Home » , » Membangun Peradaban Dengan Qur'an

Membangun Peradaban Dengan Qur'an

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, April 25, 2018


Image result for membangun peradaban dengan al quran
Kajian Link Online HA Ummi G2 & G6
Hari/Tgl: Ahad, 15 April 2018 
Materi: Membangun Peradaban Dengan Qur'an
Narasumber: Ustadz Ricky Adrinaldi
Waktu Kajian:  20.00 - 21.30 WIB
Editor: Sapta
▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫



Bismillah..
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur hanya pantas kita sampaikan Allah SWT yang masih berkenan memberikan nikmat Islam, Iman dan Ihsan serts nikmat Al Qur'an pada kita semua. Semoga kita husnul khatimah sebagai ahlul Qur'an

Shalawat salam kita hadiahkan pada Beliau SAW yang selalu jadi uswah hasanah, agent of change, leader of century, pejuang peradaban, semoga kita bisa mencontoh gerak langkah dan kepemimpinan beliau. Dan semoga kita mendapatkan sedikit syafaat dari beliau di yaumil akhir. Hanya beliaulah satu-satunya yang memikirkan keselamatan miliaran umatnya.
Shallau'alannabiy.

Alhamdulillah. Tema kita kajian malam ini Membangun Peradaban Dengan Al Qur'an.

Negeri yang diberkahi tentunya negeri yang penduduknya akrab dengan Qur'an, sehingga berkah Qur'an lah yang membimbing hidup mereka sehari-hari, konsep hudallinnaas. Fakta menyedihkan adalah 60% penduduk Indonesia SAMA SEKALI TIDAK BISA membaca Qur'an, alias buta huruf Al Qur'an (data republika tahun 2016).

Jumlah penduduk Indonesia tahun 2018 ini mencapai 250 juta dengan 80% muslim berarti 200 juta muslim, 60% dari 200 juta jiwa adalah 120 juta orang Indonesia sama sekali tidak bisa baca Quran. Padahal Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbanyak dan terbesar di dunia. Ini fakta yang banyak orang tidak tahu. Ini data yang juga dipaparkan oleh CEO Syaamil Qur'an di IBF tahun lalu.

Lalu bagaimana mungkin Indonesia bisa menjadi negara yang punya peradaban Qur'ani sebagai satu-satunya panduan hidup atau way of life, padahal ada 120 juta penduduk mereka yg sama sekali ga bisa baca Quran. Dari 120 juta yang ga bisa baca Qur'an, ada 30-35% yang punya Qur'an, bisa baca tapi jarang dibuka, jarang dibaca, jarang dihafalkan, apalagi diamalkan. Dan ada 5% yang bisa baca Qur'an dengan tartil, baca tiap hari, tahsinnya bagus dan banyak hafalannya. 5% dari 200 juta jiwa hanya 10 juta orang Indonesia yang istiqomah dengan Qur'an, apalagi yang hafal 30 juz kurang lebih 1 juta orang. Jumlah yang sangat sedikit dan miris sekali.

Padahal Al Qur'an itu Laa Rayba Fiihi, tidak ada keraguan padanya, betul-betul petunjuk bagi shohibul Qur'an. Kita baru bisa baca saja tanpa mengerti artinya sudah diberikan hasanah atau kebaikan, kemudahan dalam hidup. Apalagi paham artinya, apalagi hafal, apalagi disyiarkan.

Lalu pertanyaannya, tugas siapa yang 60% ini? Nah, Allah akan bertanya di yaumil akhir, saudaramu di Indonesia tidak bisa baca Quran, apa yang sudah kau lakukan? Bagaimana kita menjawabnya?

Apa yang saya sampaikan diatas adalah gambaran global yang perlu kita ketahui, dan kenyataannya dekat sekali dengan hidup kita sehari-hari.

Di Indonesia sendiri sebaran atau distribusi Qur'an belum mampu menjangkau 200 juta orang, bahkan yang punya Qur'an pun masih banyak yang jarang buka apalagi baca apalagi hafalkan, apalagi amalkan.

Jadi bagaimana kita membangun peradaban Qurani di Indonesia? Yang paling penting adalah tahap pertama. Memastikan Al Qur'an hadir di setiap rumah tetangga kita, minimal 40 rumah sekitar kita.

Tahap berikutnya bagi yang sudah bisa dan lancar membaca Quran tentunya mulai menawarkan diri ke yang belum bisa baca Quran. Dan pastikan keluarga kita dan tetangga kita tidak hanya punya Qur'an tapi dibuka tiap hari, ini lebih penting.

Ibarat kita beli kulkas tentu harus baca Buku Panduannya, kalau ga dibaca kulkasnya bisa rusak. Sama halnya manusia, kalau ga baca Quran, manusianya bisa rusak lama-lama. Lebih besarnya lagi peradaban, kalau manusianya jauh dari Qur'an maka peradabannya tidak akan berjalan dengan baik dan cenderung banyak mudharatnya. Sebagai bunda atau ummi, kuatkan anak kita dengan Quran sebagai benteng bagi mereka sekaligus kompas.

Thayyib, gambarannya sudah saya berikan. Dan banyak hal sebetulnya yang bisa kita lakukan asal mau dan asal niat.

Mudahnya menghitung, misal di kota/kabupaten teman-teman ada 1 juta penduduk, bisa jadi ada 600 ribu orang yang GA BISA BACA Quran, betul-betul ladang amal yang luar biasa, amal jariyah. Asal kita mau bergerak



➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

TANYA -JAWAB


Tanya: Assalamualaikum ustadz. Apabila, misal bacaan quran kita belum benar-benar tartil apakah sudah boleh mengajarkan alquran kepada yang belum bisa? Atau kita belajar dulu sampai benar-benar bisa baru mengajarkannya?
Jawab: Belajar dulu sampai tartil dan tahsinnya baik baru mengajarkan orang lain.


Tanya: Baik ustadz. Berarti belajar sampai kita bisa mengajarkan dengan baik dan benar baru kita mengajarkan kepada mereka? Apakah kita boleh meminta bayaran dari mengajar qur'an? Atau membuka lembaga tempat belajar qur'an berbayar?
Jawab: Untuk transport aja sebaiknya mbak, atau berapapun yang dikasih oleh yang belajar, jangan sampai niat kita jadi bias dengan besarnya bayaran.


Tanya: Baik ustadz. Prihatin saja sih sebenernya dengan kebanyakan masyarakat yang lebih rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar guru les fisika atau matematika tapi membayar sekedarnya untuk guru mengaji anaknya?
Jawab: Na'am mba Yanti, niatkan kita ikhlas ngajar Quran, sementara bayaran anggap bonus dari Allah.


Tanya: Memastikan qur'an hadir di setiap rumah tetangga itu apakah perlu dengan kita mewakafkan qur'an kepada mereka?
Jawab: Sebaiknya begitu mbak, Al Quran hanya 50 ribu, kalau dibaca jadi amal jariyah bagi kita, kalau dibagi-bagi ke 40 tetangga hanya 2 juta. Itupun bisa tiap bulan 1-2 Quran


Tanya: Bagaimana cara agar kita istiqomah dalam mempelajari Al Quran meski masih terbata-bata bacanya ustadz?
Jawab: Terus buka Quran tiap hari mbak, karena orang yang masih terbata-bata namun terus mencoba dapat 2 pahala, pahala belajar Quran dan pahala 10 kebaikan 1 huruf, jadi tetap semangat


Tanya: Izin bertanya pak. Saya sudah berusaha hafalkan, diulang hafalan juga, eehhh menghafal yang lain. Yang sebelumnya sudah hafal Jadi lupa-lupaan. Bagaimana cara mengulang yang baik supaya ingat terus pak?
Jawab: Baca 20x, muratal 20x, murajaah 20x dan ulang di shalat fardhu mbak, InsyaAllah mutqin, sehari 3 kali, ini yang dilakukan santri-santri di RQ yang saya kelola.


Tanya: Bertanya ustadz. Jika kita untuk tilawah harian tidak sampai 1 juz tapi kita nambah bacaan untuk surat tertentu, apakah dibolehkan?
Jawab: Ga masalah mbak, tilawah sejuz sehari sebetulnya agar kita bisa khatam sebulan. Namun bisa lebih sedikit, tergantung kemampuan, yang penting setial hari dan istiqomah


Tanya: Saat kita dengerin murotal, lalu kita sambil lihat tulisan di alqur'an boleh kah?
Jawab: Boleh mbak



=================

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!