Home » , , » Kenapa Laki-laki Tidak Peka

Kenapa Laki-laki Tidak Peka

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, April 18, 2018


Image result for suami yang tidak peka terhadap istri
Rekapitulasi Kajian Online HA Ummi G3, G2
Hari/Tgl: Senin, 2, 26 Maret 2017
Materi: Kenapa Laki-Laki Tidak Peka
NaraSumber: Ustadz Cipto
Waktu    : Ba'da Ashar
Editor: Sapta
======================



بسم الله الرحمن الرحيم

Sebagai pembukaan mari simak Firman Allah dalam Qur'an Surat
An-Nisa' 4:1

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءًۚ وَٱتَّقُوا ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Indonesian - Bahasa
Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.

Indonesian - Tafsir Jalalayn
(Hai manusia) penduduk Mekah (bertakwalah kamu kepada Tuhanmu) artinya takutlah akan siksa-Nya dengan jalan menaati-Nya (yang telah menciptakan kamu dari satu diri) yakni Adam (dan menciptakan daripadanya istrinya) yaitu Hawa; dibaca panjang; dari salah satu tulang rusuknya yang kiri (lalu mengembangbiakkan) menyebarluaskan (dari kedua mereka itu) dari Adam dan Hawa (laki-laki yang banyak dan wanita) yang tidak sedikit jumlahnya. (Dan bertakwalah kepada Allah yang kamu saling meminta) terdapat idgam ta pada sin sedangkan menurut satu qiraat dengan takhfif yaitu membuangnya sehingga menjadi tas-aluuna (dengan nama-Nya) yang sebagian kamu mengatakan kepada sebagian lainnya, "Saya meminta kepadamu dengan nama Allah," (dan) jagalah pula (hubungan silaturahmi) jangan sampai terputus. Menurut satu qiraat dibaca dengan kasrah diathafkan kepada dhamir yang terdapat pada bihi. Mereka juga biasa saling bersumpah dengan hubungan rahim. (Sesungguhnya Allah selalu mengawasi kamu) menjaga perbuatanmu dan memberi balasan terhadapnya. Maka sifat mengawasi selalu melekat dan terdapat pada Allah swt. Ayat berikut diturunkan mengenai seorang anak yatim yang meminta hartanya kepada walinya tetapi ia tidak mau memberikannya.

Juga dalam firmanNya yang lain dalam Quran Surat An-Nisa' 4:34 berikut:

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَٰلِهِمْۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًاۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Indonesian - Bahasa
Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar.

Indonesian - Tafsir Jalalayn
(Kaum lelaki menjadi pemimpin) artinya mempunyai kekuasaan (terhadap kaum wanita) dan berkewajiban mendidik dan membimbing mereka (oleh karena Allah telah melebihkan sebagian kamu atas lainnya) yaitu kekuasaan dan sebagainya (dan juga karena mereka telah menafkahkan) atas mereka (harta mereka. Maka wanita-wanita yang saleh ialah yang taat) kepada suami mereka (lagi memelihara diri di balik belakang)) artinya menjaga kehormatan mereka dan lain-lain sepeninggal suami (karena Allah telah memelihara mereka) sebagaimana dipesankan-Nya kepada pihak suami itu. (Dan wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyus) artinya pembangkangan mereka terhadap kamu misalnya dengan adanya ciri-ciri atau gejala-gejalanya (maka nasihatilah mereka itu) dan ingatkan supaya mereka takut kepada Allah (dan berpisahlah dengan mereka di atas tempat tidur) maksudnya memisahkan kamu tidur ke ranjang lain jika mereka memperlihatkan pembangkangan (dan pukullah mereka) yakni pukullah yang tidak melukai jika mereka masih belum sadar (kemudian jika mereka telah menaatimu) mengenai apa yang kamu kehendaki (maka janganlah kamu mencari gara-gara atas mereka) maksudnya mencari-cari jalan untuk memukul mereka secara aniaya. (Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar) karena itu takutlah kamu akan hukuman-Nya jika kamu menganiaya mereka.

Dari keterangan 2 ayat di Atas beserta tafsir jelas bahwa memang manusia diciptakan berpasangan dan berbeda, Allah menciptakan laki-laki dengan kelebihan dengan maksud ada tanggungan atau tanggung jawab lebih yg harus dipikul di pundaknya.

☀☀☀

Perbedaan mendasar sebenarnya diciptakan Oleh Allah untuk saling mengisi dan melengkapi. Namun dalam interaksinya memang ada hal yg mendasar yg sering dirasakan sering menjadi kendala dan masalah. Sering di bilang kaum lelaki tidak peka. Para peneliti dan psikolog sering menyatakan memang secara mendasar ada kesan ketidakpekaan baik dari sisi pandang lelaki maupun sisi pandang perempuan, maka itu persepsi sering menjadi berbeda dan dianggap ketidak pekaan, karena itu tafahum perlu dilakukan. Tafahum atas bagaimana masing-masing jenis manusia baik lelaki maupun perempuan itu bekerja.

ini sedikit artikel lagi sebagai bahan

Solusi bersama

Mudahan dengan mengerti sifat dasar laki-laki ini wanita bisa lebih bijaksana menyikapi dan laki-laki juga lebih bijaksana memperbaiki dan begitu juga sebaliknya. Solusi dari itu semua adalah komunikasi dan keterbukaan. Dalam hal ini laki-laki lebih banyak memegang kunci, karena laki-laki lebih diberi ketenangan dengan kecuekannya dalam menghadapi permasalahan. Laki-laki yang lebih dulu mengajak untuk bermusyawarah kecil. Musyawarahkanlah apa yang diinginkan suami dan apa yang diinginkan istri dan apa yang diperlu sama-sama diperbaiki serta apa-apa yang masih bisa ditolerir dan mentok sudah tidak bisa ditolerir lagi. Allah Ta’ala berfirman,

وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakal kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya” [Ali-Imran : 159]

Dan merupakan kebiasan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bermusyawarah dengan istri beliau, saling curhat dan bertukar pikiran. Kita lihat contoh ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendapatkan wahyu pertama kali dan pulang ke rumah istri beliau khadijah radhiallahu ‘anha dengan hati yang bergetar bercampur rasa takut, kemudian beliau meminta diselimuti dan berkata,

لَقَدْ خَشِيْتُ عَلَى نَفْسِيْ

“Sungguh aku mengkhawatirkan diriku (akan binasa).”

Khadijah radhiallahu ‘anha pun menghibur suaminya,

كَلاَّ وَاللهِ، مَا يُخْزِيْكَ اللهُ أَبَدًا، إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ، وَتَحْمِلُ الْكَلَّ، وَتَكْسِبُ الْـمَعْدُوْمَ، وَتَقْرِي الضَّيْفَ، وَتُعِيْنُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ

“Tidak demi Allah! Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Engkau seorang yang menyambung silaturahim, menanggung orang yang lemah, memberi kecukupan/kemanfaatan pada orang yang tidak berpunya, suka menjamu tamu, dan menolong kejadian yang haq.”[1]


Imam Nawawi rahimahullahu menjelaskan perkataan Khadijah yang sangat menghibur suaminya,

(قال العلماء رضي الله عنهم معنى كلام خديجة رضي الله عنها إنك لا يصيبك مكروه لما جعل الله فيك من مكارم الأخلاق وكرم الشمائل

“Para ulama radhiallahu ‘anhum berkata, “Makna dari ucapan Khadijah radhiallahu ‘anha ini adalah engkau tidak akan ditimpa perkara yang jelek /tidak disukai karena Allah menjadikan pada dirimu akhlak yang mulia dan perangai yang utama.”[2]

Begitu juga curhat beliau kepada kepada Ummu Salamah radhiallahu ‘anha  mengenai para Sahabat yang belum mau menyembelih hewan kurban dan mencukur rambut ketika mereka tidak jadi melakukan haji tahun tersebut karena perjanjian dengan musyrikin Mekkah. Kemudian istrinya berkata,

يَا نَبِيَّ اللهِ، أَتُحِبُّ ذلِكَ؟ اُخْرُجْ، ثُمَّ لاَ تُكَلِّمْ أَحَدًا مِنْهُمْ حَتَّى تَنْحَرَ بُدْنَكَ، وَتَدْعُو حَالِقَكَ فَيحْلِقَكَ

“Wahai Nabiullah! Apakah engkau ingin mereka melakukan apa yang engkau perintahkan? Keluarlah, lalu jangan engkau mengajak bicara seorang pun dari mereka hingga engkau menyembelih sembelihanmu dan engkau memanggil tukang cukurmu lalu ia mencukur rambutmu.”[3]

=============

TANYA JAWAB


TJ - G3

Tanya: Pengertian dan cirri-ciri nusyus apa ya pak ustadz? Perilaku yang seperti apa yang disebut nusyus?
Jawab: Sederhananya Nusyus itu durhaka atau ketidakmenurutan. Berikut diantaranya tanda-tanda istri yang durhaka kepada suami antara lain adalah sebagai berikut:

1. Keluar Rumah Tanpa Ijin Suami
Seorang istri juga tidak boleh keluar rumah kecuali dengan izin suami. Karena tempat asal wanita itu di rumah. Sebagaimana firman Allah, “Dan tinggal-lah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian.” (QS. Al Ahzab [33]:
33)
Ibnu Katsir berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa wanita tidak boleh keluar rumah kecuali ada kebutuhan.” (Tafsir Al Quran Al Adzim 6/408). Dengan demikian, wanita tidak boleh keluar rumah melainkan untuk urusan yang penting atau termasuk kebutuhan seperti memasak dan lain-lain. Jika bukan urusan tersebut, maka seorang istri tidak boleh keluar rumah melainkan dengan izin suaminya.
Syaikhul Islam berkata, “Tidak halal bagi seorang wanita keluar rumah tanpa izin suaminya, jika ia keluar rumah tanpa izin suaminya, berarti ia telah berbuat nusyuz (durhaka), bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta layak mendapat hukuman.” Seperti yang dilansir dari muslim.or.id

2. Menolak Ajakan Suami Untuk Hubungan Intim
Bagaimana jika istri mampu untuk melayani suami, namun saat suami meminta, istri menolak untuk hubungan intim?
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Jika seorang pria mengajak istrinya ke ranjang (baca: untuk berhubungan intim), lantas si istri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu Shubuh” (HR. Bukhari no. 5193 dan Muslim no. 1436).
Kalau tekstual hadits, yang dimaksud adalah ajakan untuk hubungan intim di malam hari karena faktor pendorong untuk berhubungan intim di malam hari lebih besar. Namun ini bukan sama sekali menunjukkan bahwa berhubungan intim di siang hari itu tidak boleh.
Makna hadits katab Imam Nawawi adalah laknat (dari para malaikat) akan terus ada sampai terbit fajar, suami memaafkan, istri tersebut bertaubat atau ia mau melayani suaminya. (Syarh Shahih Muslim, 10: 10)
Akan tetapi, jika istri ada halangan, seperti sakit atau kecapekan, maka itu termasuk uzur dan suami harus memaklumi hal ini. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Ini adalah dalil haramnya wanita enggan mendatangi ranjang jika tidak ada uzur. Termasuk haid bukanlah uzur karena suami masih bisa menikmati istri di atas kemaluannya.”(rumaysho.com).

3. Banyak Keluhan Dan Berkeluh Kesah
Istri yang selalu merasa tak cukup, apa yang diberikan oleh suami dirasakannya semua tak cukup. Diberi rumah tak cukup, diberi kendaraan motor mobil tidak merasa cukup, dan lainnya. Tak ridha dengan pembelaan dan aturan yang diberikan suami.
Hanya ingin memenuhi kehendak nafsu saja, tanpa memperhatikan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami. Bukannya hendak menolong suami, apa yang suami beri pun tak pernah puas. Ada saja yang tak cukup.

4. Istri Bicara Bersikap Kasar Hingga Melukai Perasaan Suami
Rasulullah Muhammad SAW bersabda yang artinya : "Barangsiapa (di antara wanita yang meninggal dunia dan ketika itu suaminya ridho kepadanya, maka wanita itu akan masuk surga." (HR. Ibnu Majah dan Tirmizi).


Ciri-Ciri Tanda Istri Yang Durhaka
Tanda-tanda bentuk kedurhakaan istri terhadap suami antara lain juga bisa berupa hal-hal sebagai berikut :

·         Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
·         Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah.
·         Lalai dalam melayani suami.
·         Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya.
·         Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya.
·         Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
·         Berhias ketika suaminya tidak disampingnya.
·         Bermuka masam terhadap suami. Sabda Rasulullah SAW:"Siapa saja perempuan yang bermuka masam di hadapan suaminya berarti ia dalam kemurkaan Allah sampai ia senyum kepada suaminya atau ia meminta keredhaannya."
Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri pada suami seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.


Tanya: Ijin bertanya ustadz. Apakah ketertutupan suami yang bisa bikin istri bingung merupakan kodrat yang ditakdirkan Allah?
Jawab: bisa jadi itulah yang harus di buka dengan komunikasi klo suaminya tidak dominan sebaliknya istri yang dominan. Kata kunci yang harus terbangun adalah adanya kesefahaman ini yang penting terbangun jadi ketika ada dominasi yang namanya egois harus dikikis dulu, caranya dengan komunikasi. Yang awal harus dilakukan bersabar dan bersyukur atas kondisi suami lalu berusaha melakukan komunikasi dan membangun kesefahaman dan kesepakatan lalu berkomitmenlah dengannya.


Tanya: Mau bertanya ustadz. Jadi bagaimana menghadapi suami yang tidak peka ustadz?
Jawab: hadapi dengan sabar dan ikhlas. Sebenarnya mungkin suaminya bukan tidak peka tidak tahu bagaimana untuk berbuat yang benar terhadap istri kadang suami memamahi istrinya dengan cara lelaki dan itu yang tidak dimengerti oleh istri. Jadi, "Wanita adalah mahluk yang ingin dimengerti tapi untuk dapat dimengerti haruslah mau memahami". Catet ya.


Tanya: Bagaimana cara kita menghadapi suami yang punya sifat tertutup? Apakah ada amalan do'a biar suami tidak lagi bersifat tertutup ya ustadz?
Jawab: efektif communication harus banyak belajar tentang itu bunda. Kalau doa harus terus dilakukan. Ketertutupan akan bisa dihadapi dengan keterbukaan jadi terbukalah dengan suami.


Tanya: Pertanyaannya:
a. Jika ada suami waktu diajak musyawarah sama istrinya, istrinya punya pendapat yang beda tapi sikap suami langsung marah, bagimana istri menanggapinya ustadz?
b. Ketika suami marah lalu mengucapkan kata-kata, "mulai sekarang cari uang sendiri,jangan minta saya", apakah itu termasuk talak? bagaimana seharusnya sikap istri?
Jawab:
a. Cara ngajaknya salah kali, tidak semua laki-laki itu sabar ya, laki-laki itu secara umum tipenya pemikir hingga ketika hendak meminta atau menyampaikan sesuatu harus masuk logikanya dulu barulah bisa jalan. Belajar sama ummu sulaim ya bunda sekalian ini ada artikel tentang ummu sulaim: https://muslim.or.id/18966-kisah-menakjubkan-ummu-sulaim-saat-ditinggal-mati-anaknya.html
b. Tidak sih, ini salah satu bentuk pengajaran. "taklukan suami mu dengan ketundukanmu tanpa syarat kecuali engkau diminta mempersekutukanNya"


Tanya: Ustadz Cipto izin tanya, sebenarnya tidak peka dan tidak bertanggung jawab itu apa bedanya? Karena keduanya itu sama sama tidak pedulikan? Apa hukumnya bagi suami yang tidak peka? Maaf.
Jawab: beda tipis (he..he....) gak peka ngak berarti gak bertanggung jawab loh. Nah kalau gak tanggung jawab mesti ngak peka. Ketidakpekaan lebih ke sense atas pemahaman perspektif orang lain sedangkan tidak tanggung jawab lebih ketidakfahaman akan kewajiban atas dirinya. Tidak peka sih hukumnya tidak seberat tidak tanggung jawab, kalau tidak tanggung jawab dosa karena lebih ke adanya kewajiban sedangkan kepekaan lebih ketidak adanya perasaan.


Tanya: Ustadz bagaimana cirri-ciri seorang istri yang tidak bersyukur terhadap suami, kalau tidak salah itu penyebab wanita masuk neraka ya ustad? Lalu apakah bisa dikatakan tidak bersyukur kalau suami sendiri pemahaman agamanya kurang sehingga sering terjadi perselisihan/istri melawan suami.
Jawab: cirinya silahkan di googling he..he... zaman now banget dah... ciri paling mendasar adalah sering terjadinya nusyus... terutama ketika istri mulai sering membantah suami padahal yang diminta suami adalah koridor kebaikan atau ibadah.
Nah ini ladang amal sholeh bunda kalau suaminya kurang tapi sadar atau tidak kekurangan suami tidak jauh lah, kalau pake ukuran matematisnya jika istri punya hafalan 2 juz sebenarnya setara dengan 1 juz hafalan suami (logika dari mana pula ini) sebagaimana dalam annisa : 34 ya bahwa lelaki diberikan keutaman kelebihan. Nah makanya ana juga sampaikan ini adalah ladang amal sholeh bunda sekalian, kejar terus ilmu keagamaan bunda agar efeknya juga akan sampai ke suami. Tapi jangan sampai menjadi berbantah-bantahan dalil kalau sudah punya ilmu. Kembali ke kunci sukses hubungan suami istri adalah adanya komunikasi dan komitmen bersama.


Tanya: Assalamu'alaikum pak ustadz. Seringkali saat saya dan suami sleg, karena sikap cuek dan tidak perhatiannya. Saat saya sedih, menangis dan sendirian itu saya mikir apa cerai aja. Anak-anak biar sama saya, mungkin enak kalau pisah, saya fokus sama anak-anak dan tidak akan ada konflik-konflik lagi. Berdosakah saya punya keinginan seperti itu ustadz? Termasuk jatuh talak tidak ustadz? Bagaimana caranya biar saya kuat menghadapi suami yang tidak peka pak ustadz?
Jawab: hmmh.... ini kadar tafahumnya belum sampai atau bisa jadi usia pernikahannya masih baru ataupun usia pernikahannya sudah lama tapi belum juga terbangun kesefahaman. Kalau karena cuma suami tidak peka saja terus minta cerai (cemen amat bahasa anak muda mah). Mari belajar sama bunda asiah istri dari firaun yang beliau beriman namun suaminya sangat ekstrem kafirnya. Nah kalau cuek doang mah masak mau cerai. Bunda sekalian lets change it, pake rumus 3 Mnya aa gym aja.
Keep husnudzhon billah, suami yang sekarang menjadi pendamping bunda sebenernya tidak jauh dari sebagaimana bunda sekalian ~ silahkan buka QS an Nuur:3
Sikap suami terkadang bagaimana sikap kita, karena suami dan istri merupakan cerminan dan juga pakaian yang fungsinya saling menutupi, meski beberapa kasus ada yang ekstreem seperti bunda asiah tadi. Jadi mempertahankan keluarga akan lebih utama dan pahala kesabaran bunda menghadapinya ada keutamaan tersendiri. Sekali lagi ana juga ingin sampaikan urgensi kemampuan komunikasi. Sering kali perceraian terjadi karena masalah komunikasi, memang tidak semua lelaki adalah orang yang suka komunikasi. Jadi yuuk open communication and be efective communicant.


Tanya: Kadang istrinya bawel suaminya pendiam. Begitu sebaliknya. Hukum alam ya ustadz. Biar salingg melengkapi ?
Jawab: yup meski tidak mesti ya, tapi begitulah Allah menciptakan pasangan kita maka BE POSSITIVE and ALWAYS POSSITIVE itu kuncinya HUSNUDZHON BILLAH


*******

TJ - G2


Tanya: afwan ustadz ijin bertanya, menikah berdasarkan cinta itu rasanya berubah setelah mnjalani pernikahan tahun ke 2 dan seterusnya. Bagaimana cara komunikasi yang baik kepada pasangan agar berasa honeymoon ustadz?
Jawab: Pake rukun ukhuwah (Fase taaruf, Fase tafahum, Fase takaful). Atau sesuai dengan doanya mencari sakinah mawaddah warahmah. Ini juga adalah fase sesuai usia pernikahan. Karena itu sejak awal bangun komunikasi dan komitmen bersama penting, termasuk honeymoon adalah moment awal yg hrs terus berlanjut, tapi yang paling penting adalah komitmen dan komunikasi. Tafahum itu adalah memahami bagaimana gaya kerja lelaki dan perempuan bekerja, atau apa faktor yang mempengaruhinya, yg mendasar adalah komunikasi dengan lelaki perlu mengedepankan logika.


Tanya: Kalau seperti amalan-amalan sunnah itu juga jika ingin disampaikan ke suami harus menyertakan dalilnya?
Jawab: Kita belajar ke ummu sulaim (rumaisha/rumaisho)
Dalam riwayat Muslim disebutkan,

عَنْ أَنَسٍ قَالَ مَاتَ ابْنٌ لأَبِى طَلْحَةَ مِنْ أُمِّ سُلَيْمٍ فَقَالَتْ لأَهْلِهَا لاَ تُحَدِّثُوا أَبَا طَلْحَةَ بِابْنِهِ حَتَّى أَكُونَ أَنَا أُحَدِّثُهُ – قَالَ – فَجَاءَ فَقَرَّبَتْ إِلَيْهِ عَشَاءً فَأَكَلَ وَشَرِبَ – فَقَالَ – ثُمَّ تَصَنَّعَتْ لَهُ أَحْسَنَ مَا كَانَ تَصَنَّعُ قَبْلَ ذَلِكَ فَوَقَعَ بِهَا فَلَمَّا رَأَتْ أَنَّهُ قَدْ شَبِعَ وَأَصَابَ مِنْهَا قَالَتْ يَا أَبَا طَلْحَةَ أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ قَوْمًا أَعَارُوا عَارِيَتَهُمْ أَهْلَ بَيْتٍ فَطَلَبُوا عَارِيَتَهُمْ أَلَهُمْ أَنْ يَمْنَعُوهُمْ قَالَ لاَ. قَالَتْ فَاحْتَسِبِ ابْنَكَ. قَالَ فَغَضِبَ وَقَالَ تَرَكْتِنِى حَتَّى تَلَطَّخْتُ ثُمَّ أَخْبَرْتِنِى بِابْنِى. فَانْطَلَقَ حَتَّى أَتَى رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَخْبَرَهُ بِمَا كَانَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « بَارَكَ اللَّهُ لَكُمَا فِى غَابِرِ لَيْلَتِكُمَا ». قَالَ فَحَمَلَتْ

Dari Anas, ia berkata mengenai putera dari Abu Tholhah dari istrinya Ummu Sulaim. Ummu Sulaim berkata pada keluarganya, “Jangan beritahu Abu Tholhah tentang anaknya sampai aku yang memberitahukan padanya.” Diceritakan bahwa ketika Abu Tholhah pulang, istrinya Ummu Sulaim kemudian menawarkan padanya makan malam. Suaminya pun menyantap dan meminumnya. Kemudian Ummu Sulaim berdandan cantik yang belum pernah ia berdandan secantik itu. Suaminya pun menyetubuhi Ummu Sulaim. Ketika Ummu Sulaim melihat suaminya telah puas dan telah menyetubuhi dirinya, ia pun berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada suatu kaum meminjamkan sesuatu kepada salah satu keluarga, lalu mereka meminta pinjaman mereka lagi, apakah tidak dibolehkan untuk diambil?” Abu Tholhah menjawab, “Tidak.” Ummu Sulaim, “Bersabarlah dan berusaha raih pahala karena kematian puteramu.” Abu Tholhah lalu marah kemudian berkata, “Engkau biarkan aku tidak mengetahui hal itu hinggga aku berlumuran janabah, lalu engkau kabari tentang kematian anakku?” Abu Tholhah pun bergegas ke tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengabarkan apa yang terjadi pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mendo’akan, “Semoga Allah memberkahi kalian berdua dalam malam kalian itu.” Akhirnya, Ummu Sulaim pun hamil lagi.  (HR. Muslim no. 2144).

Bagian ini menarik bahwa bagaimana untuk berkomunikasi dengan suami adalah dengan memenuhi kebutuhannya terlebih dahulu, sebuah contoh pengorbanan perempuan yang patut dicontoh. Prinsipnya setelah tenang sih, nah ini juga bbrp ketidakfahaman suami terhadap kebutuhan istri, khan dalam koridor saling, jadi semua pihak harus partisipasi aktif karena itu komunikasi menjadi penting.


Tanya: Bismillah izin bertanya ustadz. Afwan, laki-laki itu kan pemimpin bagi keluarganya. Disini ada dilema ustadz, dimana ilmu Din dari wanita ini lebih baik/banyak daripada calon suaminya. Dari sini, pihak keluarga wanita tidak setuju bila pernikahan tersebut terjadi, akan tetapi sejoli ini tetap dengan niat mereka untuk membina sebuah rumah tangga. Ahsannya, menurut ustadz/syar'inya apa yang sebaiknya dilakukan/diputuskan oleh kedua belah pihak yang saling berselisih ini ustadz?
Jawab: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

ﺇﺫﺍ ﺟﺎﺀﻛﻢ ﻣﻦ ﺗﺮﺿﻮﻥ ﺩﻳﻨﻪ ﻭﺧﻠﻘﻪ ﻓﺰﻭﺟﻮﻩ ﺇﻻ ﺗﻔﻌﻠﻮﻩ ﺗﻜﻦ ﻓﺘﻨﺔ
ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻭﻓﺴﺎﺩ ﻛﺒﻴﺮ

“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian, ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi).

Meski hadist ini dhoif tapi cukup menarik untuk menjadi perhatian, dan menurut ayat QS Annisa:34. Laki-laki itu diberi kelebihan dan diketerangan lain tentang persaksian persaksian 2 orang wanita sama dengan persaksian seorang wanita jd kadang wanita mungkin merasa lebih dari sisi ilmu atau hafalan qurannya tapi harus di fahami dari berbagai keterangan tersebut tetap secara umum lelaki diberi kelebihan.
Adapun mengenai proses pernikahan tersebut baiknya ada syuro bainahum, niat baik harus dilaksanakan dengan baik juga, pengkondisian menjadi penting atau kata lain negosiasi dan komunikasi penting di bangun kepada berbagai pihak, jangan-jangan karena tidak pernah dikomunikasikan jadi dianggap seperti itu kondisinya. Adapun setelah di musyawarahkan dengan baik tentu laksanakan dengan baik.


Tanya: Bagaimana cara menghilangkan ketakutan untuk komunikasi dengan suami? Takut suami tersinggung, marah dan sebagainya.
Jawab: Pake strategi iklan the, pastikan suami dalam keadaan tenang, jangan habis bepergian jauh atau kelelahan sudah disodori dengan menambah beban fikirannya, jadi kemampuan membaca situasi dan kondisi psikologis perlu dilakukan, "Wanita memang ingin dimengerti tapi untuk dimengerti haruslah mampu memahami" (Quotes of the day)
"tunduklah suamimu dengan kepatuhan dan ketaatanmu kepadanya without reserve kecuali kemaksiyatan kepada Allah"


Tanya: ustadz, apakah jika bapak-bapak pingin berpoligami karena alasan sunnah nabi; karena wanita diluar lebih banyak jumlahnya daripada wanita kenapa saya mengganggapnya alasan si bapak saja ya? kan mustinya kalau memang berpoligami harus sudah mampu secara ekonomi dan mampu Ilmu?
Jawab: poligami itu sunah yang prosesnya harus berjalan dengan baik. Pengkondisian berbagai pihak sangat penting dan sangat panjang. Memang sih sederhana hanya bagi umumnya wanita indonesia berharap bahwa prosesnya melibatkan istri pertamanya karena itu yang saya maksud dengan pengkondisian penting, termasuk visi misi keluarga dari sejak awal menikah sudah harus jelas. Pun ketika ada terkait poligami harus ada komunikasi dan komitmen bersama yang terbangun.
Secara umum yang disebut adil dalam poligami lebih ke sifatnya materi bukan masalah hati karena rasulullah sendiripun tidak bisa melupakan bunda khadijah yang menyebabkan ummul mukminin aisyah selalu cemburu ke bunda khadijah, tapi lebih ke pembagian materi dan waktu bersama, sudah dicontohkan oleh para ummul mukminin bagaimana bahkan saling merelakan waktunya untuk yang lama.


Tanya:  Ustadz, bagaimana komunikasi jarak jauh?
Jawab: ini mesti lagi LDRan ya. LDR tetap harus ada komitmen jelas mau sampai kapan, karena masing-masing punya hak dan kewajiban yang hrs dilakukan. Sentuhan fisik itu tidak bisa dilakukan via video call khan? ingat sebagaimana akhirnya khalifah umar yang karena pernah ronda dan mendengarkan para istri yang ditinggal suaminya pergi berperang ditempat yang jauh, lalu khalifah bertanya kepada kalangan shahabiyah berapa lama sanggup ditinggal 3 bulan-6 bulan karena itu khalifah akhirnya membuat kebijakan rolling pasukan per 3 bulan.


Tanya: Afwan ustadz izin bertanya. Bagaimana kita menyikapi sikap suami yang kurang peka terhadap isteri. Kadang istri menaruh rasa kesal, tapi kan dosa ya kalau begitu terus. Pernah beberapa kali dibicarakan diwaktu menjelang tidur, percakapan ringan-ringan. Tapi belum ada perubahan dari suami. Dan bagaimana bila kita menasehati suami, bolehkan? Dan berapa kali batas kita dalam menasehati suami. Terima Kasih
Jawab: Menarik, perhatikan siapa orang yang berpengaruh atas beliau sampaikan pesan-pesan tersebut via orang tersebut atau libatkan seluruh anggota keluarga berdakwah kepada abinya cukup efektif, boleh memberikan sumbang saran dan nasehat yang sering jadi masalah itu khan strategi dan komunikasinya yang sering kurang pas.


Tanya: Bagaimana jika berbeda pandangan politik dengan suami? Misal dalam hal memilih pemimpin daerah/Negara.
Jawab: Apapun pilihannya jangan sampai retak rumah tangga, adapun mau mengarahkan pake strategi dan komunikasi yang baik, jangan jadi malah diem-dieman yak. Pelayanan terhadap suami harus tetap optimal, "Tundukkalah suamimu dengan ketaatanmu tanpa reserve"
Dakwah terhadap keluarga memang lebih berat terasa tapi harus di mulai, mulai dari yang paling sederhana dan ringan yang bisa dilakukan dan istimror yang penting, lanjutkan dengan contoh atau teladan pelaksanaan apa yg didakwahkannya.


Tanya: ustadz, "ridho dengan suami/anak/orangtua". Memaknai kata rido dalam pelaksanaan dalam kehidupan seperti apa ya ustadz?
Jawab: Ridho ya ikhlas, bersabar dan bersyukur itulah dimensi hidup orang mukmin, jika ada yang kurang pas bersabarlah menghadapinya sambil berupaya untuk melakukan perbaikan (dakwah) jika ada keutamaan-keutamaan dan kelebihan yang baik/positif bersyukurlah agar nikmat ini menjadi semakin berkah.
 


=================

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official





Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!