Home » , , » Manfaat Gerakan Shalat (SI Pekan 2 Maret 2018)

Manfaat Gerakan Shalat (SI Pekan 2 Maret 2018)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, April 6, 2018


Image result for manfaat gerakan sholat
Rekap Kajian Online HA Ummi G1 - G6
Hari/Tgl: Rabu, 14 Maret 2018 
Materi: Syahsiyatul Islamiyah (SI)
Tema: Manfaat Gerakan Shalat
Editor: Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖


MANFAAT GERAKAN SHOLAT

Manfaat Gerakan Sholat Bagi Kesehatan
Sholat adalah kegiatan ibadah yang dilakukan umat Islam sebagaimana perintah Allah SWT kepada Rasulullah SAW.

Sebagaimana telah dijelaskan dalam firman Allah SWT yang bunyinya:
"....dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan - perbuatan) keji dan mungkar, dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain)." (QS. Al Ankabut ayat 45).

Hukum sholat itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu sholat fardhu dan sunnah.

Sholat fardhu adalah sholat yang diwajibkan untuk dikerjakan.
Sholat fardhu ini juga terbagi menjadi dua, yaitu fardhu ain dan fardhu kifayah.
Sholat fardhu ain diantaranya adalah sholat lima waktu dan sholat jumat.
Sedangkan sholat fardhu kifayah adalah sholat diwajibkan kepada umat muslim, akan tetapi gugur kewajibannya atau menjadi sunnah apabila sudah ada yang mengerjakan. Seperti contohnya ialah sholat jenazah.

Sedangkan sholat sunnah itu sendiri adalah sholat yang boleh dikerjakan atau tidak, macam-macam sholat sunnah itu sendiri ada banyak sekali, dan beberapa contoh sholat sunnah diantaranya adalah sholat tahajud, sholat istikharah, sholat dhuha, sholat rawatib, dan masih banyak lagi beberapa sholat sunnah lainnya.

Adapun pada saat kita mengerjakan sholat itu terdapat banyak gerakan, mulai dari gerakan takbiratul ihram yang merupakan gerakan pertama kali dikerjakan pada saat mengerjakan sholat, kemudian ada gerakan rukuk, i'tidal, selanjutnya ialah gerakan sujud, duduk diantara dua sujud, kemudian gerakan tahiyat akhir. Dan didalam setiap gerakan sholat yang dilakukan itu terdapat banyak manfaat yang secara tidak langsung bisa kita rasakan untuk kesehatan kita.

Manfaat gerakan sholat bagi kesehatan, diantaranya yaitu:

1.   Manfaat Gerakan Takbiratul Ihram

Gerakan pertama yang dikerjakan pada saat sholat ialah takbiratul ihram, gerakan ini mengangkat ke dua tangan sampai posisi tangan sejajar dengan bahu atau daun telinga. Setelah itu didekapkan dibawah dada atau perut.

Manfaat gerakan takbiratul ihram sendiri ialah dapat memperlancar aliran darah dan getah bening didalam tubuh. Selain itu juga dapat memperkuat otot bagian tangan, dimana hal tersebut dikarenakan oleh gerakan mengangkat tangan yang dapat meregangkan otot bagian tangan.

2.   Manfaat Gerakan Rukuk

Gerakan sholat selanjutnya ialah rukuk, dimana posisi tubuh kita pada saat rukuk itu membungkuk dengan sudut 45 derajat dan posisi tangan membentuk siku dengan menahan ke bagian paha atau lutut kaki.

Manfaat gerakan sholat yang satu ini ialah dapat menjaga struktur tulang belakang kita dalam posisi yang tegak atau sempurna, dan juga menjaga posisi saraf pusat tetap baik. Selain itu juga dapat memperlancar aliaran darah dari otak ke seluruh bagian tubuh.

3.   Manfaat Gerakan I’tidal

Berikutnya adalah manfaat gerakan i'tidal, setelah kita selesai mengerjakan rukuk maka selanjutnya kita mengerjakan i'tidal.

Manfaat gerakan i'tidal ini sendiri ialah dapat membuat pencernaan kita menjadi lebih bagus, hal tersebut dikarenakan gerakan ini berporos pada bagian perut. Dan didalam perut itu sendiri terdapat bermacam-macam organ pencernaan, sehingga pada saat melakukan gerakan tersebut perut kita serasa sedang dipijat.

4.   Manfaat Gerakan Sujud

Posisi dari gerakan sujud adalah dahi menyentuh lantai dengan posisi kedua kaki ditekuk sedangkan tangan juga menyentuh ke lantai. Dengan posisi seperti ini, maka otak akan berada dibawah jantung. Dan hal tersebut dapat membuat aliran darah yang menuju ke otak menjadi lebih lancar, dengan aliran darah yang cukup lancar ke bagian otak, maka daya berpikir seseorang akan menjadi lebih baik. Oleh karena itu, disarankan ketika sedang bersujud itu jangan tergesa-gesa atau menggunakan waktu sujud sedikit lebih lama.

5.   Manfaat Gerakan Duduk Diantara Dua Sujud Duduk Tahiyatul Awal.

Posisi duduk tahiyatul awal dan duduk diantara dua sujud ini memiliki posisi yang sama, dimana manfaat dari gerakan sholat tersebut ialah dapat menghilangkan rasa nyeri pada bagian pangkal paha yang menjadikan seseorang itu akan susah untuk berjalan.

6.   Manfaat Gerakan Duduk Tahiyatul Akhir

Gerakan sholat selanjutnya ialah duduk tahiyat akhir, dimana posisi duduk tahiyat ahkhir ini posisi kaki sebelah kiri berada dibawah kaki kanan. Dan pada posisi gerakan sholat ini sangat baik untuk menekan bagian kandung kemih, saluran vas deferens, serta kelenjar kelamin pria. Apabila kita melakukan gerakan tersebut dengan benar, maka dapat mencegah terkenanya penyakit impotensi.

7.   Manfaat Gerakan Salam

Gerakan yang terakhir dalam sholat ialah melakukan salam dua kali dengan cara memutar kepala ke arah kanan dan kiri.

Manfaat dari gerakan salam ini sendiri adalah untuk meregangkan otot bagian sekitar leher dan kepala, serta dapat menyempurnakan aliran darah pada bagian tersebut.

Selain itu, gerakan sholat tersebut juga dapat mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

Wallahu a'lam

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Tambahan materi

Baik, pertama kaidahnya dalam ibadah mahdhah adalah mengikuti sunnah yang dicontohkan oleh Nabi SAW.

Kedua, dalam ibadah kadang ada hikmah yang bisa dipahami manusia, kadang diberi penjelasan oleh Allah hikmahnya, kadang kita tak tau hikmahnya.

Ketiga, kaidah dalam ibadah adalah karena diperintah oleh Allah SAW melalui Nabi SAW.

Keempat, jangan sampai mencari hikmah membuat kita melenceng dari niat awal yaitu kita beribadah dalam rangka taat pada perintah Allah SWT.


ฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯ

TANYA JAWAB


TJ G-6 (U Doli)

Tanya:  Assalamualaikum ustadz, mau bertanya. Untuk orang yang mengalami stroke (lumpuh sebelah) bisa berdiri tapi sulit untuk melakukan posisi rukuk dan sujud, sebaiknya saat mengerjakan sholat. Bagaimana jika dia tetap memaksa ingin sholat seperti biasa, apakah boleh dibantu saat rukuk dan sujud.
Jawab: Salatlah sebatas kemampuan kita, entah berdiri, duduk, baring atau kombinasi di antaranya. Jangan mempersulit, apalagi menyulitkan orang lain. Yang penting terus istiqamah dalam salat, jangan sampai ditinggalkan.


Tanya: Ijin bertanya ustadz. Afwan, sebenarnya jika shalat yang 4 rakaat itu membaca surah selain al fatihah, hanya dua rakaat pertama atau keempat rakaat juga? Syukron
Jawab: 2 rakaat awal saja, 2 rakaat setelah tasyahud awal membaca al fatihah saja.


Tanya:  Assalamu'alaykum ustadz, ijin bertanya. Apa boleh membaca surah pada rakaat kedua setelah al fatihah lebih panjang daripada bacaan surah pada rakaat pertama. Karena jika mengikuti sunnah kan mesti panjang bacaan surah pada raka'at pertama dari raka'at kedua, tadz.
Jawab: Boleh


Tanya: Ustadz, dalam surat Al Ankabut ayat 45 disebutkan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Nah yang saya ingin tanyakan mengapa masih saja ada orang yang pada rajin sholatnya namun masih berbuat keji dan mungkar. Pembunuhan dimana-mana. Korupsi dimana-mana. Dan masih banyak perbuatan-perbuatan keji dan mungkar lainnya.
Jawab: Jika ada yang sampai berbuat kemungkaran, maka shalat pun bisa mencegahnya dari perbuatan tersebut.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia mengatakan,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِّي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّ فُلاَنًا يُصَلِّيْ بِاللَّيْلِ فَإِذَا أَصْبَحَ سَرِقَ؟ فَقَالَ: “إِنَّهُ سَيَنْهَاهُ مَا يَقُوْلُ
“Ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata, “Ada seseorang yang biasa shalat di malam hari namun di pagi hari ia mencuri. Bagaimana seperti itu?” Beliau lantas berkata, “Shalat tersebut akan mencegah apa yang ia lakukan.” (HR. Ahmad 2: 447, sanadnya shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth).

Nah berarti shalat yang baik adalah shalat yang bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Inilah shalat yang mesti dibentuk. Jadi kalau ia rajin shalat, malah masih terus melakukan dosa besar, maka shalatnya lah yang mesti diperbaiki. Wallahu a’lam.


Tanya: Assalamualaikum ustadz, izin bertanya. Kalau kita pas lagi sholat ada kucing lewat atau duduk di sajadah. Sajadahnya kena najis atau tidak?  Terus pas lagi sujud kita geser atau bagaimana? Soalnya meski digeser pernah digeser tapi balik lagi. Nampaknya betah di sana.
Jawab: Tidak najis kecuali jelas ada benda najisnya, baik rasa, rupa atau bau. Boleh geser.


Tanya: Ustadz, afwan yang sesuai tuntunan nabi itu, niat shalat hanya dalam hati atau baca niat seperti yang kita tahu selama ini? Jika dalam hati, hanya niat shalat (boleh dalam bahasa indonesia) kan tanpa niat dalam bahasa arab, ustadz?
Jawab: Jumhur ulama melafalkan niat tak mengapa, dalam hati juga boleh, belum masuk salat bisa bahasa indonesia dalam hati lebih selamat.


Tanya: Assalamualaikum, mau tanya ustadz. Bagaimana niat sholat kita jika anak-anak ikutan sholat ya, anak saya masih 3 tahun, niatnya sholat sendiri atau berjamaah, karena kadang-kadang di tengah jalan anaknya berhenti sholat begitu, terimakasih.
Jawab: Ya niat salat biasa saja, anak 3 tahun belum paham. Sekedar tahu bahwa umminya menjaga salat tepat waktu, tak usah diajak salat.


Tanya: Bismillaah, Ustadz bolehkah kita baca surah didalam shalat malam (tahajud) yang di juz 30 tapi tak beruratan surahnya. Misal kita mau panjang baca surahnya jadi kita baca surah Al Fajr, terus surah Al Lail, surah Abasa, begitu ustadz karena kita tak tau urutan surat itu, yang penting surahnya hafal, dalam satu rakaat Ustadz.
Jawab: Boleh, bebas. Tak harus berurutan.


Tanya: Assalamualaikum ustadz. Tanya yaa. Posisi rukuk itu sebenarnya kaki kita tegak lurus dengan tanah atau tidak tegak lurus. Karena saya biasanya yang tidak tegak lurus. Yang tegak lurus agak tegang ototnya. Posisi tahiyat sholat shubuh apakah benar seharusnya seperti tahiyat awal pada sholat 4 rokaat?
Jawab: Ya kalau kuatir kram atau otot keseleo boleh tak tegak lurus. Boleh keduanya seperti tahiyat awal ataupun seperti tahiyat akhir.


ฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯฯ

TJ G-1 (U Trisatya Hadi)

Tanya: Assalamualaikum ustadz ijin bertanya, apakah ada perbedaan gerakan sholat untuk laki-laki dan perempuan?
Jawab: Tidak ada perbedaan, kalopun ada hadits yang membedakan, jumhur ulama menyatakan hadits tsb lemah.


Tanya: afwan ustadz, jika setelah kita mengetahui manfaat gerakan sholat, bolehkah kita sholat diniatkan pula untuk kesehatan tubuh?
Jawab: Tetap niat kan ikhlas krn Allah.


Tanya: afwan satu lagi ustadz, banyak ibu-ibu lanjut usia yang mulai sholat diatas kursi, apakah dulunya ada salah posisi gerakan sholat kah? bukankah jika sholat dengan duduk jadi ada perbedaan manfaat dengan sholat yang berdiri? afwan saya yang fakir ilmu ini ustadz
Jawab: Kesehatan adalah salah satu keberkahan shalat.


Tanya: Afwan ustadz, benarkah tanda hitam di dahi itu karena gerakan sujud dalam sholat kita salah?
Jawab: Hal ini tidak sepenuhnya salah karena bisa jadi seseorang banyak sujud (shalat) kemudian tanpa sengaja jidatnya menghitam. Namun, penafsiran para ahli tafsir dari kalangan sahabat Nabi dan tabi’in bukan begitu. Ibnu Abbas mengatakan maksud tanda-tanda itu adalah tanda baik yang ada pada wajah mereka. Mujahid dan mufassir lainnya menjelaskan atsaris sujud itu ialah khusyu’ dan tawadhu’.

As Saddi mengatakan bahwa shalat menjadikan wajah seseorang menjadi lebih indah. Lebih jauh Ibnu Katsir menuturkan bahwa sebagian ulama salaf mengatakan bahwa “siapa yang banyak shalat di malam harinya maka wajahnya kelihatan indah di siang harinya.”

Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan juga mengatakan hal senada.
“Siapa yang memperbaiki hatinya, maka Allah akan memperbaiki penampilan lahiriahnya,” kata Umar.
“Sesuatu yang terpendam dalam jiwa akan terpancar melalui roman muka,” kata Ustman.

Sayyid Qutub dalam tafsir Fi Zhilalil Quran menegaskan bahwa “min atsaris sujud” bukanlah tanda hitam di jidat sebagaimana banyak dipahami.

“Siimaahum fii wujuuhihim min atsaris sujuud (tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud). Tanda yang tampak pada wajah mereka adalah keelokan, cahaya, kecerahan dan keramahan,” kata Sayyid Qutub. “Dari sumbu ibadah teranglah kehidupan, keelokan dan kelembutan. Tanda ini bukanlah berupa tanda hitam di jidat sebagaimana yang segera dipahami saat mendengar firman Allah min atsaris sujud. Yang dimaksud atsaris sujud adalah dampak dari ibadah.”

Karena tidak ada tafsir yang menjelaskan bahwa atsaris sujud maknanya tanda hitam di jidat, para ulama pun mengingatkan agar berhati-hati. Sebab hal itu bisa menimbulkan riya’.
Ketika Ibnu Umar bertemu dengan seseorang yang memiliki tanda hitam di dahi, ia pun mengingakan. “Bekas apa yang ada di dahimu? Sungguh aku telah lama bersahabat dengan Rasulullah, Abu Bakar, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?”
Abu Darda juga demikian. Saat bertemu dengan orang yang memiliki tanda hitam di dahi, ia mengingatkan. “Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik.”



Tanya: afwan ustadz, ada pertanyaan dari bunda tercinta saya, beliau sering melihat seseorang yang sudah selesai sholat diakhiri salam suka sujud lagi. Apakah diperbolehkan ustadz?
Jawab: Tidak ada dalil dan contoh dari rasululullah untuk hal ini, kalopun alasannya sujud syukur, itu disyari’atkan ketika mendapat nikmat yang besar atau ketika terhindar dari bencana. Adapun selain itu, tidak disyariatkan. Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu senantiasa melimpahkan nikmat kepada hamb-Nya tanpa bisa terhitung serta terus-menerus tanpa henti. Wallahu a'lam


Tanya: Afwan ustadz, posisi sholat saat berdiri utk perempuan yang lebih tepat kaki agak rapat ataukah lebar seperti laki-laki ustadz?
Jawab: Jumhur ulama tidak ada perbedaan sholat laki laki dan perempuan begitu pula dengan tata cara berdirinya. Tidak rapat dan tidak terlalu lebar/renggang.

Bentuk Kaki Ketika Berdiri
Ketika berdiri dalam shalat, yang sesuai sunnah, kedua kaki di renggangkan dengan jarak yang tidak terlalu renggang dan tidak terlalu rapat. Sebagian ulama berpendapat bolehnya berdiri dengan merapatkan dua kaki, karena ada riwayat dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma :

عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ يُصَلِّي صَافًّا قَدَمَيْهِ، وَأَنَا غُلامٌ شَابٌّ
“Dari Sa’ad bin Ibrahim, ia berkata: ‘aku melihat Ibnu Umar shalat dengan merapatkan kedua kakinya ketika aku masih kecil” (HR. Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah 3/250 dengan sanad shahih).

Namun pendapat ini tidak tepat karena sekedar perbuatan sahabat bukanlah dalil dalam penetapan ibadah, lebih lagi jika diselisihi oleh para sahabat yang lain. Sebagaimana riwayat dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu,

أنه رأى رجلا قد صف بين قدميه قال ؛ أخطأ السنة ، لو راوح بينهما كان أعجب إلي
“Ibnu Mas’ud melihat seorang lelaki yang shalat dengan merapatkan kedua kakinya. Beliau lalu berkata: ‘Itu menyelisihi sunnah, andai ia melakukan al murawahah (menopang dengan salah satu kakinya) itu lebih aku sukai” (HR. An Nasa-i 969, namun sanadnya dhaif)

Juga diriwayatkan dari Abdurrahman bin Jausyan Al Ghathafani (seorang tabi’in),

عَنْ عُيَيْنَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ: كُنْتُ مَعَ أَبِي فِي الْمَسْجِدِ، فَرَأَى رَجُلًا صَافًّا بَيْنَ قَدَمَيْهِ، فَقَالَ: أَلْزِقْ إِحْدَاهُمَا بِالْأُخْرَى، لَقَدْ رَأَيْتُ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مَا رَأَيْتُ أَحَدًا مِنْهُمْ فَعَلَ هَذَا قَطُّ

“dari ‘Uyainah bin Abdirrahman ia berkata, pernah aku bersama ayahku di masjid. Ia melihat seorang lelaki yang shalat dengan merapatkan kedua kakinya. Ayahku lalu berkata, ‘orang itu menempelkan kedua kakinya, sungguh aku pernah melihat para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam shalat di masjid ini selama 18 tahun dan aku tidak pernah melihat seorang pun dari mereka yang melakukan hal ini” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 2/109 dengan sanad yang shahih).


Tanya: jika seorang ikhwan sama ikhwan mau ikut sholat berjamaah kan suka nepuk pundak, nah kalau akhwat mau ngikut berjamah ke ikhwan bagaimana cara ikhwan tersebut tau jika akhwat makmum?
Jawab: Jumhur ulama: tidak ada contoh menepuk untuk laki-laki cukup berada disampingnya rapat. Bagi wanita langsung mengikuti saja, walaupun si imam tidak tahu. Insyaa Allah tetap mendapat pahala jama'ah. Karena amalan itu tergantung niatnya. Wallahu a'lam


Tanya: Mungkin tiak berhubungan langsung dgn tata cara sholat tapi ini berkaitan dengan kebiasaan atau adat orang-orang di sekitar kita yang berfikir setelah sholat yakni menggunakan tasbih. Ada yang bilang kalau tasbih itu adalah alat ibadah orang Hindu makanya haram kita pakai. Padahal diantara kita ada yang lebih nyaman atau terbiasa zikir pakai tasbih. Nah bagaimana sebenarnya pak Ustad? Apa zaman Rasulullah dan sahabat zikir menggunakan alat? Mohon pencerahannya
Jawab: ini masalah khilaf, ada ulama yang membolehkan, ada yang membid'ahkan, tapi jumhur ulama memakai jemari tangan lebih utama secara dalil khusus tidak ada yang menggunakan alat.
Ada pertanyaan tentang bertasbih dengan menggunakan tasbih ditujukan kepada Fadhilatus Syekh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah, Al-Liqa’ AL-Maftuh, 3/30. Apakah itu termasuk bid’ah?

Beliau menjawab:
”Bertasbih dengan tasbih, ditinggalkan itu lebih utama dan bukan termasuk bid’ah. Karena ia ada asalnya yaitu sebagian shahabat bertasbih dengan menggunakan kerikil. Akan tetapi Rasul sallallahu alaihi wa sallam memberikan arahan, bahwa bertasbih dengan jemari itu lebih utama dengan mengatakan, ‘hitunglah –mengucapkan kepada para wanita- dengan jari jemari, karena ia (nanti) akan berbicara." Bertasbih dengan tasbih tidak termasuk haram juga tidak bid’ah. Akan tetapi ditinggalkan itu lebih utama, karena orang yang bertasbih dengan tasbih itu meninggallkan yang lebih utama dan terkadang orang yang memakai tasbih sedikit masuk penyakit riya.

Tanya: Waah bisa termasuk riya juga ya. Berarti hikmah untuk yang sehabis pulang haji lebih baik tidak memberi cinderamata haji berupa tasbih lagi ya?
Jawab: Untuk kehati-hatian iya, tapi kalau sebagai alat untuk memudahkan dalam ibadah juga tidak lantas di katakan bid'ah. Ini masalah khilaf


Tanya: Ustadz mau tanya, semisal lalai/ragu dalam bilangan rakaat sholat bagaimana hukumnya dan apa yang harus kita lakukan
Jawab: yang lebih yakin, mantapkan bilangan rakaat yang terkecil, misal rakaat dua atau tiga ya, ambil yang 2, jadi kalo sholat dhuhur tinggal tambah 2 rakaat lagi, kemudian sujud sahwi sebelum salam.


Tanya: Kalau ibu menjadi imam buat anak laki-laki yang belum baligh apakah boleh Ustadz?
Jawab: Boleh, ya memang demikian


Tanya: Masalah zikir abis sholat apa ada urut-urutannya ustadz, misalnya istighfar dulu dan selanjutnya tasbih atau bebas urut-urutannya?
Jawab: Diurutkan untuk memudahkan tidak apa-apa, sepanjang bacaan dzikir semua ada dalilnya


Tanya: Tanya ustadz bila makmum masbuk imam sudah mau rukuk kita datang langsung rukuk apakah itu dihitung 1 rokaat, apa kita nambah 1 rokaat ustadz?
Jawab: Sepanjang imam belum berproses berdiri, iya sudah dihitung 1 rakaat.

-------------------


TJ G-5 (Bunda Malik)

Tanya: Adakah video tutorial sholat yang baik dan benar, sesuai tuntunan rasulullah, sehingga kita bisa dapatkan manfaat seperti yang diuraikan ustadzah bunda Malik? Selama ini, sepertinya saya belum merasakan manfaat yang diuraikan ustadzah, bisa jadi tata cara sholat saya yang salah
Jawab: bunda belum punya tutorial sholatnya, coba dibrowsing di youtube


Tanya: Boleh dan sah kah sholat kita, jika menggunakan gamis dan kerudung lebar? Tidak menggunakan mukena?
Jawab: Boleh, asalkan tertutup aurat kecuali muka dan telapak tangan


Tanya: Terkait pakaian sholat, ketika menggunakan mukena yang potongan (atas bawah), seringkali ketika takbiratul ihram, mukena atas tersingkap sehingga nampak bagian aurot, misalnya lengan dan leher. Bagaimana cara mensiasatinya ustadzah? Bolehkah takbiratul ihram, dengan tangan tersembunyi di dalam mukena?
Jawab: takbiratul ihromnya didalam mukena dan lastikan aurat tidak terlihat, mukenanya yang lebar atau memakai baju tangan panjang, wallahu alam


Tanya: Bunda izin bertanyaa, bolehkah sholat sunnah mutlak itu dalam sehari dilakukan bolehkah lebih dari sekali dan bolehkah rakaatnya lebih dri dua rakaat terus bunda, ketika kita sholat menggunakan gamis dan kerudung panjang, tetapi menggunakan hand socks, punggung tangan dan telapak tangan emang ketutup, tapi jari-jari tangan kan masih keliatan, apakah sah sholatnya bundaa? atau ada yang sholat menggunakan gamis dan kerudung, tetapi tidak memakai hand socks, sehingga punggung dan telapak tangan keliatan, apakah sah sholatnya bunda?
Jawab: sholat sunnah mutlak boleh dilakukan kapan pun dimana pun dan jumlah rakaat berapa pun hanya saja tidak boleh dilakukan diwaktu-waktu terlarangnya sholat. Sah sholatnya karena jari jemari satu paket dengan telapak tangan.


Tanya: Bagaimana bila sedang mengerjakan sholat tiba-tiba ada orang memanggil/teringat sesuatu sehingga lupa jumlah rakaatnya, apakah mengulangi sholat dri awal? Bagaimana ustadzah? jazakillah khoir.
Jawab: selesaikan sholatmu sampai salam (sesuai rakaat yg diingat)


Tanya: Ustadzah mau tanya, bila seandainya tidak begitu sempurna gerakannya sholat boleh karena sakit juga boleh tidak sholat tahajud atau dhuha dengan cara duduk mengerjakannya, karena sakit juga soalnya takut jatuh aku sakit asam urat kaki bengkak juga tensi tinggi, bagaimana ustadzah boleh kah?
Jawab: boleh sholat dalam duduk kalau tak bisa berdiri, jika tak mampu duduk boleh dalam keadaan berbaring


Tanya: Ijin bertanya Ustadzah. Gerakan sholat yang bacaan surahnya panjang, membuat beberapa jamaah mengeluh pegel atau sakit di beberapa bagian badan. Lantas apakah ketidakmampuan badan kita itu karena godaan syaiton, atau karena kemampuan tubuh kita yang memang berbeda-beda? Mohon pencerahannya. Syukron.
Jawab: kondisi kesehatan seseorang berbeda, jika makmumnya banyak yang tua bacalah suroh yang pendek-pendek.


Tanya: Bunda izin tanya lagi, saya pernah dengar ketika kita sedang sholat, ada surah dalam alquran yang ingin kita baca, tetapi kalau kita tidak hafal surah itu boleh kita sambil megang mushaf/hp yang ada qurannya, tapi khusus untuk sholat sunnah saja bukan sholat wajib, misal sholat tahajud, benar kah bunda? Apabila benar, ketika kita mau rukuk, bagaimana cara kita mletakkan kembali mushaf/hp yang ada quran itu, tidak mungkin di campaki/diletakan begitu saja kan bunda?! Jazakillah khoir.
Jawab: iya boleh, sebaiknya mushaf yang dipegang bukan hp, sebelum sholat letakkan meja kecil disamping sajadah, letakkan disana ketika mau rukuk. wallahu alam

===============

TJ G-3 (U Rini)

Tanya: Ustadzah saya izin bertanya, saya sholat gerakannya sudah tidak sempurna, dipaksakan sempurna yang ada pada sakit kalau lagi enak saya bisa sholat walau duduk diantara 2 sujud tidak maksimal kadang duduk pake kursi, betapa ruginya ustadzah saya ini karena menderita sakit OA pada lutut? Pertanyaannya bagaimana ya bun karena sholat saya sudah ga sempurna dalam gerakannya tidak apa-apa kan ustadzah karena usia saya baru 53 lom tua-tua banget tapi sudah sulit kadang saya sholat sambil duduk saja dan kadang bisa berdiri dengan duduk diantara dua sujud hanya dengan lutut si tekuk kalau didudukin  merasakan sakit yang amat. Ini pertanyaan atau keluhan ya ustazah maaf curhat semoga ustazah memberikan saran jazakillah khoir.
Jawab: Tugas kita sebagai hamba adalah berbuat seihsan mungkin dalam menjalankan ibadah. Dan Allah tidak membiarkan hambaNya yang dalam kesulitan dalam beribadah tanpa diberi rukhsoh(keringanan). Ketika kita sudah termasuk yang boleh mengambil rukhsoh dalam beribadah maka senantiasa perbaiki niat dan berusaha khusyu' dalam mengerjakan ibadah. Semoga bisa menjadi penyempurna ibadah ibadah yang kita lakukan. Allahua'lam


Tanya: Izin bertanya ustadzah. Gerakan untuk perempuan dan laki-laki ada bedanyakah? Seperti mengangkat tangan, baik takbiratul ihram atau takbir yang lainnya, maupun gerakan-gerakan sujud, tangannya sebaiknya bagaimana ustadzah, syukron
Jawab: Sependek yang saya pahami, cara shalat yang diajarkan oleh Rasulullah kepada umatnya sama. Tidak terdapat perbedaan antara gerakan shalat bagi laki laki dan perempuan. Allahua'lam


Tanya: Ustadz, kalau berimam sama anak boleh. Usia anak saya 9 tahun. Hapalan qurannya sudah 3 juz. Boleh tidak? Misal shalat isya pas hujan. Nah dia tidak ke mesjid. Gantinya berjamaah di rumah.
Jawab: Selama anak bunda sudah memenuhi syarat menjadi imam berarti tidak masalah. Syarat menjadi imam selain fasih baca Al Qur'an diantaranya adalah muslim, sudah baligh, berakal


Tanya: Ustadzah, saya pernah dengar dari teman yang ikut sholat teraweh satu malam satu juz bacaan suratnya, yang katanya dia mengikuti imam dengan pegang quran kecil atau hp, yang sengaja diambil saat sholat, misalnya disejadah atau dikantong yang dipersiapkan, nah itukan sudah mengganggu gerakan sholat, kata mereka di mesjid tersebut diperbolehkan, bagaimana menurut pendapat ustadzah?
Jawab: Tidak mengapa membawa mushaf saat sholat terutama sholat Sunnah dengan tujuan untuk mengingatkan bacaan imam, murojaah dan lain-lain, asal bisa mengkondisikan sholat tetap khusyu'. Allahua'lam


Tanya: Anak saya belum akil baligh. Belum bisa ya jadi imam saya?
Jawab: Anaknya udah mumayiz kan ya? Dalam artian tau aurat. Tau tata cara berwudhu dan sholat. Kalau dia sudah berakal, paham mana aurat, berasa malu dengan auratnya dan melihat aurat orang lain, fasih bacaan tilawahnya, paham cara berwudhu, paham tata cara sholat, Maka menurut pandangan madzhab Syafi'i ia sah jadi imam.


============================

TJ G-4 (U Kaspin)

Tanya: Abah posisi sujud laki-laki sama perempuan apakah sama?
Jawab: beda sedikit, karena kalau wanita ada yang harus dijaga agar tidak tumpah.


Tanya: Abah, nanya posisi duduk antara tahiyat akhir katanya bisa mengurangi sakit ambeien betul bah?
Jawab: Wallahualam, tergantung sakitnya. Kalau tahap parah ya harus operasi


Tanya: Bagaimana jika shalat jama’ah tertinggal 1-2 raka’atnya, apa tetap membaca doa iftitah sampai selesai? Jika iya, akan tertinggal rakaat lagi apa tetap akan diikuti?
Jawab: Jika masih bisa ruku bersama imam maka sudah satu rokaat, meskipun tanpa iftitah dan al-fatihah


Tanya: Kenapa waktu duduk tahiyat akhir ada orang yang jari telunjuknya nunjuk terus dari awal sampai akhir, ada yang abruk nunjuk pas bacaan asyhaduaalla, yang mana yang benar bah?
Jawab: ikhtilaf, semuanya benar, boleh pilih.


Tanya: Oia Bah, kalau lagi sholat jamaah dimasjid, imam itu baca doa iftitah atau ga? Soalnya cepet banget abis takbir langsung al fatihah?
Jawab: Iftitah ada yg singkat


Tanya: Apa kisah dibalik jari telunjuk yang harus digerakkan naik turun Bah?
Jawab: Setan tidak kuat dengan telunjuk tauhid


Tanya: bagaimana jika kita meninggalkan shalat karena:tertidur, terjebak macet, pingsan, lalu bagaimana menggantinya? Apakah boleh dijamak bah?
Jawab: Di qodho. Sholat ketika ingat


Tanya: Ikut nanya. Setahu aku barisan shaf wanita itu dengan merapatkan dan saling menyentuh siku dengan jamaah sebelah, tapi belum lama ada yang bilang kalau selain siku wanita juga harus menempelkan kaki dengan sebelah layaknya jamaah laki-laki?
Jawab: Ya itu bermacam pendapat yang ada. Bahkan tidak rapat juga ada yang membolehkan. Jangan bingung. Tetap semangat ya bunda Jihan


Tanya: Bolehkah kita menjamak shalat saat terjebak macet meskipun jarak nya belum memenuhi syarat untuk menjamak shalat? Bagaimana solusi terbaiknya bah?
Jawab: kan boleh sholat di kendaraan, ya, macet ini kan kalau rutinitas bisa disiasati. Kalau sekali-kali bolehlah di jama karena tidak tau bakalan macet.


Tanya: Abah, misal lagi nambah hapalan surat dan mau praktekin saat sholat, apa boleh pas sholat dari awal pegang Quran kecil trus pas stlh al fathiha quran dibaca yg bagian surat sedang dihapal itu?
Jawab: Boleh, silahkan. Meskipun di sholat fardhu juga boleh, tapi pilihlah di solat sunnah.


Tanya: Kalau laki-laki ketika  sujud tangannya tidak melebar boleh ndak Abah?
Jawab: Boleh, namun posisi tangan tidak boleh menempel dilantai.


Tanya: Oia Abah, anak saya yang usia 3 tahun mulai senang ikutan sholat. Tapi mintanya digendong jadi sholatnya sambil gendong dia udah ditaro pas lagi sujud ikut lagi, lalu kami sholat lagi kalau dia lagi tidak ikutan, tiba-tiba lewat depan kami dan sajadah dirubah arah. Batal ya Bah? sudah dikasih mainan tetep aja.
Jawab: Tidak batal.


Tanya: Kalau sholat fardhu jamaah diantara shaf makmun ada anak kecil yang tidak sholat, katanya memutus shaf? dan sebaiknya yang bawa anak kecil mepet tembok anaknya sebelah tembok bener kah?
Jawab: Ya ini juga perbedaan pendapat, memang sebaiknya anak kecil di samping tidak ditengah. Kalau di Bintan biasanya anak kecil ada shaf sendiri dibelakang sebelum shaff wanita. Ini kondisional.


Tanya: Mau nanya bah, kalau kita pas lagi sholat ada kucing lewat atau duduk di sajadah, sajadahnya kena najis atau tidak? Terus pas lagi sujud kita geser atau bagaimana?
Jawab: Kalau kucing rumah biasanya bersih. Geser aja. Gapapa


Tanya: Abah ustadz, sholat-sholat qobla duhur itu kan 4 rokaat, untuk melaksanakannya 2 rokaat - 2 rokaat atau sekaligus 4 rokaat? Kalau sekaligus 4 rokaat dirokaat ke 2 pakai tashahud awal ga?
Jawab: Bu Lilis yang baik secara hukum boleh seperti itu, namun untuk membedakan dengan sholat fardhu maka solat sunnah tanpa tahiyat awal. Demikian. Wallahualam


=========================

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis :

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official





Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!