Home » , , , » Ancaman Hukuman Riba di 5 Fase Kehidupan

Ancaman Hukuman Riba di 5 Fase Kehidupan

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, April 9, 2018


Image result for riba
Rekap Kajian link  Online HA Ummi G1 - G6
Hari/Tgl: Senin, 19 Maret 2018
Materi: Ancaman Hukuman Riba di 5 Fase Kehidupan
NaraSumber: Ustadz Robin
Waktu Kajian: 09.00 wib - Selesai
Editor: sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Ancaman Hukuman Riba di 5 Fase Kehidupan

Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu `ala rasulillah
Sebelum membahas tentang hukumannya, kita ungkit sedikit ganjaran kebaikan bila menjauhi riba.
Karena Islam cenderung mendahulukan berita gembira sebelum ancaman.


وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” [Al-Baqarah: 275]

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhu bahwa Rasuluillah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti).”
[HR. Ibnu Majah dan Al Hakim, shahih]

Bukan hanya menghalalkan dagang/jual beli, tapi Allah mengganjar pelakunya yang jujur dengan kebersamaan dengan para nabi dan syuhada di surga. Pelaku perdagangan termasuk pedagang jasa bahkan para pegawai yang menjual jasanya ke perusahaan dengan persyaratan tertentu, wallahu a`lam.

Di sisi lain, ketika dalam transaksi keuangan seseorang lebih mengutamakan sedekah bukan riba maka itu menyuburkan hartanya.

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah" (QS. Al-Baqarah: 276)

Maka perbanyaklah sedekah, jauhilah nafsu-nafsu mencari keutungan melalui riba, yang sebenarnya membinasakan.

Ketika Allah sudah memberikan opsi perdagangan yang jujur dan sedekah, namun seseorang masih memilih jalan riba, maka hendaklah ia merenungi ancaman-ancaman hukuman Allah di 5 fase kehidupan, bagi pemakan riba.

    1.   Hukuman di Dunia

Allah memberi ancaman, Allah akan membinasakan riba:
“Allah membinasakan riba dan menumbuhkan sedekah.” (QS. Al-Baqarah: 276)

Kapan hukuman di dunia ini diberikan?
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam hanya menyebutkan bahwa akhir urusannya akan miskin:
“Siapapun yang memperbanyak hartanya dengan cara riba, maka akhir urusannya akan menjadi miskin.” (HR. Ibnu Majah 2279, shahih)


    2.   Hukuman di Alam Kubur

Pemakan riba mendapat ancaman hukuman di alam kubur dalam bentuk berenang di sungai darah.

Di dalam hadits tentang azab kubur; “....Lalu kami pun berangkat, kemudian kami mendatangi suatu sungai. Aku (yaitu Samurah bin Jundab) mengira bahwasanya Beliau bersabda, “Sungai berwarna merah laksana darah. Tiba-tiba di sungai itu ada orang yang sedang berenang dan di tepi sungai ada seseorang lainnya yang sedang mengumpulkan banyak batu. Kemudian orang yang berenang di sungai itu mendatangi orang yang mengumpulkan batu. Lalu ia membukakan mulutnya di dekatnya, maka orang (yang mengumpulkan batu itu) menyuapkan batu ke mulutnya. Lalu ia pergi berenang kembali kemudian kembali lagi padanya. Setiap kali ia kembali mendatanginya, ia membuka mulutnya dan orang (yang mengumpulkan batu) itu menyuapkan sebuah batu kepadanya. Aku bertanya kepada keduanya, “Siapakah mereka ini?”. –(Kemudian datang penjelasannya di akhir hadits), “Adapun orang yang engkau datangi sedang berenang di sungai lalu disuapkan batu (ke mulutnya) maka sesungguhnya ia adalah pemakan riba”. (HR. Bukhari)


    3.   Hukuman ketika Dibangkitkan dari Alam Kubur

Mereka akan dibangkitkan dari kuburnya seperti orang sakit ayan, karena kerasukan setan.

“Orang-orang yang makan riba tidak dibangkitkan melainkan seperti berdirinya orang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (QS. Al-Baqarah: 275)

Allah menyebutkan di lanjutan ayat, alasan mengapa pemakan riba dibangkitkan seperti orang sakit ayan yang kesurupan setan.

“…hal itu disebabkan mereka menyatakan, bahwa jual beli itu seperti riba.” (QS.Al-Baqarah: 275)

Mereka memiliki prinsip demikian, karena saking kuatnya upaya pembelaan mereka terhadap riba, sehingga mereka seperti orang gila. (Tafsir As-Sa’di, hlm.116)


    4.   Hukuman di Mahsyar

Barangkali hukuman ini sangat menakutkan, ada orang yang ditantang perang oleh Allah di padang mahsyar.

”Jika kalian tidak meninggalkan riba, maka umumkan untuk berperang dengan Allah dan Rasul-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 279)

Ibnu Abbas menjelaskan ayat ini,
”Besok di hari kiamat para pemakan riba akan dipanggil 'ambil senjatamu, untuk perang!" (Tafsir Ibnu Katsir, 1/716)

Orang yang tidak mau meninggalkan riba, dia ditantang perang oleh Allah dan Rasul-Nya. Ketika dia tidak mau bertaubat, berarti dia pemberontak agama.


    5.   Hukuman Setelah Hisab

Hukuman setelah hisab bagi pemakan riba adalah ancaman neraka. Mereka diancam dengan neraka karena termasuk pelaku kekafiran.

”Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 276)

Bahkan, pemakan riba divonis kekal di neraka. Padahal sedikit saja dosa yang diancam dengan kekekalan di neraka.

”Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya terserah kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS.Al-Baqarah: 275)

Inilah seburuk-buruk kondisi di akhirat.
Semoga Allah menguatkan kita untuk menjauhi riba.
Karena riba termasuk kelompok dosa besar yang paling besar. Bahkan dalam hadits shahih disebutkan bahwa dosa riba yang paling rendah adalah semisal berzina dengan orang tua sendiri. Na`udzu billahi min dzalik.

Allah-lah sebaik-baik Penolong.



➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TANYA-JAWAB


TJ - G2

Tanya: Bismillah.. assalamualaikum ustadz. Saya punya teman yang menjual dengan cara kredit sebuah barang ke pembelinya dengan menambahkan sekian persen dari harga jual. Dan disetujui oleh kedua belah pihak. Apakah itu termasuk riba ustadz?
Jawab: MAYORITAS ULAMA MEMBOLEHKAN perbedaan harga umtuk transaksi tunai dan kredit. Karena memang tidak ada dalil yang tegas tentang hal ini. Jadi boleh saja barang A punya beberapa penawaran harga:

Kalau belinya sekarang harga X
Senin depan harga naik
Kalau jadi member harga Y
Non member harga Z
Beli tunai harga V
Beli nyicil 1 tahun harga M
Nyicil 10 tahun harga T

Ini semua boleh. Selama masih konteks "penawaran". Yang dilarang adalah berubahnya harga setelah akad. Misal, harganya tidak jelas mengikuti inflasi. Atau, harganya berubah ketika cicilan telat. Ini ulama sepakat haram. Adapun kalau masih konteks penawaran silahkan saja. Saat akad, wajib dijelaskan pakai opsi harga yang mana. setelah akad, tidak boleh mengubah atau menambah harga lagi.

----------

TJ - G3

Tanya: Ustadz izin bertanya. Saat ini kita sedang dan sudah mulai menjauhi riba. Bagaimana dengan dosa-dosa riba kita yang dulu. Baik yang kita tidak tahu itu riba ataupun yang sudah kita ketahui riba. Apakah kita tetap mendapatkan hukuman riba baik di dunia maupun di akhirat kelak? Syukron ustadz.
Jawab: Allah Maha Memaafkan dan Maha Penerima Taubat .
Jika kita sudah berhijrah dan benar-benar taubat, semoga Allah tidak lagi menghukum kita. Bahkan kita minta Allah menghapus dosa kita, jadi benar-benar hilang dari catatan amal.

Tanya: Assalamualaikum alaikum ustadz, saya mau bertanya. Tentang kartu kredit apa hukumnya ustadz?
Jawab: Kartu kredit konvensional akadnya mengandung riba, sebaiknya ditinggalkan walaupun tidak pernah membayar telat hingga terkena riba. Kalau pernah bayar telat, maka lebih wajib lagi untuk ditinggalkan. Solusinya kartu kredit syariah, ada di bank BNI syariah, bank CIMB Niaga syariah dan lain-lain.

Tanya: Bagaimana sistem penggajian lewat bank? Dan saat ini saya masih dalam rangka pinjam uang di bank, bagaimana ya ustadz?
Jawab: Kalau sudah terlanjur ada beberapa opsi:
    -      amputasi: jual aset yang dikreditkan, lalu hasil penjualannya dipakai untuk bayar sisa utang, aset habis, utang riba habis.
    -      rawat inap: percepat bayar utang, dengan menaikkan cicilan melalui kerja keras, jualan, sampingan dll, intinya segera lunasi
    -      rawat jalan: jalani utang yang ada, dengan cicilan tetap sama, masa pembayaran sama, sambil memohon ampun dari Allah dan tidak mengulanginya lagi
    -      pindah dokter: over kredit ke bank syariah, beban utangnya akan jadi lebih besar dari perkiraan sisa utang yang di bank konven.
Anggap saja ibarat ada dokter kandungan pria yang suka melakukan pelecehan ke pasien tapi deket rumah, sedangkan dokter kandungan wanita yang syariah ada di kampung sebelah. Insya Allah ibu-ibu lebih memilih yang di kampung sebelah, walaupun jalanannya ujan, becek, ga ada ojek.

Tanya: Assalamualaikum ustad, masih adakah saat ini bank yang tidak menerapkan sistem riba? Karena bagaimanapun saat ini kita sangat membutuhkan jasa perbankan.
Jawab: Waalaykumussalam wrwb. Ada bank syariah, wahai bunda-bunda yang sholihah, taat suami, pintar memasak, rajin bersih-bersih, pandai berhemat, dan tidak sombong. Eta bolak balik saya menjelaskan betapa syariahnya bank syariah di indonesia, karena kita semua mengakui keilmuan Majelis Ulama Indonesia, bukankah begitu bukan?

----------

TJ - G4

Tanya: Assalamualaikum ustadz, afwan diluar materi. Apakah orang yang sudah bertobat tetap akan di azab di alam kubur dengan kesalahan yang dahulu semasa dia belum bertobat. Dan apakah Allah mau memaafkan kepada anak yang minta maaf sama ibunya, sedangkan ibunya belum bisa memaafkannya? Syukron
Jawab: Jika sudah taubat, kita berharap tidak ada lagi azab kubur. Dosa kepada manusia, apalagi orang tua, maka wajib mendapat maaf orang tsb sbg syarat taubat. Ini memang berat. Karena manusia berbeda dengan Allah Yang Maha Memaafkan. Selama ibu masih hidup, maka wajib melakukan segala upaya sekuat-kuatnya agar dimaafkan. Jika ibu sudah meninggal, maka teruslah mendoakannya dan bersedekah atas namanya, sambil berharap agar nanti di akhirat Allah melembutkan sang ibu untuk memaafkannya.

Tanya: Assalamualaikum ustadz izin bertanya. Kalau di tempat kerja diwajibkan ikut koperasi, sedang koperasinya konvensional, mau tidak mau dipotong gaji sebagai iuran koperasi, apakah termasuk riba juga dan bagaimana sebaiknya?
Jawab: Waalaykumussalam wrwb. Sebaiknya usaha dulu minta tidak ikut koperasi. Usaha menjelaskan dan minta dispensasi dan lain-lain. Usaha lain adalah mengajukan konsep perubahan koperasi jadi koperasi syariah. Secara konsep tidak sulit sebenarnya. Kalau sudah berusaha habis-habisan masih tidak bisa juga, maka kita berharap Allah memaafkan atas dosa-dosa kita. (sedekahkan bagi hasil usaha yang didapat dari koperasi, jangan dikonsumsi)

Tanya: Saya bertanya ustadz. Jika sudah terlanjur mengambil cicilan mobil, baiknya bagaimana ustadz? apakah akan mendapat siksaaan juga?
Jawab: oh, ini malah pas dengan jawaban di G3, amputasi, rawat inap, rawat jalan, pindah dokter, sambil terus perbanyak istighfar.

Tanya: Ijin bertanya. Apakah bank syariah di Indonesia ini sudah aman ustadz? sebagai alternatif jika membutuhkan?
Jawab: bank syariah di indonesia aman. Bila merasa tidak aman silahkan adu ilmu sama para ulama di Majelis Ulama Indonesia.

Tanya: Disekolah dasar biasanya ada tabungan anak-anak, saat penyerahan uang tabungan ternyata sudah dipotong langsung oleh pihak sekolah sekian persen, apakah ini tergolong riba juga ustadz?
Jawab: setiap potongan harus jelas apa maksudnya, kalau akad dan maksudnya tidak jelas, maka hukumnya juga tidak jelas.

----------

TJ - G-5

Tanya: Izin bertanya. Assalamualaikum. Sekarang ini kan banyak pembiayaan atas nama syariah tanpa melalui bank. Contoh rumah syariah. Tetapi saya lihat koq harga cicilan dengan harga cash jauh sekali bedanya dan dibandingkan KPR pembiayaan dari bank, selisih harga rumah syariah ini jauh sekali bisa 2x lipat dari harga cash dan lebih murah pake bank. Bukankah dalam jual beli sudah termasuk RIBA jika ada selisih antara harga cash dan kredit. Setahu saya harga cash dan kredit harus sama kalau tidak mau RIBA
Jawab: Jangan lihat harganya. Atau cuma lihat-lihat sekilas. Tapi lihat dokumen akadnya, lihat teks tertulis di perjanjian jual belinya, lihat peraturan OJK tentang Bank Syariah, lihat peraturan BI tentang bank syariah, lihat fatwa MUI tentang bank syatiah dan berbagai regulasi serta juklak juknis perbankan syariah. Insya Allah kita tidak berani lagi nuduh bank syariah itu riba.
Ga punya waktu tuk liat semua itu? Berarti kita cukup ikut Majelis Ulama Indonesia saja, mereka terdiri dari para ahli mulai dari ilmu-ilmu2 syariah yang sangat luas dan dalam sampai ahli ilmu-ilmu ekonomi, hukum, dan lain-lain.

Apakah harga di bank konven lebih murah daripada harga di bank syariah? Jangan salah hitung.
Ada rumah di bank syariah nilainya dibilang; 1 M ya bu, cicil 10 tahun. sedangkan rumah yang sama di bank riba harganya: berubah sesuai inflasi ya bu. Mana yang lebih murah? Harga yang jelas, atau yang tidak jelas?
Apalagi di saat pemerintah kita tidak beres seperti sekarnag, kalau krismon terjadi dan bunga bank mendadak jadi 60% per tahun seperti tahun 98 siapa yang berani jamin? Mari kita teliti dalam membandingkan.
Transaksi syariah itu jelas, sedangkan riba itu tidak jelas. Karenanya pelaku riba itu dalam Alquran disebut orang yang mabuk/gila, karena mau aja melakukan hal tidak jelas.

Tanya: Bismillah, izin bertanya. Ada seseorang yang menjual rumah KPRnya, dengan cicilan yang belum tuntas. Bagaimana hukumnya jika seseorang membeli rumah dengan status seperti demikian? Apakah ikut termasuk riba?
Jawab: Over kredit dari lembaga riba termasuk riba, over kredit dari lembaga syariah insya Allah halal.
“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS Al Maidah 2)

Tanya: Izin bertanya ustadz. Terkait usaha networking/membentuk jaringan, jika ada suatu usaha, perusahaan memberikan komisi 1% / cashback untuk setiap transaksi, dan kita dianjurkan untuk mencari member agar kita juga bisa dapat komisi 1%dari pembelian yang member kita lakukan, apakah hukumnya seperti itu ustadz? Terimakasih
Jawab: Ini MLM. Khilafiyah ulama. Ada yang membolehkan, ada yang melarang. Kalau sistemnya memungkinkan upline untuk ongkang-ongkang kaki setelah merekrut downline, maka ini bisa jadi zhalim. Sistem yang baik adalah di mana semua pihak tetap berusaha agar mendapat bagian. Bukan cuma sekali rekrut lalu dapat bagi hasil terus selamanya sampai mati, bahkan dapat diwariskan.

Ada yang pernah bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَىُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ قَالَ  عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ

“Wahai Rasulullah, mata pencaharian (kasb) apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad 4: 141, hasan lighoirihi)

Tanya: Assalamu'alaikum ustadz ijin bertanya, baru-baru ini ada yang namanya leasing syariah, bukannya semua leasing itu riba ustadz? Bagaimana hukumnya leasing syariah ini ustadz?
Jawab: Leasing syariah yang telah melewati pengesahan Majelis Ulama Indonesia insya Allah sudah sesuai syariah. Istilah bank dulu juga identik riba, tapi bisa dibuat sesuai syariah. Jangan lihat istilahnya saja, tapi lihat konteks akad di dalam dokumen perjanjiannya. Leasing syariah biasanya memakai akad Ijarah Muntahiya bit Tamlik atau akad sewa yang berakhir dengan kepemilikan.

----------

TJ - G 6

Tanya: Assalamu'alaykum ustadz. Saya mau nanya. Saudara saya ada yang bekerja di perusahaan pembiayaan (leasing motor) yang ada sistem syariah dan ada yang tidak. Berarti dalam perusahaan itu ada sistim riba juga. Apa memang leasing syariah itu tidak ada ribanya ustadz. Yg katanya beda di akadnya ustadz dengan sistem leasing biasa.
Jawab: Iya ada. Sudah dijawab di salah satu jawaban di atas, akadnya beda. Doakan saja saudara bunda bisa mendapat kerjaan yang full syariah.

Tanya: Assalamualaikum ijin bertanya ustadz. Jika seseorang telah terlanjur membeli suatu barang secara riba (kredit), lalu bagaimana untuk membersihkannya dari riba? Afwan, tanya lagi ustadz. Jika seseorang menggadaikan barang di kantor pegadaian, ini riba kan ustadz? Lalu, bagaimana cara untuk membersihkan barang ini juga? Mohon penjelasannya. Syukron jawabannya ustadz.
Jawab: ini bs dijawab dengan jawaban G3, tambahan tentang pegadaian, saat ini ada pegadaian syariah, solusi dari pegadaian riba.

Tanya: Assalamualaikum Ustadz , mohon izin bertanya. Bagaimana jika kita sudah terlanjur mengambil pinjaman ke bank. Dengan bunga besar, sedang kan masa cicilan masih ada 2 tahun lagi? Jadi selama ini saya terjebak dalam riba. Mohon penjelasannya
Jawab: kalau sudah terlanjur lihatlah jawaban G3, amputasi, dst.

Tanya: Satu lagi ustadz, bagaimana cara menahan diri untuk membeli barang, dengan niat beli barang itu agar sama dengan punya teman kita. Mohon pencerahannya.
Jawab: kalau suka kepengenan barang, apalagi sampe kredit, apalagi kreditnya riba, lihatlah  panti asuhan, panti yatim, orang miskin di bawah jembatan, rumah sakit, dll. Perbanyak syukur atas apa yang kita punya, jangan perbanyak kepengen harta seperti teman kita.
Dlm hadits shahih, iri hanya boleh pada 2 hal; kepada yang pintar baca quran, sehingga ia sering tilawah siang dan malam, dan kepada yang banyak harta sehingga ia banyak sedekah kepada orang lain. Iri selain 2 hal itu; haram.

Tanya: Lalu ustadz, Kalau ikut adminareka perdana, spakah termasuk riba?
Karena kita mampunya nyicil.
Jawab: arminareka perdana saya kurang tahu. Yang pasti, hati-hati ikut MLM, dan tidak usah maksa untuk umrah dan haji. Berusaha sepantasnya. Haji wajib bagi yang mampu, yang tidak mampu, masih punya jalan lain yang banyak, untuk menuju surga. Kalau sampai maksa-maksa, berlebihan dalam usaha ke tanah suci, jangan-jangan niatnya tidak ikhlas, tapi karena ingin punya kebanggaan ke tanah suci, ingin titel, ingin jalan-jalan ke mekkah, ingin keren, dll. Bayar mahal-mahal tapi pahala 0 besar. Kasian atuh.



=========================

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official





Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Ketik Materi yang anda cari !!