekurangan di sana sini. Dan harusnya disadari bahwa pernikahan itu bukan sebuah tata laksana menerima kesempurnaan pasangan, tapi pernikahan itu proses untuk menerima dengan sempurna kekurangan pasangan. Itu kenapa hadistnya baiti jannati. Karena keluarga ada manifestasi syurga di dunia.
Ketika ada kekurangan di sana sini pada pasangan maka temukan seribu alasan untuk bersyukur bahwa di luar sana, ada begitu banyak wanita mendamba bisa menggenap punya pasangan hidup. Sampai dititik nadir pun tak akan ada yang sempurna dalam pernikahan. Karena suami bukanlah seperti Sang nabi dan kitapun bukan khadijah yang mau rela berkorban harta dan nyawa untuk mensupport suami.


Tanya: maaf ingin bertanya, bagaimana jika yang mencari nafkah adalah istri sedang suami di rumah menjaga anak dan urusan rumah tangga. Sebelumnya suami sudah mencoba berbagai usaha tapi kurang beruntung. keduanya sudah sama-sama ridho dan tidak pernah ada masalah selama ini. Tidak apa-apa kan umm?
Jawab: Segala sesuatu yang sudah diikhtiarkan dan sama-sama meridhoi tidak bermasalah, hanya saja ada ketidakahsanan dalam sudut pandang masyarakat, tentang laki-laki yang di rumah semntara istri keluar mencari nafkah di luar rumah. Coba terus upayakan bagaimana caranya dengan tetap di rumahpun ada yang bisa dihasilkan. Kan tidak harus ngantor arti dari bekerja. Memulai usaha di rumah bisa di coba. Semoga Allah menjadikan ikhtiar itu berbuah manis.


Tanya: Assalamualaikum bunda, bagaimana caranya menghadapi suami yang cuek dengan rumah tangga? Suami menganggap semua urusan RT adalah tanggung jwb istri termasuk soal anak. Suami hanya mencari nafkah dan tidak ada waktu untuk keluarga, jika libur lebih memilih tidur di rumah saja, sementara anak pun ingin sesekali ada waktu bersama ayah mereka. Mohon pencerahannnya bunda.
Jawab: Pemahaman sepeti ini banyak kita temui di tengah-tengah masyarakat kita, segala urusan RT dan tetek bengeknya kata orang jawa maka itu menjadi tanggungjawab istri. Berarti bapak model begini perlu diarahkan untuk mendapatkan wawasan tentang pentingnya peran bapak untuk membentuk karakter anak laki-lakinya dan mengenalkan bagaimana sosok laki-laki sebagai imam kepada anak perempuannya.
Saran saya adalah sering-sering dialog tentang parenting, kirimin artikel tentang pengasuhan.  Saya pikir hati manusia itu tak sekeras batu, hanya perlu tekhnik penyampaian, dan saat yang tepat bagaimana membuat sang ayah sedikit demi sedikit menjadi paham bagaimana memposisikan diri sebagai suami dan ayah bagi anak-anaknya.


Tanya: Ustadzah, sebagai istri yang kita cari adalah ridho suami, karena ridho Allah terletak pada ridho suami setelah seorang perempuan menikah kan ya? Nah bagaimana jika istri tidak ridho pada keputusan suami tentang satu hal yang tidak terkait/terikat syariat. Misal istri tidak setuju jika mereka tinggal 1 rumah dengan adik perempuan sang suami karena si istri tdk cocok dengannya, bolehkah istri berkeberatan dengan mengemukakan alasan-alasan yang masuk akal dan karena bisa mempengaruhi hubungan rumah tangga mereka? Mohon sarannya ustadzah
Jawab: duhh ini soal telak banget kena saya. Saat ini saya tinggal dengan mas kandung, sejak abi wafat dan rumah saya dirampok, saya trauma dengan perampokan itu. Dan saya diminta tinggaal di rumah kakal saya demi keselamatan.
Satu hal ya yang harus dipahami, bahwa rumah tangga itu memang sebaiknya terpisah. Jadi bisa mandiri. Saya tidak tahu kenapa harus ada adik di rumah itu, mbak dan suami yang numpang di rumah adik, atau adik yang sengaja di boyong ke rumah mbak. Untuk menjawab ini harus jelas, seorang anak laki-laki punya tanggungjawab besar pada ibunya dan saudara perempuannya ketika ayahnya meninggal. Ia yang harus menafkahi dan menjadi wali jika kakak/adik perempuan itu menikah. Bagaimana dengan adik suami? Apa yang terjadi kenapa satu rumah? Tolong jawab dulu


Tanya: Assalamu'alaikum ustadzah. Tanya bagaimna bila ada istri yang kalau bertengkar selalu minta pisah, apakah itu suatu dosa juga dan menghilangkan keberkahan dalam rumah tangga? Bagaimana menasehatinya ya ustadzh? Syukron ustdzah atas pencerahanya.
Jawab: Saya istighfar membaca ini, coba bayangkan saat kondisi sama-sama emosi tinggi terus keluar cletukan ceraikan saja aku, kata si istri. Terus suaminya jawab, baik saya ceraikan. Maka jatuhlah talak satu. Kemudian rujuk. 2 bulan kemudian berantem lagi dan diulangi. Jatuh talak 2. Tersisa satu kesempatan lagi, dan itu finally. 22 nya harus udahan, miris sekali.
Ini akibat sama-sama tidak paham bagaimana mengendalikan lisan saat berkonflik. Dan tidak ada upaya untuk belajar pengendalian diri. Masalah hilang tidaknya keberkahan, yang jelas ketika pertengkaran itu berlangsung, ada emosi, di rumah itu dan emosi tak terkontrol itu dari syetan. Dan syetan itu jauh dari keberkahan.

=========================

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis :

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official





Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!