KELUARGA SURGAWI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, April 2, 2018


Image result for keluarga surga
REKAP KAJIAN ONLINE HA UMMI G-6
Hari,Tgl: Senin, 05 Maret 2018
Materi: Keluarga Surgawi
Narasumber: Ustadzah Bunda Azzam
Waktu kajian: 08.00 -11.33 WIB
Notulen: Sasi
Editor : Sapta
ฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯ



KELUARGA SURGAWI

Bisakah kita seluruh keluarga besar kita berkumpul di surga-Nya? Mungkin pertanyaan itu sekaligus jadi visi akhirat kita, berkumpul dengan keluarga di surga. Allah ternyata sudah mengabarkan bahwa ada keluarga yang masuk surga dengan seluruh keluarga besarnya. Dengan kakeknya, orang tuanya, pasangan hidupnya dan anak cucunya.
Tidak hanya itu, mereka didoakan oleh para malaikat yang masuk dari semua pintu. "Selamat untuk kalian semua atas kesabaran kalian." Ya, kesabaran atas apa yang mereka lakukan di dunia. Sabar dalam ketaatan.  Sabar dalam menjauhi maksiat. Sabar dalam menerima ujian dan musibah.

Apa yang dilakukan oleh Keluarga Surgawi itu?
Allah jelaskan dalam QS: 13 : 20-22


Pertama, memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian 

Salah satunya janji ketika masih di alam ruh untuk menjadikan Allah satu-satunya Rabb yang wajib disembah.
(QS : 7:172)

"Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman), "bukankah AKU ini Tuhanmu?". Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi". (Kami lakukan yg demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan "Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini."


Kedua, memperbanyak silaturrahim

Manfaat Silaturrahim

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ( مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ ) .

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shalallahu alahi wa salam bersabda: "Barangsiapa yang ingin mudah (luas) rizkinya dan panjang umurnya hendaklah mempererat tali silaturahim."
(HR. Bukhori dan Muslim).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1.   Mengharapkan umur yang panjang dan rezeki yang banyak adalah sifat umum yang ada pada manusia.
2.   Islam tidak mematikan fitrah manusia akan tetapi mengarahkannya.
3.   Silaturrahim memberikan manfaat duniawi bagi pelakunya sebelum manfaat terbesar di akhirat kelak.
4.   Bolehnya memotivasi seseorang untuk melakukan suatu ibadah dengan menyebutkan manfaat duniawi yang akan didapatkannya.
5.   Diluaskan rizkinya, pertumbuhan, lapang, berkah dan juga bertambah rizqi dengan sebenarnya.
6.   Panjang umur diartikan sebagai:
-      Berkah umur, di mana seseorang yang senantiasa mendapatkan taufik di dalam keta'atan.
-      Senantiasa dikenang oleh orang walaupun setelah dia meninggal dunia, dengan demikian seakan-akan dia masih hadir bersama kita.
-      Diartikan makna hakiki di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan baginya takdir mu’allaq yaitu contohnya jika dia tidak bersilaturrahim maka umurnya hanya 50 tahun dan jika dia bersilaturrahim umurnya bisa sampai 60 tahun.


Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1.   Bertakwalah kalian kepada Allah dalam silaturahim.

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ
Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. (An-Nisa: 1).

2.   Silaturahim, berbuat baik kepada kaum kerabat dan sanak famili, salah satu syarat besok masuk surga bersama keluarga.

وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ
Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkannya. (Ar-Ra'd: 21).

3.   Panjang umur diartikan makna hakiki di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan baginya takdir mu’allaq yaitu contohnya jika dia tidak bersilaturrahim maka umurnya hanya 50 tahun dan jika dia bersilaturrahim umurnya bisa sampai 60 tahun.

Hal yang seperti ini telah diisyaratkan oleh Allah Azza wa Jalla dalam firman-Nya,

يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ
Allah menghapuskan apa jua yang dikehendakiNya dan Ia juga menetapkan apa jua yang dikehendakinya. Dan (ingatlah) pada sisiNya ada "Ibu segala suratan". (QS. Ar-Ra’ad ayat 39).


Ketiga, takut hanya kepada Allah 

Keluarga yang memiliki rasa takut pada adzab neraka. Kalimat اشفاق yang berarti takut kepada sesuatu hal menakutkan yang berada di depan mata. Berbeda dengan خوف yang konon artinya adalah takut terhadap sesuatu yang jauh.

Keluarga MUSYFIQIN, ketakutannya pada neraka seolah-olah neraka itu ada di depan mata. Ketakutan yang secara spontan akan membuat kita menjauh dari perbuatan-perbuatan yang mendekatkan pada neraka.

 قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ (26)
Peliharalah rasa takut itu. Rasa takut yang akan membuat kita terus beramal, rasa takut yang akan membuat kita terus mencari ilmu, karena ternyata yang paling takut kepada Allah diantara manusia adalah yang paling berilmu. Dengan ilmu kita akan tahu amal mana yang mendekatkanmu pada surga dan menjauhkanmu dari neraka.


Keempat, khawatir amal yang mereka lakukan tidak mencukupi untuk mendapatkan keridhoan Allah.

Mereka khawatir hisab mereka buruk. Sehingga bersemangat untuk terus menambah amal saleh.

(ONE DAY ONE HADITS, Rabu, 20 Desember 2017 M/ 2 Rabi'ul Akhir 1439 H)

Kebahagiaan dan Kesengsaraan Seseorang Hamba Tergantung Pada Amalan Terakhirnya

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
إنما الأعمال بالخواتيم (رواه البخاري).
Artinya: “Sesungguhnya amalan-amalan (seorang hamba) itu tergantung pada amalan-amalan penutupnya.” (HR. Imam Al-Bukhari).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

1.   Maksudnya, amalan terakhir seorang hamba yang menjadi penutup kehidupannya di dunia ini.
2.   Barangsiapa yang berpindah dari perbuatan buruk kepada perbuatan baik, maka ia dianggap sebagai orang yang bertaubat kepada Alloh. Dan barangsiapa yang berpindah dari keimanan menuju kekufuran, maka ia dianggap sebagai orang yang murtad.
3.   Sesungguhnya modal utama yang dimiliki seorang hamba di dunia ini adalah umurnya. Jika ia gunakan umurnya untuk berbuat baik dan taat kepada Alloh, niscaya ia akan meraih keuntungan yang besar dan keselamatan yang abadi di akhirat.
Namun jika ia gunakan masa hidupnya di dunia yang fana nan sebentar ini untuk berbuat dosa dan maksiat kepada Alloh, maka pasti ia akan mendapat kerugian yang besar serta merasakan kesengsaraan dan kebinasaan yang abadi di alam akhirat kelak.
4.   Oleh karena itu, orang yang pandai dan beruntung di dunia dan akhirat ialah siapa saja yang dapat mengekang dan menundukkan hawa nafsunya, serta membimbingnya untuk senantiasa memperbanyak amal sholih sebagai bekal perjalanan hidupnya menuju ke alam akhirat yang kekal nan abadi.
5.   Berdasarkan hadits di atas, marilah kita semua bersungguh-sungguh dalam melakukan amal-amal kebajikan dan ketaatan kepada Alloh, serta menjauhi segala perbuatan dosa dan maksiat hingga kematian menjemput kita.

Tema yang berkaitan dengan Al-Quran:

1.   Beruntung orang yang selalu mensucikan jiwanya dengan beramal sholeh dan rugi orang yang selalu mengotori jiwanya dengan berbuat dosa dan kesalahan.

(10) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
Artinya: “Sungguh telah beruntung orang yang mensucikan jiwanya. Dan sungguh telah merugi orang yang mengotori jiwanya.” (QS. Asy-Syamsi: 9-10).

2.   Marilah kita semua bersungguh-sungguh dalam melakukan amal-amal kebajikan dan ketaatan kepada Alloh, serta menjauhi segala perbuatan dosa dan maksiat hingga kematian menjemput kita.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
Artinya: “Beribadahlah engkau kepada Tuhan-Mu hingga datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr: 99).


Kelima, bersabar melakukan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi laranganNya 

Itu mereka lakukan semata-mata mengharap ridha-Nya.

"Sabar untuk tetap melakukan ketaatan pada Allah itu lebih tinggi kedudukannya daripada sabar atas musibah. Sebab sabar untuk tetap taat itu  'sabr ikhtiyar' (sabar pilihan), sedangkan sabar atas musibah itu 'sabr idhthirar'(sabar paksaan).(Ibnul Qayyim).

Sabar itu artinya kesanggupan mengendalikan diri.

Sabar itu ada 3:
1.   Sabar dalam ketaatan: teruslah taat, jangan bosan, jangan jenuh.
2.   Sabar dari hal yang dilarang: menahan diri dari hal yang dilarang Allah.
3.   Sabar atas takdir yang ditetapkan oleh Allah

Ada takdir yang bisa diubah dengan doa dan istighfar.
Jika Allah berkehendak maka tak ada yang bisa menghalangi
Doa itu memiliki kekuatan luar biasa. Kita dapat nikmat dan musibah itu sudah menjadi ketetapan Allah.
Kebanyakan manusia itu merasa di uji kalau sedang ditimpa musibah. Padahal ujian itu bisa berupa kesenangan dan kenikmatan.
Kalau kalian ingin di tolong oleh Allah, maka ingatlah Allah dalam keadaan senang, agar Allah mengingat dan menolongmu saat lagi susah.

Yang paling berat ujiannya adalah para nabi.
Nabi Ayyub diuji dengan sakit selama 18 tahun. Beliau bersabar.
Nabi Ibrahim diuji dengan istri yang mandul selama 40 tahun. Sebelum akhirnya punya anak. Dan akhirnya berjalan demikian jauh. Demi tugas mulia dari Allah.
Istri nabi Sulaeman ada 700 orang dengan selir 300 orang.
Sholat malam nabi itu 3 surat, 11 rokaat. Dhuhanya nabi itu sesanggup kekuatan yang diberikan oleh Allah.

Ujian itu sesuai dengan tingkat keimanan seseorang
Sungguh indah keadaan seorang muslim itu, jika ia dapat nikmat ia bersyukur dan itu baik bagimu. Dan ketika ia diuji maka ia bersabar dan itu baik bagimu.
Konsep kaya dalam islam adalah jika ada yang dimakan hari ini, tubuh sehat dan bisa ibadah. Meski enggak tau besok mau makan apa.
Jika melihat harta maka lihatlah yang dibawahmu. Jika melihat ilmu maka lihatlah ke atas.

Sabda nabi: Manusia itu jika diberi harta sebanyak 2 lembah maka pasti ia ingin lembah yang ke 3.

Beberapa tingkatan ketika orang mendapat ujian:

1.   Dia marah, ngomel dan tidak terima, ini keadaan yang dilarang. Saat ada yang meninggal boleh nangis yang enggak boleh itu meratap. (Menjambak, merobek, atau dengan hati dia enggak rela dengan kematian itu, atau mengatakan kenapa harus dia yang meninggal).

2.   Tingkatan di atas sabar itu adalah ridho. Kisah Ummu Sulaim. Suaminya Abu Tholhah. Anaknya meninggal. Dan Ummu Sulaim bilang pada keluarganya: "Jangan bilang pada suami ku tentang anakku kecuali aku." Saat suaminya datang dilayani dan dimasakin. Ketika suaminya tanya "Dimana anak kita?" Dijawab "Alhamdulillah dia dalam keadaan tenang lebih baik dari sebelumnya". Kemudian dia berkata pada suaminya: "Wahai suamiku, bagaimana menurutmu kalau ada yang titip barang kemudian diminta kembali sama yang punya?" "Itu harus dikembalikan karena bukan hak kita" "Begitu juga dengan anak kita, dia adalah titipan dari Rabb kita, dan Rabb kita telah memintanya." Abu Thalhah marah, dan nabi mendengarnya. Justru didoakan anak yang terlahir akan hafidz.

3.   Tingkatan ketiga adalah bersyukur ketika di uji. Dia menganggap bahwa ujian itu yang terbaik dari Allah.
Karena dia yakin jika dia di uji maka :
A. Dia akan dapat pahala.
B. Dia akan diangkat derajatnya.

Tanda orang bertakwa ada dalam Ali Imran:
1.   Mengendalikan diri.
2.   Memaafkan dia yang punya salah.
3.   Berbuat baik pada yang telah menyakiti kita.


Keenam, senantiasa melaksanakan sholat

Tidak hanya shalat wajib tapi juga mereka tambah dengan amalan shalat sunnah.

Dan mintalah pertolongan ( kepada ) Allah dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang  khusu’, ( yaitu ) orang-orang yang menyakini , bahwa mereka akan menemui Robb-nya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS Al Baqarah : 45-46).

Ibnul Qayim berkata: Ketahuilah, Sholat adalah penghubung antara manusia dengan اللهِ. Sejauhmana hubungan seorang hamba dengan اللهِ, sejauh dan sebanyak itu pula pintu-pintu Kebaikan akan terbuka untuknya, sejauh itu pula sebab-sebab Kejahatan akan tertutup darinya, sejauh itu pula aneka Pertolongan, Kebaikan, Kebahagiaan, Keberkahan harta, akan mendatanginya. Sesungguhnya, اللهِ hanya memberi Karunia kepada orang-orang yang layak menerimanya. (Ibnul Qayim al-Jauziyah).


Ketujuh, gemar berinfak
 
Baik mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi ataupun secara terang-terangan. Sedekah ialah sebuah pemberian. Segala apa yang kamu berikan dengan berdasarkan keikhlasan. Segala apa yang kamu berikan kepada yang sedang membutuhkan. Segala apa yang kamu berikan dalam berbagai bentukan. Termasuk kebaikan. Karena segala perbuatan baik adalah sedekah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, “Setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap hari selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah, berkata yang baik itu adalah sedekah, setiap langkah berjalan untuk shalat ke masjid adalah sedekah, dan menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sedekah itu ibarat air.
Kebaikan yang terus menerus kamu lakukan setiap hari, bagai air yang terus mengalir tanpa henti. Maka, jangan berhenti melakukan kebaikan. Karena kebaikan yang disertai dengan keikhlasan, akan berbuah menjadi sedekah.

Sedekah itu ibarat air.
Memberikan manfaat ke setiap cabang yang ia lewati. Membuat subur tanah dan tumbuhan yang ia aliri. Begitu pula dengan sedekah yang kamu beri. Meringankan untuk mereka yang hidupnya sedang terbebani. Menghibur untuk mereka yang hatinya sedang terlukai. Karena hidup ini kita tidak sendiri.

Sedekah itu ibarat air.
Tiap sedekah yang kamu beri, dapat menghapuskan dosa yang ada di diri ini bak air memadamkan api.

Maka, bersedekahlah setiap hari. Bukan hanya ukuran harta, melainkan kebaikan yang kita beri. Senyuman untuk mengawali hari. Ingat Allah sering kali. Ucapkan hanya yang baik dan tulus dari hati. Serta giatkan diri dengan kontribusi.

Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air dapat memadamkan api. (HR. Tirmidzi).


Kedelapan, menolak kejahatan dengan kebaikan

Jika orang menyakitinya ia balas dengan kebaikan.  Sebagaimana Rosul yang mulia, ketika berhijrah ke Thaif,  mendapat lemparan batu dan hinaan dari penduduk Tha'if. Beliau memaafkan dan mendoakan kebaikan untuk mereka. Padahal kalau beliau mau membalas, malaikat sudah menawarkan ditimpakan sebuah gunung kepada mereka.

Siapa yang ingin keburukannya dibalas oleh Allah dengan kebaikan, hendaknya ia juga membalas keburukan orang lain dengan kebaikan. Dan siapa yang mengetahui bahwa dosa dan keburukan itu pasti ada pada diri manusia, ia tidak terkejut dengan sikap buruk orang kepadanya.” (Miftah Darus Sa’adah, 11292).

Firman Allâh Azza wa Jalla tatkala memuji Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur. (al-Qalam: 4).

Juga sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Pergaulilah manusia dengan akhlak mulia. (HR. at-Tirmidzi no. 1987 dari Abu Dzar, dan beliau menilai hadits ini hasan shahih).


APA ITU AKHLAK MULIA?

Banyak definisi yang disampaikan Ulama. Definisi yang cukup mewakili adalah:

بَذْلُ النَّدَى وَكَفُّ الْأَذَى وَاحْتِمَالُ الْأَذَى
Akhlak mulia adalah berbuat baik kepada orang lain, menghindari sesuatu yang menyakitinya dan menahan diri ketika disakiti [1].

Dari definisi di atas kita bisa membagi akhlak mulia menjadi tiga macam:
1.   Melakukan kebaikan kepada orang lain. Contohnya: berkata jujur, membantu orang lain, bermuka manis dan lain sebagainya.
2.   Menghindari sesuatu yang menyakiti orang lain. Contohnya: tidak mencela, tidak berkhianat, tidak berdusta dan yang semisal.
3.   Menahan diri tatkala disakiti. Contohnya: tidak membalas keburukan dengan keburukan serupa.

Inilah yang dilakukan oleh keluarga surgawi.  Keluarga yang Allah akan kumpulkan di surga 'Adn. Yang dalam tafsir At-Thabari disebut sebagai tempat yang Allah istimewakan untuk hambaNya yang Dia kehendaki. 

Semoga keluarga kita termasuk keluarga surgawi.  Aamiin.

*By Azizah bunda azzam
Dari berbagai sumber.


ฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯ


TANYA JAWAB


1.   Assalamualaikum nda Azzam, izin bertanya.
A. Ada seorang sahabat saya semasa SMA, kemarin bercerita, dia bekerja banting tulang untuk keluarganya, sementara suami mager (males gerak), memang sih suami nya pelatih renang tapi penghasilan sangat minim untuk mereka jadi selama ini kehidupan mereka ditanggung sang istri termasuk biaya sekolah anak. Menurut Islam apa ini boleh? Lalu suami susah sekali untuk diajak beribadah bahkan untuk shalat susah sekali, sementara pendidikan agama yang keras buat kedua putra mereka didapat dari ibunya, saat sang anak mengajak ayah nya ke mesjid, beliau menolak alasan macam-macam. Alhamdulillah kedua putranya tiap waktu shalat selalu di mesjid. Nah bagaimana menggerakkan hati suami yang keras itu agar bisa beribadah dengan baik? Apa boleh sang istri menolak disentuh suami karena alasan istri kesal karena sang suami susah diajak beribadah. Mohon penjelasannya.
B. Kemarin teman saya bilang dia nyaris menyerah dan ingin cerai karena ini berjalan sudah nyaris 13 tahun pernikahan, apa boleh istri menuntut cerai?
Jawab:
A. Saya istighfar membacanya. Sungguh fenomena seperti ini banyak kita temui di tengah masyarakat kita. Betapa kita makin sadar bahwa penting membekali anak-anak laki-laki kita tentang tanggung jawab menjadi qawwam. Memimpin itu tidak mudah. Ada pertanggungjawaban yang berat yang harus ia tanggung jika ia melalaikan sebagai suami dan bapak. Serta sebagai saudara laki-laki dan anak laki-laki bagi orangtuanya. Jika kondisi seperti itu, terus ingatkan dengan cara yang ahsan, support dengan ikhtiar, banyak didoakan. Apakah boleh menolak disentuh itu boleh? Selama status sebagai istri tetap wajib memenuhi kewajiban sebagaimana yang Allah tugaskan.
B. Allah menuntunkan syariat pernikahan bukan dalam rangka saling menzhalimi. Maka ketika salah satu tersakiti, dan itu sudah diupayakan dengan berbagai cara maka cobalah bicara dengan keluarga besar jika ingin bubar jalan. Dan pikirkan apakah dengan divorce itu baik untuk mental anak-anak, dan keadaan akan menjadi lebih baik dari sebelumnya?
Jika anaknya wanita, ketika ingin menikah tidakkah akan ditanya kenapa bapak ibunya cerai? Sanggupkah si anak tidak mengumbar aib keluarga?


2. Assalaamualaikum, Bunda ingin bertanya mengenai silaturahim hanya melalui media sosial karena terpisah jarak jauh, apakah juga termasuk silaturahim sesuai sunnah? Mohon bimbingannya.
Jawab:
Silaturrahim selayaknya bertemu fisik ya, bisa saling bersitatap, mendengar, makan bareng dan cerita bareng. Jika jarak tak memungkinkn sekarang bisa video call ya, dan itu tidak menghilangkan niat untuk menjaga hubungan tetap hangat dan dekat. Berkala bisa saling kasih kabar sedang apa, dimana, kenapa dan lain-lain itu bisa menjadi media untuk saling tau keadaan masing-masing. Yang terpenting jangan terputus di doa. Karena hati yang diikat Allah akan menjadi indah.


3. Bunda izin bertanya.
Bagaimanakah cara tetap menjaga silaturahmi dengan saudara sementara dia seperti menolak mengakui kita adalah saudaranya. Sudah coba mengirim makanan, malah dibuang. Disapa, melengos (buang muka). Namun ketika saya ditinggal almarhum, tiba-tiba beliau hadir namun hanya ingin memperkeruh suasana yang ujung-ujungnya minta pembagian harta. Maaf curcol (curhat colongan).
Jawab:
Carilah sesepuh yang bisa menasehati dia, biar dia tau bagaimana kedudukan dia terhadap waris. Masalah waris itu bukan sepele, harus yang benar-benar berhak menerima yang dapat.


4. Bunda tanya lagi, soal warisan.
Bila suami wafat,  meninggalkan tiga anak laki-laki kan hak waris suami jatuh ke anak-anaknya ya? Posisi suami anak laki-laki satu-satunya dari 6 bersaudara. Nah apa boleh ibu mertua (ibu dari alm. suami) menjual harta peninggalan dari alm. suaminya tanpa memberi tahu cucu-cucunya (secara mereka punya hak waris dari alm. ayah mereka), sawah lqngsung jual dan anak-anak ditodong tanda tangan. Kalau secara hukum sih emang cacat hukum tapi secara hukum Islam bagaimana, nda? Rasanya mereka tidak sopan. Mohon pencerahannnya.
Jawab:
Punten bunda ini di luar tema ya. Dan masalah waris itu perlu ilmu khusus. Tolong bisa tanya ke yang ahli. Saya khawatir salah.


5. Assalamu'alaykum bunda. Izin bertanya.
Saya baru mulai berhijrah dan insyaa Allah inginnya istiqomah terus dan ingin mengajak anak dan suami bersama-sama. Tapi kadang keadaan enggak sesuai dengan yang kita mau, anak-anak insyaa Allah emang saya didik dengan ajaran islam dari kecil. Walau kadang tanpa dukungan suami. Bagaimana bunda, supaya kuat dalam berhijrah, biar bisa bawa keluarga saya menjadi keluarga surgawi.
Jawab:
Alhamdulillah. Semoga tetap semangat menjadikan hari-hari lebih istiqomah.
Anak-anak akan mencontoh yang terdekat, beri pemahaman yang benar tentang Islam tanpa harus menjatuhkan sang qawwam, di sisi lain teruslah berusaha mengingatkan dan mengajak pada kebaikan. Tak ada doa yang tertolak jika kita yakin akan dikabulkan. Maka mintalah dengan sungguh-sungguh agar sang imam bisa berbalik hatinya dan mudah disentuh dengan dienullah.
Teruslah menjadi istri seperti Asiyah yang tetap menjalankan perannya sbg istri fir'aun. Ia lebih takut pada Rabb-nya. Teruslah menjadi seperti ibunda Isa yang teguh menjaga iman anaknya, meski ia tak berayah.
Keep spirit, Allahu ma'ana. Selama ada Allah maka yakinlah akan ada jalan keluar nya.



~~~~~~~~~~~

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis :

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Ketik Materi yang anda cari !!